Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Masa Persidangan.


__ADS_3

Ternyata tempat yang dituju oleh Diego adalah tempat di mana asisten Carlos, yaitu Karen berada. Wanita itu yang sedang diincar karena dialah yang masih menyebabkan kekacauan meskipun Carlos saat ini sudah berada di lapas dan jika ada yang mengunjunginya pun sudah pasti Carlos diawasi dengan ketat sehingga tidak mungkin jika pria itu masih memerintahkan orang lain untuk berbuat kejahatan.


Karen tampak kelabakan karena pada akhirnya tempat persembunyiannya itu ketahuan juga oleh Diego. Ya karena Diego memang benar-benar menyelidikinya dengan mengerahkan beberapa anak buah yang bertebaran di mana-mana, bukan hanya anak buah Diego saja melainkan anak buah Sastro dan Kelvin, berikut dengan kepolisian yang ikut bekerja sama mencari wanita itu.


"Sial! Aku harus ke ke mana sekarang? Bisa-bisanya mereka mengetahui di mana keberadaanku sekarang," umpat Karen yang bersembunyi di dalam kamar kecil pada sebuah kos-kosan itu, ia sempat mengintip Diego dan beberapa anak buahnya yang berada di luar serta mengepung kediamannya itu.


Diego mendobrak pintu kos-kosan tipe 36 itu hingga pintunya rusak, karena sedari tadi ia sudah mengetuk pintu tetapi tidak ada yang membukanya. Menurut laporan yang ia dapatkan dari anak buahnya, tidak ada yang keluar semenjak Karen masuk ke dalam rumah tersebut, sehingga sudah pasti Karen berada di dalam.


Tok … tok … tok …


Terdengar suara ketukan pintu kamar yang membuat Karen semakin ketakutan. Ia benar-benar tidak tahu harus melalukan apa saat ini, ia memutar otaknya memikirkan apa yang harus dilakukan ketika nanti Diego masuk ke dalam kamar tersebut. Mau bersembunyi tidak mungkin bisa, sehingga ia hanya bisa menghadapinya saja.


"Cepat buka pintunya! Aku tahu kau ada di dalam, jika kau tidak keluar maka jangan salahkan aku jika aku merusak pintu ini. Keluar!" Teriak Diego.


Akan tetapi tetap tidak ada tanda-tanda ada yang akan membukakan pintu tersebut, sehingga membuat Diego semakin murka.


"Dobrak!" Titah Diego sehingga Jason pun langsung saja mendobraknya, hanya dalam tiga kali hentakan kini pintu pun berhasil dibuka.


Betapa terkejutnya Diego, Jason dan juga Ken karena melihat Karen yang di saat itu sudah menyodorkan pistol ke hadapan mereka semua.


"Apa yang mau kau lakukan?" Tanya Diego.


"Mundur! Jika kalian semua tidak mundur maka pistol ini akan aku tembakan. Jangan salahkan aku jika diantara kalian ada yang mati karena peluru pistol ini," ancam Karen.


"Jangan macam-macam, kau sudah terkepung jadi tidak usah lagi untuk mengelak atau menambah masalah," ujar Jason.


"Turunkan senjatamu itu atau kau yang akan menyesal," kata Ken pula.


"Ha … ha … ha … . Aku sama sekali tidak takut dengan ancaman kalian, sekarang nyawa kalian semua itu ada di tanganku." Karen tertawa terbahak-bahak


"Katakan apa maumu?" Tanya Diego yang tak suka berbasa-basi.


"Aku hanya ingin bebas. Aku ingin pergi dari sini, aku akan pergi ke luar negeri dan aku janji tidak akan mengganggu kalian semua lagi," ucap Karen yang mengutarakan keinginannya.


"Kau yakin?" Tanya Diego.


"Ya aku yakin. Aku juga melakukan ini semua karena Tuan Carlos dan sekarang Tuan Carlos sudah ditahan Polisi, jadi apa yang bisa aku lakukan," tukas Karen.


"Kalau begitu silahkan lewat, kau boleh pergi kata," kata Diego.


Tentu saja keputusannya itu membuat Karen sangat senang. Berbeda dengan Jason dan Ken yang merasa jika tuannya tersebut terlalu mudah untuk percaya dengan wanita licik seperti Karen.


Pelan tapi pasti Karen melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar melewati Diego dan kedua anak buahnya itu, dengan pistol yang masih dipegangnya.


