Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Mengutus Pengacara.


__ADS_3

Tidak lama kemudian Sastro yang disusul oleh Diego telah tiba di Kantor Polisi. Karena memang polisi yang meminta mereka untuk segera datang karena ingin memberitahu mereka mengenai seseorang yang di saat itu tiba-tiba saja datang ke Kantor Polisi dan mengatakan jika dia adalah pengacara dari Clarissa dan Darrel. Ya orang tersebut mengaku akan membela Darrel dan Clarissa mati-matian karena telah diutus oleh seseorang.


Sehingga segera saja Sastro dan Diego menemui orang tersebut yang ternyata mereka kenali.


_____


"Pak Burhan? Apa kau yakin bahwa kau adalah pengacara dari Clarissa dan Darrel?" Tanya Diego ingin memastikan.


"Tentu saja benar Tuan. Kalau kalian sudah siap untuk sidang, saya juga sudah siap. Saya tidak pernah takut dengan siapapun termasuk pengacara Anda, Pak Hendrik," ucap seorang pengacara yang sudah terkenal cukup handal dan terkenal dengan kelicikan serta kemenangannya di kota tersebut.


"Tapi bukankah kau ini sudah terkenal bahwa bayaranmu sangat mahal. Dari mana Clarissa dan Darrel mendapatkan uang untuk membayarmu? Sedangkan mereka sendiri saja sudah menyerah karena tidak bisa mencari pengacara yang bisa melawan pengacaraku," ucap Diego.


"Ya tentu saja dan itu sama sekali tidak pernah berubah. Karena orang yang mengutusku untuk menjadi pengacara Darrel dan Clarissa bukanlah mereka berdua, tentunya seseorang yang memiliki kuasa dan sudah membayarku dengan sangat mahal. Untuk itulah aku mau bekerja untuknya demi membela klienku, yaitu Nyonya Clarissa Tuan Darrel," ungkap Burhan.


"Siapa dia orangnya? Siapa orang yang telah memerintahmu?" Tanya Sastro.


"Saya rasa itu bukan urusan Tuan Sastro maupun Tuan Diego untuk mengetahuinya. Yang penting sekarang kalian berdua tahu bahwa saya adalah pengacara Nyonya Clarissa dan Tuan Diego, selamat bertemu di pengadilan," ucap Burhan yang langsung saja beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Kantor Polisi.


Diego dan Sastro hanya diam saja karena dibuat keheranan, mereka sama sekali tak mengerti dan tak mengetahui siapa yang sudah memerintahkan pengacara itu. Lalu Diego pun melangkahkan kakinya untuk menghampiri Darrel di balik jeruji besi.


_____


"Bagaimana Darrel, apa kabarmu?" Tanya Diego.

__ADS_1


"Cih, kau tidak perlu menanyakan kabarku jika kau datang ke sini hanya untuk mengejekku," ucap Darrel.


"Bukankah kau sangat senang karena sekarang kau sudah memiliki pengacara, yang itu artinya sebentar lagi kau akan bebas tapi jangan pernah bermimpi," ucap Diego.


"Aku tidak peduli, bahkan aku sendiri tidak tahu siapa pengacara itu dan kenapa tiba-tiba dia mau menjadi pengacaraku. Padahal aku sama sekali tidak membutuhkan pengacara. Meskipun aku berada di sini 15 tahun lamanya, setelah aku keluar dari sini nanti, aku pastikan jika kau dan keluargamu tidak akan pernah hidup bahagia," ancam Darrel.


"Kurang ajar! Berani sekali kau mengancamku seperti itu setelah apa yang aku lakukan selama ini padamu. Ternyata aku benar-benar sudah salah memilihmu untuk menjadi seorang kepercayaan, aku tidak menyangka jika kau adalah seorang pengkhianat yang bisa melakukan apapun demi mencapai tujuanmu," ucap Diego yang menatap dengan tajam.


"Jangan pernah lupa jika semua itu karena aku belajar darimu Diego. Kau yang mengajariku untuk selalu bersikap pesimis, untuk selalu melakukan apapun dan bekerja keras demi mencapai tujuan kita," tukas Darrel.


