
Clarissa mengepal erat kedua tangannya, tak terima dengan apa yang dikatakan oleh Siska. Dalam hatinya bertanya-tanya dan merasa keheranan bagaimana mungkin Siska bisa berubah secepat itu, padahal dia yang jelas-jelas mengatakan sangat menentang hubungan Diego dan Raisa tetapi sekarang malah terang-terangan membela wanita tersebut, tentunya membuat Clarissa pun merasa sangat marah dan emosi.
"Tante ini apa-apaan sih, apa maksud Tante seperti ini? Apa Tante sengaja ingin mempermainkanku," hardik Clarissa yang tak lagi memanggil wanita paruh baya itu dengan sebutan Mama.
"Kau yang apa-apaan Clarissa! Maksudmu apa berkata seperti itu soal saya," tukas Siska.
"Apa Tante lupa, sudah jelas-jelas Tante yang mengatakan sendiri kalau Tante tidak akan pernah merestui hubungan mereka lagi dan Tante juga mendukung hubunganku dengan Diego. Tante membiarkanku untuk mendekati Diego dengan caraku sendiri, yang penting bisa membuat Diego kembali padaku. Tapi kenapa sekarang Tante malah memintaku untuk menjauhi Diego? Ini sudah jelas kalau Tante memang sengaja mempermainkanku," ujar Clarissa.
"Clarissa, saya sama sekali tidak bermaksud untuk mempermainkanmu. Saya juga tidak pernah mengatakan mendukung hubunganmu dengan Diego, saya hanya mengatakan jika kau ingin kembali lagi dengan Anak saya itu adalah urusanmu karena saya sama sekali tidak pernah mau untuk ikut campur. Tapi emang saya yang salah karena waktu itu tidak mempercayai Raisa dan saya malah membiarkanmu untuk menginjakkan kaki ke rumah ini sesuka hatimu, padahal sudah jelas Diego sangat tidak menyukainya. Sudahlah Clarissa, terima kenyataan saja bahwa kau dan Diego sudah berpisah, kau sendiri yang waktu itu pergi meninggalkan Diego dan Denis. Apapun usaha yang kau lakukan saat ini, itu semua tidak akan mungkin bisa membuat Diego mencintaimu lagi. Diego sangat mencintai Raisa dengan segenap jiwa dan raganya, saya tahu itu. Diego itu anak saya, jadi saya tahu bagaimana perasaan yang dimilikinya untuk Raisa. Jadi sekarang adalah tugas saya bagaimana caranya untuk menerima Raisa sepenuh hati saya lagi meskipun dengan masa lalunya itu," kata Siska.
"Tapi 'kan Tante tahu masa lalunya Raisa itu tidak benar. Apa Tante mau jika nanti semua orang akan tahu bahwa Tante mempunyai menantu seorang mantan wanita penghibur, apa Tante tidak akan malu?" Tanya Clarissa.
"Kenapa juga saya harus malu, itu hanyalah masa lalu Raisa. Setiap orang mempunyai kesalahan dan masa lalu, menurut saya itu sama sekali tidak penting karena yang terpenting adalah masa sekarang dan masa depan. Saya percaya Raisa itu adalah orang yang baik dan saya juga percaya kalau Raisa melakukan hal itu semua karena terpaksa, karena dia memang tidak mempunyai pilihan lain. Berhenti untuk mempengaruhi saya lagi, mempengaruhi saya untuk tidak menyukai menantu saya sendiri Clarissa. Lebih baik sekarang kau pergi dari sini dan jangan pernah lagi menginjakkan kaki di rumah ini. Saya ingatkan sekali lagi bahwa kesempatan itu sudah tidak ada lagi untuk wanita lain karena Diego hanya mencintai istrinya," tegas Siska.
Sehingga membuat Clarissa pun langsung saja membalikkan tubuhnya dan keluar dari kediaman Abimana dengan perasaan yang begitu kecewa.
