Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Dendam Masa Lalu.


__ADS_3

Tanpa disadari, ternyata foto yang digenggam oleh Erros di saat itu pun terlihat remuk dan sudah tidak berbentuk lagi. Tatapannya begitu tajam seolah menyimpan dendam dan juga kebencian yang amat mendalam.


Ya Erros memang sudah sangat lama membenci Sastro. Pasalnya dulu mereka berdua adalah sahabat, tetapi hanya karena seorang wanita yang sama-sama mereka sukai, menyebabkan hubungan keduanya menjadi renggang sampai saat ini. Padahal mereka sudah mempunyai kehidupan masing-masing, bahkan memiliki anak. Tetapi pada kenyataannya hubungan mereka sama sekali tidak pernah baik.


Meskipun Sastro tetap menganggap Erros sebagai sahabatnya, tetapi tidak dengan Erros yang menganggap Sastro adalah musuhnya, pesaing bisnisnya dan entah sampai kapan itu. Bahkan saat mendengar Sastro kembali ke Indonesia pun Erros tetap mencarinya karena ia benar-benar tidak mau melihat Sastro hidup tenang dan bahagia. Apalagi setelah mendengar kabar bahwa Sastro sudah bertemu dengan anaknya, tentunya membuat Erros semakin iri dan merasa dendam.


Usut punya usut Erros juga pernah mempunyai seorang anak yang telah dibawa oleh mantan istrinya. Tapi sayangnya sampai saat ini ia tidak tahu di mana keberadaan istri dan anaknya yang sudah pergi meninggalkannya sejak lama.


"Aku tidak bisa menunggu terlalu lama, secepatnya aku pasti akan menemuimu Sastro, sahabat lamaku," gumam Erros tersenyum smirk.


*****


1 bulan pun telah berlalu, jika Darrel dan Clarissa tidak mengutus pengacara untuk membela mereka dan karena memang mereka tidak memiliki uang yang cukup banyak untuk menyewa pengacara, pada akhirnya keduanya pun akan ditetapkan sebagai tersangka dan akan menjalani hukuman 15 tahun penjara. Karena mereka telah terlibat dalam kasus penculikan dan juga percobaan pembunuhan terhadap Raisa, sehingga hukuman tersebut sangat memberatkan keduanya. Akan tetapi Darrel dan Clarissa tak bisa melakukan apapun karena memang merekalah yang bersalah dan tidak ada pembelaan, sehingga mau tak mau keduanya pun harus tetap menjalani hukuman tersebut.


"Ayah, Kak, Ma, seharusnya mereka tidak perlu dipenjara sampai selama itu. Menurutku 5 tahun saja itu sudah cukup lama, kenapa harus sampai 15 tahun penjara sih, kasihan dong hidupnya Clarissa dan Kak Darrel akan tua di dalam penjara. Sekarang saja umur Clarissa sudah 30 tahun dan Kak Darrel 33 tahun, 15 tahun lagi bukankah itu artinya mereka akan tua di dalam sel?" Ucap Raisa di saat sedang berkumpul bersama keluarganya di kediaman Abimana.


"Raisa, 15 tahun itu terlalu singkat kalau menurut Ayah. Malah Ayah maunya mereka itu mendapatkan hukuman yang lebih berat, contohnya seperti hukuman penjara seumur hidup," ucap Sastro.


"Ya, Mama setuju. Seperti apa yang ayahmu katakan memang lebih bagus lagi kalau mereka berdua itu mendapatkan hukuman yang lebih berat. Tapi ya sudahlah mungkin 15 tahun itu sudah membuat mereka cukup jera," timpal Siska.

__ADS_1


"Tapi Yah, Ma-"


"Sayang, sudahlah. Kau tidak perlu merasa kasihan terhadap orang-orang yang sudah jahat padamu. Buktinya selama sebulan ini mereka tidak berkeliaran kau merasa lebih aman 'kan, lebih nyaman dan ini semua demi kebaikan keluarga kita," tukas Denis yang menyela ucapan istrinya tersebut, sehingga membuat Raisa pun bungkam.


"Raisa, tenang saja ya Nak. Mereka akan baik-baik saja di dalam jeruji besi. Itu adalah hukuman yang setimpal agar mereka tidak lagi melakukan kejahatan di saat nanti mereka sudah keluar. Kau tenang saja, mereka pasti akan baik-baik saja kok. Kau tidak perlu merasa khawatir dan percayalah ini semua demi kebaikan kita semuanya, terutama kau Raisa. Apa kau ingin jika orang-orang itu akan berbuat jahat lagi dan akan menyakitimu juga anak dalam kandunganmu itu, tidak 'kan?" Ujar Sastro.


