Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Terpaksa Berbohong.


__ADS_3

Karena tak ingin membuat istri dan juga ibunya khawatir, meskipun sebenarnya saat ini masalah perusahaan jauh dari kata selesai, bahkan Diego belum bisa memecahkan teka-teki orang yang mengirim surat ancaman tersebut, tetapi ia pun memilih untuk pulang ke kediamannya terlebih dulu. Sambil memikirkan cara apa yang harus ia lakukan untuk menanganinya dan tentu saja Diego juga tidak akan mungkin bisa menyelesaikan masalah ini sendiri, sehingga ia meminta bantuan Sastro dan juga beberapa orang yang bisa membantu mengatasi masalahnya saat ini.


Saat ini Diego sudah berada di dalam perjalanan menuju ke kediamannya dan di saat itu ada pesan masuk dari Raisa yang menanyakan di mana keberadaannya. Diego pun membalas pesan tersebut dengan voice note dan mengatakan jika ia akan segera sampai ke rumah karena saat ini sudah berada di perjalanan.


*****


"Bagaimana Raisa, apa Diego membalas pesanmu?" Tanya Siska yang menghampiri Raisa di teras rumah.


Karena tadi menantunya itu mengatakan hendak menanyakan di mana keberadaan suaminya tersebut.


"Iya Ma, Kak Diego bilang sekarang dia sudah di dalam perjalanan menuju pulang ke rumah," jawab Raisa.


"Syukurlah, itu artinya memang Diego baik-baik saja. Ya sudah Mama mau mandi dulu ya, Denis sudah mandi dan sekarang dia ada di kamarnya," ucap Siska.


"Iya Ma, terima kasih ya Ma sudah membantu Denis. Aku minta maaf karena perasaanku yang tak menentu aku jadi kurang memperhatikan Denis hari ini," ucap Raisa.


"Tidak apa-apa Raisa, Denis itu 'kan juga cucu Mama, Mama sudah terbiasa kok mengurus Denis. Tapi Raisa lebih baik sekarang kau masuk saja ya, cuacanya semakin dingin karena hari semakin sore," ucap Siska.


"Nanti aku akan masuk Ma, aku mau menunggu Kak Diego dulu di sini. Kak Diego sudah mau sampai rumah kok Ma," ucap Raisa.


"Ya sudah kalau begitu, tapi jangan berdiri di sini ya, lebih baik kau duduk saja di sana sambil beristirahat," ucap Siska sembari menunjuk kursi di depan rumahnya.


Pada akhirnya Siska pun membiarkannya Raisa tetap berada di luar menunggu Diego, jika melarang menantunya itu sudah pasti sangat sulit, karena Raisa memang sangat keras kepala.


"Iya Ma," jawab Raisa diiringi anggukkan kepalanya.


Lalu Siska pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah dan menuju ke kamar. Sementara Raisa masih tampak menunggu suaminya di depan rumah.


"Nona Raisa, lebih baik Nona masuk saja ke dalam, karena keadaan di luar sekarang sedang tidak baik Nona," ucap Ramzi, bodyguard yang menjaga di luar.


"Tidak apa-apa Kak, aku mau di sini dulu menunggu Kak Diego. Nanti aku akan masuk bersama suamiku," ucap Raisa.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu Nona, aku akan melindungi Nona Raisa di sini," ucap Ramzi.


"Terima kasih ya Kak," ucap Raisa.


_____


Hingga beberapa menit kemudian, terlihat mobil Digo yang telah tiba dan masuk ke dalam pekarangan rumahnya. Pria tampan itu pun langsung saja keluar dari mobil dan menghampiri istrinya tersebut.


"Kak, kau sudah pulang?" Tukas Raisa.


"Iya Sayang, kenapa kau berada di sini? Bagaimana kalau ada bahaya yang menghampirimu," ucap Diego.


"Maaf Tuan, aku sudah mengatakannya kepada Nona Raisa untuk masuk ke dalam rumah, tetapi Nona Raisa tidak mau dan tetap kekeh mau menunggu Tuan di sini," ucap Ramzi.


"Kak, benar apa yang Kak Ramzi katakan, aku hanya ingin berada di sini untuk menunggumu pulang. Kak Ramzi menjagaku di sini, buktinya aku baik-baik saja 'kan? Jadi kau tidak perlu terlalu mengkhawatirkanku seperti itu," ucap Raisa.


"Ya syukurlah jika kau baik-baik saja. Ya sudah ayo kita masuk," ajak Diego.


_____


Selesai mandi, Raisa langsung saja merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Akhir-akhir ini ia selalu merasakan pinggangnya sakit, mungkin karena bawaan perutnya yang semakin besar dan saat ini usia kandungan Raisa sudah memasuki 8 bulan.


Saat ini Diego yang sedang berada dalam kamar mandi membersihkan dirinya dan di saat ia sudah selesai, Diego tersenyum melihat istrinya yang tampak memejamkan matanya. Sudah dipastikan jika Raisa pasti ketiduran seperti yang akhir-akhir ini selalu terjadi.


