Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Bungkam.


__ADS_3

Meskipun sudah tertangkap dan diinterogasi serta dibentak habis-habisan oleh polisi yang menangani kasus perusaan Diego, tetapi Roy masih saja bungkam, tidak mau mengakui siapa yang berada di balik ini semua. Ia tetap mengatakan jika dirinya sendirilah yang berinisiatif melakukan semuanya karena memang sangat dendam terhadap Diego sejak masa kuliah dulu. Hingga pada akhirnya polisi keluar dari ruang interogasi, serta membiarkan tersangka bersama Diego dan Raisa. Siapa tahu Roy mau mengakuinya di depan mereka.


"Ck, lebih baik kalian berdua pergi saja dari sini. Sudah aku katakan tidak ada dalang dibalik ini semua, apa kurang jelas jika aku sudah sangat dendam dan membencimu sedari dulu Diego. Jadi apakah harus ada orang lain di belakangku untuk membalas dendam denganmu?" Tukas Roy.


"Jangan berbohong Roy, aku tahu kau pasti anak buah Carlos 'kan?" Tuding Diego langsung saja, sehingga membuat Roy pun tersentak.


"Siapa Carlos? Aku tidak mengenal Carlos, apa dia juga musuhmu? Ternyata kau ini terlalu banyak musuh, ya tapi wajar saja karena kau itu memang sangat angkuh, sombong, sok hebat dan berkuasa," ujar Roy. "Dan kau, kau itu terlalu bodoh karena percaya begitu saja dengan Diego. Apalagi dia ini bekas Clarissa 'kan, kenapa kau tidak mencari pria lain saja yang lebih baik, lebih muda daripada suamimu ini," ucapnya yang kini beralih menatap Raisa.


"Jaga mulutmu! Kau tidak tahu apa-apa pun tentang Kak Diego. Aku rasa kau itu sudah balas dendam dengan orang yang salah, kalau Kak Diego memiliki perilaku sepertimu aku akui jika aku telah salah memilih pria, tapi pada kenyataannya suamiku sangat berbeda jauh sekali denganmu. Dia adalah pria yang terbaik dan sangat tepat untukku, jadi jangan pernah kau menjelek-jelekkan suamiku lagi," ucap Raisa, sehingga membuat Diego pun menatap sang istri dengan perasaan haru.


Lalu Diego kembali menatap Roy dengan tatapan tajam, seperti harimau lapar yang ingin menerkam mangsanya.


"Pria ba ji ngan! Lebih baik cepat katakan saja siapa yang telah memerintahkanmu. Aku tidak percaya jika kau bertindak sendiri hanya karena dendam masa lalumu yang tidak jelas itu. Memangnya apa yang kau dendamkan dariku, aku sama sekali tidak merasa pernah berbuat salah denganmu. Apa hanya karena kau selalu merasa kalah bersaing denganku, aku menjadi idola di kampus sementara kau tidak bisa mendapatkan wanita yang kau inginkan, termasuk Clarissa hah!" Tukas Diego.


"Siapa yang tidak menyukai Clarissa, karena waktu itu Clarissa merupakan salah satu wanita idola di kampus. Aku sudah kenal lama dengannya tapi kau malah merebutnya begitu saja," hardik Roy.


"Itu karena Clarissa sendiri yang menginginkanku. Kalau bukan dia yang memaksa ingin menjadi kekasihku waktu itu, mungkin aku tidak akan terjebak oleh cintanya," ucap Diego.


"Munafik, buktinya kau menikah dan memiliki anak darinya. Sudahlah itu tidak penting untuk dibahas, lagi pula sekarang kau juga sudah berpisah dengannya dan sudah menikah dengan wanita lain. Kau juga memenjarakan mantan istrinya itu," kata Roy yang sudah mengetahui semuanya.


"Ya memang benar dan sebentar lagi kau juga akan bernasib sama dengannya. Nantinya kau akan sering-sering bertemu dengannya, kalian bisa bernostalgia atau menjalin hubungan. Oh iya aku lupa, tapi itu tidak mungkin bisa karena kau memiliki saingan di sana. Kau sudah mengetahuinsemuanya, pasti kau juga sudah tahu 'kan kalau aku memenjarakan Clarissa bersama asistenku. Ya itu karena asistenku sendiri mengkhianatiku demi Clarissa, wanita yang dicintainya itu. Sebentar lagi kau juga akan menyusul mereka untuk menikmati waktu di penjara," ucap Diego tersenyum smirk.