"Tapi tidak dengan cara kotor. Aku tidak pernah mengajarimu untuk menyakiti seseorang demi mendapatkan apa yang kau mau," hardik Diego.


"Lalu apa kau pikir dengan mencapai kesuksesanmu selama ini kau tidak menyakiti orang lain? Apa kau pernah memikirkan bagaimana nasibku hah!" Kata Darrel dengan suara lantang.


"Sudah, sudah, jangan membuat keributan di sini. Tuan Diego jika Anda tidak ada kepentingan lagi, lebih baik Anda pergi saja dari sini," ucap salah satu sipir, sehingga membuat Diego pun merasa sangat murka dan langsung saja pergi meninggalkan Darrel.


"Bagaimana, apakah mereka mengakui jika mereka yang menyewa Pak Burhan?" Tanya Sastro.


"Tidak Yah. Bahkan Darrel mengatakan bahwa dia sendiri tidak tahu itu siapa. Tapi tentunya dia sangat senang karena tiba-tiba saja ada orang yang datang menolong mereka," ucap Diego.


"Siapa orang itu, kenapa begitu misterius sekali?" Tukas Sastro bertanya-tanya.


"Entahlah Yah, tapi aku yakin nanti kita pasti akan mengetahuinya," ujar Diego.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu lebih baik kau pulang saja, pasti Raisa juga sudah menunggu kepulanganmu karena tiba-tiba saja kau pergi dari rumah. Maaf seharusnya tadi Ayah pergi ke sini dengan Kelvin, tidak merepotkanmu. Tapi tiba-tiba mendadak Kelvin harus menemui klien, maka itu Ayah mengajakmu untuk ke sini," ucap Sastro.


"Tidak apa-apa Yah, bukankah ini juga kasus istriku, jadi memang lebih baik Ayah pergi bersamaku daripada Kelvin," ucap Diego.


"Ya kau benar juga. Ya sudah kalau begitu ayo kita pulang, kau langsung pulang saja, biar Ayah menggunakan taksi seperti tadi saat Ayah pergi ke sini," ucap Sastro.


"Jangan Ayah, biar aku akan mengantar Ayah pulang terlebih dulu baru aku pulang ke rumah. Aku juga akan mengabari Raisa supaya dia merasa lebih tenang dan tidak khawatir menunggu kepulanganku," ucap Diego.


"Ya sudah," jawab Sastro yang tak menolaknya lagi.


*****


Malam harinya, meskipun waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB, Sastro yang sudah terbiasa tidur cepat saat ini tidak dapat memejamkan matanya dan ia masih berada di ruang kerjanya. Pikirannya masih terus saja terpikirkan oleh seorang pengacara yang tadi siang ditemuinya di Kantor Polisi, yaitu sebagai pengacara Darrel dan Clarissa.


"Siapa kira-kira orang yang sudah memerintahkan Pak Burhan untuk menjadi pengacara Clarissa dan Darrel? Tentunya bayarannya itu sangat mahal, tidak ada bedanya dengan bayaran pengacaraku, Pak Hendrik. Aku tahu betul siapa itu Pak Burhan, dia bukanlah orang sembarangan, pastinya kalau tidak ada uang ratusan juta di muka dia tidak akan mungkin mau menjadi pengacara seseorang. Aku yakin orang yang berada di balik ini adalah orang yang benar-benar sangat kaya dan juga berkuasa. Tapi siapa dia?" Ucap Sastro.


Ya itulah yang menjadi penyebabnya kenapa Sastro belum juga bisa tidur sampai saat ini.


Ting …


Hingga di saat itu terdengar ada pesan masuk pada ponselnya, sehingga Sastro langsung saja meraih ponsel yang ia letakkan di atas meja dan segera membaca pesan yang dikirim dari nomor tak dikenal.


"Apa kabar Sastro, apa kau sudah siap bertemu denganku di pengadilan nanti?"

__ADS_1


Meskipun Sastro tak tahu siapa yang mengirim pesan, tetapi ia cukup terkejut seperti sudah sangat familiar dengan sapaan di dalam pesan tersebut.


Bersambung …


__ADS_2