Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Berjalan Lancar.


__ADS_3

Keesokan harinya Siska telah siap untuk menjalani operasi. Keluarganya juga tampak berada di sana, siapa lagi kalau bukan Diego, Raisa dan dua Bodyguard-nya yaitu Aron dan Jason. Sedangkan Ramzi yang sudah menemani Diego semalaman di rumah sakit, diperintahkan oleh Diego untuk pulang ke rumah agar ia dapat beristirahat bergantian dengan yang lain. Sastro dan Kelvin juga berada di sana setelah mendengar kabar dari Lea bahwa hari ini Siska akan menjalani operasi. Mereka semua memberi semangat kepada Siska dan meyakinkannya bahwa semua akan baik-baik saja, membuat Siska pun yakin jika ia akan menjalani operasi untuk yang terakhir kalinya.


"Ma, aku akan selalu menunggu Mama di sini. Mama harus berjuang untuk sembuh ya, Mama pasti bisa," ucap Diego.


"Iya Diego, Mama pasti akan berusaha semaksimal mungkin," jawab Siska.


"Itu harus Ma. Mama harus berusaha, kami disini selalu mendoakan Mama, Mama pasti bisa sembuh. Mama masih ingin 'kan menghabiskan waktu bersama cucu-cucu Mama, bersama anak menantu Mama dan bersama yang lainnya juga," ucap Raisa yang menatap sendu.


"Iya Raisa, Mama masih sangat-sangat menginginkannya. Maka dari itu Mama menuruti permintaan kalian untuk operasi. Terima kasih ya atas doa kalian, Mama janji akan keluar dari ruang operasi dalam keadaan selamat," ucap Siska.


"Iya Ma, itu yang kami inginkan," ucap Raisa.


Diego tak henti-hentinya mencium punggung telapak tangan sang ibu serta mencium keningnya dengan penuh kasih sayang, dalam hatinya tak henti-hentinya ia berdoa untuk keselamatan ibunya tersebut. Begitu juga dengan Raisa yang tak putus berdoa untuk ibu mertuanya itu.


_____


Hingga waktu operasi pun telah tiba, Maira yang dibantu oleh perawat lainnya langsung saja membawa Siska ke ruang operasi dan langsung menjalani operasi jantung. Sementara Raisa, Diego dan yang lainnya tampak berada di depan ruangan operasi, menunggu Siska yang akan berjuang di dalam sana.


"Diego, Raisa, kalian berdua yang tenang ya. Ayah juga ikut mendoakan semoga Nyonya Siska baik-baik saja, semoga Nyonya Siska akan keluar dalam keadaan selamat," ucap Sastro.


"Amin, terima kasih banyak ya Ayah. Ayah sudah datang ke sini dan ikut mendoakan Mama," ucap Diego.


"Iya sama-sama. Maaf ya Ayah baru sempat datang hari ini, padahal Ayah sudah mendengarnya dari kemarin tapi-"


"Tapi karena kondisi Ayah juga kurang baik 'kan dan Ayah tidak mengatakan apapun padaku. Kau juga Kak Kelvin, kenapa kau tidak katakan langsung padaku, bukankah kau sudah berjanji akan mengatakan apapun soal kondisi Ayah tapi kenapa baru hari ini kau mengatakannya," omel Raisa yang menyela ucapan ayahnya begitu saja.


"Aku minta maaf Raisa, itu semua karena Ayah yang melarangku," ucap Kelvin berterus terang.


"Aku juga tahu pasti kau akan beralasan seperti itu. Seharusnya jika mengenai kondisi Ayah kau tidak perlu berkompromi untuk menyembunyikannya dariku," tukas Raisa.


"Aku benar-benar minta maaf Raisa. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi," ucap Kelvin sembari mengangkat dua jarinya tanda berjanji.


"Sudah, sudah. Ayah baik-baik saja kok, Ayah melarang Kelvin karena Ayah tidak ingin kau merasa khawatir. Apalagi kondisi Ibu mertuamu sedang tidak baik-baik saja setelah kita pulang dari Bandung waktu itu, Ayah tidak hanya tidak mau menambah beban pikiran kalian," ucap Sastro.