"Brengsek! Lihat saja, aku tidak mungkin menyerah begitu saja dengan apa yang sudah aku lakukan selama ini. Aku sudah berjuang mati-matian untuk mendapatkan Diego kembali dan sekarang dengan mudahnya wanita tua itu memintaku untuk pergi meninggalkan Diego, enak saja. Lihat saja, bahkan bukan hanya Raisa yang akan aku hancurkan tetapi termasuk juga kau jika kau berani menghalangi hubunganku dengan Diego," umpat Clarissa yang sudah berada di dalam mobil, lalu ia pun mulai menyalakan mesin mobilnya tersebut dan melaju.
_____
"Sayang, kau hati-hati ya di rumah. Kalau butuh apa-apa jangan lupa minta tolong Mama atau Bibi saja, jangan sok kuat kalau keadaanmu sedang lemah. Aku tidak mau jika kau dan Anak kita nanti kenapa-napa," ucap Diego saat keduanya sedang menuruni tangga.
Dan disaat mereka sudah tiba di lantai bawah, di saat itu terlihat Siska yang baru saja masuk ke dalam rumah dengan wajahnya yang begitu kesal. Sehingga membuat Diego dan Raisa pun saling bertatapan dan sama-sama merasa keheranan.
"Mama dari mana? Kenapa wajah mama kesal seperti itu?" Tanya Diego yang mendekati ibunya tersebut bersama sang istri.
"Bagaimana Mama tidak kesal, pagi-pagi sekali sudah didatangi oleh manusia tidak tahu diri. Rasanya membuat emosi saja," ucap Siska.
"Manusia tidak tahu diri, maksud Mama siapa? Apa orang-orang yang suka mengganggu di sekitaran sini Ma," tanya Raisa.
"Bukan Raisa, dia bukan hanya mengganggu orang disekitar sini tapi mengganggu semua orang. Sudahlah jangan dibahas lagi, membuat mood Mama menjadi tidak baik saja. Lebih baik ayo kita sarapan," ucap Siska.
__ADS_1
"Ya sudah, Mama dan Kak Diego duluan saja ya. Aku mau panggilkan Denis dulu," ucap Raisa.
Diego menganggukkan kepalanya, lalu Raisa pun segera saja pergi menuju ke kamar anaknya tersebut, sedangkan Diego dan Siska melangkahkan kaki menuju ke ruang makan terlebih dulu.
_____
"Siapa Ma yang Mama maksud tadi, apa itu Clarissa?" Tanya Diego saat keduanya sudah berada di ruang makan.
"Iya, siapa lagi Diego. Tapi kau tenang saja, Mama sudah tidak lagi memperbolehkan wanita itu datang ke sini. Mama sudah menceramahinya panjang lebar serta mengusirnya tadi, ya mudah-mudahan saja dia tahu diri dan tidak akan pernah lagi kembali ke sini," ucap Siska.
"Mama serius? Mama benar-benar mengusir Clarissa tadi?" Tanya Diego yang menatap ibunya tersebut.
"Ya, serius. Memang kau pikir Mama ini sedang bercanda, kau tidak melihat keseriusan di wajah Mama?" Siska bertanya balik.
"Iya Ma aku percaya dan aku bisa melihatnya kok. Terima kasih ya ma, aku sangat senang karena akhirnya Mama mau menjauhi wanita itu juga Ma. Aku tidak mau kalau Mama terus berdekatan dengannya maka dia akan selalu membawa pengaruh buruk untuk Mama, Mama lihat sendiri 'kan Denis saja tidak percaya dengannya, Denis tidak mau dekat dengan wanita itu karena Denis bisa merasakannya kalau wanita itu tidak tulus. Sampai sekarang aku tidak tahu apa tujuan Clarissa ingin mendekatiku lagi, padahal dia sudah tahu saat ini aku sudah memiliki istri. Bukankah seharusnya dia sekarang sudah bebas, kebebasan yang dari dulu sudah ia inginkan. Dan 1 lagi, sebenarnya aku tahu Ma jika saat ini Clarissa sudah memiliki hubungan dengan pria lain," ucap Diego yang membuat Siska pun langsung saja menatap ke arah anaknya itu.
"Siapa?" Tanya Siska.
"Ehem, ada apa nih. Apa yang tidak boleh aku ketahui?"
Terdengar suara Raisa yang tiba-tiba saja muncul bersama dengan Denis, sehingga Diego dan Siska pun langsung saja menatap ke arah mereka dan tidak tahu harus berkata apa.