Akan tetapi di saat Karen sudah berada di dekatnya, dengan cepat Diego menendang kaki wanita tersebut hingga pistol yang dipegangnya pun terjatuh. Bahkan asisten Carlos itu tersungkur di atas lantai. Lalu dengan secepat kilat Diego langsung saja menahan wanita tersebut dengan menarik kedua tangannya ke belakang.


"Jangan kau pikir aku bodoh dengan semudah itu melepaskanmu begitu saja wanita licik," tukas Diego.


Jason dan Ken merasa sangat lega ternyata tuannya menggunakan trik supaya bisa meluluhkan wanita itu tanpa harus ada yang terluka di sana, membuat keduanya juga merasa kagum.

__ADS_1


Lalu Jason dan Ken mengamankan wanita tersebut dengan mengikat tangannya.


"Lepaskan aku bang sat! Brengsek kau Diego, kau tidak menepati janjimu," ucap Karen dengan emosi.


"Janji apa hah! Aku sama sekali tidak berjanji apapun denganmu. Sekarang kau juga harus dibawa ke Kantor Polisi untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatanmu, kaulah yang menyebabkan masih banyak orang jahat yang berkeliaran di luar sana dan membuat orang-orang terdekatku terluka serta ketakutan. Jangan kau pikir aku tidak tahu, seharusnya kau tahu bahwa aku tidak sebodoh itu," ucap Diego dengan tatapan tajam.


Setelah diikat Jason dan Ken membawa Karen menuju ke mobil, tetapi wanita itu terus saja pemberontak minta untuk dilepas, sehingga pada akhirnya Ken pun terpaksa mengeluarkan sapu tangan yang sudah diberi obat bius lalu menutup hidungnya.


Digo dan Jason benar-benar tidak menyangka jika Ken sudah mempersiapkan itu semua.


"Bagus Ken, gajimu bulan depan akan naik," ucap Diego.


"Terima kasih banyak Tuan," ucap Ken tersenyum senang.


"Kau jangan khawatir Jason, gajimu juga pasti akan naik. Karena kalian semua sudah banyak membantuku," ucap Diego yang melihat Jason tampak terdiam.


"Terima kasih banyak Tuan," ucap Jason.


Lalu segera saja mereka membawa Karen menuju ke Kantor Polisi agar segera ditindaklanjuti oleh pihak yang berwajib.


*****


Hari-hari terus saja berlalu, hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan tidak terasa sudah tiba saatnya masa persidangan Carlos. Bukan hanya Diego dan Sastro saja yang hadir di persidangan tersebut, tetapi Kelvin dan Raisa juga berada di sana.


Sidang pun telah berlangsung, baik pengacara maupun saksi tampak memberikan keterangan untuk membela para kliennya masing-masing. Hingga pada akhirnya sidang ditutup dan akan dilanjutkan pada Sidang Vonis nantinya.


_____


Diego dan Raisa akan mengantar ayahnya tersebut ke kediamannya, sementara Kelvin sudah langsung kembali ke perusahaan.


"Tapi kau lihat sendiri 'kan Diego, bagaimana pembelaan yang dilontarkan pengacara Carlos. Bisa saja dia tidak akan dijatuhkan hukuman penjara seumur hidup," kata Sastro.


"Kita belum tahu apa keputusan Hakim Yah. Carlos itu sudah banyak membuat kejahatan yang banyak merugikan banyak negara, belum lagi membunuh orang di mana-mana seperti binatang, jadi mana mungkin dia akan bebas. Aku yakin kalau Carlos itu pasti akan dipenjara seumur hidupnya," ucap Raisa dengan yakin.


"Ya mudah-mudahan saja seperti itu. Ayah juga berharap jika hukum berjalan seadil-adilnya," ucap Carlos.


"Iya dan bukan hanya Carlos saja tetapi seluruh anak buahnya, supaya mereka mengalami efek Jera dan tidak akan membuat kejahatan lagi di saat keluar nanti. Oh iya bagaimana dengan Clarissa dan Darrel, aku dengar kemarin Clarissa disiksa lagi oleh senior di sana. Kapan mereka akan bebas?" Tanya Raisa.


"Masih butuh beberapa tahun lagi Sayang, mereka juga tidak bisa berbuat apapun di sana. Soal Clarissa sekarang dia sudah dipindahkan," jawab Diego.


"Oh … syukurlah. Awas Kak!"


Cheat …


Diego menghentikan mobilnya secara mendadak karena di saat itu Raisa melihat ada seseorang yang tiba-tiba lewat di depan mobil tanpa Diego ketahui.


Tok … tok … tok …


"Heh keluar kau! Kau sudah menabrak Anakku," kata seorang ibu paruh baya sembari mengetuk kaca mobil, sehingga Diego pun membuka kaca mobilnya tersebut.

