Terpikat Pesona Hot Duda

Terpikat Pesona Hot Duda
Pengakuan Ayumi.


__ADS_3

Diego mengepal erat kedua tangannya, sudah jelas jika di saat ini pria tersebut sangat marah setelah mendengar jika seseorang yang berada di dalam rumahnya itu adalah seorang pengkhianat.


Melihat wajah Diego yang berubah tampak murka membuat Raisa pun takut jika suaminya itu akan bertindak gegabah saat ini juga, sehingga di saat suaminya itu hendak membuka pintu dengan cepat Raisa menarik tangannya.


"Kak lebih baik jangan langsung dimarahi, kita tanyakan dulu baik-baik," ucap Raisa.


Diego menoleh tapi tak menjawab apapun, lalu ia membuka pintu kamar anak bungsunya itu yang membuat Ayumi terkejut bukan main. Bahkan ponsel yang saat itu dipegangnya jatuh begitu saja ke atas lantai dengan panggilan telepon yang masih tersambung. Raisa langsung saja mengambil baby Diesa yang berada di dalam baby box dan menggendongnya.


Di saat itu baik Raisa maupun Diego melihat jelas siapa yang sedang dihubungi oleh wanita tersebut karena tertera di layar ponselnya dengan nama Om Carlos, lalu Diego pun mengambil ponsel itu dan berbicara dengan seseorang dibalik telepon tersebut.


"Ba ji ngan! Jadi ternyata pengasuh yang berada di rumahku ini adalah orang suruhanmu Carlos! Lihat saja Carlos, aku sama sekali tidak peduli dengan siapapun orang yang ada di rumahku ini, tapi aku pastikan orang ini juga akan aku jebloskan ke dalam penjara bersama Roy orang suruhannya itu juga. Hanya tinggal menunggu giliranmu saja," kata Digo yang memang belum mengetahui siapa Roy sebenarnya.


"Ha … ha … ha … aku tidak peduli dengan mereka semua dan kau tidak mungkin bisa menangkapku tanpa bukti apapun."


Terdengar suara Carlos berikut tawa dari sebrang telepon dan langsung mengakhiri telepon begitu saja.


"Halo, halo. Brengsek!" Umpat Diego sembari membanting ponsel Ayumi ke atas lantai hingga hancur berantakan karena emosinya sudah meluap-luap.


"Kak sabar Kak," ucap Raisa.

__ADS_1


Sementara itu terlihat Ayumi sangat ketakutan dengan tubuhnya yang bergetar, apalagi saat ia mendengar Diego mengatakan akan menjebloskannya ke dalam penjara.


"Tuan, Nyonya, maafkan saya. Saya mengaku jika saya salah, tapi saya hanya disuruh. Saya benar-benar minta maaf," ucap Ayumi yang memohon ampun kepada 2 tuannya itu.


"Aku benar-benar tidak menyangka Sus, sebenarnya sudah sejak sudah sejak lama aku merasa curiga denganmu tapi aku masih mencoba untuk berpikir positif dan aku juga tidak mengatakan hal ini kepada suamiku. Tapi hari ini aku mengetahui semuanya dan suamiku juga mendengar langsung. Ternyata kau memang orang jahat, apakah selama ini kau sengaja masuk ke keluarga ini ingin menyakiti Anakku Sus? Katakan apa yang sudah kau lakukan kepada Diesa?" Tanya Raisa yang sebenarnya merasa sangat kecewa terhadap Ayumi, akan tetapi ia tetap berusaha untuk mencoba sabar.


"Benar-benar keterlaluan! Aku sudah memperkerjakanmu di sini dengan sangat baik tapi ternyata kau hanyalah penyusup," bentak Diego sembari menatap murka.


"Maafkan saya Tuan, Nyonya. Saya benar-benar minta maaf. Saya melakukan ini semua sebenarnya juga karena ada alasan lain, saya dendam terhadap kalian berdua," kata Ayumi.


"Maksudmu apa? Apa sebelumnya kita pernah kenal, apakah kami berdua pernah berbuat salah denganmu sampai kau dendam dan malah mau membalasnya kepada bayi yang tidak berdosa?" Tanya Raisa yang tak habis pikir.


"Cepat katakan!" Titah Diego dengan suara lantang, membuat Ayumi terkejut dan merasa semakin ketakutan.


"Sayang, lebih baik bawa Diesa keluar dulu, atau titipkan saja sebentar dengan Suster Maira di kamar Mama. Aku ingin mengurus wanita ini dulu," kata Diego.


"Iya Kak," jawab Raisa, lalu ia pun keluar dari kamar baby Diesa yang di saat itu pintunya terbuka lebar dan menyerahkan sang bayi kepada Maira di kamar ibu mertuanya.


"Ada apa Raisa?" Tanya Siska.

__ADS_1


"Ada sedikit masalah Ma di rumah ini. Ma, Suster Maira, aku titip Diesa dulu ya," ucap Raisa lalu kembali ke kamar Diesa.


"Apa kau ini bisu, kau tidak bisa berkata juga. Cepat katakan apa yang yang kau maksud dengan dendam itu, dendam apa hah!" Diego lagi-lagi membentaknya.


"Kak, jangan terlalu emosi," ucap Raisa yang di saat itu sudah berada di samping suaminya.


Meskipun saat ini Ayumi tampak ketakutan menghadapi amarah Diego, tetapi ia memang tak punya pilihan lain lagi selain jujur kepada Raisa dan Diego, berharap jika tuannya itu mau memaafkannya.


