Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Tak Pernah Terbayangkan.


__ADS_3

Kelvin terlihat setengah berlari mengejar wanita itu, berharap jika ia masih bisa bertemu dengannya lagi. Tetapi pada kenyataannya, wanita tersebut sudah tak terlihat lagi dari pandangan matanya. Wanita itu juga sudah mengatakan kepada Kelvin jika taksi online yang dipesannya telah tiba, untuk itulah ia terburu-buru pergi keluar dari mall.


"Dia sudah pergi, benar-benar tidak ditakdirkan untuk bertemu lagi. Kevin … Kelvin, kenapa sih kau itu masih saja bodoh kalau soal wanita. Tapi kenapa aku ingin sekali berkenalan dengannya, ini aneh. Apa mungkin ini hanya gara-gara ingin membalas kebaikannya, hanya ingin mengucapkan terima kasih? Ya mungkin saja seperti itu," batin Kelvin.


Kelvin yakin jika ia tidak mungkin menyukai wanita yang baru saja bertemu dengannya untuk pertama kali, apalagi sampai saat ini masih ada Raisa di dalam hatinya. Rasanya sangat sulit untuk melupakan Raisa setelah apa yang mereka lalui bersama, meskipun Raisa menganggapnya biasa saja, sama sekali tidak ada yang spesial.


Lalu Kelvin pun masuk ke dalam mobilnya dan melaju meninggalkan mall menuju ke kediaman Abimana.


Saat berada diperjalanan dan sudah tampak jauh dari mall, di saat itu Kelvin terkena lampu merah, sehingga ia pun memberhentikan mobilnya tersebut. Tanpa sadar ternyata Kelvin bersebelahan dengan taksi yang dinaiki oleh wanita yang tadi bertemu dan menolongnya, tetapi Kelvin sama sekali tak melihatnya, begitu juga dengan wanita itu. Hingga setelah lampu lalu lintas kembali berwarna hijau, Kelvin yang terlebih dulu melaju tanpa melihat wanita itu sama sekali.


*****


Sementara itu, Sastro saat ini sudah berada di kediaman Abimana menjenguk sang cucu. Semenjak Raisa dan Diego memiliki anak, ayah Raisa itu memang sering berkunjung ke sana. Apalagi dengan kondisi Raisa yang baru saja sebulan melahirkan, ia belum diperbolehkan ke mana-mana oleh suaminya, Raisa pun hanya fokus untuk menjaga anaknya di rumah saja. Sehingga jika merindukan anak dam cucu-cucunya, maka Sastro lah yang akan datang berkunjung.


"Ayah, terimakasih ya sudah sering-sering datang ke sini untuk menjenguk kami. Sebenarnya aku sudah bisa kok kalau mau ke rumah Ayah, apalagi 'kan ada Sus Ayumi dan ada supir yang mengantar kami. Jadi Ayah tidak perlu selalu ke sini," ucap Raisa.


"Tidak apa-apa Raisa. Kau itu belum diperbolehkan Diego untuk keluar rumah dan menurut Ayah itu memang lebih baik. Ini semua demi keselamatanmu dan juga Anak-Anakmu Raisa. Memang apa salahnya jika Ayah datang ke sini ingin melihat Anak dan cucu-cucu ayah?" Tukas Sastro.


"Ya sama sekali tidak ada salahnya Yah, aku hanya tidak mau Ayah terlalu lelah karena sering bolak-balik ke sini. Jarak dari rumah Ayah ke sini juga lumayan cukup jauh," ujar Raisa.


"Siapa bilang, 1 jam saja tidak sampai," ujar Sastro.


"Tapi tetap saja Ayah tidak boleh terlalu kecapean, aku tidak mau kalau sampai Ayah sakit," ucap Raisa.


"Iya Raisa, kau tenang saja dan tidak perlu mengkhawatirkan Ayah seperti itu. Tidak disangka ya waktu begitu cepat berlalu, Ayah bertemu denganmu lalu kau menikah dan sekarang kau sudah memiliki anak, Ayah sudah memiliki cucu. Kebahagiaan Ayah benar-benar sudah lengkap Raisa," ucap Sastro yang terharu bahagia.


"Iya Ayah, aku juga tidak menyangka akan ada hal ini di dalam hidupku. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa aku masih memiliki seorang ayah yang begitu menyayangiku, bisa memiliki suami seperti Kak Diego, memiliki 2 anak, ibu mertua yang begitu baik padaku. Tuhan benar-benar baik ya Yah, aku juga merasa sangat bahagia," ucap Raisa yang memeluk ayahnya tersebut.


