The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 98


__ADS_3

"Tapi seperti yang gue bilang tadi,itu sebelum gue paham betul sama keadaan dan posisi gue di keluarga bagi orang tua gue"lanjut Shasa.


"Itu artinya lo udah bisa menerima keadaan Sha"ujar Ariel.


"Bukan menerima sih tapi lebih tepatnya mencoba menerima"balas Shasa mengoreksi ucapan Ariel.


"Kalau lagi ngomong berdua gini,lo suka ke inget gak sih pak Can sama Nic deh?"lanjut Shasa bertanya.


"Ya,keduanya penasehat terbaik kita"jawab Ariel.


"Guru terbaik dan penjaga terbaik juga,mereka yang turun tangan latih kita supaya bisa ahli kayak sekarang.Latih kita bela diri,merakit sampa gunain senjata,mengatur strategi yang baik dan sebagainya"ujar Shasa


"Tapi mereka sekarang gak bisa bantuin kita,bahkan Nic aja udah gak punya jejak keberadaan sekarang"ucap Ariel.


"Siapa bilang?pak Can masih bisa bantuin kita kok sampai sekarang"ujar Shasa.


Ariel menyergitkan alisnya mendengar perkataan Shasa barusan.


"Iya pak Can masih bantuin kita kok,pak Can yang bantuin gue sekarang buat cari semua informasi yang kita butuhin.Bukan cuma itu,pak Can juga yang kasih gue informasi bagaimana gue bisa tau tentang misi lo sama Leo dan Rion juga"jelas Shasa menjawab kebingungan sahabatnya.


"Pantesan kalau gitu"ujar Ariel,ia sekarang paham bagaimana bisa sahabatnya itu bisa tau dengan mudah tentang misi tersembunyi nya di Indonesia dan status Leo dan Rion yang menjadi rekannya.


"Menurut gue kalau diingat ingat lagi kayaknya cuma pak Can sama Nic deh orang yang tau dan nyimpan hampir semua kenangan masa lalu kita,mulai dari aib sisi berandal kita yang kek setan sampai yang konyol konyol juga kayaknya mereka berdua juga tau deh"ujar Shasa mengukir senyum mengingat kenangan masa lalu mereka.


"Kita dulu udah kayak singa lepas kandang gak sih"ucap Ariel yang mulai ikut mengingat masa lalu.


"Gak kita gak cocok disebut sebagai singa tapi lebih cocok disebut pemburu si singa gak sih"ujar Shasa.


"Bener juga"saut Ariel setuju.


"Kok kita kayak orang tua aja sih pakai ngomongin masa lalu aja,padahal umur aja belum sampai 18 tahun tapi berasa kek punya banyak kisah masa lalu aja"ujar Shasa.


"Kita memang masih remaja tapi apa yang kita lalui sejak kecil bukan kayak anak remaja pada umumnya"ujar Ariel.


"Jelas bedalah,waktu anak anak lain baru bisa membaca berhitung tapi kita udah baca berkas kerja sama bisnis"ucap Shasa.


"Orang lain main boneka kita main senjata"ujar Ariel.


"anak anak takut diculik,tapi kita waktu anak anak malah jadi yang nangkap musuh bisnis keluarga"lanjut Shasa.

__ADS_1


"Dan masih banyak lagi"ujar Ariel.


"Kayaknya kalau disebutin satu satu sampai pulang juga bakal belum selesai deh,kalau ngomongin tingkah kita dulu"ucap Shasa


"Ngomong ngomong Ri,itu tikus tahanan kita kapan selesai di introgasi nya?Gue kayaknya butuh hiburan secepatnya deh"tanya Shasa pada Ariel.


"Besok mungkin,asah aja perlengkapan lo"jawab Ariel.


"Wih semoga bener selesai besok,mau join main gak Ri kalau jadi besok"ujar Shasa menawarkan pada Ariel.


"Gak,gue masih terikat janji"tolak Ariel.


"Iya juga ya,yau dah deh gue sendiri aja hihihi"ujar Shasa cengengesan sendiri.


