Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Berbeda Pendapat.


__ADS_3

Setelah Raisa menyetujui syarat dari Siska, mereka pun melanjutkannya dengan makan malam, lalu menyudahi pertemuan malam ini.


Raisa sama sekali tidak keberatan karena memang benar jika anak yang dikandung olehnya adalah anak Diego, ia tak pernah merasa melakukan dengan siapapun kecuali dengan pria itu, bahkan Diego sendiri tahu jika Raisa menyerahkan dirinya pertama kali hanya untuknya.


Meskipun sebenarnya Diego dan Sastro sangat keberatan akan permintaan Siska, karena itu artinya sama saja jika Siska tidak mempercayai Raisa. Akan tetapi karena Raisa tetap kekeh, pada akhirnya mereka pun menyetujuinya. Lagipula yang terpenting buat Diego adalah ia tetap menikah dengan Raisa dan berjanji akan selalu melindunginya.


_____


Saat ini Siska dan Diego pun telah kembali ke kediamannya, sedangkan Raisa masih tampak termenung duduk di taman belakang tepi kolam renang, yang selalu menjadi tempat favoritnya.


"Raisa, maaf jika aku mengganggumu. Apa aku boleh ikut duduk di sini bersamamu?" Tanya kelvin yang tiba-tiba saja muncul di belakang Raisa.


"Oh, iya Kak tentu saja boleh. Silakan duduk!" Jawab Raisa yang langsung menoleh ke arah belakang.


Sehingga Kelvin pun melangkahkan kakinya mendekati Raisa, lalu di duduk di samping wanita tersebut.


"Ada apa Kak? Kau sedang tidak bisa tidur juga ya?" Tanya Raisa.


"Tidak juga, 'kan aku memang sudah terbiasa tidur malam. Bukankah kau yang tidak bisa tidur, sehingga kau duduk disini. Kebetulan aku ingin mencari angin dan aku melihatmu berada di sini," ucap Kelvin.


"Iya Kak kau benar, aku memang belum bisa tidur," jawab Raisa apa adanya.


"Kenapa? Bukankah masalah pernikahanmu dan Diego sudah beres. Bukankah orang tua Diego sudah merestui hubungan kalian, hanya tinggal menunggu hari pernikahan itu saja 'kan? Tinggal 3 minggu lagi pernikahan kalian akan berlangsung," ujar kelvin yang memang sudah mengetahui semuanya.


Meskipun saat pertemuan keluarga tadi Kelvin tidak berada di rumah, tentunya ia tetap mendapatkan informasi tersebut dari Sastro. Karena saat pulang dari perusahaan ia memang langsung menemui tuannya itu dan Raisa pun tak perlu bertanya lagi dari mana Kelvin mengetahuinya.


"Iya Kak, tapi pasti Ayah juga bilang 'kan dengan syarat yang diajukan oleh Mama Siska. Menurutmu apa itu keterlaluan?" Tanya Raisa yang meminta pendapat Kelvin.

__ADS_1


"Seharusnya kau tidak perlu bertanya padaku, karena sudah pasti tanggapanku akan sama dengan Ayahmu dan juga Diego. Nyonya Siska menyetujui hubungan pernikahan kalian itu sudah pasti karena terpaksa, semua demi Diego. Karena nyonya Siska tidak mau jika Diego menikah tanpa restunya, sudah pasti setelah menikah Diego akan keluar dari rumah membawa kau dan Denis. Nyonya Siska tidak mau hal itu terjadi, untuk itulah dia merestui hubungan kalian. Tapi ya dengan syarat seperti itu, setelah anak kalian lahir kau harus melakukan tes DNA. Karena Nyonya Siska sebenarnya belum mempercayaimu sama sekali, dia masih tetap saja percaya dengan kata-kata orang yang sudah sangat jelas tidak menyukai hubunganmu dengan Diego," ujar Kelvin.


"Ternyata pikiranmu sama saja Kak dengan Ayah," tukas Raisa.


