
"Maksud Ayah apa? Kenapa ayah berbicara seperti itu?" Tanya Raisa tak mengerti.
"Kelvin, kenapa kau hanya diam saja. Kau bersedia 'kan menikahi putriku?" Tanya Sastro langsung saja.
"Apakah Tuan serius? Seandainya Raisa bersedia, aku bersedia Tuan," jawab kelvin yang membuat Raisa benar-benar sangat terkejut.
Di saat yang bersamaan, tiba-tiba saja terlihat seseorang yang membuka pintu ruangan Direktur Utama, lalu masuk dengan tatapan penuh amarah dan langsung saja melangkahkan kaki mendekati Sastro, Kelvin dan Raisa yang begitu terkejut melihat kedatangannya.
"Aku tidak setuju," ucap pria tersebut yang kini sudah berdiri di hadapan mereka.
"Maaf Tuan Diego, saya sama sekali tidak meminta pendapatmu dan kenapa kau begitu tidak sopan masuk ke ruangan saya tanpa izin," ucap Sastro.
Sehingga di saat itu pun terlihat kelvin yang beranjak dari tempat duduknya dan hendak menyeret Diego keluar.
"Lepaskan aku!" Bentak Diego.
Lalu Sastro memberi gestur kepada Kelvin untuk tetap membiarkan Diego berada di ruangannya, sehingga Kelvin pun tampak menjauhi mantan kekasih Raisa tersebut.
"Aku tidak menyangka ternyata ini semua adalah sandiwara kalian. Dan kau Raisa, kenapa kau begitu tega membohongiku. Kenapa kau mengatakan sudah menikah dengan Kelvin dan mengandung anaknya, padahal itu adalah Anakku," kata Digo yang membuat Raisa tersentak.
Ternyata sedari tadi Diego sudah berada di depan ruangan Sastro, hanya saja ia sengaja berdiri di sana karena tidak sengaja mendengar Sastro akan menyampaikan hal penting dan pada akhirnya ia pun mendengar semua percakapan mereka saat itu.
"Memangnya kenapa Kak. Meskipun yang aku kandung ini adalah Anakmu tapi kita juga tidak mungkin bisa bersama 'kan? Orang tuamu tidak menyukaiku, orang tuamu lebih suka kau balikan dengan mantan istrimu itu. Lagipula bukankah kau sudah mendengar tadi Ayahku mengatakan ingin aku menikah dengan Kak Kelvin dan kak Kevin juga setuju. Aku juga mau karena aku mencintai Kak Kelvin, aku sama sekali sudah tidak mempunyai perasaan apapun lagi padamu," ucap Raisa.
Kelvin tersentak mendengarnya, meskipun ia tahu apa yang Raisa katakan itu adalah bohong tetapi entah mengapa ia sangat berharap jika itu semua akan menjadi kenyataan.
"Bohong! Aku tahu kau berbohong Raisa, katakan sekali lagi jika kau ingin menikah dengan Kelvin dan kau mencintainya. Itu tidak mungkin, aku yakin pasti jauh dari dalam lubuk hatimu yang paling dalam kau masih sangat mencintaiku 'kan? Jawab aku Raisa!" Bentak Diego yang menatap mata Raisa dengan sangat dalam, sehingga membuat Raisa pun mati kutu dan mengalihkan pandangannya.
"Tolong jangan keterlaluan dan jangan pernah mengganggu Anak saya lagi. Apakah tidak cukup kau telah membuat Raisa menangis hah! Hubungan kalian sudah dilarang keras oleh orang tuamu, jadi saya harap kau jangan pernah berharap bisa bersama Anak saya lagi, kau dengar itu!" Bentak Sastro yang tidak terima melihat anaknya dibentak oleh orang lain.
__ADS_1
Bahkan ia juga memasang badannya dan saat ini sudah berdiri di depan anaknya tersebut, serta menatap Diego dengan tajam.
"Maaf Tuan Sastro, aku juga tidak tahu bagaimana bisa Tuan adalah orang tuanya Raisa. Tapi sebelum Tuan mengetahui bahwa Raisa adalah anak kandung Tuan, saya sudah terlebih dahulu mengenal Raisa, saya sudah menjalin hubungan dengannya dan kami saling mencintai. Seharusnya sebagai orang tua Tuan mengerti itu, Tuan merestui hubungan kami. Apalagi saat ini Raisa juga sedang mengandung Anakku, seharusnya Tuan membiarkan aku untuk bertanggung jawab. Bukan malah meminta orang lain untuk mempertanggungjawabkannya," ujar Diego.
