
Clarissa masih tak percaya jika saat ini ia melihat Raisa ada di belakangnya dan sedang menjemput Denis, sementara tidak jauh dari sana ia juga melihat Diego yang berdiri di samping mobil sedang menunggu Raisa dan anaknya tersebut.
"Kak Raisa … !" Teriak Denis begitu antusias dan langsung saja memeluk wanita itu.
Begitu juga dengan Raisa yang langsung memeluk tubuh bocah kecil yang sangat dirindukannya dengan begitu erat.
Diego yang melihat akan hal itu pun merasa sangat terharu dan juga bahagia melihat kedekatan anak dan juga calon ibunya tersebut.
"Kak Raisa, kau apa kabar? Sudah lama sekali aku tidak melihatmu. Kata Oma kau tidak akan kembali lagi, tapi sekarang aku melihatmu. Kenapa kau pergi tidak berpamitan denganku Kak Raisa?" Terdengar ocehan dari mulut Denis yang sangat dirindukan oleh Raisa.
"Kau ini terlalu banyak bertanya, aku harus menjawabnya dari mana? Yang penting sekarang kau sudah melihatku 'kan dan aku janji tidak akan pernah meninggalkanmu lagi," ucap Raisa.
"Janji ya? Karena kalau kau pergi meninggalkanku lagi, maka aku akan sangat membencimu," ucap Denis.
Clarissa yang merasa tidak terima dan tidak suka melihat akan hal itu pun segera saja melangkahkan kaki mendekati keduanya.
"Kau? Untuk apa kau ada disini dan kenapa kau mendekati Anakku? Aku melarangmu untuk mendekati Denis," ucap Clarissa.
Di saat itupun terlihat Denis yang menjauhi Clarissa dan bersembunyi di belakang Raisa.
"Heh, kau mengatakan jika Dennis Anakmu tapi Denis saja takut padamu. Lihat sekarang dia memilih bersembunyi daripada berhadapan langsung denganmu," hardik Raisa yang membuat Clarissa naik darah.
"Kurang ajar, berani sekali kau berkata seperti itu padaku," ucap Clarissa yang di saat itu hendak hendak melayangkan tangannya menampar Raisa.
Akan tetapi dengan cepat Diego pun menangkap tangan wanita itu dan menghempaskannya secara kasar. Karena memang di saat ia melihat Clarissa melangkahkan kaki mendekati 2 orang yang dicintainya itu, Diego pun tak tinggal diam dan ikut mendekati mereka, untungnya ia tiba di waktu yang sangat tepat.
"Apa yang mau kau lakukan pada calon istriku dan calon ibu Denis hah! Apa kau pikir kau bisa menyakitinya? Tidak akan pernah Clarissa!" Bentak Diego yang menatapnya begitu tajam.
"Calon istri apa yang kau maksud, sudah jelas-jelas Ibumu saja tidak merestui hubungan kalian dan kau mengatakan bahwa wanita ini adalah calon ibu Denis, di sini yang sudah jelas ibu kandung Denis itu adalah aku. Aku yang mengandung, melahirkan Denis waktu itu, apa kau lupa?" Tukas Clarissa yang tak terima.
"Dan apa kau lupa juga jika saat itu kau meninggalkan Denis saat dia masih bayi dan tanpa perasaan sama sekali. Meskipun di saat itu aku sudah mencegahmu, aku dan Mama sudah memohon agar kau tidak pergi tapi kau tetap memilih untuk meninggalkan kami. Bahkan kau mengirimkan surat perceraian untukku, apa kau juga melupakan itu hah!" Tukas Denis yang mengingatkan, sehingga membuat Clarissa pun merasa tertampar.
"Tapi aku sudah menyesalinya dan aku juga sudah menjelaskannya Diego. Saat ini Mama juga sudah merestui hubungan kita lagi 'kan, Mama sudah setuju jika aku kembali kepada kalian. Sekarang tinggal bagaimana caranya aku mendekatkan diri dengan Denis, tapi bagaimana bisa Denis menerimaku kalau wanita ini muncul kembali," ucap Clarissa yang menunjuk ke arah Raisa.
