
Atas perintah Diego, Ramzi pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi mengejar mata-mata yang tadi telah mengintai mereka. Akan tetapi orang tersebut terlihat semakin melaju kencang membawa mobilnya, tak mau jika Ramzi dan Diego akan menangkapnya.
Di saat itu tiba-tiba saja ponsel Diego berdering, sehingga ia pun meminta Ramzi untuk mengurangi kecepatan mobil, lalu menjawab telepon tersebut.
"Ya, aku akan segera ke sana," jawab Diego yang langsung saja mengakhiri telepon tersebut. "Abaikan saja orang itu, biarkan kali ini dia lolos. Sekarang juga kita harus pergi!" Titahnya.
Sehingga Ramzi langsung saja memutar arah mobil dan melaju menuju ke tempat tujuan mereka sebenarnya yang tadi telah dikatakan oleh Diego.
*****
"Terima kasih banyak ya Maira karena kau sudah memaafkanku. Sebenarnya aku malu, kau begitu baik padaku, kau selalu bersikap sabar tapi aku malah bersikap jutek padamu," ucap Ayumi saat mereka sudah saling memaafkan.
"Sama-sama Yu, bagaimanapun juga kita ini 'kan sama-sama bekerja di sini, tidak enak kalau tidak saling bertegur sapa. Terima kasih juga ya, aku senang karena pada akhirnya kau mau berteman denganku," ucap Maira.
"Seharusnya aku yang mengucapkan terima kasih dan merasa senang karena pada akhirnya aku memiliki teman yang seumuran denganku di sini. Meskipun Nyonya Raisa itu sangat baik dan bisa dikatakan bisa menjadi teman, tetapi tetap saja Nyonya Raisa itu 'kan majikan kita. Jadi tidak mungkin kalau kita mau sok akrab dengannya," ucap Maira.
"Iya kau benar, yang ada kita selalu merasa segan." Ayumi menimpali, lalu keduanya saling melemparkan senyuman.
"Oh ya Ra, kalau begitu aku pulang dulu ya. Aku harus ke rumah sakit sekarang," kata Ayumi.
"Iya Yu hati-hati ya, nanti kalau pekerjaan sudah selesai aku akan ke rumah sakit juga untuk menjenguk Nenekmu. Boleh 'kan?" Kata Maira.
"Tentu saja boleh, aku akan menunggumu di sana," jawab Ayumi.
"Iya tenang saja, nanti aku akan mengabarimu lagi," kata Maira.
"Suster Maira, apa kau ingin menjenguk Neneknya Suster Ayumi?" Tanya Raisa yang di saat itu kembali lagi dengan membawa Diesa setelah memandikannya.
__ADS_1
"Iya Nyonya rencana saya seperti itu, tapi nanti kok Nyonya setelah Nyonya Siska minum obat dan pekerjaan saya selesai," jawab Maira.
"Kalau seperti itu kau akan kemalaman dong ke rumah sakitnya. Tenang saja, soal Mama nanti biar aku saja yang urus ya. Kalau kau mau menjenguk Nenek Suster Ayumi, lebih baik sekarang kau siap-siap dan kau boleh pergi sekaligus dengan Suster Ayumi," ucap Raisa.
"Benar tidak apa-apa Nyonya?" Tanya Maira yang merasa sangat segan.
"Tentu saja tidak apa-apa, kau itu bekerja di sini, bukan tahanan," jawab Raisa.
"Terima kasih banyak ya Nyonya," ucap Maira yang sangat senang. "Ayumi tunggu sebentar ya, aku mau ganti baju dan mengambil tas sebentar saja, tidak akan lama," kata Maira.
"Ya sudah aku akan menunggumu di sini," jawab Ayumi.
Lalu segera saja Maira berlari menuju ke kamarnya dan bersiap-siap.
Raisa tersenyum, ia merasa sangat senang karena saat ini dua suster di rumahnya itu sudah berdamai dan bahkan berteman. Raisa merasa jika dibalik kejadian yang ada di dalam rumahnya tersebut pasti selalu ada hikmahnya.
*****
"Kelvin, ini juga masalah Ayah. Ayah harus ikut membantu Diego, kasihan Diego kalau dia bertindak sendirian," kata Sastro.
