
Dua buah mobil berwarna hitam melaju mendekat ke lokasi dimana markas Ariel dan rekan rekannya berada,kedua mobil itu berhenti tepat dihalaman markas yang terlihat seperti gedung tua terbengkalai jika dilihat dari luar.Hanya keberadaan beberapa orang sangar didepan pintu masuklah yang menjadi penanda kalau gedung itu benar benar tak terbengkalai.
Seorang laki laki berbaju setelan lengkap disusul beberapa orang lainnya dengan gaya berpakaian yang sama terlihat keluar dari dalam kedua mobil yang baru datang itu
"Apa ini lokasinya?"tanya pria yang pertama keluar tadi kepada salah satu orang yang berada disebelahnya.
"Iya pak ketua,ini tempatnya"jawab orang yang ditanya itu
"Kalau begitu ayo masuk kedalam"ujar Pria pertama memberi intruksi kepada yang lain, jika dilihat lihat dari cara yang lain memanggil pria itu terlihat jelas kalau dia adalah pimpinan diantara yang lain.
"Berhenti disitu!"baru beberapa langkah orang orang bersetelan hitam itu berjalan tapi sebuah intruksi langsung menghentikan mereka,itu berasal dari salah satu penjaga dipintu masuk gedung yang mereka datangi itu.Terlihat beberapa orang yang tadinya diam didepan pintu masuk berjalan mendekat ketempat mereka berdiri.
"Siapa kalian?Apa yang kalian lakukan disitu?"
Tanya salah satu diantara penjaga itu kepada sekelompok orang itu dengan nada penuh introgasi.
Sang pimpinan kelompok yang baru datang tadi melangkah maju kedepan mendekat kearah para penjaga gedung itu,apa yang ia lakukan itu membuat para penjaga segera mengambil posisi siaga untuk jaga jaga jika orang itu memiliki maksud jahad.
"Tidak usah khawatir,kami datang kesini atas permintaan atasan kami yang kebetulan tengah berada disini"ujar sang ketua kelompok yang baru datang memberitahu tujuannya dan para rekannya datang ketempat itu kepada para penjaga.
"Atasan kalian?Siapa?"tanya salah seorang penjaga.
"Nona muda Shasa"jawab laki laki itu dengan tenang.
"Nona Shasa?nona Shasa memang berada disini tapi kami tak akan semudah itu memercayai kalian"ujar salah satu penjaga yang bertanya tadi.
"Apa hal yang harus kami lakukan agar kalian percaya?"tanya laki laki itu.
"Hubungi nona Shasa dan minta beliau untuk menemui kalian sekarang,bagaimana?"ujar penjaga itu.
"Tidak masalah"jawab laki laki itu.
Laki laki itu dengan tenang mengambil telepon genggam miliknya kemudian terlihat seperti ingin menghubungi sang atasan.
__ADS_1
"Halo pak Can,anda sudah sampai?"terdengar suara seorang gadis melalui spiker telepon yang sengaja dipasang dalam mode loudspiker,supaya semua orang yang ada disana bisa mendengarnya.
"Sudah nona,tapi kami tidak bisa masuk karena ada penjaga"ujar laki laki itu yang ternyata adalah pak Can yang merupakan tangan kanan Shasa.
"Tunggu disana,aku akan menusul pak Can"ujar Shasa dari seberang sana.
"Baik nona"jawab pak Can
Tut...tut...tut...suata telepon ditutup oleh Shasa.
"Mari kita tunggu sebentar,atasan kami akan datang"ujar pak Can kepada para penjaga itu.
"Baiklah"ujar salah seorang penjaga tadi,ia dan teman temannya juga bisa mendengar pembicaraan pak Can dan nona Shasa tadi.
"Maaf kalian harus menunggu lama"ujar Shasa yang akhirnya datang juga.
"Halo nona muda"ujar pak Can beserta para anggotanya langsung membungkuk sebentar melihat kedatangan atasan mereka itu.