"Kau yang seharusnya tidak perlu muncul lagi, karena kau tiba-tiba saja datang membuat hubunganku dan Raisa menjadi berantakan," ujar Diego.
__ADS_1
"Maaf ya Nyonya Clarissa yang tidak tahu malu, itu bukan salahku. Jika Denis menyukaiku itu karena dirinya sendiri yang menilainya dan kau jangan pernah bermimpi untuk balikan lagi dengan Diego, karena aku tidak akan mungkin membiarkan hal itu terjadi. Saat ini aku adalah calon istri Diego dan Denis juga akan menjadi Anakku," ucap Raisa untuk pertama kalinya ia melawan Clarissa.
Raisa merasa jika memang sudah saatnya ia melawan Clarissa agar wanita itu tidak terus bersikap semena-mena padanya. Tentu saja Diego pun merasa sangat bangga atas sikap Raisa itu, apalagi atas pengakuannya yang mengatakan jika ia adalah calon suaminya.
"Sudahlah Sayang, untuk apa juga kita berlama-lama berada di sini meladeni orang yang sangat tidak penting. Lebih baik sekarang kita tinggalkan saja wanita ini," ucap Diego yang langsung saja menggandeng tangan Raisa dan Denis lalu mengajak mereka masuk ke dalam mobil.
Sedangkan Clarissa hanya bisa mengumpat di dalam hatinya dan terlihat begitu murka menatap kepergian mereka, hingga mobil Diego pun sudah tak terlihat lagi dari pandangan matanya.
"Sial! Lihat saja, aku tidak akan tinggal diam menerima perlakuan seperti ini," umpat Clarissa dengan tatapan yang begitu tajam.
_____
"Untung saja tadi kau mengajakku untuk menjemput Denis, jika kita terlambat sedikit saja pasti Denis sudah dibawa oleh Clarissa," ucap Diego saat mereka berada di dalam perjalanan menuju ke kediaman Sastro.
"Ya entah kenapa aku hanya punya feeling yang tidak enak dan aku sangat ingin bertemu dengan Denis, karena aku merindukannya juga sih," ucap Raisa tersenyum sembari mencubit gemas pipi Denis.
"Aw, sakit Kak. Tapi aku juga merindukanmu, aku tidak menyangka jika kau akan datang menjemputku bersama Papa," ucap Denis.
"Maaf aku menyakitimu, aku hanya gemas saja. Tapi sifatmu itu sama persis dengan Papamu, hanya aku cubit sedikit saja kau sudah merasa kesakitan," ujar Raisa, lalu mencubit perut Diego.
"Tuh 'kan benar," ucap Raisa.
"Ha … ha … ha … ."
Lalu terdengar gelak tawa dari mulut ketiganya yang begitu kompak dan merasa sangat bahagia.
"Oh ya Sayang, tapi aku senang karena tadi kau begitu berani melawan Clarissa. Apalagi saat kau mengatakan bahwa aku adalah calon suamimu dan Denis juga calon Anakmu. Kau benar-benar luar biasa," puji Diego.
"Oh iya dong. Aku tidak mungkin terus mengalah terhadap wanita itu, aku memang harus melawannya sekali-sekali supaya dia tidak tak lagi berani menggangguku," ujar Raisa.
"Tidak usah sekali-sekali, tapi di saat Clarissa menindasmu kau memang sudah seharusnya melawan. Aku akan selalu melindungimu disaat kau bersamaku, tapi di saat tidak ada aku kau jangan pernah takut padanya," tukas Diego.
"Aku tidak pernah takut padanya, aku hanya malas untuk meladeni orang-orang seperti Clarissa, hanya membuang energiku saja. Tapi kali ini aku janji aku tidak akan tinggal diam," ucap Raisa.