Ariel hanya menggelengkan kepalanya melihat Shasa yang tengah cengengesan sendiri.


"Sha gue mau minta saran"ujar Ariel.


"saran apa?"tanya Shasa


"Gua pengen cari cara gimana Kay sama Rere balik ke francis,gak usah lama lama cukup beberapa hari atau seminggu mungkin"ujar Ariel.


"Supaya kita punya waktu bebas bergerak"jawab Ariel.


"Hm kalau dipikir pikir ada bagusnya juga sih sama rencana lo itu,gue juga capek lama lama ubah dua kepribadian dalam waktu singkat.Udah berasa kayak bipolar gue lama lama,trus gue juga selalu berasa was was kalau lagi kerja di kamar"ujar Shasa setuju dengan keinginan sahabatnya itu.


"Punya saran caranya gimana?"tanya Ariel.


"Sekarang sih enggak,tapi nanti deh secepatnya gue rancang caranya gimana"saut Shasa.


Setelah itu keduanya terdiam beberapa saat sebelum akhirnya Shasa membuka suara kembali


"Dulu waktu kita masih SMP trus beda kelas sama Kay dan Rere,kita keliatan berasa bebas banget gak sih karena gak pernah takut ketahuan sama mereka berdua ngelakuin pekerjaan dan kegiatan berbahaya.Beda kayak sekarang,jangankan ngelakuin hal hal gila kayak dulu sekarang mau keluar rumah atau pergi kemana mana aja kayak susah banget minta ampun.Perlu ahli punya ide seribu satu cara buat nyari alasan buat pergi keluar rumah"ujar Shasa menyebutkan perbedaan mereka dulu dan sekarang.


Ping...ping...suara notifikasi pesan terdengar dari salah satu ponsel genggam diantara Shasa dan Ariel langsung menghentikan percakapan keduanya,Keduanya sontak langsung bergerak memeriksa hp masing masing dan ternyata yang berbunyi tadi adalah ponsel milik Shasa.


... Room Chat...


__ADS_1


KAYLA:


Sha lo sama Riri dimana?datang susul kita ke kantin cepet,udah jam istirahat nih



^^^ SHASA:^^^


^^^ Iya Kay,Shasa sama Riri ke kantin sekarang^^^



KAYLA:


Oke kalau gitu,cepet datang ya soalnya kita udah ngumpul semua termasuk Miko dkk juga.



^^^ SHASA:^^^


^^^ 👍^^^


"Ri kita disuruh nyusul ke kantin sama Kay,katanya yang lain udah pada disana semua"ujar Shasa memberi tahu isi pesan yang ia dapat dari Kayla.


"Hm,yuk udah istirahat juga"saut Ariel mengangguk paham.


"Eh jangan lupa bawa mangkok sama gelas kantin yang tadi kita bawa Ri,harus dikembaliin ke kantin"Ujar Shasa mengingatkan untuk membawa kembali mangkok dan gelas yang merupakan bekas tempat makan bakso serta tempat es jeruk mereka tadi dan jangan lupakan dengan nampannya juga.


"Iya Sha"ujar Ariel,gadis itu langsung mengangkat nampan berisi mangkok dan gelas itu dengan kedua tangannya,sedangkan Shasa membawa kipas kecil miliknya.


Keduanya pun berjalan meninggalkan rooftoof sekolah mereka itu berjalan menuju ke kantin menyusul teman teman mereka yang berkumpul disana.


"Nah itu mereka,datang juga akhirnya"ujar Kayla menjadi yang pertama melihat kedatangan Shasa dan Ariel di kantin diantara teman temannya yang lain yang duduk satu meja dengannya saat ini.


Setelah selesai mengembalikan mangkok dan gelas tadi,barulah Shasa dan Ariel mendatangi meja yang bisa ditempati oleh mereka dan yang lainnya saat jam istirahat.


"Halo semuanya"sapa Shasa setiba dimeja itu kepada para sahabat dan teman temannya yang lain.


"Hai Shasa"balas Miko dkk menyapa balik Shasa.

__ADS_1


__ADS_2