Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Merasa Dekat.


__ADS_3

Saat ini Diego dan Raisa berada di rumah sakit tempat di mana Sastro di bawa oleh sang asisten dan sedang ditangani oleh dokter. Karena sebelumnya Sastro sudah mengatakan kepada Kelvin tentang tujuannya menelpon Diego, sehingga asistennya itu pun memberitahu Diego. Utuk itulah Diego dan Raisa langsung bergegas menuju ke rumah sakit, sedangkan Denis ada di rumah bersama dengan sang nenek.


"Sebenarnya ada apa Tuan? Kenapa Tuan Sastro ingin mengajak kami makan malam bersama?" Tanya Lea kepada Kelvin.


"Yang saya dengar Tuan Sastro hanya mengatakan ingin mengucapkan terimakasih karena waktu itu Nona telah menolongnya di jalan. Tapi baru saja Tuan Sastro hendak menyampaikannya kepada Tuan Diego, tiba-tiba saja beliau merasa penyakit jantungnya itu kumat dan langsung pingsan," terang Kelvin.


"Memangnya Tuan Sastro sudah berapa lama mengidap penyakit jantung? Apa selama ini sudah pernah diobati?" Tanya Raisa mendadak ingin tahu.


"Sebenarnya selama ini hanya diobati secara berkala saja. Lagipula waktu itu Dokter mengatakan jika penyakit jantungnya itu masih termasuk penyakit serangan jantung ringan, tidak tahu jika ternyata sudah semakin memburuk. Dokter juga sudah menyarankan jika beliau juga harus segera dioperasi, hanya saja Tuan Sastro tidak mau karena saat ini ia sedang mencari keberadaan anaknya," ucap Kelvin keceplosan.


"Mencari anaknya? Bukankah Anak Tuan Sastro berada di luar negeri?" Ujar Diego yang memang pernah mendengar langsung dari Sastro bahwa anaknya yang mengurus perusahaannya di luar negeri.


"Maaf Tuan, Nona, tidak seharusnya saya mengatakan soal ini. Maaf dan saya mohon jangan dibahas lagi," ucap Kelvin, sehingga Diego dan Raisa pun mengerti.


Di saat itu pula terlihat dokter yang keluar dari ruang pemeriksaan dan menghampiri Kelvin. Tentu saja dokter tersebut sudah mengenal Kelvin sebagai asisten Sastro.


"Dokter, bagaimana kondisi Tuan Sastro?" Tanya Kelvin.


"Tuan Kelvin, apakah Anda sudah menghubungi keluarganya? Meskipun beliau berhasil diselamatkan tetapi saat ini kondisi Tuan Sastro kolaps dan beliau harus segera dioperasi serta juga membutuhkan donor darah. Kebetulan darah Tuan Sastro ini sangat langka dan saya yakin hanya anaknya lah yang memiliki golongan darah yang sama dengan beliau, tentu saja hanya anaknya yang bisa menolongnya dan kami juga sangat membutuhkan persetujuan dari Anak Tuan Sastro," ucap dokter.


"Iya Dokter, saya sudah menghubungi anaknya dan anaknya juga sudah langsung terbang ke Indonesia," sahut Kelvin.


"Ya sudah, syukurlah kalau begitu. Saat ini Tuan Sastro akan kami pindahkan dulu ke ruang ICU sambil menunggu anaknya tiba," ucap dokter.


"Baik Dokter, terimakasih banyak," ucap Kelvin.


Meskipun Sastro hanyalah bos-nya, tetapi ia sudah cukup lama bekerja dan dekat dengan Sastro, bahkan saat Sastro masih berada di luar negeri. Sehingga ia merasa sedih dengan apa yang dialami oleh Sastro karena ia juga sudah menganggap Sastro sebagai ayahnya.


"Kelvin, kami turut prihatin dengan kondisi Tuan Sastro. Semoga saja Anak Tuan Sastro segera tiba dan Tuan Sastro juga cepat ditangani, serta kondisinya akan segera pulih," ucap Diego.


Sedangkan Lea hanya terlihat diam saja. Setelah mendengar penjelasan dari dokter tadi, entah kenapa rasanya ia merasa sangat sedih. Lea merasa dekat dengan Sastro atau mungkin kejadian ini telah mengingatkannya dengan sang nenek yang telah pergi meninggalkannya sebulan yang lalu. Tentunya hal itu masih sangat membekas di hatinya, di ruangan yang sama, dengan penyakit yang sama dan juga rumah sakit yang sama.


"Raisa, kau kenapa?" Tanya Diego yang melihat Raisa tampak murung.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Tuan. Hanya saja apa yang dialami oleh Tuan Sastro ini mengingatkanku kepada Nenek," ucap Raisa yang matanya tampak berkaca-kaca.


"Raisa, aku sangat mengerti bagaimana perasaanmu. Tapi kau jangan sedih lagi ya, Nenek Sania sekarang sudah tenang, kau tidak boleh menangisinya terus," tukas Diego, sehingga Raisa pun mengangguk mengerti dan ia mencoba untuk menahan kesedihannya itu.


"Tuan, Nona, sebenarnya saya merasa tidak enak tetapi saat ini saya sedang mempunyai urusan di kantor dan ini juga sangat penting untuk perusahaan Tuan Sastro. Apa boleh saya menitipkan Tuan Sastro sebentar kepada Tuan Diego dan Nona Raisa? Saya janji setelah urusannya selesai, saya akan kembali," ucap Kelvin.


