Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Diesa Queen Abimana.


__ADS_3

Sastro yang baru saja tiba di rumah sakit, serta Siska, Denis dan Jason yang sedari tadi sudah berada di sana merasa sangat lega mendengar suara tangisan bayi yang berasal dari ruang bersalin. Yang itu artinya Raisa telah melahirkan, hanya saja mereka belum mengetahui kabar Raisa dan anaknya saat ini yang membuat mereka masih merasakan was-was.


Sedangkan Raisa juga merasa sangat plong, rasa sakit yang tadi dirasakannya mendadak hilang setelah ia berhasil melahirkan seorang bayi cantik dan sangat mirip sekali dengan perawakan Diego. Bayi perempuan yang terlahir dengan BB 3,5 dan PB 50 cm itu lahir dengan selamat dan sehat, tanpa kekurangan apa pun.


Diego tidak henti-hentinya menangis dan mengucapkan rasa syukur atas kelahiran putri kecilnya tersebut ke dunia.


"Sayang, terima kasih banyak ya karena kau telah melahirkan putri kecil kita, kau telah berjuang sekuat tenaga. Terima kasih banyak," ucap Diego sembari mencium kening istrinya tersebut.


"Iya Sayang sama-sama," jawab Raisa.


Raisa dan Diego benar-benar merasa terharu bahagia memandangi wajah anak mereka yang di saat itu diletakkan oleh dokter di atas perut Raisa.


"Nyonya Raisa, Tuan Diego, bayinya begitu cantik, sehat, selamat ya atas kelahiran anak Tuan dan Nyonya. Bayinya akan dibersihkan dulu sebentar ya," ucap dokter.


"Iya Dok, terima kasih banyak ya," ucap Raisa lirih.


Lalu Suster pun mengambil bayi tersebut dan membersihkannya. Setelah itu suster mengembalikan bayi tersebut kepada kedua orang tuanya dengan meletakkan bayi di samping sang ibu. Di saat itu pun terlihat Siska, Sastro dan Denis masuk ke dalam ruangan tersebut dan langsung menghampiri keduanya.


"Raisa, Diego, selamat ya atas kelahiran anak kalian. Sekarang kau sudah menjadi seorang ibu, Raisa. Kau begitu hebat karena telah berhasil melahirkan seorang anak ke dunia dengan selamat, bayinya sangat cantik," ucap Siska.


"Terima kasih banyak Ma. Ini semua juga tidak lepas dari doa Mama dan keluarga," ucap Raisa.


"Terima kasih banyak Ma, aku benar-benar merasa sangat bahagia," ucap Diego pula.


"Raisa, selamat ya Nak. Ayah senang karena kau telah melahirkan dengan selamat, bayimu juga sehat," ucap Sastro.


"Terima kasih banyak Yah. Ayah sudah sembuh ya, kenapa Ayah datang ke sini?" Tanya Raisa yang merasa sangat khawatir.


"Kau tidak perlu mengkhawatirkan Ayah, ayah baik-baik saja. Ayah datang ke sini bersama supir karena Kelvin ada keperluan lain," jawab Sastro.


"Oma, adek bayinya lucu ya. Kapan adek bayinya boleh dibawa pulang? Aku mau bermain dengan Adek bayi," ucap Denis.


"Sabar dong Sayang, Adek bayinya itu baru saja keluar dari perut Mama, jadi butuh istirahat dulu di rumah sakit. Mungkin besok baru Adek bayinya boleh pulang," jawab Siska.


"Iya Oma. Tapi aku boleh 'kan ajak Adik bayinya berbicara?" Tanya Denis.


"Tentu saja boleh, ini 'kan adiknya Denis. Ayo sini Sayang," ucap Raisa.


Lalu Denis pun mendekat dan di saat itu ia menyentuh pipi adiknya dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang.


"Adek bayi, cepat pulang ke rumah ya. Nanti Kak Denis akan mengajakmu bermain, Kak Denis sayang Adek," ucap Denis yang membuatnya semuanya pun tersenyum karena merasa sangat gemas.


