Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Semakin Curiga.


__ADS_3

"Kau itu dari mana saja Darrel? Apa kau tahu jika istriku hampir saja celaka tadi malam, aku sangat membutuhkan bantuanmu tetapi kau sama sekali tidak menjawab teleponku," ucap Diego menatap serius.


"Apa? Jadi bagaimana keadaannya Nyonya Raisa sekarang Tuan? Siapa yang sudah tega mencelakai Nyonya Raisa?" Tanya Darrel yang berpura-pura terkejut, tetapi malah membuat Diego mengernyitkan dahinya dan merasa curiga.


"Keadaan Raisa saat ini sudah baik-baik saja. Tapi dari mana kau tahu jika ada yang mencelakai Raisa? Aku belum mengatakannya padamu, bisa saja 'kan celaka itu bukan karena dicelakai oleh seseorang," tanya Diego yang membuat Darrel pun tersentak.


"A-aku, aku hanya menebaknya saja Tuan. Tapi memang benar seperti itu 'kan, karena tadi Tuan menjawabnya tidak tahu," ucap Darrel gugup.


"Ya kau benar juga. Saat ini pihak kepolisian sedang menyelidikinya dan aku yakin siapapun pelaku itu termasuk yang terlibat, tidak akan pernah aku lepaskan. Bahkan sampai ke lobang semut pun, cepat atau lambat aku pasti akan menemukannya," ucap Diego dengan tatapan yang begitu tajam, seperti harimau lapar yang ingin menerkam mangsanya.


"Iya Tuan. Syukurlah Nyonya Raisa baik-baik saja dan mudah-mudahan pelakunya itu akan cepat tertangkap. Maafkan aku Tuan Diego, aku tidak bisa menjawab teleponmu tadi malam karena aku tidak enak badan. Aku meriang Tuan dan hari ini aku juga bangun kesiangan, maka dari itu aku baru bisa datang ke perusahaan saat ini," ucap Darrel.


Memang saat ini Darrel sudah sangat terlambat datang ke perusahaan, karena waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 WIB. Sedangkan jam masuk kerja adalah pukul 08.00 WIB dan Diego juga sudah menunggu Darrel di ruangannya sejak 2 jam yang lalu.


"Oh … jadi kau sedang tidak enak badan? Lalu bagaimana keadaanmu saat ini?" Tanya Diego.


"Aku sudah baik-baik saja Tuan. Saat terbangun tadi aku sangat terkejut melihat ponselku ada banyak panggilan tak terjawab dan juga pesan dari Tuan, aku langsung bersiap-siap dan terburu-buru ke perusahaan," ucap Darrel yang terus saja mencari alasan,


Tentu saja Diego tahu jika saat ini Darrel sedang berbohong karena terlihat jelas dari wajahnya itu, tetapi ia juga berpura-pura untuk mempercayainya.


"Ya sudah kalau begitu, sekarang mana laporan kelanjutan kerja sama dengan perusahaan AB? Bukankah kemarin aku sudah memintamu untuk mengerjakannya, kenapa sampai sekarang kau belum mengirimnya juga ke email-ku?" Tanya Diego.


"Oh iya, maaf Tuan. Aku benar-benar belum sempat untuk mengerjakannya. Kemarin aku ada kesibukan lain, lalu pulang dari kantor aku benar-benar sudah sangat lelah karena tidak enak badan dan langsung ketiduran. Untuk itulah aku tidak memegang ponselku sama sekali dan aku juga lupa akan hal itu. Aku benar-benar minta maaf Tuan," ucap Darrel yang membuat Diego benar-benar merasa semakin curiga terhadap asistennya itu.

__ADS_1


"Oke kalau begitu, apakah sekarang kau bisa membuatkan laporannya?" Tanya Diego yang masih berusaha untuk tetap santai.


"Iya, tentu saja bisa Tuan. Sekarang juga aku akan mengerjakannya," jawab Darrel.


"Ya sudah kerjakan sekarang," titah Diego.


"Baik Tuan, kalau begitu saya permisi dulu," ucap Darrel dan hanya ditanggapi anggukan kepala oleh Diego, lalu segera saja ia keluar dari ruangannya bos-nya tersebut.


_____


"Aneh, ada apa dengan Diego? Kenapa dia banyak bertanya sekali, tidak seperti biasanya. Apa jangan-jangan benar kata Clarissa jika Diego sudah mulai curiga padaku? Tapi itu tidak mungkin, karena sama sekali tidak ada bukti yang mengarahkan kepadaku, jadi mana mungkin Diego curiga. Apalagi aku ini adalah orang kepercayaannya," batin Darrel yang mencoba untuk tetap tenang, lalu ia pun mengerjakan laporan yang diminta oleh Diego dari kemarin.