__ADS_1


Roy terlihat bungkam, ia mengepal erat kedua tangannya karena menahan amarah terhadap Diego.


Karena waktu mengunjungi telah habis, Raisa dan Diego pun keluar dari ruang interogasi. Sedangkan Roy masih ditahan sementara di Kantor Polisi sambil menunggu hasil penyelidikan berikutnya. Jika memang terbukti Roy bersalah dan menemukan siapa dalang di balik semua ini barulah ia akan dimasukkan ke dalam penjara sesuai hukum yang berlaku.


"Ayah, ayo kita pulang sekarang. Kami akan mengantar Ayah pulang terlebih dulu," ajak Diego karena di saat itu Sastro memang menunggu mereka di depan.


"Ya sudah ayo, Kelvin juga sudah kembali ke perusahaan karena ada urusan penting," jawab Sastro. "Raisa kau baik-baik saja 'kan, apa lukamu itu cukup parah?" Tanyanya yang tadi sudah mendengar ceritanya dari sang anak.


"Aku tidak apa-apa Yah. Hanya tergores kecil saja, aku baik-baik saja dan Ayah tidak perlu mengkhawatirkanku. Sekarang ayo kita pulang," jawab Raisa, lalu mereka bertiga pun pergi meninggalkan Kantor Polisi.


*****


Setelah mengantar Sastro pulang ke rumah, Diego dan Raisa langsung melanjutkan perjalanan pulang ke rumah karena hari sudah menjelang malam. Sudah pasti Siska dan yang lainnya sangat mencemaskan mereka yang belum juga kembali.


"Akhirnya kalian pulang juga," ucap Siska yang beranjak dari tempat duduknya, diikuti oleh Maira.


"Mama, Mama kenapa tidak istirahat di kamar saja. Maaf Ma kami pulang terlambat," ucap Raisa.


"Bagaimana Mama bisa istirahat, Mama mengkhawatirkan kalian berdua. Kalian itu dari mana saja sih, kalian baik-baik saja 'kan? Raisa itu lehermu kenapa?" Tanya Siska yang tidak sengaja melihat ke arah leher menantunya tersebut.


"Aku baik-baik saja Ma, hanya tergores kuku saja, tidak sengaja," jawab Raisa berbohong, tidak mau ibu mertuanya itu merasa khawatir.

__ADS_1


"Ada apa sebenarnya, ada masalah apa dan apa masalahnya sekarang sudah beres?" Tanya Siska.


"Ma, Mama tenang ya. Pelaku yang sudah membuat rusuh di perusahaan sudah ditangkap, tadi aku dan Raisa baru saja dari Kantor Polisi menemuinya. Aku juga menutup perusahaan sementara sampai keadaannya lebih baik, karena para pegawai tampak cemas dengan kejadian ini," terang Diego.


"Ya memang lebih baik seperti itu. Kau juga lebih baik tidak usah ke perusahaan dulu, kalau memang ada yang harus dikerjakan ya kerjakan saja di rumah," ucap Siska.


"Iya Ma," jawab Diego.


"Ma, aku dan Kak Diego 'kan sudah pulang ke rumah dan kami baik-baik saja, kalau begitu Mama ke kamar saja ya sekarang, Mama istirahat dengan Suster. Oh iya Denis dan Diesa di mana Ma?" Tanya Raisa.


"Denis ada di kamarnya sendiri, tadi sedang mengerjakan PR. Diesa juga ada di kamar dengan Suster Ayumi," jawab Siska.


"Kalau begitu aku ke kamar dulu ya Ma, kasihan Suster Ayumi pasti sudah mau pulang," ucap Raisa.


"Ya sudah Raisa, Diego kalian berdua bawa saja baby Diesa ke kamar. Kalian mandi dulu dan ganti baju, nanti baru turun lagi makan malam. Mama juga mau ke kamar sekarang," ucap Siska.


Lalu Raisa dan Diego melangkahkan kakinya menuju ke kamar sang anak, sedangkan Siska menuju ke kamarnya bersama Suster Maira.


_____


"Apa? Jadi Kak Roy sudah tertangkap, bagaimana bisa? Lalu bagaimana nasibku di sini, apa yang harus aku lakukan sekarang? Bagaimana kalau mereka tahu bahwa aku bagian dari Om dan kalian semua, aku yakin aku juga pasti akan dijebloskan ke dalam penjara."

__ADS_1


Betapa terkejutnya Raisa dan Diego karena tidak sengaja mendengar suara Suster Ayumi dari balik pintu yang sepertinya sedang menelpon seseorang.


Bersambung …


__ADS_2