Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
3 Tahun.


__ADS_3

Setelah sidang waktu itu, pada akhirnya Hakim pun memutuskan bahwa Darrel dan Clarissa dijatuhkan hukuman selama 3 tahun penjara setelah dikurangi masa hukuman. Karena memang pengacara Burhan mengatakan jika waktu itu Darrel tidak mencoba untuk membunuh Raisa, hanya mencelakainya sedikit saja dan terbukti jika Raisa tidak meninggal. Hanya kebetulan saja Darrel melukainya tepat di pergelangan tangan Raisa karena ketidaksengajaan dan menurut pengakuan Darrel ia memang tidak berniat untuk membunuh wanita tersebut, sehingga ia tidak terlibat dalam percobaan pembunuhan.


3 tahun benar-benar sudah waktu tersingkat yang harus mereka jalani. Dengan berada di dalam sel tahanan, Raisa maupun yang lainnya berharap jika Darrel dan Clarissa bisa berubah menjadi orang yang lebih baik, mereka tidak akan pernah berbuat kejahatan lagi. 3 tahun itu waktu yang singkat tanpa serasa jika Clarissa dan Darrel bisa menjalaninya dengan ikhlas. Tetapi tanpa sepengetahuan Raisa, Diego maupun keluarganya keduanya tidak akan pernah berubah sampai kapanpun, malah mereka sudah mempunyai rencana lain di saat nanti sudah bebas.


"Tuan, saat ini orang-orang yang Tuan tolong itu sudah berada di sel tahanan, apakah Tuan akan tetap diam saja sambil mereka berdua keluar atau Tuan ingin melakukan sesuatu untuk membalas dendam?" Tanya Karen yang sudah mendengar semua kisah hidup tentang tuannya tersebut.


"Tentu saja aku tidak mungkin tinggal diam Karen, aku harus tetap melakukan cara untuk memberikan peringatan kepada Sastro. Oke sekarang ini dia bisa senang karena sudah bertemu dengan anaknya, tapi lihat saja nanti pasti dia akan merasakan apa yang pernah aku rasakan waktu itu, yaitu kehilangan orang yang aku cintai," ucap Erros dengan tatapan tajam.


"Baik Tuan kalau begitu, apapun yang Anda butuhkan dari saya, apapun yang Anda inginkan, tolong kabarkan saja kepada saya. Saya pasti akan siap melakukannya," ucap Karen.


"Itu sudah pasti karena kau adalah asistenku yang paling bisa diandalkan. Sekarang kau boleh keluar dari ruanganku, terserah lakukan apapun yang ingin kau lakukan, gunakan waktumu sebaik mungkin sebelum banyak pekerjaan yang akan aku limpahkan padamu," titah Eros.


"Baik Tuan, kalau begitu saya permisi dulu," pamit Karen, lalu meninggalkan ruang kerja Erros yang berada di kediamannya.


*****


Sementara itu, Sastro dan Diego merasa tidak terima karena Clarissa dan Darrel hanya dihukum selama 3 tahun yang menurut mereka waktunya sangat cepat sekali. Saat ini Diego, Raisa dan Denis berada di kediaman Wijaya sesuai keinginan Raisa waktu itu karena Siska sudah berangkat ke Bandung.


"Yah, aku rasa dalam waktu 3 tahun itu tidak akan membuat efek jera untuk mereka, waktunya terlalu singkat," ucap Diego.


"Entahlah Diego, mau bagaimana lagi karena saingan kita memang sangat berat. Ayah tahu siapa Erros dan kau juga tahu siapa pengacara Burhan, sangat sulit sekali untuk dilawan. Tapi kalau menurut Ayah 3 tahun itu sudah lumayan daripada mereka tidak dihukum sama sekali," ujar Sastro.


"Iya Yah, memang itu lebih baik daripada tidak sama sekali. Tapi saat ini mereka berdua ada di balik perlindungan Erros, apakah mungkin jika nantinya saat mereka keluar mereka benar-benar bertobat atau mereka malah akan membalas dendam kepada kita karena mengikuti jejak Erros?" Tanya Diego yang terlihat khawatir.


"Sebenarnya apa yang kau khawatirkan ini sama seperti apa yang Ayah khawatirkan Diego, tapi lebih baik Raisa tidak mengetahui hal ini ya. Kita berusaha untuk bersikap tenang saja, Ayah tidak mau Raisa yang di saat ini sedang mengandung malah merasa khawatir dan akan berpengaruh tidak baik dengan janinnya," ucap Sastro.


"Iya Ayah aku mengerti, aku juga tidak mau hal itu terjadi dengan istriku," ucap Diego.


Lalu Diego pun keluar dari ruang baca ayah mertuanya tersebut dan kini melangkahkan kakinya hendak menghampiri istri dan anaknya yang di saat itu terlihat sedang bermain di ruang keluarga.


