
Diego pun langsung saja pergi dari rumah untuk menyelesaikan beberapa urusannya hari ini, sedangkan Raisa memutuskan untuk tetap berada di rumah bersama sang bayi dan keluarganya. Kendati demikian ia terus aja kepikiran soal sang ayah yang berada di rumah sakit, belum lagi suaminya yang saat ini entah mau pergi ke mana dan apa yang akan dilakukannya.
Raisa tampak mondar-mandir di samping tempat tidur dan di atas sana terlihat Diesa yang tampak tertidur pulas setelah tadi terus saja menangis.
Di saat itu pun tiba-tiba saja ponsel Raisa berdering ada panggilan masuk dari Diego, sehingga dengan cepat ia menjawab telepon dari suaminya itu.
"Sayang aku sudah berada di rumah sakit. Kata dokter Ayah sudah melewati masa kritisnya dan pasti sebentar lagi akan sadar," kata Diego yang mengabari istrinya tersebut lewat telepon.
"Huft … syukurlah. Terima kasih banyak ya Kak. Lalu bagaimana, apa Polisi sudah selesai meminta keterangan dari Pak satpam?" Tanya Raisa.
"Sudah Sayang, Polisi akan langsung menangani kasus ini. Kau tenang saja ya di rumah, yang penting jaga Anak-Anak kita. Kak Denis juga sebentar lagi 'kan pulang sekolah, mereka lebih membutuhkanmu Sayang. Kau tenang saja di sini ada kelvin yang menjaga Ayah, aku harus pergi sekarang karena ada urusan yang harus aku tangani segera," ucap Diego.
"Iya Kak, yang penting kau tetap hati-hati dan selalu kabari aku apapun yang terjadi," kata Raisa yang tak bisa menyembunyikan rasa kekhawatirannya.
"Iya Sayang, doakan aku ya. Karena doa darimu dan Mama itu adalah yang paling aku butuhkan," ucap Diego.
"Iya Kak, aku pasti akan selalu mendoakanmu," ucap Raisa dan tidak lama kemudian telepon pun berakhir.
Setelah mendapat kabar dari suaminya itu membuat Raisa merasa sedikit lebih tenang. Lalu ia berbaring di samping sang anak sembari memandangi wajah polosnya itu.
"Sayang, maafkan Mama ya. Karena akhir-akhir ini terlalu banyak masalah sampai Mama mengabaikanmu, pasti kau mengkhawatirkan Mama ya? Mama baik-baik saja Sayang, sekarang ini kondisi Opa yang cukup parah, kita doakan semoga Opa cepat sembuh ya," ucap Raisa lalu mencium kening sang bayi dengan sangat lembut.
*****
"Diego, apa kau yakin akan pergi sendirian?" Tanya Kelvin.
"Aku yakin Kelvin, kalau sudah seperti ini mau bagaimana lagi. Kau harus tetap berada di sini untuk menjaga Ayah dan nantinya pasti akan datang lagi pihak kepolisian yang akan menanyakan masalah ini. Kau harus tetap stand by di sini, kau tenang saja aku bisa mengatasi masalah ini. Aku juga tidak sendirian, apa kau lupa jika anak buah kita bertebaran di mana-mana," ucap Diego.
__ADS_1
"Ya Diego, tapi ingat kau harus berhati-hati. Mereka sangat berbahaya, sekarang Ayah adalah salah satu korbannya," kata Kelvin.
"Kau tenang saja Kelvin," jawab Diego yang menepuk pundak Kelvin sebanyak dua kali, lalu segera saja ia pergi dari rumah sakit untuk menyelesaikan masalah yang sedang terjadi saat ini.
Sementara itu Kelvin hanya terdiam dan terduduk lemah, ia benar-benar merasa sangat sedih dengan keadaan yang terjadi saat ini.
_____
Beberapa menit kemudian setelah perasaannya lebih tenang, Kelvin pun hendak masuk ke dalam ruang ICU menemani sang ayah. Akan tetapi tiba-tiba saja …
"Kak Kelvin."
Terdengar suara seseorang yang tidak asing di telinga memanggil namanya, membuat Kelvin membalikkan badan dan melihat ke arah sumber suara.
"Nada," ucap Kelvin yang merasa cukup terkejut dengan kehadiran wanita tersebut.