"Apapun alasannya lain kali Ayah tidak boleh seperti itu lagi, aku tidak suka," ucap Raisa.


"Iya Sayang, Ayah minta maaf ya," ucap Sastro, lalu Raisa pun memeluk ayahnya sejenak.


"Ayah, operasi ini tidak tahu akan berjalan berapa lama waktunya jadi lebih baik Ayah pulang saja ya. Kak Kelvin kau antar ya Ayah pulang ke rumah ya supaya Ayah bisa beristirahat, nanti jika ada apa-apa atau operasinya telah selesai aku pasti akan mengabari Ayah," ucap Raisa.

__ADS_1


"Iya Ayah, apa yang Raisa katakan benar. Apalagi saat ini kondisi Ayah juga kurang baik, jadi Ayah istirahat saja ya di rumah." Diego menimpali.


"Ya sudah Raisa, Diego, Ayah pulang dulu ya. Tapi jangan lupa kabari Ayah nanti saat operasi Nyonya Raisa sudah selesai dan pindah ke ruang rawat inap, Ayah pasti akan datang ke sini lagi untuk menjenguknya," ucap Sastro.


"Iya Ayah yang penting Ayah juga harus jaga kondisi, jangan lupa diminum obatnya," pesan Raisa.


"Iya Anak Ayah yang sangat bawel. Kau dan Kelvin itu tidak ada bedanya, sama-sama cerewet," ujar Sastro.


"Kalau cerewet untuk kebaikan Ayah tidak ada apa-apa dong Yah," jawab Kelvin tersenyum.


"Sama sekali tidak masalah, justru Ayah senang diperhatikan seperti itu. Bukan hanya Nyonya Siska tapi Ayah juga merasa sangat bahagia memiliki Anak-Anak dan juga menantu yang sangat peduli dengan Ayah," ucap Sastro.


"Ayah, aku jadi terharu," ucap Raisa dengan matanya yang berkaca-kaca.


"Ayah, Ayah itu Ayahku juga jadi sudah seharusnya aku peduli dengan Ayah sama seperti aku memperdulikan Mama," ucap Diego.


"Apalagi aku Ayah, Ayah saja bisa menyayangiku dan menganggapku seperti anak sendiri jadi kenapa aku tidak bisa," ucap Kelvin pula.


"Syukurlah, Ayah merasa beruntung memiliki kalian semua. Ya sudah Raisa, Diego Ayah pulang dulu ya," pamit Sastro.


"Aku juga pamit dulu ya. Setelah mengantar Ayah pulang ke rumah, aku harus langsung ke perusahaan karena ada meeting 2 jam lagi," ucap Kelvin.


"Raisa, jangan seperi itu doang," kata kelvin yang merasa malu.


"Santai saja Kak. Ya sudah sana pulang, hati-hati ya," ucap Raisa.


"Ayah, Kelvin, kalian hati-hati ya," ucap Diego pula.


Lalu segera saja Kelvin dan Sastro meninggalkan ruang operasi dan pergi dari rumah sakit.


"Kak sekarang Mama sudah berada di dalam ruang operasi, Dokter dan Mama sama-sama sedang berjuang untuk menyelamatkan nyawa Mama. Sekarang kau makan dulu ya, sudah tidak ada alasan lagi. Ini sarapan yang aku bawakan juga sudah dingin dan malah sudah waktunya mau makan siang," ucap Raisa.


Memang tadi waktu ia baru saja tiba di rumah sakit, dokter mengatakan jika Siska harus bersiap-siap untuk dioperasi. Sehingga Diego pun sibuk untuk mengurus ke sana sini seperti yang diperintahkan oleh dokter sampai ia tidak sempat untuk sarapan, begitu juga dengan Raisa yang ikut membantunya.


"Kau sudah sarapan?" Tanya Diego.


Raisa menggelengkan kepalanya, "Belum, aku sengaja ingin sarapan bersamamu. Jadi kalau kau tidak mau sarapan aku juga tidak akan sarapan, padahal aku lapar, apalagi tadi Diesa minum susunya juga banyak. Aku benar-benar sudah sangat lapar," ucap Raisa yang memasang wajah memelas sembari memegangi perutnya.


