
Kecelakaan pun tak terelakkan, mobil yang menabrak pembatas jalan terbalik, sedangkan Diego dan supir yang berada di dalam mobil langsung pingsan di tempat dan mengalami luka-luka. Masyarakat yang berada di sekitar segera saja menolong keduanya dengan mengeluarkan dari mobil dan langsung membawa mereka ke rumah sakit terdekat.
Sementara itu dari kejauhan terlihat seseorang yang berada di dalam mobil tersenyum smirk melihat apa yang terjadi. Ia merasa benar-benar sangat puas karena apa yang diinginkannya itu terjadi di depan matanya.
******
Sastro dan Kelvin sedang berada di kediaman Abimana untuk menjenguk baby Diesa setelah Raisa mengabarkan jika sang bayi kurang enak badan. Di saat itu Raisa merasa sangat senang karena Kelvin mengabari bahwa ia sudah menjalin hubungan dengan Nada dan ingin mengajak Raisa, Diego beserta anak-anaknya untuk makan malam bersama berikut juga dengan Sastro di saat nanti kondisi baby Diesa sudah baik-baik saja.
Saat sedang mengobrol tiba-tiba saja Raisa merasakan perasaannya tidak enak dan pikirannya tertuju pada sosok Diego, seperti biasa ia pasti akan merasakan jika terjadi sesuatu dengan suaminya tersebut. Sehingga ia pun meraih ponselnya dan menghubungi Diego tetapi tidak ada jawabannya. Ia terlihat sangat cemas, yang membuat Kelvin dan Sastro bertanya-tanya dan juga merasa khawatir.
"Ada apa Raisa? Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Sastro.
"Tiba-tiba perasaanku tidak enak Yah, satu jam yang lalu Kak Diego memberi kabar kalau dia sudah ada di perjalanan menuju ke Bandara, tapi sampai sekarang Kak Diego belum mengabari aku lagi. Apa dia sudah ada di ada di Bandara atau belum, pesawatnya sudah take off atau belum? Aku telepon juga tidak dijawab," jawab Raisa di dalam kepanikannya.
"Tenang Raisa, jangan berpikiran yang bukan-bukan. Mungkin saja Diego buru-buru dan sekarang dia sudah di dalam perjalanan pulang, tunggu saja ya," kata Kelvin yang menenangkan adiknya itu.
"Iya Kak, kalau begitu aku akan meminta salah satu Bodyguard untuk menjemput Kak Diego dulu. Aku ingin menjemputnya tapi Diesa sedang tidak enak badan," tukas Raisa.
"Ya lebih baik memang kau di rumah saja Raisa, Diesa lebih membutuhkanmu. Biarkan saja supir atau salah satu Bodyguard yang menjemput Diego," kata Sastro.
"Iya Ayah, kalau begitu aku tinggal dulu," ucap Raisa yang langsung saja beranjak dari tempat duduk dan melangkahkan kakinya menuju ke depan rumah.
Raisa meminta salah satu Bodyguard untuk menjemput suaminya di Bandara, setelah itu ia kembali ke ruang depan menghampiri ayah dan kakaknya tersebut.
"Raisa, Ayah tidak bisa menunggu Diego sampai di rumah. Kelvin juga harus ke perusahaan, tapi nanti kalau ada waktu Ayah akan datang ke sini lagi," ucap Sastro.
"Iya Ayah, Kak Kelvin, kalian berdua hati-hati ya. Maaf ya karena aku belum bisa untuk makan malam bersama dengan Nada karen baby Diesa sedang tidak enak badan," ucap Raisa.
"Iya Raisa tidak masalah, yang penting keponakanku sembuh dulu dan ceria seperti semula. Lagi pula itu 'kan bisa lain waktu, yang penting aku sudah memberitahumu tentang kabar ini," ucap Kelvin.
"Iya Kak, sekali lagi selamat ya. Aku merasa senang karena akhirnya kau sudah bisa menemukan tambatan hatimu, apalagi dia sahabatku. Nada itu orang yang sangat baik Kak, dia selalu membantuku saat aku kesusahan waktu itu. Aku sangat berharap dia bisa bahagia dengan Kak Kelvin," ucap Raisa.
__ADS_1
"Iya Sa, terima kasih banyak ya. Karena kau juga aku bisa bersama dengan Nada," ucap Kelvin.
"Aku tidak melakukan apapun Kak, kalian berdua bisa menjalin hubungan itu ya karena memang kalian berdua cocok dan sudah ditakdirkan untuk bersama," ucap Raisa.
"Sayang, apa tidak sebaiknya kita membawa Diesa ke rumah sakit saja. Akan lebih baik jika langsung ditangani oleh Dokter," ujar Sastro.
"Iya Yah, tapi baby Diesa hanya hangat saja dan tadi sudah dikompres. Kata Suster Maira kalau nanti panasnya semakin tinggi harus langsung dibawa ke rumah sakit," jawab Raisa.
"Ya sudah kalau memang seperti itu. Ayah harap Semua akan baik-baik saja, Diego akan sampai di rumah dengan selamat dan Diesa juga cepat sembuh. Kata orang tua dulu Diesa panas seperti itu mungkin karena dia sudah semakin besar dan mau menambah akal, dia akan semakin pintar," ucap Sastro.
