
Ternyata Pria yang selama ini dicari oleh Diego benar-benar berada di rumah itu, membuatnya merasa sangat emosi dan langsung saja mendekatinya.
"Kau? Ternyata kau benar-benar ada di sini. Kau benar-benar sangat licik, tapi seperti yang kau lihat kemanapun kau pergi bahkan sampai ke lubang semut pun aku pasti akan menemukanmu. Sekarang sudah saatnya aku harus membalas semua yang telah kau lakukan kepada keluargaku, dasar bang sat!" Ucap Diego seraya menatap tajam.
"Ha … ha … ha … apa yang mau kau lakukan padaku Diego. Kau sama sekali tidak bisa melakukan apapun." Pria itu malah tertawa dan meledek Diego.
Bugh!
Sehingga dengan sangat emosi Diego langsung memukul pria tersebut tepat mengenai wajahnya. Akan tetapi baru saja mendaratkan satu pukulan, tiba-tiba saja keluar beberapa para preman dan langsung menyerang Diego.
Diego tak tinggal diam, ia terlihat melawan para preman yang berjumlah empat orang meskipun hanya sendirian dan dengan tangan kosong.
Sementara itu pria tua yang tadi telah dipukul oleh Diego dan saat ini berdiri tidak jauh darinya, terlihat memegangi sudut bibirnya yang sedikit terluka akibat pukulan tersebut. Ia juga tampak tersenyum smirk melihat Diego yang datang untuk menemuinya.
"Benar-benar mempunyai nyali yang sangat besar, apa dia datang ke sini sengaja ingin mengantar nyawanya?" Batin pria tersebut.
Beberapa saat kemudian, terlihat anak buah Diego yang tadi berada di luar juga masuk ke dalam rumah besar bak villa itu dan langsung membantu bos mereka.
"Hadapi aku kalau berani Carlos, jangan pergi pengecut!" Teriak Diego yang melihat pria tua itu membalikkan tubuhnya hendak pergi.
Tentu saja Diego tak terima, ia sudah bersusah payah menemui pria tersebut dan harus menyelesaikan masalahnya saat ini juga, tetapi sialnya saat hendak mengejar pria itu ia malah terus dihalangi oleh beberapa anak buah Carlos.
Sehingga mau tak mau Diego pun melawan para preman yang dari telah menyerangnya dengan sekuat tenaga, hingga beberapa dari mereka terlihat lemah tak berdaya. Setelah itu segera saja Diego berlari mengejar Carlos dan hendak memukulnya dari belakang, tetapi dengan sigap Carlos menyambut tangan Diego sehingga mereka berdua pun bertarung sengit.
Bagh!
__ADS_1
Bugh!
Baik Diego maupun Carlos sama-sama saling menyerang dengan membabi buta, hingga keduanya sama-sama terkena pukulan tersebut karena perkelahian memang sudah tidak bisa untuk dielakkan lagi. Tidak lama kemudian muncul lagi beberapa preman yaitu anak buah Carlos yang langsung menangkap Diego, sehingga Carlos pun bisa terlepas darinya dan pergi menuju ke lantai atas.
"Pengecut! Hadapi aku kalau berani, kau-"
Bugh!
Belum sempat Diego menyelesaikan ucapannya, ia sudah terkena pukulan lagi yang diberikan oleh salah satu preman. Sehingga Diego merasa sangat emosi segera menghabisi mereka semua yang ada di sana. Bukan tanpa persiapan sama sekali, sebelumnya beberapa waktu yang lalu di saat keadaan terlihat tenang, Diego memanfaatkan dengan memperdalam ilmu bela dirinya. Sehingga sekarang terlihat jika kemampuan bela diri Diego memang semakin bertambah dan sangat mudah untuk menghabisi para preman tersebut. Begitu juga dengan beberapa anak buah yang disewanya, mereka juga terlihat sangat hebat berkelahi daripada yang sebelumnya. Anak buahnya yang berada di luar juga sudah masuk ke dalam dan membantu Diego.
*****
Dengan kehadiran Nada di rumah sakit, membuat Kelvin saat ini merasa lebih tenang. Karena sedari tadi Nada menemaninya, mengajak bercerita, bertukar pikiran dan apa saja yang bisa ia lakukan yang penting membuat beban di hati Kelvin sedikit berkurang.
