
Krek …
Terdengar suara pintu ruang IGD terbuka, sehingga Raisa langsung saja melepaskan dirinya dari pelukan Diego lalu berdiri menghampiri dokter yang di saat itu keluar dari ruangan tersebut. Begitu juga dengan Kelvin dan Diego yang menyusulnya.
"Dokter, bagaimana keadaan Ayah saya Dok? Saya ingin melihat Ayah saya," desak Raisa.
"Tenang Nyonya, tenang. Keadaan Tuan Sastro sudah stabil dan saat ini beliau memang sangat ingin bertemu dengan kalian semua, jadi sekarang kalian boleh masuk ke dalam," ucap dokter.
"Terima kasih banyak Dokter," ucap Diego dan juga Kelvin, sedangkan Raisa langsung saja masuk ke dalam tanpa mengucap kata apapun lagi.
"Ayah, Ayah bagaimana kondisi Ayah sekarang?" Tanya Raisa yang aku saja memeluk ayahnya tersebut.
"Uhuk … uhuk … ."
Terdengar suara batuk Sastro yang sepertinya sedikit sesak karena Raisa memeluknya dengan sangat kuat, sehingga Raisa pun menyadari akan hal itu dan melepaskan pelukannya.
"Maafkan aku Ayah, aku terlalu mengkhawatirkan Ayah. Bagaimana kondisi Ayah sekarang?" Raisa mengulangi pertanyaannya dengan air mata yang menetes.
Sementara Sastro malah tampak tersenyum melihat anaknya, "Sayang, sudah ya jangan menangis seperti itu. Ayah baik-baik saja, Ayah tidak apa-apa," ucapnya.
"Baik-baik bagaimana Ayah, kondisi Ayah sampai seperti ini. Ayah kenapa sih harus pergi dari rumah sakit dan tidak mengatakan padaku, aku khawatir Ayah. Raisa juga panik, kami semua mencari Ayah di sekitar rumah sakit," ucap Kelvin.
"Maafkan Ayah Kelvin, Raisa, Diego, Ayah sama sekali tidak bermaksud membuat kalian khawatir. Tapi jika tadi Ayah mengatakannya kepada kalian, apa kalian akan mengizinkannya? Sudah pasti tidak. Untuk itu Ayah pergi secara diam-diam karena memang sudah mempunyai niat dan rencana, Ayah sudah tahu apa yang sedang direncanakan oleh Diego dan Kelvin dari kemarin dan Ayah tidak mau menundanya lagi. Ternyata semuanya sesuai rencana dan tidak sia-sia 'kan? Saat ini Carlos sudah ditangkap oleh Polisi, Ayah yakin dia pasti akan mendapatan hukuman dengan bukti-bukti yang sudah kita miliki," kata Carlos.
"Iya Yah, tapi hal yang Ayah lakukan tadi itu benar-benar nekat. Padahal tadi aku juga sudah menghadapi Carlos tapi Ayah tiba-tiba saja datang seperti itu, membuatku benar-benar sangat takut Ayah," ucap Diego.
"Diego seandainya tadi Ayah tidak datang tepat waktu, kita tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Carlos. Apakah kau tahu dia itu pria yang sangat nekat, bahkan tadi dia sudah membunuh orang lain di depan matamu dan sudah mengarahkan pisau ke arahmu," tukas Sastro, membuat Raisa sangat terkejut.
"Kak, jadi tadi kau pergi menghadapi Carlos sendirian. Kau tidak pergi dengan anak buahmu?" Tanya Raisa.
"Tenang Sayang, tenang. Aku pergi bersama anak buahku, bahkan banyak sekali anak buahku. Kalau kau tidak percaya kau bisa tanyakan kepada Ayah, semua anak buah Carlos kalah karena anak buah kita semuanya lebih hebat bela dirinya," ucap Diego.
"Tapi kenapa tadi Ayah mengatakan Carlos memegang pistol mengarahkan padamu," kata Raisa.