"Apa aku mengganggu Kak Kelvin?" Tanya Nada yang saat ini sudah berada di dekat Kelvin.
"Sama sekali tidak Nad, justru aku mau mengucapkan terima kasih banyak karena kau sudah datang ke sini untuk menjenguk Ayah. Tapi dari mana kau tahu tentang ini, apa Raisa?" Tukas Kelvin.
"Iya Kak aku tahu dari Raisa. Oh iya ini aku bawa makan siang untukmu. Kata Raisa kau belum makan 'kan dari pagi, jadi sekarang Kak Kelvin makan dulu ya," kata Nada.
"Terima kasih Nada, kau sudah datang ke sini dan malah repot-repot membawa makanan. Tapi aku tidak berselera untuk makan Nad," ucap Kelvin.
Nada menatap wajah Kelvin yang terlihat pucat dan juga matanya yang sendu, pastinya karena kurang beristirahat dan saat ini kondisi Kelvin juga tidak terlalu baik-baik saja, membuat Nada pun merasa kasihan melihat kondisi pria itu.
"Kak Kelvin, aku tahu kok bagaimana perasaanmu saat ini. Tapi bagaimanapun juga kau tidak boleh seperti itu Kak, sesedih apapun dan seburuk apapun kondisinya tetap saja makan itu sangat penting. Apalagi kau sangat sibuk menjaga Om Sastro, jadi kondisimu harus tetap terjaga. Bagaimana kalau nanti kau juga ikut sakit karena tidak makan, siapa yang akan menjaga Om Sastro dan mengurus semuanya. Aku juga turut prihatin ya Kak dengan apa yang terjadi, mudah-mudahan Om Sastro cepat sembuh," ucap Nada.
__ADS_1
"Terima kasih banyak ya Nada atas doanya. Ya sudah kalau begitu aku akan makan," ucap Kelvin.
"Sama-sama Kak, meskipun sedikit yang penting harus ada makanan yang masuk ke dalam perut," jawab Nada lalu memberikan makanan tersebut kepada Kelvin.
Segera saja Kelvin memakannya secara perlahan, meskipun terlihat tidak berselera tetapi mendapat perhatian dari Nada membuat hati Kelvin merasa sedikit lebih tenang.
Nada sendiri ikut merasa senang karena ia bisa membujuk kakak angkat sahabatnya itu untuk makan. Hari ini ia juga tidak bekerja karena sudah mengambil cuti selama dua hari, sehingga Nada pun berniat akan menemani Kelvin di rumah sakit.
******
Pada sebuah bangunan yang cukup jauh dari pemukiman warga tetapi bangunan tersebut terlihat sangat mewah layaknya sebuah Villa, terlihat beberapa para preman yang menjaga bangunan itu. Jumlahnya lebih dari 5 orang, berbadan besar dan juga terlihat sangat garang, sehingga Diego dan juga para anak buahnya yang sudah tiba di sana harus berhati-hati untuk menghadapi para preman tersebut.
Diego mendapatkan alamat tersebut dari mata-mata dan sangat yakin jika orang yang sedang dicarinya saat ini berada di sana.
"Apa kita akan langsung menyerang mereka Tuan?" Tanya ketua para anak buah itu.
"Tentu saja, apa kau pikir para preman itu bisa diajak untuk bernegosiasi. Kita tidak bisa menundanya lagi, sudah tidak ada waktu," tukas Diego.
"Baiklah kalau begitu Tuan," jawab anak buah Diego itu. "Dari kalian sebagian tetap berada di sini, yang lain ikut aku dan Tuan Diego masuk ke dalam," titahnya kepada anak buahnya tersebut.
"Heh siapa kalian! Berani sekali kalian masuk ke kawasan ini," kata salah satu preman yang melihat kehadiran Diego dan para anak buahnya.
Tanpa menjawab apapun, segera saja mereka melakukan penyerangan yang tiada henti. Diego dan anak buahnya itu serta para preman yang berjaga sama kuatnya sehingga semua terlihat seimbang.
Di saat itu Diego pun mencari kesempatan untuk masuk ke dalam villa tersebut dan di saat ia membuka pintu, Diego langsung disambut oleh orang yang selama ini sedang dicarinya.
"Kau?"
__ADS_1
Bersambung …