Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Melepas Rindu.


__ADS_3

Diego menggendong Raisa ala koala tanpa melepas pagutan bibir keduanya, membawanya menuju ke kamar yang berada di dalam apartemen tersebut. Semakin lama ciu man itu semakin dalam dan memanas, baik Diego maupun Raisa sama-sama terlihat begitu bergairah, melepas rindu yang sudah lama terpendam dan bergejolak di dalam dada.


Secara perlahan, Diego pun meletakkan tubuh Raisa di atas tempat tidur. Lalu membaringkan tubuh mungil tersebut dan menurunkan ciumannya ke leher Raisa dengan tangannya yang tampak aktif merayap dibalik blouse yang dikenakan oleh wanitanya itu.


"Agh … ." Raisa mendesah di saat Diego meremas 2 gundukan miliknya.


Melihat Raisa hanya hanya diam saja atas apa yang dilakukan olehnya, bahkan ia terlihat menikmatinya, Diego pun semakin berani untuk melanjutkan aksinya dengan membuka pakaian Raisa.


"Kak, kau mau apa?" Tanya Raisa.


"Aku mohon, aku sangat merindukanmu," ucap Diego.


Raisa pun mengangguk tanda menyetujuinya, yang membuat Diego begitu senang dan kembali melanjutkan aktivitasnya.


Kini keduanya telah polos tanpa sehelai benang pun, Diego langsung melahap 2 bukit kembar yang sudah sangat dirindukannya dengan tangan sebelah yang aktif meremas secara bergantian, lalu merayap hingga sampai ke lembah yang sudah tampak basah karena ulahnya. Bukan hanya tangannya saja, Diego juga menyapu seluruh lekuk tubuh Raisa hingga ia tiba di bawah sana serta pemain-mainkan lidahnya dan mengecup milik Risa, yang membuat sang empunya terus menggeliat merasakan kenikmatan atas permainan yang dilakukan oleh Diego.


Tak mau membuang banyak waktu, perlahan tapi pasti Diego mulai mengarahkan juniornya yang sudah tampak mengeras ke dalam goa yang seakan telah memanggilnya.


Jleb …


Setelah miliknya masuk dan tenggelam dengan sempurna, Diego mulai menaik turunkan pinggulnya secara perlahan, tak ingin menyakiti anaknya yang berada di dalam kandungan Raisa. Sambil sesekali keduanya bercumbu mesra, hingga tidak lama kemudian keduanya pun telah mencapai puncaknya secara bersamaan.


"Maaf, tapi aku tidak bisa menahannya lagi Raisa," ucap Diego yang menatap mata Raisa begitu dalam dan hanya ditanggapi anggukan oleh Raisa yang menatap sendu.


Diego membalas senyuman tersebut dan mencium kening Raisa dengan penuh kelembutan, lalu berbaring di samping wanita tersebut serta menutupi tubuh mereka yang polos dengan selimut, lalu meraih tubuh Raisa ke dalam dekapannya.


"Sayang, aku mencintaimu," ucap Diego.


"Aku juga mencintaimu Kak," balas Raisa.

__ADS_1


"Berjanjilah untuk selalu bersamaku dan jangan pernah meninggalkanku lagi," pinta Diego.


"Tapi kau harus sadar kita tidak mungkin bisa bersama tanpa restu Ibumu Kak," ucap Raisa yang membuat Diego pun langsung saja menatap ke arahnya.