"Apa kau tidak salah bicara? Seharusnya kau mengatakan hal ini kepada orang tuamu sendiri Diego. Kenapa orang tuamu menentang hubungan kalian? Karena masa lalu Anak saya? Jika memang itu alasannya, kenapa orang tuamu bisa langsung percaya begitu saja. Bukankah Raisa sudah menjelaskannya, kau sendiri juga tahu bagaimana Raisa, tapi kenapa orang tuamu sama sekali tidak mempercayai Raisa. Seharusnya dia tahu siapa Raisa," kata Sastro yang membuat Diego pun terdiam.
Raisa terlihat hanya diam saja, mulutnya seakan membisu tak dapat untuk mengucap kata. Ia juga tampak tertunduk di belakang sang ayah, tanpa berani menatap pria yang berada di depan ayahnya tersebut.
Lalu Diego pun meraih tangan Raisa lalu menariknya dan hendak membawa pergi wanita tersebut. Di saat itu terlihat Kelvin ingin mengejar Raisa tetapi Sastro pun melarang asistennya itu, sehingga langkah kaki Kelvin terhenti.
"Biarkan saja Kelvin. Aku percaya jika Diego tidak mungkin menyakiti Raisa, jadi biarkan saja mereka menyelesaikan masalah mereka saat ini," ucap Sastro.
Kelvin terdiam, ada sedikit rasa kecewa di dalam hatinya tetapi tak bisa untuk diungkapkan.
_____
"Lepas … lepaskan aku Kak. Kau mau membawaku ke mana?" Tanya Raisa yang terus memberontak, berusaha untuk melepaskan tangannya.
"Siapa pria itu? Kenapa dia membawa Nona Raisa pergi?"
"Iya, bukankah di dalam ada Tuan Sastro dan juga Tuan Kelvin? Tapi kenapa mereka tidak ada yang mencegahnya?"
"Sudahlah, biarkan saja. Mungkin pria itu adalah mantan kekasih Nona Raisa dan ada masa lalu yang belum terselesaikan."
"Iya benar. Lebih baik kita tidak usah ikut campur."
Terdengar bisik-bisik dari beberapa pegawai yang bekerja di perusahaan tersebut. Hingga kini Diego dan Raisa pun sudah berada di luar perusahaan, tepat di parkiran mobil.
Diego langsung saja memasukkan Raisa ke dalam mobil, lalu mengunci pintunya dan setelah itu ia juga masuk juga ke dalam mobilnya tersebut.
__ADS_1
"Kak Diego, kau mau membawa aku ke mana?" Tanya Raisa.
"Lebih baik kau diam saja Raisa," tukas Diego lalu menyalakan mesin mobil dan melaju.
Raisa terlihat hanya diam saja, hatinya benar-benar terguncang saat ia berhadapan langsung dengan pria yang sudah lama tak ditemuinya. Rasanya saat ini juga ia ingin pergi meninggalkan pria tersebut, tetapi dalam hati kecilnya mengatakan bahwa ia masih sangat mencintai pria itu dan tidak ingin lagi berpisah dengannya. Kini ia hanya tampak membuang wajahnya menatap ke arah lain, Sedangkan Diego fokus untuk menyetir sambil sesekali melirik ke arah Raisa.
*****
"Ayo kita turun sekarang," ajak Diego saat mereka telah tiba apartemen mewah.
"Kenapa kau membawaku ke sini Kak?" Tanya Raisa.
"Sudahlah Raisa, lebih baik sekarang kau turun saja dan ikut aku," titah Diego.
"Aku tidak mau. Katakan dulu untuk apa kau membawaku ke sini," tolak Raisa.
"Tentu saja aku ingin menyelesaikan masalah kita. Kau harus menjelaskan padaku tentang semuanya," kata Diego.
"Menjelaskan soal apalagi Kak? Bukankah aku sudah menjelaskannya tadi," ujar Raisa.
"Kau mau turun dan berjalan sendiri atau aku akan menggendongmu sampai ke apartemen," kata Diego.
Sehingga membuat Raisa pun menurutinya, ia segera turun dari mobil dan mengikuti Diego sampai mereka tiba di apartemen milik Diego.
Langsung saja Diego menarik tangan Raisa masuk ke dalam dan menutup pintu apartemen yang otomatis terkunci.
"Empht … ." Raisa kesulitan untuk bernafas di saat Diego menyambar bibirnya tersebut dengan sangat rakus.
Awalnya Raisa menolak serta memukul-mukul dada Digo meminta untuk dilepaskan. Akan tetapi karena Diego terus saja me lu mat bibirnya tersebut, pada akhirnya Raisa pun pasrah dan malah terlihat menikmatinya, serta membalas ci uman tersebut.
__ADS_1
Bersambung …