Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Melahirkan.


__ADS_3

Diego berteriak histeris karena melihat Raisa yang terlihat begitu kesakitan. Ia juga tak peduli dengan perutnya yang terasa sakit karena tiba-tiba saja ia terjun dari tempat tidurnya. Karena yang saat ini Diego pikirkan hanyalah keselamatan istrinya tersebut.


"Sayang, kau kenapa?" Tanya Diego yang saat ini sudah berada di dekat Raisa.


"Akh, perut aku sa-sakit sekali Kak. Akh … !" Raisa kembali berteriak dan merintih kesakitan.


Di saat itu tiba-tiba saja terlihat cairan yang keluar di antara 2 kaki Raisa, yang membuat Siska sebagai wanita pun mengerti dengan kondisi Raisa saat ini.


Untungnya sebagai Bodyguard, Jason juga mengerti dalam kondisi darurat seperti ini. Sehingga disaat melihat Raisa yang kesakitan, ia langsung saja memanggil dokter. Hingga saat ini dokter sudah berada di hadapan mereka.


"Ada apa dengan Nona Raisa?" Tanya dokter.


"Dok, sepertinya air ketuban menantu saya pecah dan akan segera melahirkan," ucap Siska.


Dokter mengiyakan akan hal tersebut karena ia juga melihat sesuatu yang merembes di bawah kaki Raisa. Sehingga Raisa pun langsung dibawa ke ruang bersalin, karena ia akan segera melahirkan. Padahal usia kandungannya baru saja memasuki usia 9 bulan, membuat Diego merasa sangat khawatir.


"Ma, bagaimana ini Ma. Bukankah kandungan Raisa baru memasuki 9 bulan, kenapa dia sudah mau melahirkan?" Tanya Diego yang terlihat sangat panik.


"Diego, kau yang tenang ya. Kata dokter itu hal yang wajar, sebagian ibu hamil juga mengalami hal yang sama karena beberapa faktor. Yang penting kita doakan saja semoga semuanya lancar, Raisa dan Anak kalian selamat," ucap Siska.


"Iya Ma, tapi kenapa aku belum boleh masuk Ma. Bukankah seharusnya aku berada di dalam menemani istriku," ujar Diego yang terlihat begitu cemas.


Meskipun ini bukan pertama kali di dalam hidup Diego, tetapi entah kenapa rasanya ia begitu gugup, khawatir, cemas, semuanya bercampur aduk menjadi satu. Ia sangat khawatir terjadi sesuatu dengan Raisa di dalam sana, sehingga ia sudah tak sabar ingin melihat kondisi istrinya tersebut.


"Sabar Diego, mungkin Dokter sedang mempersiapkan semuanya. Tunggu sebentar ya," ucap Siska mencoba untuk menenangkan hati anaknya tersebut.


"Pa, Oma, Adik bayinya mau keluar ya dari perut Mama?" Tanya Denis.


"Iya Sayang, doakan ya semoga saja semuanya lancar. Adik bayi dan Mama selamat," ucap Siska.


"Iya Oma, semoga saja Mama dan Adik bayi sehat, selamat dan cepat bertemu dengan kita," ucap Denis yang langsung saja berdoa untuk ibu dan calon adiknya tersebut.


Di saat itu pintu ruang bersalin terbuka dan terlihat suster yang keluar dari dalam sana.


"Tuan Diego, sebaiknya Tuan Diego segera masuk karena Nona Raisa akan segera melahirkan," ucap suster.


"Baik Suster," jawab Diego yang langsung saja ikut suster masuk ke dalam ruang tersebut.


Sedangkan Siska, Jason dan Denis menunggu di luar ruangan sembari terus berdoa agar semuanya baik-baik saja.

__ADS_1


*****


"Terima kasih banyak Ayah, aku tidak menyangka jika di dalam hidupku akan merasakan hal seperti ini. Memanggil seseorang dengan sebutan ayah dan merasakan kasih sayang dari seorang ayah. Aku minta maaf karena aku terlihat begitu cengeng, aku ini seorang laki-laki tapi aku malah menangis seperti ini. Karena aku tidak bisa menahannya lagi," ucap Kelvin.


"Sama-sama Kelvin dan itu sama-sama sekali tidak menjadi masalah. Jangankan kau, ayah yang sudah tua saja bisa menangis. Ayah juga tidak menyangka jika Ayah memiliki sepasang anak dan Ayah harap kau juga bisa menjaga Adikmu, Raisa," ucap Sastro.


"Itu sudah pasti Ayah. Bahkan sejak pertama kali Raisa tinggal di sini dan sebelum Ayah memintanya, aku selalu berusaha untuk menjaga dan melindunginya. Tetapi sekarang Raisa sudah mempunyai suami, jadi aku sudah tidak bisa terang-terangan melindungi Raisa. Bagaimanapun juga aku dan Raisa tidak memiliki ikatan darah, belum lagi suaminya yang begitu posesif karena begitu menyayanginya. Aku tidak mau jika suaminya akan salah paham," ucap Kelvin.


"Ya Ayah tahu itu Kelvin dan Ayah juga tahu bagaimana perasaanmu untuk Raisa. Ayah harap kau benar-benar ikhlas menerima bahwa Raisa sudah menjadi milik orang lain. Kau benar dan Ayah juga mempercayakan Raisa kepada suaminya. Ayah tahu siapa Diego, dia begitu menyayangi dan mencintai Raisa. Ayah merasa sangat tenang karena Raisa memiliki suami seperti Diego yang selalu rela berkorban untuk melindungi istrinya. Ayah juga bisa melihat jika kau juga memiliki sifat yang sama seperti Diego, rela berkorban untuk orang yang kau cintai. Semoga suatu saat nanti kau akan menemukan jodoh yang baik pula. Ayah akan mendoakan yang terbaik untuk Anak-Anak Ayah," ucap Sastro.