"Hai anak Papa, kau sedang bermain apa? Senang tidak berada di rumah Opa?" Tanya Diego kepada sang anak.

__ADS_1


"Papa, aku hanya sedang bermain robot-robotan nih Pa. Tentu saja aku senang karena di sini lebih ramai, aku bisa bermain dengan om Kelvin juga. Tapi aku merindukan Oma, kapan ya Pa Oma pulang?" Ucap Denis.


"Oh Oma mungkin pulangnya bulan depan, tapi 'kan sudah ada Opa, jadi tidak apa-apa 'kan kalau kita di rumah Opa sementara waktu," jawab Diego.


"Iya Pa tidak apa-apa kok, aku senang bisa bermain dengan Opa juga," ucap Denis. "Sekarang Om Kelvin 'kan sedang ke kantor, kalau Opa ada di mana Pa?" Tanyanya.


"Opa tadi ada di ruang baca, nanti Opa juga akan keluar dan katanya Opa mau bermain dengan Denis," ucap Diego.


"Ye … asik … . Kalau begitu aku mau menghampiri Opa ke sana ya Pa, boleh 'kan?" Pinta Denis.


"Iya tentu saja boleh, tapi jangan mengganggu Opa ya. Ketuk pintu dulu," pesan Diego.


"Iya Pa," jawab Denis dan berlalu.


Sementara Diego menghampiri istrinya yang di saat itu terlihat sedang fokus menonton televisi, meskipun tadi tanpa sepengetahuan Diego ia curi-curi pandang melihat suami dan anaknya tersebut.


"Sayang ini sudah 1 minggu lamanya, apa kau masih marah padaku?" Tanya Diego, mengingat istrinya itu masih marah karena permintaannya waktu itu tidak dikabulkan.


"Tapi suasananya tidak enak Sayang, kau jadi tidak banyak bicara padaku, kau hanya bicara seperlunya saja. Oh ya satu lagi, aku juga tidak mendapat jatah darimu," ucap Diego yang tiba-tiba saja memeluk istrinya tersebut.


"Ih … lepas Kak, aku risih," ucap Raisa.


Tetapi Diego tak memperdulikannya, ia malah memeluk tubuh Raisa dan menggendongnya ala bridal, hendak membawanya ke kamar.


"Kak … turunkan aku Kak! Kau mau membawaku ke mana dengan cara seperti ini," pekik Raisa.


Lagi-lagi Diego tak menggubrisnya, ia tetap menggendong tubuh istrinya tersebut dan menaiki tangga.


"Kak Diego turunkan aku Kak," pinta Raisa sembari memukul kecil dada bidang suaminya tersebut.


"Diam Sayang, kalau kau memberontak bukan hanya berbahaya untukku dan kau saja, tetapi juga Anak kita," ujar Diego,

__ADS_1


Raisa pun terdiam tetapi ia enggan melihat suaminya itu, sehingga ia memejamkan matanya tetapi tangannya juga dikalungkan ke leher sang suami agar tidak terjatuh


Tanpa keduanya sedari, disaat itu ada Denis dan Sastro yang sembunyi dibalik pintu dan sedang melihat ke arah keduanya dan terkekeh.


"Lihat tuh Mama dan Papamu, ada-ada saja marah- marahan tapi gendong-gendongan seperti itu," tukas Sastro.


"Iya Opa, ada-ada saja ya," sahut Denis.


"Ya sudah sekarang Denis mau main apa, biar Opa menemani main ya," ucap Sastro.


"Main apa ya Kek enaknya," ucap Denis yang tampak berpikir.


"Bagaimana kalau bermain bola," usul Sastro.


"Boleh Opa, hore … aku akan bermain bola dengan kakek," ucap Denis yang terlihat begitu bahagia lalu cucu dan kakek tersebut pun keluar karena hendak bermain di halaman depan rumah.


_____


Sedangkan Diego saat ini sudah berada di kamar Raisa, lalu ia pun meletakkan tubuh istrinya tersebut ke atas kasur. Raisa terlihat masih ngambek dengan membuang wajahnya tersebut, enggan melihat sang suami.


"Sayang, kalau kau tidak melihatku sekarang maka aku akan membuka pakaianmu dengan paksa," ancam Diego.


"Kau mau apa Kak, jangan macam-macam ya," tukas Raisa.


"Aku tidak peduli, aku mau mengambil hakku malam ini," ucap Diego.


Pada akhirnya Raisa pun tersenyum padanya, yang membuat Diego merasa bahagia.


"Sayang, jangan ngambek-ngambek lagi ya. Sudah cukup kok mendiamiku selama hampir 1 minggu, aku merindukanmu," ucap Diego yang mendekatkan wajahnya tersebut.


Lalu Raisa pun ikut menatap suaminya dan keduanya saling menempelkan bibir, serta saling me lu mat.

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2