Setelah menggunakan pakaiannya, Diego pun langsung mendekati Raisa dan duduk di sampingnya. Lalu ia mencium kening istrinya tersebut dengan sangat lembut.


"Sayang, aku minta maaf ya tidak bisa menceritakan masalah yang sedang terjadi saat ini. Aku hanya tidak ingin kau merasa khawatir. Tapi aku janji Sayang, aku akan cepat menyelesaikan masalah ini," batin Diego dan kembali mencium kening Raisa, sehingga membuat istrinya itu terbangun.


"Kak, kau sudah selesai mandinya? Maaf ya aku ketiduran," ucap Raisa.


"Iya, aku baru saja selesai mandi. Sepertinya kau sangat lelah atau memang bawaan ibu hamil yang membuatmu sering ketiduran seperti ini," ujar Diego.

__ADS_1


"Mungkin saja seperti itu Kak. Akhir-akhir ini aku suka merasakan tubuhku cepat lelah, jadi setiap aku memejamkan mata dan terbaring seperti ini, pasti aku akan ketiduran meskipun hanya sebentar," ucap Raisa.


"Tidak apa-apa Sayang, bukankah lebih baik jika kau beristirahat? Kau memang harus banyak beristirahat, apalagi sebentar lagi kau akan melahirkan. Yang aku dengar katanya ibu-ibu yang baru saja melahirkan pasti akan kekurangan tidur karena bayinya," ucap Diego.


"Iya Kak, kau ini tahu saja ya dan aku rasa itu bukan karena yang kau dengar, tapi karena kau memang sudah b berpengalaman. Apa kau lupa jika kau sudah memiliki Denis Kak," tukas Raisa.


"!Oh iya juga ya, tapi kenapa ya rasanya seperti baru pertama kali aku menikah dan hendak memiliki anak," ucap Diego.


"Kak, kau tidak boleh berkata seperti itu dong. Bagaimanapun juga kita sudah memiliki anak pertama yaitu Denis," ucap Raisa yang memang sudah menganggap Denis sebagai anak kandungnya dan ia juga berjanji tidak akan pernah membeda-bedakan antara Denis dan anak kandungnya nanti.


"Iya Sayang, aku tadi hanya bercanda saja kok. Tentu saja Denis itu adalah anak pertamaku dan aku sangat menyayanginya. Dia adalah sumber kekuatanku selama ini selain Mama dan sekarang ada kau dan juga calon Anak kita. Terima kasih ya Sayang karena kau telah menganggap Denis seperti Anakmu sendiri," ucap Diego.


"Sama-sama Kak, aku juga sangat menyayangi Denis dan bagiku Denis itu juga anak pertamaku," ucap Raisa.


Lalu Digo pun memeluk Raisa yang masih dalam kondisi berbaring di atas tempat tidur, hingga ia ikut membaringkan tubuhnya di samping istrinya tersebut.


"Oh ya Kak, bagaimana masalah perusahaan? Kau tadi janji 'kan mau menceritakannya padaku," tanya Raisa.


"Oh iya Sayang, masalahnya sudah bisa aku tangani kok meskipun belum selesai dan hanya masalah sedikit aja, masalah kerjasama. Sepertinya ada kesalahpahaman tentang proyek yang saat ini sedang aku kerjakan bersama klien. Maka itu tadi aku bolak-balik ke perusahaan yang bekerjasama denganku sampai aku tidak membawa ponsel," ucap Diego yang sangat terpaksa mengarang cerita.


"Memangnya kenapa Kak? Kenapa bisa sampai salah paham, bukankah selama ini Kak Diego selalu menjalani kerjasama dengan baik-baik saja," tanya Raisa kebingungan.


"Iya ternyata permintaan klien tidak sesuai dengan perjanjian awal. Untuk itu saat ini aku sedang membereskannya supaya apa yang klien inginkan bisa terwujud dan perusahaanku juga tidak mengalami kerugian," ucap Diego yang lagi-lagi berbohong.


Karena Raisa juga tidak terlalu mengerti masalah perusahaan, ya karena dia dulunya hanya bekerja sebagai cleaning service, sehingga Raisa pun hanya mengiyakannya saja serta berusaha untuk memberi semangat kepada suaminya itu.


"Kak, kau yang sabar ya. Aku yakin kok kalau kau pasti bisa menyelesaikan masalah ini," ucap Raisa lalu memeluk tubuh suaminya itu.


Diego pun membalas pelukan tersebut, rasanya sangat hangat dan nyaman berada di pelukan istrinya, seakan bebannya seketika hilang. Meskipun sebenarnya ia menyimpan rasa bersalah di dalam lubuk hatinya yang paling dalam karena telah membohongi istrinya. Tetapi semua itu Diego lakukan demi kebaikan.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2