"Raisa, Diego, apa kalian sudah mempunyai nama untuk bayi perempuan kalian yang cantik ini?" Tanya Siska yang begitu bahagia.

__ADS_1


"Iya Ma, aku menyerahkan nama Anak kami kepada Kak Diego sepenuhnya sebagai bentuk rasa cintaku untuk Kak Diego," jawab Raisa.


"Sayang, sebenarnya dengan kau melahirkan Anak kita ke dunia dengan selamat, ini sudah merupakan bentuk rasa cintamu padaku Sayang. Tapi karena kau menginginkan aku memberi nama Anak kita 100%, oke aku sudah punya nama untuk Anak kita," jawab Diego.


"Siapa Diego?" Tanya Siska.


"Diesa Queen Abimana. Bagaimana? Aku tidak perlu menjelaskan lagi 'kan arti dari nama itu. Pasti kalian semua sudah tahu," ucap Diego.


"Ya Diego, Ayah sudah langsung mengetahuinya," jawab Sastro.


"Nama yang bagus, Mama sangat setuju. Namanya juga sangat mirip dengan nama Denis, Denis King Abimana," ucap Siska.


"Sayang, bagaimana apakah kau setuju dan menyukai nama yang aku berikan?" Tanya Diego kepada sang istri.


"Iya Kak, tentu saja aku sangat suka. Diesa itu kepanjangan dari nama kita 'kan, Diego dan Raisa," ucap Raisa.


"Ya kau benar Sayang. Itu adalah nama singkatan dari nama kita berdua dan aku sudah memikirkannya matang-matang," ucap Diego.


"Iya Kak, aku sangat menyukainya," jawab Raisa.


"Semoga kelak Diesa menjadi anak yang baik, menurut ucapan orang tua, anak yang berbakti. Sama seperti kakaknya, Denis," ucap Siska.


"Aamiin." Semua pun ikut mengaminkan dan mendoakan.


Malam ini Diego dan Ramzi yang menemani Raisa di rumah sakit, sedangkan Sastro pulang dijemput oleh Kelvin setelah menjenguk keadaan adik angkatnya tersebut. Begitu juga dengan Siska dan Denis yang pulang bersama Jason.


*****


"Om, aku baru saja mendengar kabar jika anak Sastro sudah melahirkan. Tentunya sekarang mereka sedang berbahagia dengan hal itu," ucap Roy.


"Jadi kau datang ke sini hanya ingin menyampaikan hal itu. Sebelum kau mengetahuinya aku sudah tahu terlebih dulu Roy, orang-orangku ada di mana-mana dan selalu mengawasi mereka. Kita biarkan saja dulu mereka menikmati kebahagiaan itu, nanti setelah mereka cukup puas, baru aku akan bertindak," ucap Erros.


"Sebenarnya apa yang ingin Om lakukan? Kenapa kita tidak bekerja sama saja Om. Bukankah bekerja sama itu akan lebih mudah," ujar Roy yang akhirnya pun menyampaikan keinginannya tersebut.


"Tidak perlu, apa kau pikir aku ingin mengambil resiko saat bekerja sama denganmu karena kebodohan-kebodohan yang kau lakukan," kata Erros to the point.


"Tapi Om aku sudah belajar dari kesalahanku, aku juga tahu jika saat ini kita tidak boleh bertindak gegabah. Untuk itu aku bersabar, aku membiarkan mereka bahagia terlebih dulu sambil mencari tahu kelemahan Diego saat ini," kata Roy.


"Dari ucpanmu ini saja sudah cukup membuktikan jika kau itu benar-benar bodoh. Kau mencari kelemahan Diego saat ini, sudah pasti kelemahannya sangat banyak. Apalagi dengan kehadiran anak mereka itu. Tapi tetap saja kita belum bisa bertindak sekarang," kata Erros.


"Terus saja Erros, terus saja kau menghinaku dan mengatakan aku bodoh. Kau tunggu saja waktunya tiba nanti, bukan hanya mereka yang hancur, tetapi juga kau," batin Roy yang lagi-lagi merasa muak dengan Om-nya tersebut.


