
"Ini aku tidak salah dengar dan salah lihat 'kan? Mama membuatkan makanan kesukaan Raisa, lalu kalian berdua saling bertatapan dan tersenyum. Ini ada apa sih, apa kalian sedang mengerjaiku?" Tanya Diego tetapi Raisa dan Siska tak menggubrisnya.
"Denis, apa kau tahu tentang ini?" Tanya Diego yang kini beralih bertanya kepada sang anak.
Akan tetapi Denis hanya mengangkat kedua bahunya diiringi gelengan kepala, pertanda ia tak mengetahui apa-apa.
"Ma, Sayang, ada apa sih? Kalian berdua sudah baikan ya?" Tanya Diego.
"Diego, memangnya kalau iya kenapa. Seharusnya kau itu senang, kenapa kau malah keheranan seperti itu," ujar Siska.
"Mama serius?" Tanya Diego. Sayang, kenapa kau tidak mengatakannya padaku," protesnya kepada sang istri.
"Tadi 'kan aku sudah bilang Kak, nanti kau juga akan tahu," sahut Raisa.
"Oh … jadi ini yang menyebabkan kau dari tadi tersenyum bahagia seperti itu? Jadi kau dan Mama sudah baikan. Syukurlah, aku benar-benar merasa sangat bahagia," ucap Diego.
"Memangnya sejak kapan ya Mama dan Raisa bertengkar, kenapa kau mengatakannya kami berdua baikan?" Tanya Siska.
"Ya maksudku aku melihat Mama sudah kembali lagi seperti dulu terhadap Raisa, bahkan Mama menyiapkan makan malam untuk menantu Mama. Terima kasih ya Ma, aku sangat menyayangi Mama," ucap Diego.
"Ah kau ini kenapa harus drama-drama di ruang makan sih. Lagipula harus dong, Mama harus memberikan makanan yang sehat untuk calon cucu Mama yang ada di dalam perut Raisa," hardik Siska. "Ini Sayang dimakan sup-nya," ucapnya yang sudah menyendokkan semangkok sup, lalu memberikannya kepada Raisa.
"Terima kasih ya Ma," ucap Raisa.
"Iya, sama-sama Sayang," jawab Siska tersenyum.
Meskipun Diego masih tak mengerti, tetapi ia sangat senang karena pada akhirnya Siska sudah menerima kehadiran Raisa kembali. Diego benar-benar merasa sangat bahagia akan hal tersebut, membuatnya pun menjadi sangat lahap menikmati makan malam kali ini, bahkan sampai nambah beberapa kali. Pemandangan tersebut tentunya membuat Siska dan Raisa juga tersenyum. Begitu juga dengan Denis yang merasa saat ini telah mempunyai keluarga yang kembali utuh.
__ADS_1
_____
Setelah makan malam berakhir, Siska dan Denis langsung saja kembali ke kamar mereka masing-masing setelah tadi mereka sempat duduk sebentar untuk mengobrol kira-kira selama 20 menit. Kini Diego dan Raisa juga akan kembali ke kamar dan terlihat sedang menaiki tangga.
"Sayang, aku gendong ya," ucap Diego.
"Tidak perlu Kak, aku mau jalan saja. Lagipula kau juga sehabis makan 'kan? Mana makanmu tadi juga banyak sekali Kak, yang ada nanti kau malah tidak bisa menggendongku karena kau kekenyangan," tolak Raisa.
"Siapa bilang aku tidak bisa menggendongmu? Justru karena tadi aku makan banyak, jadi aku mempunyai tenaga yang sangat kuat untuk menggendongmu dan anak kita," ujar Diego.
"Tapi aku mau jalan saja Kak, jalan lebih cepat daripada harus digendong. Memangnya kau pikir aku ini penyakitan apa?" Kata Raisa.
"Aku tidak mengatakannya seperti itu. Tapi kau 'kan baru saja pulang dari rumah sakit, aku hanya ingin menjaga kau dan anak kita saja Sayang," ucap Diego.
"Iya Sayang aku mengerti. Tapi aku baik-baik saja, kau hanya perlu menuntun dan menjagaku," ujar Raisa.
Lalu keduanya sama-sama menggosok gigi di kamar mandi dan saling menatap, serta tersenyum melalui cermin. Keduanya terlihat begitu bahagia, setelah mendapat restu dari sang ibu tentunya membuat Raisa dan Diego seperti sehabis mendapat jackpot yang tiada tara nilainya.