"Karena kalian berdua tidak punya hati, Tuan Diego dengan tega menjebloskan Kak Clarissa ke dalam penjara. Apa kalian tahu Clarissa adalah saudaraku satu-satunya, Tuan Diego padahal kau itu adalah mantan suami Kak Clarissa apa kau sama sekali tidak memiliki hati. Kau menjebloskannya ke dalam penjara begitu saja tanpa memikirkan bagaimana nasibku, aku adalah Adik sepupu Kak Clarissa yang selama ini dihidupinnya, bahkan saat dia berada di luar negeri pun dia tetap mengirimi aku dan Nenek uang. Tuan mau tahu kenapa waktu itu Kak Clarissa memilih meninggalkan kalian itu karena dia mau bekerja mati-matian, dia membantu uang kuliahku dan juga untuk berobat Nenek," terang Ayumi yang cukup membuat Diego dan Raisa terkejut.


"Jadi kau Adik sepupu Clarissa yang selama ini telah dibantu olehnya? Meskipun aku tidak mengenalmu dan juga Nenekmu itu tapi aku selalu memberikan Clariss uang berapapun yang dia minta dengan alasan untuk membantumu. Kau tidak usah sok tahu, alasan dia meninggalkanku dan Anakku yang saat itu masih bayi sama sekali tidak ada hubungannya denganmu, kau tidak tahu apa-apa. Memang dia saja yang wanita brengsek, karena bukan hanya pekerjaan tapi wanita itu juga memilih berhubungan dengan laki-laki lain tanpa ikatan. Jangan kau pikir aku tidak tahu itu. Sudahlah jangan membahas sasa lalu yang sama sekali tidak penting, aku menjebloskannya ke penjara karena dia adalah orang jahat yang sudah mencoba untuk menyakiti istriku dan juga keluargaku. Sekarang yang akan aku bereskan di sini adalah masalahmu, kenapa kau bisa sampai bekerja sama dengan para ba ji ngan seperti Carlos dan Roy. Kau tahu 'kan sekarang Roy sudah berada di dalam penjara dan sangat mudah untukku mengirimmu juga ke sana, jangan harap kau bisa lepas dariku," ucap Diego menatap serius.


"Aku mohon maafkan aku Tuan, Nyonya. Tolong bebaskan aku, aku tidak mau masuk penjara. Aku janji tidak akan pernah mengganggu keluarga kalian lagi, aku menyesal. Aku hanya dihasut oleh mereka karena rasa dendam yang aku miliki ini, sebenarnya ku juga tidak tega menyakiti anak kecil yang tidak tahu apa-apa. Aku akui memang aku masuk ke dalam keluarga ini atas perintah Roy, Roy juga yang memperkenalkanku dengan Carlos karena mereka semua memiliki dendam. Meskipun aku tahu Tuan Carlos dendamnya terhadap Tuan Sastro, tapi Tuan sastro itu adalah Ayah Nyonya Raisa, mertua Tuan. Menurutnya sama saja jika membalas dendam kepada Tuan Diego ataupun keluarganya, apalagi menurut Tuan Carlos Tuan Diego selalu saja ikut campur yang itu artinya Tuan Diego adalah musuhnya juga," ucap Ayumi.


"Jadi kau diminta oleh Roy dan Carlos untuk menyakiti Anak kami, iya?" Tanya Raisa.


"Iya Nyonya, saya diminta untuk menyakiti Diesa dengan cara apapun. Maafkan aku karena rasa dendam ini aku memang pernah berbuat nekat untuk menyakiti bayi yang tidak berdosa meskipun sebenarnya aku sangat tidak tega. Beberapa kali aku mau menyakitinya tapi aksiku selalu gagal karena Suster Maira, ya Suster Maira lah selalu memergokiku saat mau melakukan sesuatu," ucap Ayumi yang sudah mengakui semuanya.


"Kau benar-benar jahat, kau sangat tidak punya hati mau menyakiti bayi yang tidak tahu apa-apa hanya gara-gara dendam terhadap orang tuanya. Apa kau tidak memikirkan apa akibatnya? Seharusnya kau cari tahu dulu kebenarannya, jangan asal bertindak," ucap Raisa yang mulai emosi mendengar semua pengakuan Ayumi, apalagi ini sudah menyangkut anaknya yang masih bayi.

__ADS_1


"Aku benar-benar minta maaf Nyonya, Tuan. Tolong jangan masukkan aku ke dalam penjara. Aku menyesal, meskipun aku sudah berniat jahat tapi sebenarnya aku juga sayang dengan baby Diesa. Buktinya selama ini baby Diesa baik-baik saja 'kan, aku selalu merawatnya dengan sepenuh hatiku meskipun tersimpan dendam di dalam hati ini. Nyonya, Tuan, tolong maafkan aku. Aku siap menerima resiko dan tanggungan apapun tapi jangan masukkan aku ke dalam penjara. Aku juga melakukan itu semua karena aku dibayar mahal oleh Roy, itu semua demi mengumpulkan uang untuk Nenekku berobat. Bukankah dulu Nyonya Raisa juga pernah berjuang untuk menyembuhkan penyakit Nenek Nyonya? Saat ini Nenekku ada di Panti Jompo Nyonya, Nenekku terkena penyakit tumor ganas tapi pihak Panti belum mendapatkan dana yang cukup dari donatur untuk membawa Nenekku berobat. Kalau kalian tidak percaya kalian boleh ikut denganku ke sana," kata Ayumi dengan air matanya yang bercucuran, sehingga membuat Raisa merasa iba terhadap pengasuh anaknya itu.


Bersambung …


__ADS_2