Di saat itu pun terdengar suara Diesa dan juga tersenyum seolah ikut merasakan kebahagiaan ibu dan kakeknya tersebut. Sehingga keduanya melerai pelukan dan menatap bayi mungil itu.


"Cucu Opa juga ikut merasa bahagia ya? Oh ya Apa kau mau main-main dengan Opa?" Tanya Sastro.


"Tentu saja dong Opa aku mau." Raisa menjawab seolah menjadi anaknya, lalu ia pun mengambil Diesa dari baby stroller dan menyerahkan kepada Sastro.


"Opa … !"


Terdengar suara Denis yang baru saja bangun tidur dan muncul bersama Suster Ayumi yang tadi menjemputnya di kamar. Bocah kecil itu pun langsung saja menghampiri kakeknya tersebut dan menyalaminya.


"Nah ini dia jagoan Opa, apa kau baru bangun tidur?" Tanya Sastro.

__ADS_1


"Iya Opa, aku baru saja bangun tidur. Kata Sus Ayumi ada Opa di sini, jadi aku langsung ke sini," jawab Denis.


"Ayah, aku titip Diesa dan Denis dulu ya. Ada Sus Ayumi juga di sini, kasih saja Diesa-nya ke Sus Ayumi kalau Ayah sudah capek gendongnya. Aku mau membuat sesuatu dulu di dapur," ucap Raisa.


"Ada aku juga Ma, aku akan membantu Opa dan Sus Ayumi untuk menjaga Adek," kata Denis.


"Oke, kalau begitu Mama titip adek ya. Kak Denis harus menjaga Adek dengan baik," ucap Raisa.


"Oke Mama Sayang," jawab Denis.


"Sayang, kau tidak perlu repot-repot. Ayah hanya ingin melihat kalian saja," kata Sastro.


"Tidak repot sama sekali Ayah. Kebetulan temanku juga katanya mau datang ke sini, jadi tadi aku sudah meminta tolong Bibi untuk membeli bahan-bahannya dan aku mau membuat brownies coklat. Memangnya Ayah tidak Rindu dengan brownies buatanku," kata Raisa yang waktu itu sering membuatkan brownies untuk Sastro dan Diego saat masih tinggal di kediaman Wijaya.


"Tentu saja Ayah merindukannya. Ya sudah kau ke dapur saja. Ayah akan menunggu di sini, Ayah akan menjaga cucu-cucu Ayah yang sangat cantik dan sangat tampan ini," ucap Sastro.


"Oke Yah. Tidak lama kok, setelah nanti adonan browniesnya sudah berada di dalam oven, aku akan datang ke sini lagi," ucap Raisa, lalu segera pergi ke dapur.


_____


Setengah jam kemudian, Raisa pun kembali bergabung bersama ayah, anak dan baby sister anaknya tersebut. Di saat itu terlihat kelvin yang sudah tiba di sana untuk menjemput Sastro sekaligus menjenguk anak Raisa. Dan di saat itu pula, kelvin yang sedang mengobrol dengan Sastro langsung memberikan hadiah yang ia bawa untuk Diesa kepada Raisa.


Raisa juga sudah tahu jika Sastro telah mengangkat Kelvin sebagai anaknya dengan sah, yang itu artinya Kelvin juga merupakan kakak angkat Raisa.


"Tidak apa-apa Raisa, memangnya salah jika aku ingin membelikan sesuatu untuk keponakanku. Dari kemarin aku benar-benar belum sempat untuk ke mana-mana, jadi baru kali ini aku ada waktu luang dan bisa membelikan sesuatu. Maaf ya Raisa," ucap Kelvin.


"Iya Kak kau tidak salah dan tidak masalah kapanpun kau mau membelikan hadiah untuk Diesa. Tapi Bagaimana kau bisa memilih hadiah ini untuk Diesa, pasti kau meminta tolong pelayan di sana ya Kak?" Tanya Raisa.


"Sebenarnya bukan, tapi tadi ada seorang wanita yang membantuku. Dia mengatakan bisa melihat dari gerak-gerikku seperti orang kebingungan," kata Kelvin.


"Oh ya, memang siapa Kak? Cantik tidak?" Tanya Raisa.