Setelah itu pun keduanya menuju ke tempat tidur dan langsung merebahkan diri di atas kasur.
"Kak, ini 'kan masih jam 20.30 WIB, kau yakin sudah mau tidur?" Tanya Raisa.
"Belum sih, memangnya kenapa? Apa kau ingin sesuatu atau kau mau jalan-jalan keluar?" Tanya Diego.
"Tidak Kak, aku hanya ingin nonton film saja. Sudah lama kita tidak nonton, apa kau mau?" Tanya Raisa pula.
"Oh … boleh dan tentu saja aku mau. Ya sudah ayo kita nonton," jawab Diego.
__ADS_1
Lalu Raisa dan Diego pun duduk di sofa dan juga memilih untuk nonton di dalam kamar saja. Mereka menonton film romantis yang memang kasetnya baru dibeli oleh Raisa.
Keduanya tampak serius menonton, hingga pada saat adegan romantis di mana sang pria mencium wanitanya, di saat itu pula Diego langsung menyambar bibir sang istri dan memperagakan seperti apa yang dilihatnya di film tadi. Diego me lu mat bibir istrinya tersebut dan langsung saja dibalas oleh Raisa, sehingga ciu man itu pun semakin lama semakin mendalam dan memanas. Pada akhirnya Diego mematikan televisi, lalu menggendong tubuh istrinya itu dan membawanya ke kasur.
Tidak usah ditanya lagi, gara-gara berawal dari nonton film, kini mereka pun menciptakan film sendiri dengan melanjutkan ke adegan selanjutnya, yang tentunya akan lebih hot.
*****
Ting … Tung …
Terdengar suara bel pintu rumah. pagi-pagi sekali kediaman Abimana sudah kedatangan tamu yaitu seseorang yang kehadirannya sama sekali sudah tak diinginkan lagi oleh keluarga tersebut. Sehingga di saat sang Bibi membukakan pintu untuk wanita itu dan mempersilakannya masuk lalu mengatakan kepada Siska tentang siapa yang datang, Siska terlihat sangat kesal, rasanya ia sudah tak ingin lagi menemui wanita itu. Akan tetapi kebetulan ada hal penting juga yang ingin ia sampaikan, sehingga Siska pun langsung saja keluar menuju ke ruang tamu.
"Ma, Mama apa kabar?" Sapa wanita itu yang langsung saja hendak memeluk Siska tetapi terlihat jelas jika Siska menghindarinya.
"Mama kenapa? Apa aku punya salah?" Tanya wanita itu yang tak lain adalah Clarissa.
"Stop Clarissa, jangan pernah memanggil saya dengan sebutan Mama lagi. Sudah saya katakan berulang kali tapi kau tetap saja memanggil saya dengan sebutan Mama. Yang berhak memanggil saya dengan sebutan Mama hanyalah Anak dan juga menantu saya, sedangkan kau bukanlah menantu saya lagi," ujar Siska.
"Tapi apa bedanya Ma, 'kan sebentar lagi aku juga akan kembali menjadi menantu Mama," ucap Risa.
"Ck, jangan pernah bermimpi Clarissa. Karena Diego sudah menikahi Raisa, mereka berdua sebentar lagi juga akan memiliki anak dan itu artinya tidak akan ada celah untuk siapapun masuk ke dalam rumah tangga mereka, apalagi itu kau," ucap Siska yang membuat Clarissa tersentak.
"Ma, kenapa Mama jadi seperti ini? Sepertinya Mama sekarang malah mendukung hubungan mereka," kata Clarissa.
"Ya, karena Raisa adalah pilihan Diego dan Denis. Jadi sudah pasti saya akan mendukung pilihan mereka dan saya yakin jika pilihan Anak dan cucu saya adalah yang terbaik. Jadi lebih baik kau tidak perlu lagi berharap atas Diego, karena sudah pasti Diego akan setia terhadap istrinya sampai mati. Jika kau masih ingin membuat Denis menerimamu sebagai ibunya, itu adalah hakmu dan saya juga tidak mungkin melarang. Tapi jika kau ingin mendapatkan hati Diego lagi, saya ingatkan lebih baik kau mundur Clarissa," ucap Siska yang rasanya terdengar sangat menyakitkan bagi Clarissa.
Bersambung …
__ADS_1