Mendengar semua hinaan yang keluar dari mulut Erros, rasanya terdengar sangat menyakitkan bagi Roy. Akan tetapi lagi-lagi ia tak bisa melawan karena kekuasaan yang dimiliki oleh Om-nya tersebut.

__ADS_1


"Ya sudah Om, aku hanya ingin menyampaikan hal itu saja. Aku tidak tahu jika ternyata Om sudah mengetahuinya," ucap Roy.


"Oh ya satu hal lagi pesanku, sebagai Om aku masih peduli padamu, jika kau tidak ingin mati konyol atau ditangkap Polisi maka pikirkan lagi cara yang matang untuk menghancurkan mereka. Jangan bertindak semaumu," pesan Erros.


"Aku akan selalu mengingat pesan itu, terima kasih Om," ucap Roy, lalu ia pun keluar dari ruangan Erros.


"Pria bodoh mau mengajakku bekerja sama," gumam Erros tersenyum smirk.


Di saat itu pun Erros meraih ponsel yang ia letakkan di atas meja, lalu menghubungi seseorang.


"Lakukan sekarang!"


Setelah orang yang dihubunginya itu mengerti, Erros pun langsung saja memutuskan panggilan telepon tersebut.


"Selamat datang ke dunia cucu Sastro. Saat ini telah bertambah kebahagiaan Sastro dengan kehadiranmu, tapi aku pastikan jika kebahagiaan itu pasti hanya mereka rasakan sebentar saja. Aku tidak akan mungkin membiarkan kalian merasakan kebahagiaan itu selamanya," ucap Erros dengan tatapan yang begitu tajam.


*****


1 bulan pun telah berlalu, sejauh ini kondisi keluarga Wijaya dan Abimana terbilang cukup aman. Tidak ada lagi ancaman-ancaman datang ataupun orang jahat yang hendak mencelakai keluarga mereka. Tetapi meskipun demikian, Diego tetap berjaga-jaga dengan memperkerjakan 3 Bodyguard di rumahnya. Aron, Bodyguard yang selalu mengawasi Raisa juga saat ini telah pulih dan sudah kembali bekerja.


Saat ini keluarga mereka sedang diliputi rasa bahagia dengan kehadiran Diesa yang semakin hari terlihat semakin menggemaskan. Diego juga terlihat semakin mencintai Raisa, ia selalu berusaha untuk melindungi istrinya tersebut serta membantunya dalam mengurus anak.


Raisa juga telah pulih dan ia begitu telaten mengurus anaknya meskipun sudah ada baby sister yang membantu, karena Raisa ingin menghabiskan banyak waktu bersama anaknya. Hanya saja di saat sedang ada keperluan, barulah ia akan menyerahkan anaknya kepada baby sister.


"Nyonya Raisa, lebih baik Nyonya Raisa makan dulu. Biar saya saja yang menjaga Nona Diesa," ucap suster.


"Ya sudah Sus, kalau begitu saya titip Diesa ya, saya mau makan dulu sebentar," ucap Raisa.


"Baik Nyonya. Saya pasti akan menjaga Nyonya Diesa dengan baik di sini," ucap suster.


Karena saat ini Raisa sudah bergelar menjadi seorang ibu dan ia juga sudah ada Nona kecil di dalam kediaman Abimana, membuat Raisa kini dipanggil dengan sebutan Nyonya. Sedangkan Siska mendapat gelar baru sebagai Nyonya besar di rumah tersebut.


Saat Raisa sudah keluar dari kamar dan menuju ke ruang makan, terlihat suster yang bernama Ayumi itu menghubungi seseorang melalui telepon.


"Tuan, kapan saya harus bertindak. Karena sepertinya saat ini sudah waktunya.


"Oh, baik Tuan."


Lalu Suster itu itupun mengakhiri teleponnya, takut jika nanti ada yang mendengar ucapannya itu.


Bersambung …


__ADS_1


__ADS_2