"Ya, karena memang seperti itulah kesimpulannya Raisa. Kau tetap kekeh akan menikah dengan Diego karena kau yakin jika memang anak yang dikandung olehmu itu adalah anak Diego, aku percaya, Ayahmu percaya dan Diego apalagi. Tapi kau tidak akan tahu bagaimana nantinya saat kau menjalani rumah tangga bersama Diego dan tinggal di kediaman Abimana, apalagi saat Denis sedang sekolah dan Diego ada di perusahan, kau tidak akan tahu bagaimana Nyonya Siska akan memperlakukanmu. Bisa saja beliau akan membuatmu tinggal di rumah itu seperti tinggal di neraka, bisa saja mertuamu itu nantinya akan membuatmu tidak akan merasa betah dan pada akhirnya kau memilih untuk meninggalkan anaknya," ujar kelvin yang terus beralibi.


"Kak, kenapa kau bisa berkata seperti itu? Pikiranmu itu terlalu jauh Kak. Aku yakin kalau Mama Siska bukan orang yang seperti itu. Meskipun sikap Mama Siska sekarang berubah padaku, tapi aku yakin kok sebenarnya masih ada rasa sayang Mama untukku dan aku yakin jika nantinya aku sudah menikah dengan Kak Diego, kami tinggal bersama lagi, aku yakin jika aku bisa membuat Mama menyayangiku seperti pertama kali. Aku akan membuat Mama percaya padaku," ucap Raisa


"Aku percaya padamu Raisa, aku percaya jika kau bisa membuat orang menyayangimu dengan mudah asalkan tidak ada orang lain yang mempengaruhi ibunya Diego. Kau harus pastikan itu," ucap kelvin yang entah kenapa rasanya sangat tidak rela jika Raisa akan disakiti oleh orang lain, sementara ia tidak akan bisa melindunginya.


"Kak terima kasih ya, aku tahu kau pasti sangat mengkhawatirkanku 'kan? Seperti layaknya seorang Kakak yang mengkhawatirkan adiknya. Aku sangat berterima kasih padamu Kak, tapi kau tenang saja aku pasti akan baik-baik saja dan ada Kak Diego yang akan selalu melindungiku," ucap Raisa.


"Iya sama-sama Sa, aku minta maaf ya jika kekhawatiranku terlalu berlebihan. Sebenarnya aku tidak bermaksud ingin mencampuri urusanmu, tapi aku hanya ingin menyampaikan pendapatku saja," ucap Kelvin.


"Iya aku mengerti Kak. Ya sudah kalau begitu aku tidur dulu ya, aku sudah mulai mengantuk. Kakak jangan tidur larut malam ya," ucap Raisa.


"Good night too Kak," balas Raisa, lalu ia pun melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Kelvin.


Sedangkan Kelvin hanya menatap punggung kepergian Raisa, sampai wanita itu sudah tak terlihat lagi dari pandangan matanya.


*****


Seminggu pun telah berlalu, baik keluarga Sastro maupun keluarga Abimana sibuk sedang sibuk mempersiapkan pernikahan Raisa dan Diego. Raisa meminta agar pernikahan itu tidak diadakan terlaku mewah, hanya sederhana saja yang penting sah dan dihadiri oleh keluarga. Tetapi Sastro ingin acaranya diadakan besar-besaran karena ini merupakan pernikahan anak satu-satunya. Bahkan ia sendiri yang akan memodalinya. Apalagi Sastro berniat akan mengundang seluruh kerabat dekat dan kliennya, sekaligus untuk mengumumkan bahwa Raisa adalah anak kandungnya, karena memang belum banyak yang mengetahui akan hal itu.


"Kenapa juga sih harus diadakan pesta besar-besaran. Bukankah Raisa memintanya sederhana saja. Apakah Tuan Sastro tidak memikirkan bagaimana resikonya nanti, Raisa itu sedang hamil dan saat ini usia kehamilannya sudah memasuki 4 bulan, perutnya sudah kelihatan membuncit. Memang nantinya tidak akan membuat malu keluarga kita jika ada mengetahuinya," ujar Siska saat mereka sedang mengadakan pertemuan di sebuah restoran.


