
Tiba-tiba saja langkah kaki Diego terhenti karena ada sesuatu yang ia lupakan. Sehingga ia pun memutuskan untuk kembali ke ruang rawat inap Raisa.
"Suster," panggil Diego yang membuat seseorang yang menggunakan pakaian suster itu pun merasa terkejut. "Suster, bukankah tadi sudah ada jadwal pemeriksaan istriku, kenapa sekarang Suster ada di sini?" Tanyanya.
"Maaf Tuan, saya hanya ingin memastikan saja bagaimana keadaan Nyonya Raisa saat ini. Syukurlah ternyata Nyonya Raisa baik-baik saja. kalau begitu saya permisi dulu," ucap Suster tersebut dengan gerak-gerik yang sangat mencurigakan dan langsung keluar dari ruang rawat inap Raisa.
"Siapa Suster itu? Kenapa aku tidak pernah melihat Suster itu menangani Raisa sebelumnya." Diego bertanya di dalam hatinya.
Apalagi suster tersebut juga menggunakan masker, sehingga Diego pun tak dapat melihat jelas wajahnya.
"Sayang, maaf ya aku tadi meninggalkanmu sebentar. Tadi lupa untuk mengganjal tanganmu dengan bantal, aku takut nanti kau banyak bergerak dan tanganmu ini pasti akan terasa sangat sakit," ucap Diego lalu segera saja mengganjal tangan Raisa yang terdapat jarum infus dengan bantal.
"Kak," panggil Raisa yang di saat itu membuka matanya.
"Sayang, kau sudah bangun? Apa kau butuh sesuatu?" Tanya Diego.
"Aku haus Kak," jawab Raisa, sehingga Diego pun langsung saja mengambil minuman untuk sang istri.
Akan tetapi tanpa sengaja Diego malah melihat ada sesuatu yang tidak beres dengan selang infus Raisa, infusnya tampak berhenti.
"Apa Suster tadi sengaja menghentikan infusnya, tapi kenapa dia tidak mengatakan padaku? Lagi pula kenapa jarum suntiknya tidak dilepas jika memang Raisa sudah tidak membutuhkan infus lagi," batin Diego yang tak terlalu mengerti soal medis.
"Ada apa Kak?" Tanya Raisa yang melihat suaminya itu tampak melamun.
"Oh tidak ada apa-apa Sayang. Kau tunggu di sini sebentar ya, aku mau mencari Suster dulu. Tidak apa-apa 'kan?" Ucap Diego.
"Iya, tidak apa-apa Kak," jawab Raisa.
Lalu Diego pun segera pergi mencari suster yang saat itu berjaga malam.
"Sus, apa Suster tahu siapa Suster yang baru saja masuk ke dalam ruang rawat istri saya? Suster itu mengatakan ingin memeriksa kondisi istri saya, tetapi saya menemukan infusnya terhenti. Apa itu disengaja?" Tanya Diego.
"Setahu saya tidak ada. Karena tadi saya sudah memastikan semua baik-baik saja dan Nyonya Raisa bisa beristirahat dengan tenang," jawab suster yang sebelumnya sudah masuk terlebih dahulu sebelum Suster Misterius itu masuk.
__ADS_1
"Tolong periksa kondisi istri saya Suster, takutnya ada masalah lain," ucap Diego.
Ya ternyata Suster Misterius yang dimaksud oleh Diego tadi memang sengaja menghentikan infus, sengaja ingin memperlambat kesembuhan Raisa. Meskipun Suster mengatakan jika itu tidak terlalu menjadi masalah, tetapi Raisa harus tetap menggunakan infus sampai ia pulang keesokan hari.
"Sus, tolong jaga istri saya. Jangan meninggalkannya barang semenit pun," ucap Diego, lalu ia pun keluar untuk mencari keberadaan suster yang tadi dicurigainya.
Akan tetapi ia sudah mencari kesana kemari hingga sampai keluar rumah sakit, Diego tak menemukannya sama sekali.
*****
Sementara itu Suster Misterius tadi sudah masuk ke dalam mobil dan melaju pergi meninggalkan rumah sakit.
"Argh … brengsek! Kenapa sih Diego harus kembali secepat itu. Padahal aku sudah bersusah payah masuk ke dalam rumah sakit, menyamar jadi Suster, tapi semuanya gagal. Pasti sekarang aku sudah dicurigai dan pasti Diego sudah mencari keberadaanku," umpat seorang wanita yang tadi telah menyamar menjadi suster untuk mencelakai Raisa.
Akan tetapi sayangnya aksinya itu digagalkan oleh Diego yang tiba-tiba masuk kembali ke dalam ruang rawat inap istrinya tersebut.
