Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Sampai Akhir Menutup Mata (Tamat)


__ADS_3

"Diesa sayang jangan lari-lari dong, nanti kau bisa jatuh. Sudah Mama katakan jalan pelan-pelan saja, apalagi kau menggunakan gaun seperti itu," ucap Raisa saat melihat gadis kecil berusia 4 tahun itu tampak berlarian menuju ke ruang depan.


Sementara sang kakak yaitu Denis, saat ini sudah berusia 10 tahun dan duduk di kelas 5 SD.


"Iya Mama," jawab Diesa dengan polosnya, lalu ia pun berjalan dengan santai menghampiri sang nenek yang duduk di kursi roda.


Hari ini tepat lima tahun hari pernikahan Diego dan Raisa, mereka tampak merayakannya dengan mengadakan pesta pada malam hari di kediaman Abimana. Dengan mengundang keluarga, kerabat dan sahabat, serta para klien dan seluruh pegawai di Perusahaan Abimana Group untuk ikut merayakan hari bahagia mereka. Acara anniversary juga diadakan dengan begitu meriah, semua tampak hadir dengan membawa pasangan atau keluarga masing-masing.


Di saat itu terlihat Kelvin dan Nada yang baru saja hadir dengan membawa anak laki-laki mereka yang baru saja berusia 2 tahun di dalam gendongan sang ayah.


"Hai Vino." Raisa menyapa keponakannya sembari mencubit gemas di saat Kelvin dan Nada sudah berdiri di hadapan mereka.


"Hai Juga Tante," jawab Nada seolah menjadi sang anak.


"Maaf kami terlambat, selamat ya Raisa, Diego atas pernikahan kalian yang ke-5 tahun. Semoga kalian semakin langgeng sampai akhir menutup mata. Ingat Diego kau juga sudah semakin tua, jadi jangan banyak bertingkah jika kau ingin panjang umur," ucap Kelvin.


"Cih, kau ini. Memangnya kenapa jika aku semakin tua, aku juga tetap mempesona," tukas Diego tak terima.


Sedangkan Raisa dan Nada hanya tersenyum saja, sudah terbiasa menghadapi perdebatan kecil di antara suami mereka itu.


"Terima kasih banyak ya Kak Kelvin, mudah-mudahan hubunganmu dengan Nada juga seperti itu," ucap Raisa.


"Selamat ya Raisa, Kak Diego. Mudah-mudahan juga calon Adik bayi di dalam perutmu sehat selalu sampai melahirkan nanti," ucap Nada sembari mengusap perut Raisa yang sudah tampak membuncit di usia kandungannya yang sudah memasuki 14 minggu.


Ya Diego dan Raisa baru saja program hamil anak lagi setelah Diesa menginjak usia 4 tahun. Rencananya ini adalah anak terakhir, karena menurut mereka memiliki tiga anak sudah cukup.


"Terima kasih banyak ya Nada. Ya sudah ayo nikmati hidangannya, jangan sungkan," ucap Raisa lalu mereka semua pun menikmati berbagai hidangan lezat yang telah disajikan oleh keluarga Abimana.


Di tengah kebahagiaan mereka saat ini, ada rasa kesedihan di dalam hati Raisa karena sang ayah tidak bisa ikut hadir seperti terakhir kali mereka merayakan anniversary yang ke-4. Sastro telah meninggal dunia 1 tahun yang lalu karena kondisinya tiba-tiba saja ngedrop, sedangkan Siska saat ini berada di kursi roda karena kondisinya yang semakin lama semakin lemah. Hanya Siska masih lebih beruntung karena masih memiliki umur panjang dibandingkan Sastro.

__ADS_1


Rumah yang Sastro miliki telah diwariskan kepada Kelvin dan saat ini Kelvin beserta keluarga kecilnya itu lah yang menempati rumah tersebut, sedangkan Raisa sudah diberikan harta warisan yang lainnya.