"Kalian bisa kembali ke tugas kalian,mereka bawahan ku dan Ariel juga mengetahui kedatangan mereka"ujar Shasa kepada para penjaga itu.
"Baik nona,kalau begitu kami permisi"ujar salah satu penjaga mewakili penjaga lain, setelah itu mereka kembali ke tempat mereka berjaga tadi.
"Ayo ikuti saya"ajak Shasa kepada pak Can dengan para anggotanya.
Shasa berjalan terlebih dahulu didepan untuk menuntun pak Can dan yang lain masuk kedalam markas.
"Apa pak Can dan yang lain merasa kesulitan menemukan gedung ini?"tanya Shasa kepada pak Can.
"Sedikit nona,karena letak markas ini terbilang cukup tersembunyi didalam lingkup perkotaan yang ramai ini"jawab pak Can.
"Pak Can pasti sudah tahu bukan kalau Dadyku sudah tahu kalau aku ikut terlibat dalam misi Ariel ini,apa pak Can dan yang lain mendapat teguran atau hukuman karena hal itu?"tanya Shasa.
"Saya dan anggota saya hanya mendapat sedikit teguran dari tuan nona dan tidak sampai mendapat hukuman"jawab pak Can.
__ADS_1
"Lagi pula saya sedikit heran dengan nona muda"lanjut pak Can.
"Pak Can heran kenapa?"tanya Shasa.
"Saya merasa heran kenapa nona muda berniat ingin menyembunyikan keterlibatan nona dalam misi yang nona Ariel lakukan, padahal sebelum sebelumnya anda selalu mengatakan semuanya kepada tuan"ujat pak Can mengatakan apa hal yang membuatnya heran.
Shasa tersenyum mendengar perkataan tangan kanannya itu kemudian berkata
"Tujuanku melakukan hal itu bukan supaya Dady tidak tahu pak Can,tapi supaya seseorang yang memberikan misi ini kepada Ariel tidak tahu keterlibatanku dari papa"ujar Shasa.
"Maksud nona muda,seseorang itu tuan Wyle?"tanya pak Can memastikan tebakannya tak salah.
"Hm,tapi sepertinya itu tidak perlu lagi karena papanya Ariel ternyata sudah mengetahuinya bahkan sebelum dadyku mengetahuinya"ujar Shasa,pak Can terlihat mengangguk mengerti dengan maksud nona mudanya itu.
"Ngomong ngomong pak Can,apa mereka bersih?"tanya Shasa berbicara dengan volume jauh lebih pelan dari sebelumnya, seakan tak mau perkataannya didengar orang lain selain pak Can.
"Nona muda tenang saja,saya yakin 99% mereka bersih"jawab pak Can mengikuti volume bicara atasannya itu,laki laki itu tahu kata mereka yang dimaksud nona mudanya itu tak lain dan tak bukan adalah para anggotanya yang saat ini berjalan beberapa langkah dibelakang mereka.
"Satu persen lagi bagaimana?"tanya Shasa
"Kita tak bisa membaca isi pikiran manusia nona muda,tapi jika kemungkinan satu persen itu terjadi maka saya sendiri yang akan membersihkannya"jawab pak Can dengan tenang dengan masih dalam volume yang sama.
Tak lama setelah perkataan pak Can itu, langkah Shasa berhenti diikuti yang lain.
"Kita sudah sampai,kedua kamar itu untuk pak Can dan yang lain.Kalian bisa beristirahat dulu sekarang,nanti akan ada yang menjemput kalau jam pertemuannya tiba"jelas Shasa kepada pak Can dan anggota yang lainnya.
"Baik dan terima kasih nona"ucap pak Can mewakili para anggotanya.
"Sama-sama,kalau begitu saya pergi dulu"ujar Shasa kemudian gadis itu langsung beranjak dari sana.
"Istirahatlah,kalian pasti sedikit kelelahan beberapa hari ini"ujar pak Can kepada anggotanya.
"Gunakan pembagian mobil tadi untuk pembagian kamar"pak Can melanjutkan intruksinya setelah itu langsung bergerak memasuki salah satu kamar.
__ADS_1