"Diego tidak sendiri Ayah, dia bersama bodyguard-nya dan orang-orang suruhan yang berada di sekelilingnya. Aku juga akan membantu Diego, Ayah tenang saja ya. Kalau Ayah tidak mau Raisa merasa khawatir dengan kondisi Ayah, aku mohon Ayah tetap berada di sini. Karena jika terjadi sesuatu dengan Ayah, sudah pasti aku akan memberitahu Raisa langsung dan pastinya Raisa akan sangat marah padaku karena tidak bisa menjaga Ayah dengan baik," kata Kelvin.
Memang saat ini kondisi Sastro sedang tidak baik-baik saja karena banyaknya masalah yang sedang dihadapi. Untungnya Kelvin selalu bisa menangani perusahaan yang memang sudah diserahkan sepenuhnya kepada anak angkatnya tersebut, sehingga Sastro tidak lagi mengurusi perusahaannya itu.
"Ya sudah kalau memang seperti itu, tapi kau harus tetap berhati-hati dan Ayah akan tetap mengawasi dari sini. Ayah juga sudah meminta anak buah Ayah untuk tetap membantu kalian," ucap Sastro yang akhirnya pun menyetujui untuk tetap berada di kediamannya.
"Iya Ayah tenang saja, saat ini aku juga akan pergi bersama beberapa anak buah. Aku tidak mungkin menyerahkan nyawaku dengan pergi sendirian. Sudah saatnya kita harus melawan mereka dengan terang-terangan tetapi tidak dengan cara bodoh," kata Kelvin.
__ADS_1
"Ya kau benar Kelvin, kau benar-benar Anak ayah. Kau sama dengan Diego yang bisa berpikir dulu sebelum bertindak. Ingat, yang akan kita hadapi saat ini adalah manusia paling berbahaya yaitu Carlos. jangan pernah meremehkannya sekalipun. Ayah tahu siapa Carlos, dia adalah mafia kejam kelas kakap yang bisa melakukan sesuatu dengan sangat bersih. Buktinya selama ini dia belum bisa ditangkap meskipun sudah banyak kejahatan yang dilakukannya, bahkan Polisi pun tidak akan bisa menangkapnya tanpa bukti yang akurat," kata Sastro.
"Aku mengerti Ayah, tapi pasti akan ada caranya untuk menangkap pria kejam itu," ujar Kelvin.
"Ya kau bener Kelvin, mudah-mudahan saja usaha dan pengorbanan kita tidak sia-sia," ucap Sastro.
"Iya Yah, kalau begitu aku pergi dulu," pamit Kelvin.
*****
Ramzi memberhentikan mobil tepat di depan bangunan tua yang terlihat dari model bangunan rumah tersebut, tetapi masih sangat asri dan sepertinya sehabis direnovasi. Sangat mirip dengan rumah lama Sastro yang selalu terawat meskipun merupakan rumah lama.
"Apa Tuan yakin alamatnya di sini?" Tanya Ramzi yang tidak yakin karena melihat sekelilingnya yang tampak sepi.
"Aku yakin," jawab Diego lalu merogoh ponsel di dalam saku celananya dan menghubungi seseorang.
"Aku sudah berada di depan bangunan tua ini, kau ada di mana sekarang?"
Setelah mendapat jawaban dari seberang telepon, segera saja Diego dan Ramzi turun dari mobil, lalu keduanya pun segera melangkahkan kaki menuju ke bangunan tua itu.
Saat hendak memasuki kawasan rumah tersebut dan melewati pos keamanan, terlihat satpam yang di saat itu sudah tertidur karena ulah salah satu anak buah Diego. Lalu segera saja mereka melanjutkan langkah kaki hingga masuk ke dalam rumah tua yang tampak sepi. Diego, Ramzi dan beberapa anak buah Diego yang tadi bersembunyi di sekitar rumah langsung saja berpencar untuk mencari sesuatu yang mereka inginkan di setiap ruangan yang ada.
_____
"Ha … ha … ha ternyata dugaanku benar, tapi sayangnya kalian tidak lebih pintar dariku. Kalian semua telah masuk ke dalam jebakanku," ucap Carlos yang melihat rekaman CCTV bangunan tua tersebut dari layar ponselnya.
Bersambung …
__ADS_1