"Mama, aku mau main dengan Adik Vino," ucap Diesa yang tiba-tiba saja menghampiri ibunya karena melihat anak Kelvin dan Nada.


"Oh boleh dong Sayang, tapi mainnya harus diawasi ya karena di sini sangat ramai. Sus Ayumi boleh 'kan kalau aku minta tolong untuk menjaga Diesa bermain dengan Vino?" Kata Raisa.


"Tentu saja boleh Nyonya. Ya sudah ayo Diesa kita samperin Adik Vino," ucap Ayumi yang menggandeng lembut tangan bocah kecil itu.


Diesa terlihat sangat senang, lalu mereka pun menghampiri Vino yang di saat itu sedang duduk bersama ayah dan ibunya. Berbeda dengan Denis yang tampak menemani Siska sambil menyuapinya makan kue, ada Maira dan Ramzi di sana.


Sedangkan Raisa dan Diego tampak melayani para tamu yang hadir di acara anniversary pernikahan mereka yang ke-5.


*****


Sudah dua tahun lamanya Sastro pergi meninggalkan keluarga tercinta dan beberapa bulan yang lalu Siska juga menutup mata untuk selama-lamanya karena sudah tidak sanggup lagi untuk bertahan. Tetapi sebelum pergi ia sempat mengatakan merasa sangat bahagia karena bisa melihat Denis, Diesa tumbuh dan sempat untuk melihat cucunya yang terakhir lahir ke dunia dengan selamat, berjenis kelamin laki-laki.


Meskipun Raisa dan Diego merasa sangat sedih tetapi saat ini mereka sudah ikhlas untuk menerima dan fokus untuk menjalani kehidupan kedepannya. Tepat dua bulan di hari kepergian Siska, Raisa dan Diego pun pergi ke pemakaman tanpa membawa anak-anak mereka.


"Mama, terima kasih ya atas kasih sayang yang selama ini sudah Mama berikan padaku dan sudah menganggapku sebagai anak sendiri. Aku benar-benar sangat bahagia karena pernah mengenal Mama, merasakan kasih sayang seorang ibu yang sudah lama hilang dan aku dapatkan dari Nenek hingga tidak lama Nenek juga pergi meninggalkanku, aku dapatkan kembali setelah aku bertemu dengan Mama dan kasih sayang dari seorang Ayah hingga Ayah pun pergi meninggalkanku juga. Tapi saat ini masih ada kak Diego Ma, Kak Diego yang selalu menyayangiku, menjagaku dan Anak-Anak. Mama yang tenang dan berbahagia di sana ya Ma," ucap Raisa dengan air matanya yang tampak mengalir deras.


Dari pemakaman Siska kini mereka pun menghampiri pemakaman Sastro yang tempatnya juga tidak jauh dari pemakaman Siska. Setelah itu barulah mereka kembali ke ke kediaman Abimana.


*****


"Nyonya Raisa, Tuan Diego, ada yang ingin saya sampaikan. Maaf jika ini waktunya tidak tepat," ucap Ramzi.


"Jangan bilang jika kau mau berhenti dari sini, karena aku tidak akan mengizinkanmu. Cukup Jason saja yang pulang ke kampung halaman, kau dan Aron harus tetap berada di sini. Lihat meskipun Aron sudah menikah dengan Sus Ayumi tetapi aku sama sekali tidak meminta mereka untuk keluar dari rumahku," tukas Diego.


Ya saat ini bodyguard Diego yang bernama Aron itu memang sudah menikah dengan pengasuh anaknya yaitu Ayumi, tepatnya berapa bulan yang lalu sebelum Siska pergi untuk selama-lamanya. Tetapi mereka tetap tinggal di kediaman Abimana sesuai perintah Diego, karena bagaimanapun keduanya masih bekerja di sana.