"Maaf, tolong dijaga sedikit bicara Anda Nyonya Siska. Saya tahu jika saat ini usia kandungan Raisa sudah memasuki 4 bulan, tapi belum terlalu terlihat. Lagipula ini adalah pernikahan Anak saya satu-satunya, apakah salah jika saya ingin melakukan yang terbaik," ucap Sastro yang tak terima.

__ADS_1


"Ini juga pernikahan Anak saya satu-satunya, tapi saya tidak terlalu menginginkan pesta mewah seperti itu. Bukankah kesepakatan kita di awal yang penting pernikahan ini sah. Raisa ada yang bertanggung jawab dan Diego juga akan menjadi suaminya, tetapi kenapa harus ada pesta besar-besaran?" Ujar Siska yang tak mau kalah karena berbeda pendapat dengan Sastro.


"Ma, sudah lah Ma, aku mohon. Kenapa sih harus berdebat terus masalah ini? Apa yang dikatakan ayahnya Raisa benar, ini adalah pernikahan anak satu-satunya dan ini juga pernikahan Raisa yang pertama, pernikahan yang akan dikenang selama hidupnya, pernikahan sekali seumur hidup. Jadi kenapa sih Mama harus melarangnya, Mama itu hanya tinggal merestui hubungan kami dengan hadir di pernikahan, itu saja Ma." Diego mencoba untuk meminta pengertian dari ibunya.


"Terserah kalian sajalah, kalian memang tidak pernah ada yang mau mendengar ucapanku," hardik Siska yang terlihat sangat kesal, karena pendapatnya itu sama sekali tidak didengar oleh siapapun.


"Ayah, Kak Diego, apa yang Mama katakan itu benar. Sudahlah lebih baik acara ini diadakan sederhana saja, dari awal aku juga memintanya sederhana 'kan? Lagipula benar apa yang Mama katakan, kandunganku ini sudah mulai kelihatan, aku tidak mau jika nantinya akan membuat kedua belah pihak keluarga menjadi malu. Apalagi aku juga tidak tahu kondisiku nantinya. Saat ini aku lebih cepat lelah, aku takut jika dihadiri oleh banyak tamu kondisiku malah menjadi ngedrop dan keadaanku menjadi tidak baik," ucap Raisa.


"Tuh 'kan Raisa saja setuju dan ini semua juga demi kebaikan Raisa, tetapi kenapa sih kalian berdua ini keras kepala sekali," cibir Siska.


Sehingga membuat Diego dan Sastro tampak terdiam dan berpikir jika apa yang Raisa katakan itu ada benarnya.


"Aku permisi sebentar mau ke toilet," ucap Raisa.


"Sayang, aku temani ya," tawar Diego.


"Tidak usah Kak, aku bisa sendiri kok. Kau di sini saja temani Ayah dan Mama mengobrol," tolak Raisa lalu ia pun segera pergi menuju ke toilet.


_____


Saat berada di dalam toilet, Raisa tampak berkaca sambil memandangi wajahnya tersebut. Meskipun pernikahannya dan Diego sudah berada di ujung mata, tetapi entah kenapa hatinya belum merasa tenang karena belum 100% mendapatkan restu dari ibunya Diego. Ia tidak tahu harus senang atau sedih, karena menjelang pernikahannya selalu saja ada masalah dan perdebatan di antara ayah dan calon ibu mertuanya itu. Raisa mencoba untuk menetralisir perasaannya, setelah lebih tenang kini ia pun melangkahkan kakinya hendak keluar dari toilet.


Akan tetapi saat Raisa hendak membuka pintunya, ternyata pintu tersebut terkunci sehingga membuatnya pun terjebak di dalam sana.


"Tolong … tolong buka pintunya. Apakah ada orang di luar? Tolong … tolong buka pintunya!" Teriak Raisa sembari mengetuk pintu, tetapi sama sekali tidak ada yang mendengarnya.


Ternyata di saat itu ada seseorang di toilet sebelah, sehingga membuat Raisa pun tampak lega karena ia ada temannya. Akan tetapi siapa yang menyangka jika orang tersebut begitu misterius karena wajahnya ditutupi oleh topeng, lalu orang tersebut berjalan ke arah Raisa dengan membawa senjata tajam. Sehingga membuat Raisa merasa sangat terkejut dan ketakutan.

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2