__ADS_1
"Ya seperti yang Ayah katakan juga, karena Carlos sehabis membunuh seseorang di depan mataku. Dia mengarahkan pistol itu hanya mengancamku saja kalau dia bisa melakukannya padaku juga, tapi aku yakin pria ba ji ngan itu tidak mungkin melakukannya," tukas Diego.
"Kenapa tidak mungkin Kak, Carlos itu menganggap kita semua adalah musuhnya. Jadi bisa saja jika tadi Carlos akan membunuhmu," ujar Raisa.
"Tidak secepat itu dia mau melihat aku ataupun Ayah mati begitu saja. Dia sangat ingin menyiksa kami berdua dengan cara apapun itu, yang penting kami masih tetap hidup dan merasakan penderitaan," ucap Diego dengan sangat yakin.
"Raisa, apa yang dikatakan Diego itu benar. Jika tadi Ayah terlambat datang, mungkin saja Carlos akan menyakiti Diego, tetapi dia tidak mungkin membunuh Diego. Karena Carlos itu orang yang sangat licik, sudah pasti dia akan menyiksa Diego dulu secara perlahan sebelum menghabiskannya," kata Sastro.
"Sudahlah, yang penting aku tidak mau kalian membahayakan nyawa kalian lagi. Sekarang penjahat itu sudah berada di Kantor Polisi, aku harap dia benar-benar bisa mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya. Kalau perlu jangan pernah mengeluarkan orang itu lagi dari dalam penjara," ucap Raisa.
"Ayah, aku benar-benar minta maaf ya. Ini semua kesalahanku, aku yang sudah membuat Ayah tertusuk seperti ini dan aku juga membiarkan Ayah pergi sendiri tadi sampai kondisi ayah drop lagi. Kalau aku tahu Ayah pergi menyusul Diego, aku pasti akan ikut dengan Ayah," ucap Kelvin yang benar-benar merasa sangat bersalah.
"Sudahlah Kelvin, kau itu selalu saja menyalahkan dirimu sendiri. Ini bukan salahmu, lagi pula semua juga sudah terjadi 'kan. Yang penting misi kita untuk menangkap Carlos sudah berhasil supaya kejahatan di dunia ini berkurang," ucap Sastro.
"Ayah, aku yakin orang yang ada dibalik penusukan Ayah itu juga Carlos. Tapi sayangnya Polisi belum menemukan mereka, Polisi masih menyelidikinya," ujar Kelvin.
"Ya Ayah juga yakin seperti itu, mereka tidak mengeluarkan senjata tajam saat menyerang Satpam tapi di saat Ayah datang mereka langsung menusuk Ayah dengan pisau. Sudah sangat jelas jika yang sebenarnya diincar oleh mereka itu ya memang Ayah," kata Sastro.
"Sabar ya Sayang, aku juga tidak akan membiarkan Carlos hidup bebas lagi. Besok aku akan ke Kantor Polisi untuk menanyakan kelanjutan kasus ini," kata Digo.
"Iya Kak, pastikan jika Carlos tidak akan pernah lepas," kata Raisa.
"Raisa, Ayah tidak pernah mengajarimu untuk dendam kepada orang lain. Apalagi Ayah tahu bagaimana sifatmu. Tapi jika kali ini kau benar-benar merasa sangat dendam terhadap Carlos, itu artinya kau sudah tahu 'kan bagaimana jahatnya Carlos kepada orang lain. Untuk itulah Ayah selalu meminta kalian semua untuk selalu berhati-hati. Ayah tidak mau jika anak-anak Ayah ada yang celaka, lebih baik Ayah yang menderita daripada kalian semua. Apalagi masalah ini juga berawal dari Ayah, Carlos masih dendam terhadap Ayah hanya karena kesalahpahaman semata," ucap Sastro.
"Apapun alasannya, Carlos telah banyak membuat kejahatan dan kejahatan itu harus dibasmi," ucap Kelvin.