__ADS_1


Sedangkan Nenek Rima masih berumur panjang, hanya saja saat ini ia tampak terbaring lemah di atas kasur karena sakit serta tidak mengingat siapapun lagi, bahkan Ayumi cucunya sendiri. Tentunya Diego dan Raisa juga memberikan pengobatan terbaik untuk Nenek Rima, meskipun ia tidak mau dirawat di rumah sakit.


"Tidak Tuan, justru saya sangat membutuhkan pekerjaan ini. Apalagi saya mau menikah," jawab Ramzi.


"Hah? Kau mau menikah Kak, menikah dengan siapa?" Tanya Raisa yang cukup terkejut.


Di saat itu pun terlihat Maira yang melangkah dengan perlahan dan malu-malu hingga kini berada di hadapan Raisa dan Diego.


"Saya akan menikah dengan Suster Maira Nyonya, Tuan, jawab Ramzi.


"Sejak kapan kalian berdua menjalin hubungan? Tahu-tahu sudah mau menikah," tanya Raisa.


"Kami sama sekali tidak bermaksud untuk menyembunyikannya, tapi hanya merasa tidak enak saja jadi kami sembunyi-sembunyi menjalin hubungan sejak 6 bulan yang lalu. Tapi saya sudah yakin bahwa saya serius akan menikahi Suster Maira, apakah kalian tidak keberatan?" Ucap Ramzi.


"Ya ampun Kak, kenapa juga kalian berdua harus minta izin denganku dan Kak Diego, memangnya kami ini orang tua kalian? Tidak ada alasan untuk kami melarangnya, aku dan Kak Diego menyetujui hubungan kalian, apalagi ingin menikah. Aku sangat senang setelah Sus Ayumi dan Kak Aron sekarang malah Sus Maira dan Kak Ramzi yang cinlok dan akan menikah. Tapi Sus Maira, kau tidak berniat untuk keluar dari rumah ini 'kan?" Tanya Raisa yang mendadak sedih.


"Tapi Nyonya, sudah dua bulan saya tinggal di sini meskipun sudah tidak merawat Nyonya Siska lagi. Bukankah sudah saatnya saya kembali ke rumah sakit, apa saya masih diperbolehkan untuk tinggal di sini?" Kata Maira.


"Tentu saja boleh. Apalagi meskipun kalian sudah menikah Kak Ramzi akan tetap bekerja di sini, jadi kalian berdua tetap bisa tinggal di sini seperti Sus Ayumi dan Kak Aron," jawab Raisa ya.


Benar apa kata Istriku, lagi pula jika kalian pergi rumah ini akan terasa sangat sepi." Diego menimpali.


"Terima kasih banyak Nyonya, Tuan. Kalau memang seperti itu kami juga menyetujuinya," ucap Maira yang merasa sangat bersyukur memiliki bos seperti Raisa dan Diego yang begitu baik, begitu juga yang dirasakan oleh Ramzi.


Raisa dan Diego juga merasa sangat senang mendengar kabar bahagia tersebut, apalagi mereka sudah menganggap seluruh pekerja di kediaman Abimana seperti keluarga mereka sendiri.


Setelah apa yang mereka lalui selama ini, dengan berbagai macam rintangan dan cobaan yang selalu mereka hadapi bersama serta ikhlas menerima dan menjalaninya, pada akhirnya Raisa dan Diego bisa merasakan kebahagiaan yang sama sekali tidak pernah terduga sebelumnya. Meskipun saat ini Sastro dan Siska sudah tidak ada, tetapi kedua orang tua mereka itu akan tetap selalu hidup di hati mereka sampai akhir menutup mata.


..._____ Tamat _____...

__ADS_1


Sampai di sini dulu ya kisah Raisa ada Diego. Terima kasih buat para readers tersayang yang sudah mendukung karya aku selama ini. Jika berkenan jangan lupa mampir di karya aku yang berjudul Rahim Penebus Hutang, karena author akan melanjutkan novel itu dengan Kisah si Kembar Kenzo dan Kenzie, ditunggu kehadirannya dan mohon dukungannya 😘🥰



__ADS_2