"Darrel … Darrel, aku pastikan mulai saat ini kau tidak akan lepas dari pandanganku. Aku akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi," batin Diego saat Darrel sudah tak terlihat lagi dari pandangan matanya.


Setelah itu pun ia meraih ponsel yang ada di dalam saku celananya dan merasa sangat terkejut mendapatkan beberapa panggilan tak terjawab dan juga pesan dari Raisa dan Siska. Karena Diego sibuk mencari tahu siapa pelaku yang telah mencelakai Raisa, ia sampai lupa untuk mengabari ibu dan calon istrinya tersebut, yang pastinya saat ini sedang cemas menunggu kabar darinya. Diego juga tidak sengaja mengaktifkan mode silent tanpa getar pada ponselnya, sehingga tidak mendengar atau mengetahui jika ponselnya tersebut ada yang menghubunginya.


"Halo Sayang, aku minta maaf ya. Aku baru sempat untuk menghubungimu," ucap Diego saat Raisa sudah menjawab teleponnya.


"Kak Diego, kau itu dari mana saja sih? Bukan hanya aku saja, tapi Mama juga khawatir karena kau tidak ada kabar Kak. Sekarang kau ada di mana Kak? Kau baik-baik saja 'kan?" Terdengar suara Raisa dari seberang telepon yang menimpalinya dengan beberapa pertanyaan.


"Iya aku benar-benar minta maaf karena sudah membuatku khawatir. Aku baik-baik saja dan sebelum menghubungimu aku juga sudah menghubungi Mama, memberitahu keadaanku saat ini. Aku sekarang sedang berada di perusahaan Sayang. Kau sudah berada di rumah 'kan? Bagaimana keadaanmu sekarang?" jawab Digo dan bertanya balik.


"Syukurlah kalau memang seperti itu, aku lega Kak mendengarnya. Iya aku baik-baik saja kok Kak, aku juga sudah berada di rumah. Mama juga sudah pulang diantar Kak Kelvin," jawab Raisa.

__ADS_1


"Ya syukurlah kalau begitu, aku juga lega mendengar kabarmu. Lebih baik sekarang kau istirahat saja ya, selain kau pasti Anak kita juga sangat lelah. Nanti pulang dari kantor aku akan mampir ke rumahmu," ucap Diego.


"Iya Kak dan kau memang benar, aku sangat lelah karena tidak bisa tidur di rumah sakit. Lalu bagaimana Kak, apa kau sudah menemukan siapa orang yang dengan sengaja mencelakaiku?" Tanya Raisa.


"Belum Sayang, tapi sudah ada beberapa orang yang dicurigai. Bukan hanya polisi saja, aku sendiri juga ikut menyelidiki orang yang aku curigai," jawab Diego.


"Siapa Kak?" Tanya Raisa.


"Nanti saat di rumahmu aku akan menceritakannya," ucap Diego.


"Ya sudah, tapi kau tetap berhati-hati ya Kak. Aku tidak mau jika kau nantinya akan terluka hanya gara-gara mencari tahu kasus ini. Atau lebih baik kau serahkan saja pada Polisi Kak, kau tidak perlu ikut campur," ujar Raisa yang merasa sangat cemas.


"Sayang, aku akan baik-baik saja karena orang ini tidak akan berbahaya jika aku bisa bermain cantik. Percaya padaku ya Sayang, aku hanya ingin mencari tahu sendiri karena ini hanyalah menurut kecurigaanku saja, bukan orang lain," ucap Diego.


"Ya sudah kalau begitu, aku percaya padamu Kak. Aku matikan dulu ya teleponnya Kak, aku mau istirahat," ucap Raisa.


"Iya Sayang, selamat istirahat. I love you," ucap Diego.


"Iya Kak, i love too," balas Raisa.


Lalu panggilan telepon pun berakhir. Diego tersenyum, merasa sangat bahagia setelah mendengar suara dan juga kabar dari calon istrinya tersebut. Ia juga berniat akan ke rumah Raisa di saat pekerjaannya nanti sudah selesai.


"Siapa yang dimaksud Diego orang yang dicurigainya tetapi hanya dia sendirilah yang mencurigai orang itu," batin Darrel yang tidak sengaja mendengar percakapan Diego yang sedang menelpon Raisa.

__ADS_1


Darrel yang di saat itu kembali lagi menuju ke ruangan Diego karena lupa untuk memberikan berkas yang harus ditandatangani oleh tuannya tersebut, malah mendengar percakapan itu dari depan pintu.


Bersambung …


__ADS_2