Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Rela Berkorban.


__ADS_3

Merasa sangat terkejut dan penasaran dengan siapa yang sudah melakukan hal itu, membuat Diego pun langsung membalikkan badan dan menatap ke arah belakang. Betapa terkejutnya Diego karena ia melihat Sastro dengan beberapa polisi di sana. Polisi jugalah yang telah menembak kaki Carlos karena takut pria itu akan melarikan diri.


"Ayah?" Ucap Diego yang langsung menghampiri ayah mertuanya tersebut.


"Diego, apa kau baik-baik saja?" Tanya Sastro.


"Aku baik-baik saja Yah, kenapa Ayah ada di sini? Aku sangat senang karena melihat Ayah sudah sadar, tapi seharusnya Ayah tetap berada di rumah sakit. Apakah Kelvin dan pihak rumah sakit tahu kalau Ayah berada di luar?" Kata Diego yang benar-benar tidak mempercayainya, ayah mertuanya itu baru saja siuman dan saat ini sudah berada di depan matanya.


"Sudahlah Diego kau tidak perlu mengkhawatirkan Ayah, Ayah baik-baik saja," ucap Sastro yang meyakinkan menantunya tersebut.


Di saat itu pun Polisi langsung saja memborgol tangan Carlos dan menuntunnya untuk dibawa ke Kantor Polisi. Carlos hanya terlihat diam saja, akan tetapi saat melewati Sastro dan Diego ia tampak menatap begitu tajam penuh dendam dan kebencian terhadap keduanya.


Beberapa anak buah Carlos yang masih sadar juga langsung dibawa ke Kantor Polisi untuk segera ditindaklanjuti.


Sastro memang benar-benar sudah mempersiapkan semuanya. Setelah sadar dari komanya ia pun langsung menelpon anak buahnya untuk segera bertindak, karena memang sudah saatnya ia menangkap Carlos dengan bukti-bukti yang sudah dimilikinya sebagian. Sastro sangat ingin jika saat ini Carlos benar-benar akan diberikan hukuman yang setimpal.


"Ayah ,apakah ini artinya Carlos akan dihukum? Apakah dia benar-benar akan masuk penjara?" Tanya Diego.


"Ayah belum yakin 100% karena bukti yang kita miliki belum kuat, apalagi Carlos itu memiliki pengacara yang tidak kalah handalnya dengan pengacara yang waktu itu pernah kita pakai untuk memenjarakan Roy," kata Sastro.


"Musuh kita kali ini benar-benar sangat berat dan tidak bisa dianggap remeh," ucap Diego.


"Kau benar, tapi yang pasti dalang dibalik semua kekacauan saat ini sudah tertangkap. Jadi bisa dipastikan kita sedikit lebih tenang walaupun harus tetap berhati-hati," kata Sastro.


"Iya Ayah benar. Sebelum Carlos dinyatakan akan dijatuhi hukuman yang sangat berat, kita belum bisa memastikan jika kondisi saat ini 100% aman," ucap Diego.


Di saat itu tiba-tiba saja Diego melihat Sastro sangat lemah dan tubuhnya terhuyung, untung saja Diego dengan cepat menangkap tubuh ayah mertuanya itu sehingga tidak terjatuh. Bahkan wajahnya juga terlihat sangat pucat, yang membuat Diego merasa sangat panik.

__ADS_1


Diego yang dibantu oleh salah satu anak buahnya itu memapah Sastro menuju ke mobil.


"Ayah, sekarang juga kita akan ke rumah sakit. Ayah bertahan ya," ucap Diego di dalam kekhawatirannya.


Lalu anak buah Diego yang membawa mobil segera saja melaju menuju ke rumah sakit.


*****


Sementara itu keadaan di rumah sakit tampak riuh, pasalnya mereka kehilangan Sastro yang tak tahu entah ke mana. Raisa yang baru saja tiba di rumah sakit juga tampak panik dan mencari kesana kemari serta meminta tolong pihak rumah sakit untuk mencari di mana keberadaan ayahnya tersebut lewat CCTV.


"Apa? Ayah sudah hilang hampir 1 jam dan kalian semua tidak ada yang menemukannya juga. Bagaimana sih ini, apa keamanan di rumah sakit ini benar-benar tidak terjaga?" Tukas Raisa yang terlihat sangat emosi.


"Cepat cari di mana Ayah, kalian ini sama sekali tidak ada yang bisa diandalkan. Ayah baru saja sadar dan dipindahkan ke ruang rawat inap, aku hanya pergi ke toilet sebentar masa Ayah sudah hilang begitu saja," ucap Kelvin yang tak kalah emosinya.