"Terima kasih banyak Ayah. Aku juga percaya jika Tuan Diego bisa menjaga Raisa dengan baik.


"Ya sudah kalau begitu sekarang bersiap-siaplah, karena sebentar lagi kita akan pergi ke kantor polisi. Ayah juga akan bersiap-siap," titah Sastro.


"Tetapi apa Ayah benar sudah baik-baik saja, apa Ayah sanggup untuk pergi ke kantor polisi?" Tanya kelvin yang mengkhawatirkan ayah angkatnya itu.


"Kau tenang saja Kelvin. Apa kau pikir Ayah selemah itu? Kau sudah lama hidup bersama Ayah, apa kau tidak tahu siapa Ayah," Tukas Sastro.


"Aku tahu Yah. Ya sudah kalau begitu aku akan bersiap-siap," ucap Kelvin yang segera saja keluar dari kamar Sastro.


Ia merasa sangat bahagia karena tidak menyangka jika Sastro benar-benar menganggapnya sebagai anak dan juga mengizinkannya untuk memanggil dengan sebutan yang begitu spesial. Rasanya ia juga sudah tidak sabar lagi ingin menyampaikan kabar bahagia tersebut kepada Raisa, hanya saja saat ini waktunya belum tepat.


_____


"Kelvin, kau tidak perlu menghampiri Ayah. Ayah bisa jalan sendiri. Seharusnya kau menunggu Ayah di depan saja," ujar Sastro.


"Itu jika kondisi Ayah baik-baik saja. Apa Ayah lupa kalau Ayah itu baru saja keluar dari rumah sakit, aku tidak mau Ayah kenapa-napa. Lagi pula jika aku tidak menjaga Ayah dengan baik, pasti nanti Raisa akan memarahiku," kata Kelvin.


"Kau dan Raisa itu sama saja, terlalu overprotektif terhadap Ayah. Ya sudah ayo sekarang kita pergi," ucap Sastro.


Lalu keduanya pun melangkahkan kaki hendak keluar dari rumah. Akan tetapi di saat itu ponsel Sastro berdering, sehingga ia pun merogoh ponsel di dalam saku celananya dan melihat siapa yang telah menghubunginya.


"Nyonya Siska, ada apa dia menghubungiku? Apa ada kabar tentang Diego? Tapi biasanya jika ada kabar tentang Diego pasti Raisa yang akan memberitahuku. Atau jangan-jangan ini soal Raisa?" Batin Sastro mendadak cemas.


"Siapa Ayah? Lebih baik dijawab dulu teleponnya," ucap Kelvin.


"Oh iya ini Nyonya Siska, Ayah akan menjawabnya dulu," ucap Sastro.


"Halo Nyonya Siska, ada apa?"

__ADS_1


Siska memberitahu Sastro bahwa saat ini Raisa akan segera melahirkan, yang membuat Sastro merasa terkejut juga begitu gugup.


"Baik, terima kasih banyak Nyonya Siska. Saya akan segera ke sana."


"Ada apa Ayah?" Tanya Kelvin yang melihat Sastro tampak termenung setelah menerima telepon tersebut.


"Kelvin, Raisa akan segera melahirkan dan Ayah harus segera ke sana. Ayah minta tolong kau saja yang pergi ke kantor polisi dan ayah akan minta antar supir ke rumah sakit sekarang juga," ucap Sastro.


"Ya sudah Ayah, kalau begitu nanti setelah dari kantor polisi aku juga akan langsung ke rumah sakit," ucap Kelvin.


"Ya, kau hati-hati," ucap Sastro.


"Ayah juga hati-hati," ucap Kelvin pula.


Lalu keduanya pun berpisah menuju ke tempat tujuan masing-masing.


*****


Sementara itu, Raisa dan Diego saat ini sudah berada di dalam ruang bersalin karena Raisa akan segera melahirkan. Raisa terlihat begitu kesakitan menahan kontraksi yang sedari tadi tiada henti, ia juga tak henti-hentinya menarik rambut serta tangan Digo untuk melampiaskan hal tersebut.


"Dokter, sakit Dokter … !" Teriak Raisa.


"Sabar Nona Raisa. Bersiap ya, tarik nafas dalam-dalam, hembuskan lagi secara perlahan. Usahakan saat mengejan nanti jangan putus di tengah jalan, harus diusahakan ya Nona," ucap dokter.


"Iya Dokter, saya mengerti," jawab Raisa yang berusaha untuk tenang dan mengikuti perintah dokter.


"Sayang kau pasti bisa, kau harus semangat karena sebentar lagi kita akan bertemu dengan Anak kita," ucap Diego yang terus memberi semangat, lalu mencium kening istrinya tersebut.


"Iya Sayang," jawab Raisa lirih.


"Oke, kita mulai ya Nona. 1, 2, 3, ayo Nona," ucap Dokter.


Raisa pun mulai mengejan dengan seluruh tenaganya sembari menarik rambut Diego untuk melampiaskan rasa sakit yang saat ini dirasakannya.


"Aduh … sakit Sayang … !"


Diego ikut berteriak karena Raisa tidak hanya menarik rambut yang rasanya sudah hampir lepas dari kepalanya, tetapi juga menggigit tangannya tiba-tiba.


"Oek … oek … ."

__ADS_1


Hingga di saat itu terdengar suara tangisan bayi yang mengisi seluruh ruangan bersalin.


Bersambung …


__ADS_2