"Maaf Kelvin, tapi saya juga harus kembali ke perusahaan sekarang karena memang sebentar lagi saya ada meeting," ucap Diego.


"Ya sudah Tuan Diego dan Tuan Kelvin kembali saja ke perusahaan untuk mengurusi pekerjaan, biar aku yang tetap berada di sini. Tuan Diego, bolehkan jika aku yang menemani Tuan Sastro di sini sampai nanti Tuan Kelvin kembali atau anaknya Tuan Sastro telah tiba di sini. Denis juga 'kan bersama Mama di rumah. Apakah boleh?" Tanya Raisa.


"Kau ini bicara apa sih Raisa, tentu saja aku mengizinkanmu," jawab Diego.


"Terimakasih Tuan Diego," ucap Raisa seraya memberikan senyuman yang selalu membuat hati Diego terasa hangat.


"Terimakasih banyak Nona Raisa, Tuan Diego, kalau begitu saya permisi dulu," ucap Kelvin dan berlalu.


Tidak kelamaan kemudian disusul oleh Diego yang ikut pergi meninggalkan rumah sakit dan menuju ke perusahaan.


"Hei, hei … bangun … ."


Raisa membuka matanya lebar-lebar di saat ia mendengar suara seorang pria yang begitu dekat di telinganya.


"Siapa kau, kenapa kau begitu denganku?" Tanya Raisa, sehingga pria itu pun berdiri menjauhinya.


"Maaf Nona jika aku mengganggu tidurmu, tapi aku hanya ingin bertanya apakah kau di sini sedang menjaga pasien yang berada di ruang ICU ini?" Tanya pria tersebut.


"Iya, aku memang sedang menjaga Tuan yang berada di dalam ruang ICU ini. Memang kenapa dan kau siapa?" Tanya Raisa.


"Terimakasih Nona. Perkenalkan aku Kenzie Wijaya, umurku 24 tahun dan aku adalah anak dari Tuan Sastro Wijaya yang saat ini berada di ruang ICU." Pria tersebut menjulurkan tangannya serta memperkenalkan diri.


"Aku Raisa," ucap Raisa yang menyambut juluran tangan tersebut lalu melepaskannya. "Jadi Tuan adalah Anak dari Tuan Sastro? Untunglah Tuan sudah datang dan maaf aku tadi ketiduran karena memang tadi malam aku kurang tidur," ucapnya.


"Tidak apa-apa Nona, jadi bagaimana keadaan Ayahku sekarang?" Tanya Kenzie.

__ADS_1


"Tuan Sastro harus segera dioperasi. Oh iya memanggilku dengan sebutan Nona, panggil saja aku Raisa," ucap Raisa yang merasa segan karena yang ia tahu anak Sastro adalah seorang pengusaha.


Ya meskipun umurnya 1 tahun lebih muda dari Raisa, tetapi Kenzie sudah begitu hebat karena bisa memimpin perusahaan milik keluarganya yang berada di luar negeri.


"Baiklah Raisa, kau juga jangan memanggilku dengan sebutan Tuan, panggil saja namaku. Jadi, apa aku bisa melihat Ayahku sekarang?" Tanya Kenzie.


"Iya. Lebih baik sekarang kau temui Dokter saja karena Dokter sudah menunggu kehadiranmu. Ayahmu harus segera dioperasi," terang Raisa.


"Iya Raisa, ya sudah kalau begitu aku akan menemui Dokter sekarang. Aku minta tolong temani Ayahku dulu," ucap Kenzie dan hanya ditanggapi anggukan kepala oleh Raisa.


 


Setelah Kenzie menemui dokter dan menandatangani surat persetujuan operasi serta darah Kenzie juga sudah di periksa oleh Suster, kini Diego dan Kelvin juga sudah berada di rumah sakit karena sudah mendengar dari Raisa bahwa Kenzie telah tiba di sana dan Sastro akan segera dioperasi.


Akan tetapi di saat itu seorang suster datang menghampiri mereka dan mengatakan jika golongan darah Kenzie tidak cocok, sehingga tidak bisa mendonorkan darahnya tersebut untuk Sastro dan tentu saja operasi itu tidak bisa berjalan. Membuat semuanya pun merasa kebingungan dan juga panik.


"Bagaimana mungkin bisa berbeda, sudah jelas-jelas aku anak kandungnya. Lalu apakah di rumah sakit ini tidak mempunyai stok darah yang cocok dengan Ayahku?" Tanya kenzie yang tampak emosi.


"Tuan Kenzie, sabar Tuan," ucap Kelvin yang menenangkan Tua Mudanya itu.


"Bagaimana aku bisa sabar, rumah Sakit sebesar ini tetapi tidak mempunyai stok darah," tukas Kenzie.


"Maaf Tuan, tapi memang golongan darah Tuan Sastro ini sangat langka," ucap Suster.


"Memang apa golongan darah Tuan Sastro?" Tanya Raisa.


"O negatif," jawab suster.


"Kebetulan itu golongan darahku, biar aku saja yang mendonorkan darah untuk Tuan Sastro," ucap Raisa.


Bersambung …


__ADS_1


__ADS_2