Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Rem Blong.


__ADS_3

Meskipun merasa kecewa, tetapi Kelvin tetap akan menerima apapun yang menjadi keputusan Nada karena memang ia sudah berjanji di dalam hatinya sendiri. Yang terpenting ia sudah bisa mengungkapkan perasaannya yang membuatnya saat ini cukup lega. Cukup lama Kelvin terpaku dalam diam, setelah perasaannya sedikit lebih tenang ia pun kembali menatap Nada dan berbicara dengan wanita itu.


"Nada, tidak masalah jika kau memang tidak bisa untuk menerimaku atau memikirkannya dulu, aku mengerti. Aku saja yang terlalu bersemangat dan yakin jika kau pasti akan menerima cintaku dengan kedekatan kita selama ini, tapi kenyataannya kau tidak memiliki perasaan apapun untukku," ucap kelvin yang tetap berusaha untuk tersenyum, menyembunyikan rasa kesedihannya.


"Iya Kak, aku memang tidak perlu waktu untuk memikirkannya lagi karena aku sudah yakin dengan keputusanku," ucap Nada, membuat Kelvin semakin sedih mendengarnya


"Iya Nad, tidak masalah kok. Aku saja yang sudah kegeeran merasa kalau kau juga menyukaiku," ucap Kelvin, di dalam hatinya masih berharap jika Nada akan berubah pikiran dan menerima cintanya.


"Kak Kelvin dengarkan dulu apa kataku, aku belum selesai bicara Kak dan aku tidak mengatakan kalau aku menolakmu," kata Nada.


Kelvin tersentak, ia dibuat kebingungan dengan ucapan Nada.


"Jadi maksudmu tadi apa Nada? Kau sendiri yang mengatakan tidak bisa, bukankah itu artinya kau tidak bisa menerima cintaku?" Tanya Kelvin meminta penjelasan.


"Siapa bilang Kak, maksudku itu maaf aku tidak bisa menolakmu," ucap Nada yang lagi-lagi membuat Kelvin terkejut dan tak mempercayainya.


"Apa itu artinya kau menerima cintaku?" Tanya Kelvin untuk memastikan sembari memegang kedua pundak Nada.


"Iya Kak, aku menerima cintamu. Bagaimana bisa aku menolak pria yang selama ini begitu baik denganku, apalagi aku juga mencintainya," jawab Nada.


"Nada, kau serius 'kan? Kau tidak sedang mengerjaiku dan benar-benar menerima cintaku 'kan?" Tanya kelvin yang masih tak bisa mempercayainya dan juga terlihat begitu bersemangat.


"Iya Kak aku serius, aku sama sekali tidak sedang bercanda. Aku benar-benar menerima cintamu," jawab Nada dengan sangat yakin dan menatap serius.


Lalu segera saja Kelvin meraih tubuh Nada ke dalam dekapannya karena merasa sangat bahagia.


"Terima kasih Nada, aku tidak menyangka ternyata kau menerimaku. Aku sangat senang, aku pikir tadi kau menolak cintaku dan harapan untukku bersamamu telah pupus," ucap Kelvin lalu melepaskan pelukannya dan mencium kening Nada dengan sangat lembut, membuat Nada juga merasakan sangat bahagia.

__ADS_1


Setelah masa lalu yang buruk menimpanya dan membuatnya menutup hati untuk pria lain, saat ini Nada yakin jika Kelvin adalah pria yang sangat baik dan berhasil membuatnya jatuh cinta kembali.


"Tapi Kak kau 'kan tahu sendiri aku ini adalah seorang janda, apa kau sama sekali tidak keberatan akan hal itu? Lalu bagaimana dengan Ayahmu dan Raisa, begitu juga dengan Kak Diego sebagai Adik iparmu, apa mereka akan setuju?" Ujar Nada, tiba-tiba saja muncul kekhawatiran di dalam benaknya.


"Dengarkan aku Nad, aku sama sekali tidak pernah mempermasalahkan statusmu. Buktinya aku mengungkapkan perasaan ini, itu artinya aku sudah memikirkannya dengan matang-matang tentang hal ini. Masa lalu biarlah berlalu, tidak usah diingat-ingat lagi, yang penting adalah masa sekarang dan masa depan. Aku ingin selalu menjagamu dan membahagiakanmu Nada, aku tidak akan membuatmu mengingat masa lalu yang kelam itu lagi, aku janji akan membuatku selalu bahagia. Kalau soal Ayah, Ayah sudah mendukungku untuk berhubungan denganmu, Ayah akan menerima siapapun wanita yang menjadi pilihan terbaikku. Begitu juga dengan Raisa dan Diego, tentunya Raisa akan merasa sangat senang jika dia tahu aku telah menjalin hubungan denganmu," ucap kelvin yang kembali memeluk Nada dengan sangat erat, ia masih tak percaya jika saat ini Nada telah menjadi kekasihnya.


