Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Lebih Agresif.


__ADS_3

Raisa beranjak dari sofa, lalu ia pun berjalan mendekati pintu dan mengunci pintu ruangan tersebut. Diego yang berpikir jika di saat itu Raisa marah sehingga menghentikan aktivitas yang tadi dilakukannya, bahkan Raisa pun langsung saja pergi meninggalkannya. Akan tetapi siapa yang menyangka jika wanita itu malah mendekatinya kembali, serta duduk di atas pangkuannya dan memegang wajahnya itu. Membuat jantung Diego rasanya berdetak tak karuan.


"Sayang, aku minta maaf ya. Aku benar-benar terbawa suasana," ucap Diego.


Raisa tak menjawab apapun, ia malah tersenyum lalu mengecup bibir Diego yang membuat pria tersebut merasa kebingungan.


Awalnya Diego hanya diam saja, tetapi karena di saat itu Raisa terlihat sangat agresif me lu mat bibirnya dengan penuh kelembutan, serta tangannya yang nengusap dada Diego dibalik kemejanya itu, membuat Diego pun tahu jika Raisa sedang memberikan lampu hijau padanya dan tentunya ia tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Sehingga Ia juga membalas me lu mat bibir Raisa dengan sangat rakus. Seperti pada awalnya, semakin lama ciu man itu pun semakin memanas dan kian mendalam, hanya sesekali mereka melepaskannya hanya untuk sekedar bernafas lalu mengulanginya lagi.


Tanpa melepaskan pagutan mereka saat ini, secara perlahan Raisa membuka kancing kemeja yang dikenakan oleh Digo, lalu melepaskan kemejanya itu dan mencampakkannya di sembarang tempat. Raisa mengakhiri ciu man tersebut, kini beralih menciumi leher serta dada bidang calon suaminya itu, lalu meraih gagang sapu dibalik segitiga dengan tangannya. Membuat Diego benar-benar merasa sangat terkejut tetapi juga menikmatinya.


"Ough, ternyata kau luar biasa Sayang," ucap Diego yang men de sah, merasakan sensasi luar biasa setelah sekian lama ia tidak merasakannya.


Karena rasanya sudah tak kuat lagi menahan hasrat yang bergejolak serta nafsu yang kian menggebu-gebu, Diego pun mengubah posisi hingga saat ini Raisa berada di bawahnya. Setelah itu ia pun membuka pakaian ini dikenakan oleh calon istrinya hingga polos, serta membuka celananya sendiri hingga kini keduanya tidak menggunakan sehelai benang pun.


Cup …


Diego melahap 2 bukit kembar sintal yang menyembul keluar, menyesapnya dengan sangat rakus seperti bayi besar yang sedang kehausan. Sedangkan tangan satunya tampak aktif me re mas sebelahnya serta merayap hingga mencapai ke sebuah lembah yang sudah basah karena ulahnya tersebut. Tak hanya sampai di situ saja, karena saat ini juniornya itu sudah sangat mengeras dan sudah meronta-ronta minta untuk segera dimanjakan, Diego pun segera saja mengarahkan miliknya tersebut pada milik Raisa dan memasukkannya secara perlahan.


"Akh … ."


Meskipun ini bukan yang pertama kalinya, tetapi rasanya masih sangat sempit sehingga terlihat Raisa yang merintih kesakitan. Akan tetapi Diego selalu saja memberikan sentuhan-sentuhan yang mampu membuat Raisa melupakan rasa sakit itu hingga menjadi rasa nikmat yang luar biasa.


Jleb …


Hingga pada akhirnya ular kobra milik Diego kini telah terbenam sempurna pada goa milik Raisa. Lalu Diego pun menaik-turunkan pinggulnya dari tempo lambat hingga cepat diiringi suara de sa han dari keduanya yang saling bersahutan memenuhi seisi ruangan.


"Agh Kak, aku sudah mau sampai," ucap Raisa.


"Sama-sama ya Sayang," ucap Diego hingga keduanya pun melakukan pelepasan secara bersamaan.


Diego dan Raisa tampak lemas dan berbaring bersama di atas sofa yang sempit itu. lalu Diego kembali me lu mat bibir Raisa lalu mencium keningnya dengan sangat lembut.


"Terima kasih ya Sayang, aku janji aku pasti akan bertanggung jawab," ucap Diego.

__ADS_1


"Iya Kak kita juga 'kan sudah mau menikah, aku percaya kok," jawab Raisa.


Rasanya ini benar-benar hal gila yang pernah terjadi dalam hidupnya. Meskipun ia dan Diego belum memiliki ikatan yang sah, tetapi Raisa malah memberikan kesempatan untuk Diego menjamahi tubuhnya kembali. Bahkan kali ini mereka melakukannya dengan sadar, tanpa paksaan sedikitpun. Sepertinya Raisa memang sudah Terpikat Pesona Hot Duda tersebut yang membuatnya tak mampu untuk menolak.


Diego sendiri tak menyangka jika hal ini akan terulang kembali, bahkan kali ini terlihat Raisa yang lebih agresif, meskipun ia sama sekali tak terpengaruh oleh obat apapun seperti waktu itu.


*****


"Aku benar-benar minta maaf, tiba-tiba saja aku ada meeting mendadak pagi ini dengan klien yang sangat penting, jadi aku tidak bisa menemanimu untuk mencari Ayahmu. Bagaimana kalau nanti siang saja aku akan menemanimu ke sana lagi," ucap Digo dari seberang telepon.


"Tidak perlu kak aku bisa pergi sendiri kok. Lagipula 'kan kita sudah menemukan alamat itu, jadi aku hanya perlu ke sana dan bertemu dengannya langsung," ucap Raisa


"Apa kau yakin tidak apa-apa jika kau pergi sendiri?" Tanya Diego yang terlihat khawatir.