"Iya Raisa, bahkan bukan hanya kau dan anakmu saja yang akan terancam, semua orang yang dekat dengan Diego dan menurut mereka selalu menjadi penghalang, pasti akan mereka sakiti dan tak peduli siapapun itu." Siska menimpali.


Sementara Diego hanya terlihat mengusap-usap punggung istrinya itu dengan sangat lembut, mencoba memberi pengertian kepadanya.


"Iya Yah, Ma, Kak, aku mengerti kok. Tapi aku hanya kasihan saja terhadap mereka. Nanti kita sering-sering jenguk mereka ya di penjara, tidak apa-apa 'kan?" ucap Raisa.


Diego hanya dapat mengelola nafas panjang lalu menghembuskannya lagi secara kasar. Ia benar-benar tak habis pikir dengan istrinya tersebut, sudah disakiti berulang kali, bahkan hampir saja dibunuh tetapi ia tetap saja bersikap baik terhadap kedua orang itu.


"Aku hanya kasihan terhadap mereka Ma, bagaimanapun juga sebenarnya mereka itu bukan orang jahat, hanya saja keadaan yang membuat mereka menjadi seperti itu," ujar Raisa.


*****


Setelah pergi dari kediaman Abimana, Sastro pun pun menuju ke sebuah restoran terlebih dulu untuk menemui kliennya yang memang mengajaknya untuk bertemu sore ini. Ya meskipun ia sangat jarang ke perusahaannya sendiri, tetapi memang tugasnya menangani hal-hal yang sangat penting seperti saat ini. Sedangkan untuk urusan hari-hari di perusahaan memang selalu ia serahkan kepada Kelvin, orang kepercayaannya, bahkan sudah dianggap sebagai anaknya sendiri.

__ADS_1


Saat ini Sastro juga bersama dengan Kelvin yang selalu setia menemani. Kebetulan hari ini juga hari libur dan Kelvin tidak mempunyai banyak pekerjaan, sehingga ia pun tidak pergi ke perusahaan.


"Baiklah, terima kasih Tuan Sastro. Saya harap kerjasama ini akan berjalan dengan lancar. Sekali lagi saya minta maaf karena sudah mengajak Anda untuk meeting di hari libur seperti ini, karena memang besok pagi-pagi sekali saya harus berangkat ke luar negeri," ucap Johan, klien Sastro yang saat ini sedang bertemu dengannya.


"Ya sama-sama Tuan Johan, saya juga berharap seperti itu. Tidak jadi masalah, lagi pula waktu saya free, kapanpun selalu ada waktu untuk berbisnis, untuk bekerja, kenapa tidak dimanfaatkan," ucap Sastro.


"Ya saya mengerti. Padahal jika Tuan Sastro masih mau mencari jodoh, saya yakin masih banyak wanita yang ingin menjadi istri Tuan Sastro," goda Johan.


"Tuan Johan bisa saja, tapi saya sama sekali tidak pernah memikirkan hal itu. Menurut saya bisa bersama dengan anak saya saja, saya sudah merasa sangat bahagia. Lagipula saya juga malu sama umur, sebentar lagi saya akan memiliki cucu," ucap Sastro.


"Benar sekali Tuan, karena memang anak adalah segalanya. Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu ya Tuhan Sastro, Tuan Kelvin, saya masih ada urusan lain yang harus diselesaikan hari ini," pamit Johan.


"Baik Tuan, hati-hati di jalan, ucap Sastro.


"Hati-hati Tuan Johan," ucap Kelvin pula. Lalu segera saja klien tersebut pergi meninggalkan restoran.


Di saat itu tiba-tiba saja ponsel Kelvin berdering dan ada panggilan masuk dari kantor polisi. Sehingga segera saja Kelvin menjawab telepon tersebut dan tak lupa ia mendloudspeaker ponselnya agar Sastro ikut mendengar pembicaraan tersebut.


"Halo Pak, selamat sore," ucap Kelvin.

__ADS_1


Betapa terkejutnya Kelvin dan Sastro setelah mendengar pernyataan dari polisi, sehingga keduanya pun langsung saja bergegas menuju ke kantor polisi saat itu juga.


Bersambung …


__ADS_2