Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Sidang.


__ADS_3

Entah apa yang ada di dalam pikiran Sastro saat ini, yang jelas ia benar-benar sangat yakin jika sang pengirim pesan tersebut adalah sahabat lamanya yang memang selalu saja menyapanya seperti itu. Sehingga membuat Sastro pun langsung saja menekan tombol hijau untuk menelpon nomor tersebut tetapi pada kenyataannya nomor telepon itu sudah tidak aktif.


"Siapa dia? Apa mungkin dia adalah orang iseng atau mungkin seperti dugaanku bahwa dia adalah teman lamaku. Tapi kenapa dia berkata seperti itu, apa iya dia adalah orang yang ada di balik pengacara Clarissa dan Darrel? Jika memang benar itu wajar saja, karena memang dia memiliki kuasa dan uang yang sangat banyak, tentunya sangat tidak sulit baginya untuk membayar pengacara mahal dari luar negeri sekalipun," pikir Sastro yang dibuat sangat kebingungan.


Hingga di saat itu pun Sastro meninggalkan ruang kerjanya dan masuk ke kamar, berniat ingin segera mengistirahatkan mata dan juga tubuhnya yang tak begitu sangat lelah.


Akan tetapi lagi-lagi ia tidak dapat memejamkan mata dan terus saja terpikir akan hal tersebut, ditambah lagi dengan pesan yang baru saja dibacanya dari nomor yang tidak dikenal. Sastro merasa jika beban di pikirannya saat ini malah semakin bertambah.


*****


Hari yang dinanti telah tiba, di mana Clarissa, Darrel, begitu juga dengan Raisa akan melakukan sidang tentang kasus yang menimpa Raisa yang sengaja dilakukan oleh Darrel dan Clarissa.


Tentunya Raisa didampingi oleh orang-orang terdekatnya yaitu Diego sang suami, Sastro sang ayah dan Siska ibu mertuanya, berikut juga dengan pengacara handalnya yaitu Pak Hendrik. Sedangkan Darrel dan Carissa hanya didampingi oleh satu orang saja yaitu pengacara mereka, Pak Burhan.


Tidak lama kemudian sebelum sidang dimulai, terlihat seorang pria paruh baya yang terlihat begitu gagah, meskipun usianya sudah tua tetapi ia masih cukup berkarisma yang saat itu masuk ke dalam ruang sidang dan langsung saja duduk di samping Sastro. Tentu saja membuat Sastro terkejut setengah mati karena ia mengenali siapa pria tersebut.


"Erros, bagaimana kau bisa berada di sini? Kenapa kau bisa menghadiri sidang ini?" Ucap Sastro yang tentunya bertanya-tanya.


"Tentu saja aku di sini sebagai pendukung Clarissa dan Darrel, maka itu aku berada di sini," jawab Erros dengan santainya.


"Apa? Jadi benar kau lah yang menyewa pengacara Burhan untuk membela mereka?" Tanya Sastro.

__ADS_1


"Sastro, Sastro, lebih baik kita tidak berbicara sekarang. Nanti saja setelah sidang berakhir," ucap Erros dengan tatapan sinisnya, lalu membuang muka.


Sementara itu terlihat Raisa, Diego dan Siska yang menatap ke arah Sastro, seakan bertanya-tanya dan meminta penjelasan tentang Erros. Akan tetapi untuk saat ini Sastro belum bisa menjelaskan apapun sampai nantinya sidang berakhir.


_____


Beberapa jam kemudian, sidang pun telah berakhir. persidangan terjadi begitu sengit antara 2 pengacara yang terlihat membela kliennya. Kini hanya tinggal menunggu keputusan hakim bagaimana atau hukuman apa yang akan dijatuhkan kepada Darrel dan Clarissa karena bagaimanapun juga mereka tetap dinyatakan bersalah, hanya saja masa hukuman bisa dikurangi dan itu membuat Darrel maupun Carissa merasa sangat lega. Karena mereka yang tadinya pasrah karena akan dipenjara selama 15 tahun, tetapi sekarang mempunyai kesempatan untuk lebih cepat bebas dari sel tahanan.


Lalu di saat itu pun terlihat Sastro yang kembali bertemu dengan Erros di luar ruang sidang.