Nada sendiri membalas pelukan tersebut dengan sangat erat, lalu keduanya saling bercumbu mesra sejenak tak memikirkan kondisi di sekitar yang begitu ramai orang, merasa jika dunia saat ini hanya milik mereka berdua.


*****


Selama berada di Bandung, Diego benar-benar menghabiskan waktunya untuk urusan perusahaan hingga semuanya pun lebih cepat selesai dari perkiraannya.


Setelah semuanya selesai, siang harinya sebelum ia kembali ke Jakarta Diego mampir terlebih dulu ke sebuah toko mencari oleh-oleh Bandung untuk sang istri. Apalagi ia sangat ingat jika waktu itu mereka ke Bandung tidak sempat untuk membeli apapun karena kondisi ibunya yang drop, sehingga saat ini Diego menyempatkan waktu sebelum ia menuju ke Bandara menggunakan taksi online.


"Maaf Tuan, sambil menunggu Tuan mencari oleh-oleh saya mau permisi ke toilet sebentar Tuan, ada di sekitar sini. Nanti jika saya terlambat karena biasanya antri, maaf karena Tuan harus menunggu saya sebentar di sini," ucap supir yang sebenarnya merasa tidak enak tetapi juga sudah tidak bisa lagi untuk menahannya.


"Baik Tuan, terima kasih banyak," ucap supir dan segera pergi untuk mencari toilet umum.


Sedangkan Diego masuk ke dalam toko dan bergegas mencari oleh-oleh.


_____


Tidak lama kemudian, Diego telah keluar dari toko tersebut dengan membawa beberapa bingkisan yang berupa oleh-oleh dari Bandung untuk istri, keluarganya dan juga para pekerja yang tinggal di kediaman Abimana. Di saat itu ternyata sang supir juga sudah kembali dan langsung menghampiri Diego, membantunya membawa oleh-oleh tersebut ke dalam mobil. Setelah itu langsung saja keduanya masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanan menuju ke Bandara.


"Tuan, apakah kita mau mampir lagi ke tempat lain untuk membeli oleh-oleh atau yang lainnya?" Tanya supir.


"Tidak Pak, lebih baik langsung saja. Takutnya nanti saya akan ketinggalan pesawat, karena satu jam lagi pesawat tujuan Jakarta akan take off," titah Diego.

__ADS_1


"Baik Tuan," jawab supir yang menambah laju kecepatan mobil agar mereka segera sampai.


Saat melewati jalanan yang merupakan turunan dan juga terlihat ramai di sekitar, sang supir merasa terkejut dan ketakutan karena tiba-tiba saja ia tidak bisa mengendalikan rem mobilnya alias rem blong. Padahal tadi sebelum pergi ia sudah memastikan jika kondisi mobilnya itu baik-baik saja.


Melihat sang supir yang merasa panik, tentu saja membuat Diego bertanya-tanya dan juga yakin jika terjadi sesuatu.


"Ada apa Pak?" Tanya Diego.


"Tuan, saya juga tidak tahu kenapa tiba-tiba saja rem-nya blong. Saya yakin jika tadi semuanya baik-baik saja," ucap supir di dalam kepanikannya.


Diego membelalakkan matanya, ia juga merasa sangat terkejut dan panik sembari mencari solusi untuk menghadapi situasi saat ini. Begitu pula dengan supir yang terus berusaha untuk memberhentikan mobilnya itu


"Tuan saya benar-benar minta maaf jika nantinya akan terjadi sesuatu dengan Tuan, ini semua di luar kendali saya Tuan," ucap supir.


Sang supir sudah tampak tak terkendali membawa taksi dengan membelokkan setir ke kanan dan ke kiri untuk menghindari para pengendara lain yang ada di depannya.


"Pak, tenang Pak. Di depan itu ada pembatas jalan, lebih baik Bapak tabrak saja," ucap Diego.


"Apakah Tuhan yakin?" Tanya supir.


Sebenarnya apa yang Diego pikirkan saat ini sama dengan yang supir pikirkan, lebih baik mengorbankan nyawa mereka berdua daripada harus memakan banyak korban. Karena banyaknya kendaraan baik di depan maupun di belakang mobil mereka, tetapi di dalam hati keduanya tetap berdoa semoga saja mereka akan selamat dari maut.


"Sudah Pak cepat lakukan, sudah tidak ada waktu lagi!" Teriak Diego.


Hingga pada akhirnya sang supir pun membanting setir ke sebelah kiri, hingga menabrak pembatas jalan.


Braakkkk!!!!

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2