The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 55


__ADS_3

Shasa masih terus lanjut dengan pikirannya


Saat ini,kali ini ia mengingat tentang biodata Leo si anak baru yang sudah menjadi teman mereka saat ini.


*Leo candra nama lengkap Leo,kenapa gue gak curiga dari awal ya?padahal kedatangan Leo sebagai anak baru yang mengaku sudah kenal sama Riri karena orang tuanya merupakan patner bisnis perusahaan keluarga Wyle.Padahal setau gue meskipun Riri sering ketemu sama anak dari keluarga patner bisnis keluarga Wyle di acara perusahaan tapi Riri gak pernah sekalipun peduli akan hal itu bahkan sahabatnya itu selalu acuh jika dikenalkan dengan anak anak rekan bisnis papanya*pikir Shasa bergelut dalam pikirannya.


"Huh..kenapa gue gak peka sih dari awal"ujar Shasa,gadis itu bangkit dari posisi tidurannya dan langsung mengusap kepalanya sendiri dengan kasar.


"Rencana mereka bertiga buat bisa berada dilingkungan yang sama cukup hebat dan gak terlihat mencurigakan kalau gak diperhatiin dengan jeli"ujar Shasa berbicara dengan dirinya sendiri.


"Mulai dari Gue sama yang lain pindah ke indonesia,mereka berempat sekolah di SMA yang sekarang,perkenalan dengan Rion di kantin,kedatangan Leo sebagai anak baru setelah lebih dari sebulan mereka masuk disekolah itu,semuanya udah tersusun dan terencana dengan rapi.Bahkan gue yakin alasan kenapa Ariel gak ke indo sendirian dan kita harus ikut itu juga sebagai cara agar tidak ada yang curiga,Riri sama tuan Wyle bapak anak itu sama licik dan cerdiknya"ujar Shasa masih terus bergumam pada dirinya sendiri,


setelah mengetahui berbagai informasi sekarang gadis itu bisa menebak hampir semua alur rencana Riri dan tuan Wyle dengan baik.


"Oke!gue udah tau siapa anggota komplotan utama Riri,sekarang gue tinggal cari lebih banyak informasi tentang orang bernama Frank yang menjadi tikus buruan mereka sambil terus mengawasi pergerakan Riri,Leo,Rion dari jauh"putus Shasa dengan penuh keyakinan pada dirinya.


"AYO SHASA SEMANGAT"teriak Shasa dengan sangat keras guna menyemangati dirinya.Kemudian ia beranjak dari atas tempat tidurnya dengan semangat,gadis itu tidak khawatir jika teriakannya yang keras itu terdengar oleh orang lain karena kamarnya itu di disain kedap suara.Jadi kalaupun ia berteriak lebih keras dari yang tadi sekalipun,


gak akan terdengar sama sekali oleh orang lain yang berada diluar kamarnya.


Shasa menuruni tangga dengan semangat,ia hendak menghampiri teman temannya yang berada diruang kumpul,tapi sesampai disana ia sudah tidak menemukan keberadaan Mia dan Miko dkk lagi.

__ADS_1


"Loh mereka semua udah pulang Re?"tanya Shasa pada Aurel yang sedang sibuk membereskan sisa sisa bungkus makanan disana.


"Udah baru aja,kenapa emangnya Sha?"jawab Aurel kemudian bertanya balik pada Shasa.


"Gak kenapa kenapa sih,cuma tadi Shasa niatnya kesini mau nyamperin mereka eh ternyata mereka semua udah balik"ujar Shasa


duduk di lantai yang beralas karpet


"Jangan duduk disana dulu,gue mau nyapu"ucap Kayla yang datang dari arah belakang sambil membawa sebuah sapu ditangannya.


"Iya"saut Shasa berdiri dari sana,kemudian memilih duduk disalah satu sofa disana.


"Ya tadi kan Shasa capek habis keluar rumah,


Makanya Shasa ke kamar buat istirahat sebentar.Niatnya sih habis istirahat Shasa balik lagi kesini tapi ternyata telat keburu mereka pulang duluan"ucap Shasa yang sedang bersandar di sandaran sofa,ia tak berniat sedikitpun untuk membantu kedua sahabatnya itu membersihkan ruang kumpul yang cukup berantakan.


"Re lain kali kalau temen temen yang lain datang lagi kita namu mereka diruang tamu aja ya,capek gue bersihin ruang kumpul sehabis mereka balik main dari sini"ujar Kayla yang sedang menyapu lantai.


"Eh gak boleh ngomong gitu Kay,lagian gak ada bedanya juga di ruang tamu atau diruang kumpul sama sama bakal berantakan juga"ucap Aurel.


"Tapi kan ruang tamu lebih kecil dari pada ruang kumpul,jadi gak terlalu capek bersihinnya.Lain halnya kalau ada pembantu yang bersihin,satu rumah mereka berantakin juga gak papa"ujar Kayla

__ADS_1


"Jelaslah dong Kay,orang kan yang bersihin pasti nanti mbak pembantunya bukan kamu,kalau emang ada pembantu"komen Shasa pada Kayla.


"Iyalah,lagian si Riri ke idean banget sih pake berhentiin semua pembantu sama pekerja yang ada di rumah sampai gak ada satu pun yang tersisa.Terpaksa deh kita yang lakuin semua pekerjaan rumah mulai dari masak makanan sampai beresin rumah yang cukup gede kayak gini"dumel Kayla yang tidak habis pikir dengan isi otak Ariel saat memecat semua pekerja di rumah.


"Tapi menurut Shasa,Riri pasti punya alasan tersendiri makanya ngelakuin itu"ujar Shasa.


"Gue setuju sama lo Sha,bener apa kata Shasa Kay kalau Riri pasti punya alasan.


Lagian nih ya menurut gue ada bagusnya juga kalau gak ada pembantu yang bertugas ngelakuin pekerjaan rumah,karena kita jauh lebih mandiri sekarang dan gak terlalu tergantung sama yang namanya pembantu atau pelayan serta sejenisnya"ucap Aurel yang melihat dari segi positif,gadis itu duduk di samping Shasa.


"Kalau dipikir bener juga sih yang lo bilang Re


soalnya dulu waktu masih tinggal di francis,


jangankan beres beres satu rumah rumah nyentuh sapu aja seingat gue enggak pernah tuh"ujar Kayla membenarkan apa yang dibilang Aurel.


"Shasa rasa juga gitu sama diri sendiri,dulu Shasa kalau butuh apa apa pasti ada pelayan yang bantuin,gak pernah ngerjain pekerjaan rumah bahkan ngerapiin kamar tidur sama nyiapin peralatan sekolah aja pelayan yang lakuin,Shasa cuma tinggal duduk manis aja.


Sekarang semenjak pindah kesini entah sejak kapan Shasa udah biasa lakuin itu sendiri mulai dari bikin menu sarapan yang sederhana sampai beresin kamar sendiri"ucap Shasa yang juga merasakan perubahannya dari dirinya yang dulu yang sangat manja dan selalu mengandalkan orang orang terdekatnya,namun sekarang jadi jauh lebih mandiri dan dewasa.


Ketiganya terdiam memikirkan tentang perubahan yang sangat signifikat dari diri mereka masing masing dan itu terjadi tampa mereka sadari,ketiga gadis remaja itu diam diam bersyukur setuju pindah ke negara ini karena meskipun mereka jauh dari tempat kelahiran dan kedua orang tua serta keluarga besar mereka tapi itu membuat mereka jauh lebih mandiri dan bertanggung jawab pada diri sendiri.

__ADS_1


__ADS_2