"Sayang, kau harus yakin jika kita bisa membuat Mama merestui hubungan kita lagi dan seandainya memang Mama tetap kekeh tidak mau merestuinya, aku tidak peduli. Aku akan memperjuangkan cinta kita, aku tidak mau kehilangan kau lagi Raisa. Sudah cukup selama ini aku menderita karena kau tiba-tiba saja menghilang, kau tidak ada kabar dan disaat kita bertemu lagi kau malah mengatakan jika kau telah menikah dengan Kelvin dan mengandung anaknya. Itu semua benar-benar membuatku merasa hancur, tapi aku lega karena saat ini aku sudah mengetahui kebenarannya. Saat ini kau telah mengandung Anakku, jadi kau harus bersedia untuk aku nikahi Sayang. Jangan lagi menundanya atau untuk berpikir ulang, kasihan Anak kita jika dia lahir tanpa seorang ayah. Aku akan bertanggung jawab dengan atau pun tanpa restu Mama," ucap Diego yang membuat Raisa menitikkan air matanya.


Ia benar-benar merasa terharu mendengar ucapan Diego tersebut dan juga merasa sedih atas hubungannya dengan Diego yang rasanya begitu sulit. Tetapi karena pria itu terus saja meyakinkannya, membuat Raisa pun setuju untuk kembali padanya dan juga bersedia untuk menikah dengannya.


"Apa kau yakin Sayang, kau bersedia untuk menikah denganku?" Tanya Diego untuk memastikannya lagi.


"Iya Kak aku bersedia. Aku juga tidak mungkin membiarkanmu berjuang sendirian, aku pasti akan melewati ini semua bersamamu Kak," ucap Raisa dengan sangat yakin.


"Terima kasih Sayang," ucap Diego yang merasa sangat bahagia.


Lalu keduanya pun berpelukan. Setelah melepas rindu dan terasa sangat lelah, kini keduanya tidur bersama di dalam kamar tersebut untuk beberapa jam dan terbangun di sore hari.


*****


"Untuk apa lagi kau menemuiku? Bukankah sudah aku katakan jangan pernah menggangguku lagi, karena cepat atau lambat aku pasti akan kembali bersama Diego," ucap Clarissa ketus di saat Darrel mengunjungi apartemennya.


"Jangan pernah bermimpi Clarissa, bahkan saat ini saja Diego sedang bersama dengan wanita yang masih sangat dicintainya," ucap Darrel.


"Apa maksudmu?" Tanya Clarissa tak mengerti.


"Apa perlu aku menjelaskannya?" Darrel bertanya balik, seakan mempermainkan Clarissa.


"Jangan bermain-main denganku Darrel. Cepat katakan apa yang kau maksud, siapa wanita yang masih dicintai Diego?" Tukas Clarissa.


"Siapa lagi kalau bukan Raisa. Saat ini Diego sedang bersamanya. Ya aku tidak tahu apa yang mereka lakukan yang jelas tadi Diego mengabariku, memintaku untuk menghandle perusahaan hari ini karena dia sedang bersama dengan Raisa di apartemen baru miliknya," ungkap Darrel.

__ADS_1


"Apartemen apa? Kenapa aku sama sekali tidak mengetahui tentang apartemen itu," ujar Clarissa.


"Ck, memangnya kau siapa yang harus tahu urusan Diego. Aku rasa tidak ada 1 orang pun yang mengetahuinya kecuali aku. Apartemen itu memang telah Diego siapkan saat dia masih bersama dengan Raisa, sengaja Diego beli untuk hidup bersama dengan istrinya. Hanya Raisa satu-satunya wanita yang sudah menginjakkan kaki di apartemen tersebut dan bahkan apartemen itu juga atas nama Raisa," terang Darrel yang membuat Clarissa begitu terkejut mendengarnya.


"Kau tidak sedang membohongiku 'kan?" Tanya Clarissa yang menatap Darrel penuh curiga.


"Untuk apa aku membohongimu Clarissa, aku hanya ingin kau sadar jika Diego sama sekali tidak pernah mengharapkanmu lagi. Kenapa sih kau tidak mau bersama denganku saja, kau tahu sendiri bahwa aku sangat tergila-gila padamu sejak dulu. Bahkan aku rela melakukan apapun untukmu, mengkhianati Bos-ku sendiri demi membalas sakit hatimu itu. Hanya aku yang tulus mencintaimu Cla," ucap Darrel.