"Sama-sama Kak, hanya ini yang bisa aku lakukan. Syukurlah kalau kau memang senang aku berada di sini, jadi tidak sia-sia aku datang ke sini," ucap Nada.
"Sama sekali tidak Nad, bagaimana mungkin kau datang ke sini dengan sia-sia, kau itu sudah membuatku lebih tenang. Oh iya apa kau tidak mau melihat Ayah di dalam?" Tanya Kelvin.
"Memangnya boleh Kak? Aku 'kan hanya orang lain, bukan keluarga," tukas Nada.
"Tentu saja boleh, jika hanya sebentar dan bergantian Dokter tidak melarangnya kok. Lagi pula siapa bilang kau hanya orang lain, kau itu sahabat Raisa dan Ayah sendiri juga sudah mengenalmu," kata Kelvin setelah tadi ia yang masuk ke dalam ruang ICU sebentar.
"Kalau begitu aku mau Kak melihat Om Sastro," jawab Nada.
Kelvin menganggukkan kepalanya, lalu Nada pun segera masuk ke dalam ruang ICU untuk melihat ayah sahabatnya itu.
__ADS_1
"Om Sastro, ini aku Nada. Jujur Om aku merasa sangat terkejut dan prihatin melihat kondisi Om Sastro saat ini. Aku doakan mudah-mudahan Om cepat sembuh ya, supaya Om bisa kembali ke rumah. Kasihan Raisa, Kak Kelvin dan Kak Diego, mereka sangat sedih melihat keadaan Om Sastro seperti sekarang. Apalagi Raisa, dia tidak bisa melakukan apapun sekarang Om, mau ke rumah sakit tapi anak-anaknya di rumah juga membutuhkannya. Aku datang ke sini hanya ingin menjenguk Om Sastro dan menghibur Kak Kelvin, sepertinya Kak Kelvin masih merasa sangat bersalah atas kejadian ini. Om Sastro bangun ya," ucap Nada yang tak dapat membendung air matanya hingga mengalir begitu saja.
_____
Hanya sebentar saja, kini Nada sudah keluar dari ruang ICU dan menghampiri Kelvin kembali.
"Nada, kenapa kau menangis?" Tanya Kelvin karena melihat mata Nada yang tampak sembab.
"Aku hanya merasa kasihan melihat kondisi Om Sastro, aku jadi teringat bagaimana dulu waktu Ayahku dalam kondisi lemah tak berdaya di depan mataku seperti itu, hingga akhirnya Ayahku meninggal dunia," ucap Nada.
"Jangan sedih ya Nad, menurutku kau masih beruntung karena sempat untuk hidup bersama serta melihat Ayah dan Ibumu. Sementara aku, aku tidak tahu sama sekali. Dari kecil aku sudah tinggal di Panti Asuhan hingga akhirnya Ayah Sastro memperkerjakanku dan mengangkatku menjadi seorang anak seperti ini. Aku tidak tahu di mana keberadaan orang tua kandungku, mereka masih hidup atau tidak dan kenapa mereka membuangku," ucap Kelvin dengan tatapan sendu, terlihat jika ia menyimpan kesedihan yang amat mendalam.
"Maaf ya Kak Kelvin, aku sama sekali tidak bermaksud membuatmu mengingat masa lalu dan menjadi sedih. Sudah ya jangan bersedih lagi, tadi kau sendiri 'kan yang mengatakan jangan sedih, tapi kenapa sekarang jadi kau yang sedih," ucap Nada, hingga kini keduanya pun tersenyum.
*****
Drt … drt … drt …
Saat sedang menemani anak sulungnya belajar dan menemani sang bayi bermain, Raisa mendapati ponselnya yang bergetar di nakas. Sehingga ia pun langsung saja meraih ponselnya dan menjawab telepon dari Kelvin.
"Ada apa Kak?" Tanya Raisa.
Lalu terdengar suara kelvin dari seberang telepon yang memberi kabar tentang kondisi Sastro saat ini, yang membuat Raisa benar-benar merasa sangat terkejut.
Bersambung …
__ADS_1