"Aku sama sekali tidak berkenalan dengannya Sa, jadi aku tidak tahu siapa namanya. Aku juga lupa untuk meminta nomor ponselnya, padahal aku berjanji akan mentraktirnya minum kopi atau makan suatu saat nanti untuk membalas kebaikannya hari ini. Kami berdua juga sudah ngobrol, bahkan sampai wanita itu pergi meninggalkan mall," terang Kelvin yang membuat Raisa terkekeh. "Raisa, kenapa kau tertawa?" Tanyanya.


"Kau ini kenapa bisa bodoh seperti itu sih Kak. Sekarang bagaimana caranya kau mau bertemu dengan wanita itu lagi, mau mengucapkan terima kasih. Tentunya sangat sulit Kak," kata Raisa.


"Iya aku tahu. Tapi aku percaya takdir, jika aku dan dia memang ditakdirkan untuk bertemu lagi, pasti cepat atau lambat kami akan bertemu lagi suatu saat nanti," ucap Kelvin.


"Ya aku juga percaya itu kok Kak, karena aku juga sudah mengalaminya. Semoga saja ya kau dan wanita itu bisa bertemu lagi," ucap Raisa.

__ADS_1


"Ayah juga ikut mendoakan semoga kau bisa bertemu dengan wanita itu lagi. Siapa tahu dia adalah jodohmu," ucap Sastro.


"Aku setuju Ayah," sahut Raisa dengan begitu antusias.


"Ayah, Raisa, aku tidak berharap dia menjadi jodohku. Yang penting aku bisa bertemu dengannya saja aku sudah senang, karena aku sudah berjanji akan membalas kebaikannya. Tapi itu tadi, aku benar-benar lupa untuk meminta nomor ponselnya," ucap Kevin.


"Mungkin kau terlalu gugup karena ada sesuatu yang tak kau sadari. Begini, sebenarnya mendengar kau bisa berkomunikasi dengan santai bersama wanita saja Ayah sudah senang. Karena selama ini kau memang selalu sibuk bekerja atau sama sekali tidak pernah berinteraksi secara non formal dengan wanita di luar, kecuali Raisa. Tapi Raisa ini Adikmu, jadi wajar jika kalian akrab. Jadi itu maksud Ayah kau terlalu gugup, mungkin ini adalah pertama kalinya untukmu sampai kau lupa berkenalan," ucap Sastro.


"Ya aku sangat setuju dengan pendapat Ayah. Kak Kelvin kau itu harus sedikit berani dengan wanita kalau kau tidak mau jomblo seumur hidup, jangan terlalu gugup. Sus Ayumi, apa kau masih jomblo?" Tanya Raisa yang membuat susternya itu tersentak.


"Raisa, kau ini apa-apaan sih," ucap kelvin yang merasa tidak enak melihat Suster Ayumi tampak canggung.


"Memangnya kenapa Kak? Aku 'kan hanya bertanya saja," kata Raisa.


"Untuk saat ini saya tidak memiliki kekasih Nyonya," jawab Suster Ayumi.


"Wah … kebetulan sekali. Kak Kelvin juga jomblo Sus," ucap Raisa.


Sehingga membuat wajah Suster Ayumi memerah karena merasa malu. Sedangkan Kelvin langsung meminta Raisa untuk tidak menggodanya lagi.


Ting … tung … ting … tung …


Terdengar suara bel pintu rumah, akan tetapi sepertinya para pelayan sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing sehingga tidak ada yang membukakan pintu.


"Aku buka pintu dulu ya, itu pasti temanku. Kalau itu Kak Diego pasti dia langsung masuk ke rumah, lagi pula Kak Diego hari ini pulang telat," ucap Raisa.


Kalau begitu biar saya saja Nyonya yang buka pintunya," ucap Suster Ayumi.


"Tidak usah Sus, biar saya saja. Sekalian saya juga mau mengambil sesuatu di mobil, ada yang ketinggalan," kata Kelvin.


"Baik Tuan," jawab Suster Ayumi.


Lalu Kelvin pun beranjak dari tempat duduknya dan melangkahkan kaki menuju ke pintu utama untuk membukakan pintu. Setelah pintu terbuka, Kelvin sangat terkejut melihat seseorang yang saat ini berdiri di hadapannya.


"Bagaimana kau bisa ada di sini?"


Bersambung …


__ADS_1


__ADS_2