"Maafkan kami Tuan, Nona, kami juga tidak tahu hal ini akan terjadi. Karena Tuan Sastro baru sadar dari komanya dan kondisinya juga masih lemah, tidak masuk logika jika Tuan Sastro akan kabur dari rumah sakit," ucap salah satu dokter.


"Kak sudah Kak cukup. Lebih baik sekarang kita cari di mana keberadaan Ayah, aku akan menelpon Kak Diego sekarang juga," kata Raisa.


Akan tetapi beberapa kali ia menghubungi suaminya tersebut sama sekali tidak ada jawabannya, membuat Raisa pun merasa semakin panik.


_____


Tidak berapa lama kemudian terlihat Diego yang baru saja tiba di rumah sakit dan langsung memanggil perawat untuk membawa brankar dan langsung membawa ayah mertuanya yang sudah semakin lemah tetapi masih sadarkan diri ke ruang IGD. Di saat itu juga Raisa melihat suaminya tersebut, tetapi belum melihat jelas siapa yang saat ini berada di atas brankar.


"Kak Diego … !" Panggil Raisa dan berlari menghampiri suaminya itu.


"Sayang," ucap Diego yang merasa sangat terkejut melihat Raisa ada di depan matanya, ia tidak tahu apa yang harus dikatakannya kepada istrinya saat ini.

__ADS_1


Hingga akhirnya Raisa pun telah berada di dekat Diego dan merasa sangat terkejut melihat pria paruh baya yang berada di atas brankar tersebut adalah seseorang yang sedari tadi telah dicarinya.


"Ayah, Ayah kenapa Ayah? Kak Diego, ada apa dengan Ayah?" Pekik Raisa yang merasa sangat panik.


"Sayang tenang dulu ya, nanti aku akan menjelaskannya. Sekarang biar Dokter menangani Ayah dulu," kata Diego, lalu perawat pun langsung saja membawa Sastro ke dalam ruang IGD.


Raisa memaksa untuk ikut masuk tetapi perawat melarangnya agar dokter bisa bekerja semaksimal mungkin, sehingga membuat Raisa tampak menangis tersedu-sedu. Kelvin yang melihat Diego dan Raisa di depan ruang IGD, merasa penasaran dan langsung menghampiri keduanya.


"Ada apa ini? Diego, kapan kau kembali?" Tanya Kelvin.


"Ayah ada di dalam Kak, Kak Diego yang baru saja membawa Ayah ke sini," ucap Raisa.


"Ayah, di mana kau menemukan Ayah Diego?" Tanya kelvin yang juga tak kalah paniknya.


"Kalian berdua tenang dulu, aku akan menjelaskannya kepada kalian," kata Diego.


Mereka bertiga pun duduk di depan ruang IGD, lalu secara perlahan Diego menceritakan apa yang baru saja terjadi hingga Sastro menjadi seperti sekarang ini.


"Maafkan aku, lagi-lagi aku membuat kesalahan. Ini semua karena aku yang telah lalai menjaga Ayah, tapi tadi aku hanya pergi ke toilet sebentar karena benar-benar sudah tidak tahan dan aku menitipkan Ayah kepada Suster yang masih berada di ruangan itu untuk memeriksa kondisi Ayah. Aku tidak tahu setelah aku kembali lagi Ayah sudah tidak ada," ucap kelvin yang sangat menyesalinya.


"Kak, sudahlah. Kau tidak perlu menyalahkan dirimu sendiri, aku yakin Ayah pasti melakukan ini semua karena dia memang sudah tidak sabar lagi untuk menangkap orang jahat itu. Semoga saja Carlos benar-benar mendapatkan ganjaran yang setimpal. Aku benar-benar merasa sangat khawatir dengan kondisi Ayah saat ini," ucap Raisa dengan air matanya yang mengalir deras, lalu Diego pun meraih tubuh istrinya tersebut ke dalam dekapannya.


"Sayang, kau yang tenang dan sabar ya. Kita doakan semoga Ayah baik-baik saja dan aku harap semua pengorbanan Ayah ini tidak sia-sia. Ayah sudah rela berkorban, mempertaruhkan nyawanya agar hidup kita semua lebih tenang," ucap Diego.


Raisa hanya menganggukkan kepalanya dan menangis tersedu-sedu di dalam pelukan suaminya tersebut.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2