"Tidak apa-apa Kak. Kau tenang saja ya, aku pasti akan baik-baik saja," ucap Raisa yang meyakinkan calon suaminya itu.


"Ya sudah, tapi kau harus selalu memberi kabar untukku. Setelah aku selesai meeting, pasti aku langsung menyusul," kata Diego.


"Iya Kak, aku pasti akan selalu mengabarimu," ucap Raisa mengakhiri telepon tersebut.


------


Setibanya di kediaman tersebut, langsung saja Raisa menghampiri satpam yang mengatakan padanya untuk datang lagi pagi ini, sehingga satpam itu pun sudah mengenal Raisa dan langsung saja menegurnya.


'Selamat pagi Nona Raisa," sapa satpam.


"Selamat pagi Pak. Bagaimana apakah saya masih sempat untuk bertemu dengan pemilik rumah ini?" Tanya Raisa penuh harap.


"Maafkan saya Nona, saya benar-benar tidak tahu jika pemilik rumah ini tidak jadi pulang. Padahal beliau sendiri mengatakan jika tadi malam akan pulang ke rumah, tapi pada kenyataannya beliau masih memiliki urusan sehingga tidak tahu kapan akan kembali," ucap satpam yang merasa sangat bersalah terhadap Raisa.


"Oh … begitu ya Pak, jadi tidak tahu kapan saya bisa menemuinya?" Tanya Raisa untuk memastikan.


"Saya benar-benar minta maaf ya Nona. Jika ada yang bisa saya lakukan, pasti saya akan melakukannya supaya Nona bisa bertemu dengan Tuan rumah ini. Tetapi saya juga hanya bekerja di sini, saya hanya menjalankan tugas saya. Sekali lagi saya benar-benar minta maaf Nona," ucap satpam.

__ADS_1


"Tidak apa-apa kok Pak, saya sangat mengerti. Dengan Bapak memberikan saya kesempatan untuk datang ke sini lagi saja menurut saya itu semua sudah sangat berarti karena itu artinya Bapak sudah membiarkan saya untuk bertemu dengan pemilik rumah ini. Tetapi memang sayanya saja yang kurang beruntung, jadi belum bisa bertemu dengan beliau," ucap Raisa.


"Iya Nona, saya hanya bisa membantu sampai di situ saja. Saya benar-benar minta maaf, semoga suatu saat nanti Nona bisa bertemu dengan Tuan rumah ini," ucap Satpam.


"Iya Pak, Terima kasih banyak ya. Kalau begitu saya pamit dulu ya Pak," ucap Raisa dan segera saja ia masuk ke dalam taksi online yang sudah dipesannya itu dengan perasaan yang sangat kecewa.


Akan tetapi di saat taksi baru saja melaju dan Raisa melihat ke arah bangunan tersebut, tidak sengaja ia melihat seorang pria muda yang menghampiri satpam. Meskipun Raisa tidak bisa melihat jelas, tetapi rasanya ia sudah pernah melihat pria tersebut. Tetapi ia pun mengabaikannya lalu meminta supir taksi untuk menuju ke suatu tempat.


------


"Bagaimana, apa sudah beres?" Tanya pria muda tersebut kepada satpam.


"Sudah Tuan," jawab Satpam.


"Kau ini bagaimana sih, kenapa kau bisa memintanya untuk datang ke sini pagi-pagi? Untung saja kau bisa membereskannya, jika tidak sudah dipastikan kau akan dipecat oleh Tuan," ucap pria yang merupakan asisten pemilik rumah tersebut.


"Iya Tuan, maafkan saya. Saya benar-benar tidak tahu harus berkata apa kepada Nona itu, saya hanya kasihan karena dia benar-benar ingin bertemu dengan pemilik rumah," ucap satpam.


"Sudahlah, yang penting lain kali kau jangan bertindak gegabah lagi. Sudah dikatakan jika Tuan kita tidak ingin bertemu dengan siapapun kecuali dia yang meminta. Kau harus menjaga privasinya," ucap pria itu lagi.


"Iya Tuan, saya janji tidak akan mengulanginya lagi. Saya benar-benar minta maaf," ucap satpam.


Lalu pria muda itu pun langsung saja melangkahkan kakinya menuju ke parkiran mobil dan masuk ke dalam mobilnya tersebut, lalu pergi meninggalkan bangunan elit tetapi tampak tua itu.


*****


"Argh … aku tidak terima dan aku tidak bisa diam saja. Wanita itu benar-benar keras kepala, padahal aku sudah beberapa kali mendatanginya tetapi dia tetap saja mendekati Diego. Bahkan kali ini mereka akan menikah. Apa yang harus aku lakukan sekarang, aku harus menggagalkan pernikahan Diego dan wanita ja lang itu. Aku tidak bisa melihat mereka menikah begitu saja karena aku masih sangat mencintai Diego," ucap Clarissa yang sedari tadi tampak uring-uringan di dalam kamar.


Untungnya pria yang selalu bersama dengannya itu saat ini sedang tidak ada di rumah, sehingga ia pun bebas untuk melakukan apapun. Karena jika pria itu mengetahui bahwa ia masih mengharapkan Diego, sudah pasti ia akan disakiti tanpa ampun.


"Ayo Cla, pikirkan bagaimana caranya supaya mereka gagal menikah," gumam Raisa sembari mondar mandir sudah seperti setrikaan.


Clarissa terus memutar otaknya dan berpikir, sehingga di saat itu pun ia menemukan suatu ide cemerlang yang membuatnya tersenyum smirk.

__ADS_1


Apakah ide tersebut? Untuk saat ini hanya clarisa lah yang tahu.


Bersambung …


__ADS_2