"Jangan pernah mengatakan kika kau mengkhianati Diego itu semua demi aku. Bukankah kau juga dendam padanya, kau sangat tidak suka atas sikap Diego yang menurutmu terlalu angkuh dan suka memerintah sesuka hatinya tanpa memikirkan keadaanmu. Aku rasa kau yang seharusnya sadar bahwa kau itu hanyalah kacung yang sudah sewajarnya diperlakukan seperti itu, menurutku itu sama sekali tidak keterlaluan. Seharusnya kau itu bersyukur mempunyai bos yang baik seperti Diego," tukas Clarissa yang balik menyerang Darrel, tetapi kali ini tak membuat pria itu merasa sakit hati.


"Ya kau benar. Bagaimanapun juga Diego telah banyak membantuku, kalau bukan karena Diego aku tidak tahu bagaimana nasib hidupku sekarang. Bahkan aku sudah melakukan kesalahan saja dia masih bisa dengan mudah memaafkanku dan percaya lagi padaku," ucap Darrel.


"Tapi bagaimana seandainya Diego tahu apa yang pernah kau lakukan padanya waktu itu, kau membohonginya, kau mengkhianatinya, aku tidak yakin jika Diego masih bisa bersikap baik padamu," ucap Clarissa.


"Aku yakin Diego akan tetap memaafkanku, tapi tidak untukmu," ujar Darrel yang membuat Clarissa merasa sangat kesal dan hendak menampar pria yang ada di hadapannya itu.


Akan tetapi dengan cepat Darrel menangkap tangannya tersebut dan malah memaksa untuk mencium bibir Clarissa.


"Empht … ." Clarissa terus aja memberontak hingga ciuman itu pun terlepas.


"Apa yang kau lakukan pria ba ji ngan! Sudah aku katakan jangan pernah menyentuhku lagi," bentak Clarissa dengan murka.


"Sudahlah Clarissa, kau tidak usah sok jual mahal. Kita juga sudah sering melakukannya. Lalu apa kau pikir aku tidak tahu siapa kau sebenarnya. Aku orang yang paling tahu tentang kau Clarissa, apa hubunganmu dengan Mami Sheila, aku tahu semuanya. Aku mencintaimu sama seperti Diego mencintai Raisa yang akan mencari tahu apapun itu tentang masa lalu wanitanya. Diego sangat yakin jika Raisa adalah wanita yang sangat baik, dia akan meyakinkan orang tuanya supaya Nyonya Siska kembali merestui hubungan mereka," ucap Darrel.


"Aku tidak peduli mau kau mengetahui tentang masa laluku atau tidak. Jika kau mengatakannya kepada Diego ataupun ibunya, mereka tidak akan mungkin mempercayaimu begitu saja tanpa bukti. Dan satu hal lagi, kau bilang apa? Diego akan berusaha untuk membuat ibunya merestui hubungannya dengan wanita itu lagi? Itu tidak akan pernah terjadi karena saat ini Raisa sudah menikah dengan pria lain, bahkan sudah mengandung anaknya. Aku mendengarnya langsung waktu itu," ucap Clarissa.


"Clarissa, Clarissa, kau ini mengaku pintar tapi pada kenyataannya kau terlalu bodoh. Itu hanya akal-akalan mereka saja karena mereka ingin Diego tidak mengganggu Raisa lagi," tukas Darrel.


"Apa maksudmu, jangan coba-coba untuk membohongiku Darrel," tukas Clarissa.

__ADS_1


"Tentu saja itu semua adalah dusta, karena pada kenyataannya Raisa dan Kelvin tidak menikah dan anak yang dikandung oleh Raisa bukan Anak Kelvin, melainkan anak Diego sendiri," ucap Darrel yang lagi-lagi membuat Clarissa tersentak.


Bersambung …


__ADS_2