"Apa hubunganmu dengan Clarissa dan Darrel? Kenapa kau sampai menyewa pengacara mahal yang terkenal sangat licik untuk membela mereka, apa kau mengenal mereka?" Tanya Sastro.


"Apakah kau benar-benar ingin tahu dan apakah itu sangat penting bagimu. Menurutku mau siapapun mereka, mau berapa banyak uang yang aku keluarkan untuk membela mereka itu sama sekali bukan masalah, yang penting aku bisa melawanmu," ucap Eros yang membuat Sastro terkejut.


Bugh!


Sehingga Erros langsung saja memukul wajah sahabat lamanya itu.


"Ayah … Ayah baik-baik saja Ayah!" Pekik Raisa dengan begitu histeris. "Om maaf ya Om, Anda ini siapa sih. Kenapa Anda tiba-tiba saja menyakiti Ayahku seperti itu?" Tanyanya yang memang baru saja keluar dari ruang sidang bersama dengan Diego dan juga Siska.


Begitu juga dengan Clarissa, Darrel dan juga pengacara.

__ADS_1


"Kau, apakah kau anaknya Sastro? Perlu kau tahu jika Ayahmu ini adalah seorang pecundang, seorang pengkhianat yang tega menyakiti sahabatnya sendiri hanya karena seorang wanita. Dia memang pantas mendapatkan hal ini," ucap Erros.


"Maksudnya apa? Bisa Om jelaskan kepadaku dengan jelas, aku tidak mengerti apa yang Om ucapkan," ujar Raisa kebingungan.


"Raisa, sudah Raisa. Ayah tidak apa-apa, ini semua hanyalah kesalahpahaman" ucap Sastro.


"Ck, kesalahpahaman apa? Kalau dulu kau tidak muncul, kau tidak pernah mencampuri urusanku bersama Camelia, tentunya tidak akan ada permusuhan ini Sastro. Kau sendiri yang membuatku begitu membencimu sampai aku harus menikah dengan wanita yang tidak aku cintai," ucap Sastro.


Lalu di saat itu pun terlihat Pak Burhan yang menghampirinya, begitu juga dengan Karen yang sudah menjemputnya karena asistennya itu memang sempat pergi karena atas perintah Erros. Lalu segera saja Erros masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan lokasi.


Sementara Sastro masih terlihat sangat syok atas apa yang baru saja terjadi. Ia tak menyangka setelah lama mereka tidak bertemu, Erros masih menganggapnya sebagai musuh. Bahkan saat di luar negeri dulu Erros juga sudah sempat bertemu dengan Sastro dan melakukan hal yang sama sebagai pesaing bisnisnya yang sengaja ingin menjatuhkan Sastro, meskipun hal tersebut tidak pernah berhasil. Sekarang Erros juga menyusulnya ke Indonesia dan melakukan hal yang sama.


"Ayah, apa Ayah baik-baik saja? Bibir Ayah berdarah, aku obati dulu ya sebelum kita pulang," ucap Raisa.


Sastro hanya menganggukkan kepalanya dan mengikuti anaknya tersebut yang menuntunnya ke mobil. Lalu Raisa segera mengambil kotak P3K dan mengobati luka ayahnya itu.


"Ayah, sebenarnya ada apa? Kenapa orang tadi marah-marah dengan Ayah dan dia siapa, kenapa dia bisa ada di persidangan ini?" Tanya Raisa.


"Dia lah yang menyewa pengacara Burhan untuk membela Darrel dan Clarissa. Tujuannya hanya 1 yaitu untuk melawan Ayah karena Erros sama sekali tidak pernah bisa memaafkan atas kesalahan yang padahal tidak Ayah lakukan. Itu semua bukan salah ayah Raisa, tapi dia salah paham," terang Sastro.


Sastro menceritakan kepada putrinya tersebut bahwa dulu ia dan Erros pernah bersahabat, tetapi karena keduanya menyukai wanita yang sama dan wanita tersebut lebih memilih Sastro, membuat Erros pun merasa dendam hingga saat ini. Padahal akhirnya wanita bernama Camelia itu tidak memilih siapapun karena ia sudah dijodohkan oleh orang tuanya dan menikah dengan orang lain. Bahkan saat ini di mana keberadaan wanita tersebut baik Sastro maupun Erros tidak ada yang tahu.

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2