__ADS_1


Digo, Raisa dan Sastro pun keluar dari mobil untuk melihat apa yang terjadi.


"Ada apa ini?" Tanya Diego dengan wajah datar.


"Kau masih bertanya ada apa? Apa kau tidak lihat, kau sudah menabrak Anakku," ucap ibu paruh baya itu.


"Nona, apa Nona baik-baik saja? Tanya Raisa yang menghampiri seorang wanita kira-kira berusia 20 tahun dan saat ini terduduk di atas tanah.


"Tidak apa-apa bagaimana, kau tidak lihat Anak saya tertabrak mobil kalian. Ini di persimpangan, apa kalian itu tidak bisa membawa mobil pelan-pelan. Saya tidak mau tahu kalian harus ganti rugi," kata ibu tersebut.


Sastro melihat jika ada kejanggalan di sana, bagaimanapun juga ia bukanlah orang yang mudah tertipu apalagi dengan trik-trik seperti ini.


"Maaf Nona muda, apa Nona benar-benar tadi tertabrak?" Tanya Sastro.


"Iya Tuan, ini kaki saya terkilir dan tidak bisa bangun. Akh … ," jawab wanita muda itu dan merintih seolah kesakitan.


"Tanggung jawab Tuan, kalian itu orang kaya, bermobil mewah. Masa hanya seperti ini saja harus banyak bertanya," kata salah satu masyarakat di sekitar.


"Ada yang aneh, aku merasa tidak menabrak siapapun," batin Diego.


Bahkan Raisa juga merasa curiga karena memang tadi ia tidak terlambat untuk memberitahu suaminya, sehingga mobil berhenti secara mendadak dan ia yakin jika Diego tidak menabrak apapun.


"Begini saja, kalau Nona ini memang terluka maka aku akan membawanya ke rumah sakit sekarang juga. Aku akan bertanggung jawab dengan membayar seluruh biaya rumah sakit Nona ini," ucap Diego.


"Aku setuju, ayo Nona dan Ibu sebagai ibunya juga boleh ikut," kata Raisa kepada ibu paruh baya itu.


"Tidak perlu, saya hanya perlu uang saja, biar saya yang membawa Anak saya ke tukang urut, bukan ke rumah sakit. Karena anak saya keseleo," kata wanita paruh baya itu, yang membuat kecurigaan mereka semakin bertambah.


"Apa kau pikir kami ini adalah orang-orang bodoh yang mudah ditipu. Hanya trik-trik kecil penipu seperti ini saja aku sudah bisa menebaknya, kau salah target. Apa kau tahu aku baru saja pulang dari persidangan menangani kasus seorang mafia kejam yang sebentar lagi akan masuk ke dalam penjara, jadi jangan pernah mencoba-coba untuk membohongi kami kalau kau tidak mau bernasib sama," ucap Diego yang membuat ibu itu tersentak.


"Maksudmu apa? Apa kau sedang mengancam rakyat kecil seperti kami?" Tanya ibu tersebut yang mencari pembelaan.


"Aku rasa kau tidak perlu bertanya apa maksudku, sekarang juga aku bisa melaporkan kalian ke Polisi atas kasus penipuan. Perlu kau tahu di dalam mobilku itu terdapat CCTV untuk melihat kebenarannya, jadi lebih baik sekarang bawa Anakmu pergi dari sini sebelum aku berubah pikiran," ucap Diego.


Ibu paruh baya dan anaknya tersebut terlihat sangat ketakutan, karena ucapan Diego memang terlihat tidak main-main.


"Ayo kita pergi dari sini," kata ibu tersebut yang langsung saja menarik tangan anaknya dan terlihat keduanya bisa berjalan dengan sangat normal.


"Dasar penipu," kata seseorang yang berada di sana.


"Tuan, Nyonya Maafkan saya karena tadi sudah menuduh Tuan yang bukan-bukan," ucap seorang pria.


"Tidak apa-apa. Jadikan pelajaran saja, jika tidak melihatnya secara langsung jangan menuduh orang lain sembarangan," ucap Diego.


Lalu Diego beserta istri dan mertuanya itu pun kembali masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan.


"Ada-ada saja," ucap Diego yang terlihat sangat kesal.


"Sabar Kak, itu hanya masalah kecil saja," ucap Raisa sembari mengusap lembut pundak suaminya itu.

__ADS_1


Digo tersenyum dan meraih tangan istrinya tersebut lalu mencium punggung telapak tangannya, sehingga membuat perasaannya pun lebih tenang.


Bersambung …


__ADS_2