"Nah begitu dong, itu baru namanya calon istriku," ucap Diego.
__ADS_1
lalu keduanya pun saling bertatapan dan tersenyum sejenak.
Memang tadi sewaktu Diego datang ke kediaman Sastro, di saat itu Sastro sedang tidak berada di rumah karena ada keperluan mendadak dan ia berjanji akan kembali 1 jam lagi. Sehingga Raisa pun mengajak Diego untuk menjemput Denis terlebih dahulu, karena memang sudah waktunya Denis pulang sekolah.
*****
Clarissa melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, setelah menghubungi seseorang dan mengajaknya untuk bertemu di suatu tempat, kini ia pun telah tiba di tempat tersebut dan melihat orang yang dimintanya untuk datang sudah terlebih dahulu tiba dan sedang menantinya.
"Hai Sayang, kenapa kau lama sekali sampai di sini," ucap seorang pria saat Clarissa sudah berada di dekatnya dan ia pun langsung saja mencium pipi wanita tersebut layaknya seorang kekasih.
Meskipun sebenarnya Clarissa sangat risih, tetapi ia membiarkan saja pria tersebut melakukan hal itu padanya dengan hubungan mereka yang tidak jelas statusnya, karena hanya itulah senjata Clarissa untuk memanfaatkan pria itu. Siapa lagi kalau bukan Darrel, asisten Diego yang terlalu bodoh jika sudah diperdaya oleh wanita licik seperti Clariss.
"Sudahlah aku tidak ingin berbasa-basi, aku ingin kau melakukan sesuatu untukku," ucap Clarissa langsung saja.
"Ada apa Baby? Kenapa sepertinya kau terlihat begitu kesal?" Tanya Darrel.
"Bukan hanya kesal, tetapi aku juga merasa sakit hati. Seperti yang kau katakan bahwa Diego telah kembali dengan Raisa, tadi aku bertemu dengan mereka dan mereka berdua sudah mengatakan jika akan segera menikah. Raisa begitu berani melawanku dan mengatakan jika Diego adalah calon suaminya, sedangkan Denis adalah calon anaknya. Bagaimana aku tidak kesal?" Tukas Clarissa.
"Oh, jadi karena itu. Kau merasa tidak terima karena Diego dan Raisa akan menikah, begitu? 'Kan sudah aku katakan kau tidak bisa melakukan apapun Clarissa, karena mereka berdua saling mencintai dan kali ini tidak akan ada lagi yang bisa melarang hubungan mereka. Bahkan tanpa restu Nyonya Siska pun mereka akan tetap menikah. Lagipula kau 'kan sudah ada aku, aku siap untuk menikah denganmu kapanpun kau mau," ucap Darrel.
"Ck, aku tidak akan rela melihat mereka menikah, tapi bukan itu artinya aku ingin menikah dengan Diego," ucap Clarissa.
"Maksudmu apa?" Tanya Darrel tak mengerti.
"Ya saat ini tujuanku sudah berubah, aku hanya ingin membalas sakit hatiku kepada mereka. Jadi aku tidak akan rela melihat mereka bahagia," ucap Clarissa yang menatap begitu tajam.
"Apa kau yakin tujuanmu saat ini hanya ingin membalas dendam karena rasa sakit hati? Kau benar-benar tidak ada niat untuk menikah dengan Diego lagi 'kan?" Tanya Darrel.
"Aku yakin dan jika kau bersedia membantuku, aku janji setelah dendamku ini terbalaskan maka aku akan menikah denganmu," ucap Clarissa yang tentunya membuat Darrel begitu sangat senang mendengarnya.
"Oke, kalau begitu katakan apa yang harus aku lakukan," ucap Darrel.
Lalu segera saja Clarissa menjelaskan kepada Darrel tentang rencananya itu dan ia tersenyum smirk karena sangat yakin jika rencananya itu akan berhasil dengan bantuan Darrel tentunya.
Bersambung …
__ADS_1