Kini wanita tu pun kembali ke kediamannya dan memikirkan rencana apa yang harus ia lakukan esok hari. Karena ia harus tetap bisa mencelakai Raisa supaya merasa lebih puas.
"Sayang, kau sudah kembali?" Tanya seorang pria yang di saat itu menyambut kepulangan wanita itu.
"Darrel? Kenapa kau bisa ada di apartemenku?" Tanya wanita itu yang tidak lain adalah Clarissa.
"Sudah jelas aku menyambut kepulanganmu Sayang, kau lupa ya kalau kau sudah memberikan password apartemenmu ini," ujar Darrel.
"Terserah kau saja. Aku sangat lelah hari ini dan aksiku semuanya gagal gara-gara Diego. Tadi aku baru sempat menghentikan infusnya saja dan aku yakin pasti saat ini Raisa baik-baik saja, aku belum sempat melakukan apapun Darrel," tukas Clarissa yang benar-benar merasa sangat kesal.
"Kau yang sabar yang Sayang, besok masih ada kesempatan. Besok biar giliranku yang akan bekerja," ucap Darrel yang meyakinkan kekasihnya tersebut.
"Oke, aku sangat berharap kau bisa diandalkan," ucap
Clarissa.
*****
__ADS_1
Setelah 3 hari berada di rumah sakit, kini Raisa pun sudah diperbolehkan untuk pulang. Sastro juga ikut mengantar anaknya tersebut ke kediaman mertuanya karena ingin memastikan jika kondisi anaknya itu baik-baik saja.
"Ayah, kalau Ayah mau Ayah bisa menginap di sini untuk ikut menjaga Raisa," ujar Diego yang menghampiri ayah mertuanya di luar kamar.
"Tidak perlu Diego. Yang penting kau selalu kabari Ayah jika terjadi sesuatu dengan Raisa, jangan terlambat," ucap Sastro mengingat kejadian yang terjadi 3 hari yang lalu.
"Iya Yah, aku pasti mengabari Ayah. Oh iya Yah ada yang ingin aku katakan pada Ayah," ucap Diego.
"Ada apa?" Tanya Sastro.
Lalu di Diego menceritakan kejadian kemarin malam tentang Suster Misterius yang masuk dan sepertinya ingin mencelakai Raisa.
"Brengsek! Siapa lagi orang yang ingin mencelakai Raisa? Diego bukankah kau mengatakan kau sudah mengetahui siapa orang yang ingin mencelakai Raisa di restoran waktu itu? Mungkin saja ini semua berhubungan. Diego, Ayah mohon beritahu Ayah siapa orang itu," pinta Sastro.
Diego menghela nafasnya secara perlahan, lalu menghembuskannya lagi secara kasar. Memang ia tak bisa menyembunyikan ini terus dari ayah mertuanya, apalagi Sastro adalah ayah Raisa sehingga ia harus mengatakan hal tersebut.
"Jadi orang tersebut adalah asistenku Yah." Diego mengatakan yang sebenarnya.
"Asistenmu, maksudmu itu Darrel?" Tanya Sastro untuk memastikannya.
"Iya Yah, dia adalah Darrel. Awalnya aku juga tidak yakin, tetapi setelah aku selidiki semua bukti mengarah padanya. Bahkan aku menemukan Darrel bertemu dengan Clarissa dan aku yakin pasti mereka sedang bekerja sama. Sekarang itu yang sedang aku selidiki," terang Diego.
"Apa? Jadi maksudmu Darrel melakukan ini semua karena dia bekerja sama dengan mantan istrimu? Jika memang Darrel melakukan semua itu demi wanita itu, memang apa hubungan mereka?" Tanya Sastro yang terlihat sangat murka.
"Aku tidak tahu apa hubungan mereka Yah, tapi sepertinya mereka mempunyai hubungan khusus," ujar Diego.
"Kenapa kau tidak langsung melabraknya saja, kenapa kau tidak langsung memasukkannya ke dalam penjara. Bukankah kau sudah memiliki bukti?" Tanya Sastro.
"Aku masih mengumpulkan bukti-bukti yang kuat Yah, karena aku tidak hanya ingin melaporkan Darrel tetapi juga Clarissa. Kalau sekarang aku bertindak ceroboh, takutnya mereka akan kabur dan semua pencarianku ini akan sia-sia," ucap Diego.
"Tetapi kau tidak bisa berlama-lama juga Diego, justru mereka akan kabur jika mereka curiga kau sudah mengetahui tentang hal ini," ucap Sastro sehingga membuat Diego pun terdiam dan tampak berpikir.
Bersambung …
__ADS_1