"Pagi Oma, Pagi Pa," ucap Denis.
"Pagi cucu Oma. Wah … kau sudah tampan ya," ucap Siska.
"Pagi juga Anak Papa. Iya dong tampan, 'kan seperti papanya," ucap Diego dengan percaya diri.
"Kak Diego, kau belum menjawab pertanyaanku. Apa yang tidak boleh aku ketahui, kenapa kau meminta Mama untuk merahasiakannya?" Tanya Raisa sekali lagi.
"Sayang itu bukan apa-apa kok," jawab Diego.
__ADS_1
"Jangan bohong Kak, aku tadi denger sendiri," ucap Raisa dengan wajahnya yang begitu serius, sehingga membuat Diego pun bergidik.
"Iya, iya. Jadi tadi aku mengatakan kepada Mama kalau aku curiga jika Clarissa itu mempunyai hubungan dengan seseorang, tapi belum pasti dan aku ingin menyelidikinya dulu. Sebelum semuanya pasti aku memang belum mengatakan kepada Mama maupun kau tentang siapa orangnya, jadi aku minta Mama juga jangan mengatakan hal ini dulu padamu Sayang," ucap Diego.
"Kenapa aku tidak boleh tahu?" Tanya Raisa.
"Sudah aku katakan ini semua belum pasti, nanti kalau semuanya sudah pasti aku juga akan memberitahumu. Aku tidak mungkin merahasiakannya darimu," ucap Diego.
"Raisa, sudah ya. Mama yakin kok maksud Diego itu baik. Dia hanya tidak mau kita menjadi kepikiran, biarlah Diego yang mencari tahu masalah yang sebenarnya. Kita percaya saja sama Diego ya," ucap Siska.
"Tunggu, tapi kenapa juga Kak Diego harus mencari tahu tentang hubungan mantan istrinya dengan orang lain, memang apa urusannya dengan Kak Diego?" Tanya Raisa.
"Oh iya juga ya, kenapa tadi Mama tidak kepikiran," ucap Siska yang membenarkan ucapan Raisa.
"Sayang, apa kau ini sedang cemburu?" Tanya Diego.
"Siapa yang cemburu Kak, aku sama sekali tidak cemburu kok. Aku hanya bertanya saja, memang apa pentingnya?" Tanya Raisa lagi.
"Oke, oke jadi seperti ini, aku memang harus meluruskannya supaya kau tidak menjadi salah paham. Jadi sebenarnya aku curiga jika Clarissa mempunyai hubungan dengan Darrel, untuk itulah aku harus mencari tahu," ucap Diego.
"Diego, kau serius? Kalau memang seperti itu kasihan Darrel. Darrel itu pria yang baik, Mama sangat mengenal Darrel. Kalau dia mempunyai hubungan dengan Clarissa, kasihan Darrel jika nantinya dia akan terjerumus menjadi orang yang tidak baik," kata Siska karena ia juga baru mengetahuinya.
"Tapi Ma, Kak, seandainya itu memang benar, bisa saja 'kan jika Kak Darrel akan membawa pengaruh baik untuk Clarissa. Bisa saja Clarissa akan berubah menjadi orang baik di saat ia menjalin hubungan dengan Darrel," ujar Raisa.
"Kasihan Mama dan Raisa, mereka tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya. Apalagi Raisa, Raisa menganggap jika Clarissa akan berubah menjadi orang baik padahal kenyataannya Darrel lah yang telah berubah menjadi pria yang tidak punya hati karena pengaruh dari wanita licik itu. Maafkan aku Ma, Sayang, aku belum bisa mengatakannya sekarang," batin Diego.
"Sudah-sudah, itu masih belum pasti. Aku masih menyelidikinya. Nanti kalau semua sudah pasti aku pasti akan berbicara dengan Darrel, sekarang ayo kita makan. Sebentar lagi aku harus ke kantor Denis juga 'kan harus ke sekolah," ujar Diego.
"Ya sudah ayo kita sarapan," sahut Siska.
Lalu Raisa pun segera mengambilkan sarapan untuk suami, anak dan juga mertuanya. Setelah itu, mereka mulai beraktivitas masing-masing.
__ADS_1
Bersambung …