*****
Setelah keadaan di rumah sakit sudah sedikit lebih tenang dan Sastro saat ini sudah berada di ruang rawat inap kembali dan beristirahat dengan ditemani oleh Kelvin, Raisa dan Diego pun kembali ke kediamannya untuk memberi kabar kepada sang ibu. Apalagi tadi Raisa berjanji hanya pergi 1 jam tetapi sudah 3 jam lamanya ia berada di rumah sakit dan baru sempat kembali ke rumah, bahkan saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 WIB. Akan tetapi Ayumi sudah pulang ke rumahnya, sedangkan Diesa diurus oleh Suster Maira. Ya walaupun ia adalah perawat Siska tetapi Maira juga bisa untuk menjaga bayi.
"Maaf ya Ma, Suster Maira. Aku jadi merepotkan kalian karena baru bisa pulang ke rumah. Kondisi di rumah sakit tadi benar-benar lagi runyam, jadi aku baru bisa meninggalkan Ayah sekarang," ucap Raisa.
"Tidak apa-apa Raisa, kau juga 'kan sudah memberi kabar kepada Mama. Jadi bagaimana keadaan Ayahmu sekarang?" Tanya Siska.
__ADS_1
"Kondisi Ayah sudah lumayan membaik Ma, sekarang Ayah juga sedang istirahat ditemani Kak Kelvin," jawab Raisa.
"Syukurlah kalau begitu. Tapi memangnya Kelvin tidak lelah sudah berapa hari di rumah sakit, apa tidak ada yang menggantikan Kelvin supaya dia bisa pulang dulu beristirahat," kata Siska yang mengkhawatirkan kondisi Kelvin.
"Oh iya Ma, aku tadi sudah meminta salah satu dari Bodyguard dan Jason bersedia menemani Ayah untuk menggantikan Kelvin malam ini. Jadi besok pagi Kelvin baru datang ke rumah sakit lagi," kata Diego.
"Ya memang bagusnya seperti itu. Kasihan Kelvin, nanti malah kondisinya yang drop karena tidak beristirahat sama sekali," ucap Siska.
"Iya Ma, tadinya Kelvin juga menolak, tapi aku dan Raisa yang memaksa sampai Kelvin pun setuju. Apalagi meskipun di rumah sakit menjaga Ayah, terkadang Kelvin sambil mengerjakan pekerjaan kantor, jadi benar-benar tidak ada waktu untuknya beristirahat," kata Diego.
"Ya sudah Raisa, Diego, sekarang kalian berdua ke kamar dulu ya. Mandi dan ganti baju dulu setelah seharian beraktivitas di luar, apalagi dari rumah sakit. Selesai mandi kalau belum makan kalian makan dulu, setelah itu baru ambil anak kalian di sini," kata Siska.
"Iya Ma. Suster Maira, maaf ya merepotkan sebentar lagi boleh 'kan. Titip baby Diesa sebentar saja, nanti setelah mandi aku akan langsung ambil Diesa. Tidak masalah kok kalau kita membawa baby Diesa ke ruang makan seperti biasa," ucap Raisa.
"Baik Nyonya, sama sekali tidak merepotkan kok," jawab Maira.
Lalu Raisa dan Diego pun keluar dari kamar ibunya tersebut menuju ke kamar mereka untuk segera membersihkan diri.
_____
Di saat itu Diego sedang berada di dalam kamar mandi karena ia yang terlebih dahulu mandi bergantian dengan sang istri, tiba-tiba saja ponsel Raisa berdering ada panggilan masuk dari Ayumi, pengasuh anaknya tersebut. Sehingga Raisa langsung saja menjawab telepon tersebut
"Halo Suster Ayumi, ada apa?" Tanya Raisa.
"Nyonya, tolong saya Nyonya." Terdengar suara minta tolong dari seberang telepon.
"Ada apa Sus, kau kenapa?" Tanya Raisa.
"Tolong jangan sakiti Nenekku, tolong jangan lakukan. Aku mohon. Tolong … !"
Bukannya jawaban yang Raisa dengar, ia malah mendengar suara Ayumi yang meminta tolong untuk tidak menyakiti neneknya. Membuat Raisa merasa khawatir dan yakin jika saat ini sedang terjadi sesuatu dengan Ayumi dan Neneknya itu.
Bersambung …
__ADS_1