"Kau itu bisa saja ya, pasti ini trikmu 'kan supaya aku mau makan," ujar Diego.

__ADS_1


"Iya dong. Tapi aku memang benar-benar lapar. Oh iya ini tadi aku juga membawakan dua kotak makanan lagi untuk Kak Aron dan Kak Jason karena tadi di rumah mereka tidak sempat sarapan dan buru-buru ke sini untuk mengantarku," ucap Raisa sembari menyerahkan sarapan tersebut.


"Terima kasih banyak Nyonya Raisa," ucap Aron dan Jason secara bersamaan dan langsung menyantap sarapan tersebut.


"Sama-sama Kak," jawab Raisa.


"Iya Sayang, aku mengerti kok. Ya sudah ayo kita makan," ajak Diego menyetujui.


Lalu Diego dan Raisa pun segera menikmati sarapan yang tadi telah dibuat oleh Raisa yaitu nasi goreng dengan lauk telur dadar dan juga ayam goreng. Meskipun terlihat sederhana tapi rasanya sangat nikmat karena keduanya makan bersama dan saling suap menyuap.


_____


Setelah 2 jam berada di rumah sakit, kini Raisa berpamitan untuk pulang karena bagaimanapun juga ia adalah seorang ibu yang meninggalkan sang bayi di rumah dan sudah pasti bayi tersebut akan selalu memerlukannya. Apalagi Diesa masih meminum ASI sehingga masih sangat ketergantungan dengan Raisa. Sang bayi juga pasti akan sangat rewel jika dalam waktu lama tidak bertemu dengan ibunya itu, begitu juga dengan anak sulung mereka yang sebentar lagi akan pulang sekolah, sehingga Raisa akan langsung menjemputnya. Raisa memutuskan untuk pulang ke rumah terlebih dulu tetapi ia berniat akan datang lagi nanti sore.


"Sayang, jangan lupa selalu mengabariku ya bagaimanapun kondisi Mama," kata Raisa.


"Iya Sayang, aku pasti akan mengabarimu. Terima kasih ya dan kau hati-hati,' ucap Diego.


Setelah Raisa dan Aron pergi kini tinggal Diego bersama Jason yang masih berada di depan ruang operasi. Sedangkan Suster Maira ikut masuk ke dalam ruang operasi untuk mendampingi Siska karena perintah dari dokter juga.


_____


5 jam pun telah berlalu, Diego benar-benar sangat panik karena sampai saat ini lampu ruang operasi masih menyala, yang itu tandanya operasi ibunya tersebut belum juga selesai. Padahal tadi dokter mengatakan jika operasi tersebut akan berjalan selama 3 jam dan paling lama 5 jam, sehingga membuatnya terus saja berdiri di depan pintu ruang operasi dengan resah dan gelisah.


Beberapa menit kemudian lampu operasi pun padam yang itu artinya operasi telah selesai dan di saat itu terlihat Suster Maira yang keluar dari ruangan tersebut, sehingga langsung saja Diego dan Jason menghampirinya.


"Suster, apa yang terjadi Sus. Kenapa lama sekali operasinya? Apakah operasinya berjalan lancar?" Diego langsung menimpali beberapa pertanyaan dengan perasaannya yang begitu takut.


"Tuan Diego tenang Tuan, saya keluar hanya ingin memberi kabar jika operasi Nyonya Siska sudah berhasil dan berjalan lancar. Memang tadi terjadi beberapa kendala tapi pada akhirnya semua berjalan dengan keinginan kita Tuan," ucap Maira.


"Syukurlah kalau memang seperti itu, saya benar-benar lega. Terima kasih banyak ya Suster," ucap Diego.


"Iya sama-sama Tuan. Kalau begitu saya masuk lagi ya, saya hanya ingin menyampaikan kabar itu saja supaya Tuan Diego bisa lebih tenang," ucap Maira.


"Iya Sus silahkan," jawab Diego.


Lalu Suster Maira pun masuk kembali ke dalam ruang operasi dan menutup pintu.


"Syukurlah Tuan, saya juga ikut senang dan lega mendengar operasi Nyonya Siska berjalan lancar," ucap Jason.

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2