"Iya Yah, Mama juga berkata seperti itu," kata Raisa tersenyum.
"Ya sudah kalau begitu, Ayah dan Kelvin pamit dulu ya. Kami tidak berpamitan lagi dengan Nyonya Siska karena takut mengganggu istirahatnya. Diesa juga 'kan sekarang sedang tidur, nanti malah terbangun kalau Ayah menghampirinya. Oh iya apa Denis belum pulang sekolah?" Tanya Sastro.
"Oh iya Yah tidak apa-apa, nanti biar aku saja sampaikan ke Mama kalau Ayah dan Kak Kelvin sudah pulang. Kalau Denis hari ini ada tambahan pelajaran Yah di sekolahnya, jadi pulangnya lebih lama dari biasanya," jawab Raisa dan ditanggapi anggukan kepala oleh ayahnya.
"Raisa, kami pulang dulu ya," pamit Kelvin pula.
_____
Setelah mobil yang dinaiki oleh Kelvin dan ayahnya sudah tak terlihat, Raisa kembali masuk ke dalam rumah dan menghampiri sang bayi yang berada di kamar bersama pengasuhnya.
"Nyonya, untunglah Nyonya masuk ke sini," kata Ayumi yang terlihat panik sembari memegang termometer.
"Ada apa Sus?" Tanya Raisa.
"Nyonya saya baru saja memeriksa kondisi baby Diesa dan ternyata panasnya semakin tinggi Nyonya, pantas aja baby Diesa tiba-tiba rewel," kata Ayumi.
Lalu Raisa pun mendekati anaknya tersebut dan memeriksa kondisinya, ternyata benar jika panasnya itu semakin tinggi. Raisa terkejut melihat termometer yang menunjukkan jika panas anaknya tersebut sudah mencapai 38° C dan anaknya itu juga menangis mungkin karena merasa tubuhnya tidak nyaman.
"Sus, ayo kita bawa baby Diesa ke rumah sakit," ucap Raisa
__ADS_1
"Baik nyonya," jawab Ayumi.
Segera saja Raisa menggendong anaknya tersebut, sedangkan Ayumi membawa perlengkapan bayi seadanya serta mengambil tas Raisa yang berada di kamar, lalu mereka pergi ke rumah sakit dengan diantar oleh Aron.
*****
Setibanya di rumah sakit, Raisa pun langsung mendapatkan nomor antrian untuk memeriksa kondisi sang bayi. Lalu segera saja ia masuk ke dalam ruangan pemeriksaan, sedangkan Ayumi menunggunya di luar ruangan dengan memegang tas Raisa.
Di saat itu tiba-tiba saja ponsel Raisa yang berada di dalam tas-nya itu berdering, tetapi Ayumi tidak berani untuk menjawabnya karena takut dianggap lancang. Akan tetapi lagi-lagi ponsel itu berdering sehingga dengan sangat terpaksa Ayumi memberanikan diri untuk membuka tas Raisa dan mengambil ponsel miliknya.
"Maafkan saya sudah lancang Nyonya, saya takut ada hal penting," batin Ayumi.
Lalu Ayumi menjawab telepon yang ternyata dari Diego, tuan-nya itu.
"Halo Tuan Diego, saya Ayumi. Nyonya Raisa sedang berada di dalam ruang pemeriksaan karena kondisi baby Diesa sedang tidak enak badan." Ayumi langsung saja memberitahu tahu kondisi sang bayi saat ini.
Akan tetapi Ayumi tak menyangka jika orang yang berada di balik telepon tersebut bukanlah Diego, melainkan seseorang yang memberi kabar tentang Diego saat ini. Membuat Ayumi benar-benar sangat terkejut hingga ia pun terduduk lemas di depan ruang pemeriksaan.
"Suster, kau kenapa?" Tanya Raisa yang baru saja keluar dari ruangan tersebut dengan menggendong baby Diesa.
"Nyo-Nyonya," ucap Ayumi yang merasa sangat gugup, ia tidak tahu bagaimana caranya menyampaikan kepada Raisa tentang kondisi Diego yang baru saja ia dengar. Apalagi dalam kondisi anaknya yang sedang sakit.
"Sus. ada apa?" Tanya Raisa yang mendadak panik.
"Nyonya, maaf saya lancang tapi ini ada yang memberi kabar tentang kondisi Tuan Diego," ucap Ayumi sembari menyerahkan ponsel Raisa.
"Kondisi apa, memangnya Kak Diego kenapa Sus?" Tanya Raisa lalu meraih ponsel miliknya dan di saat itu terlihat panggilan telepon masih tersambung.
"Halo kak Diego, kau kenapa Kak?" Tanyanya.
Seseorang yang dari balik telepon itu pun menjelaskan kembali, membuat Raisa benar-benar sangat syok dan tak mempercayainya. Ayumi langsung saja mengambil baby Diesa dari gendongan Raisa karena nyonya-nya itu terlihat begitu sangat lemah tak berdaya dan juga terduduk di kursi depan ruang pemeriksaan tersebut, serta menangis sejadi-jadinya.
__ADS_1
Bersambung …