
Tap...tap...tap...Kriet..suara langkah kaki disusul suara engsel pintu yang dibuka terdengar.
"Bagaimana kondisi para tamu kita?"tanya seorang laki laki berdarah asing.
"Para tamu kita masih terpantau tidur ditempat masing masing"jawab laki laki lain yang menggunakan topeng pada wajahnya.
"Kapan kita mulai acara utamanya tuan Frank?"tanya laki laki bertopeng itu.
"Bersabarlah,kita akan bermain main sebentar dengan mereka semua.Terutama dua target utama incaran kita,mari kita jadi penonton drama terlebih dahulu"jawab tuan Frank.
"Sedikit menarik,baiklah mari kita jadi penonton terlebih dahulu.Dan setelah itu izinkan saya mengurus bagian saya"ujar laki laki bertopeng.
"Tentu saja"ujar tuan Frank
"Ngomong ngomong kapan mereka akan sadar?"tanya laki laki itu.
"Sebentar lagi,nah itu sudah mulai ada pergerakan"jawab laki laki bertopeng itu menunjuk kearah salah satu diantara beberapa layar monitor dihadapannya,gambar yang tertampil disemua monitor itu berasal dari CCTV.
Ditempat yang menjadi tempat objek pengamatan dua laki laki tadi memang terlihat pergerakan kecil dari beberapa anak muda yang tengah duduk terikat dimasing masing kursi kayu yang mereka tempati,
yang pertama kali sadar secara berurutan adalah Miko,Kayla, Aurel,Ryan,Aditya,dan Mia.
"Kita dimana?kok tangan gue diikat?"Aditya yang pertama kali bersuara,pemuda itu berusaha bergerak untuk melepaskan diri dari ikatan yang melilit erat tubuhnya.
"Mia mana lo?"berbeda dari Ryan,Miko malah langsung sibuk mencari keberadaan kembarannya.
"Gue disini Mik"Mia segera merespon kembarannya itu,membuat Miko langsung bernafas lega.
Berbeda dengan teman temannya yang lain, saat tersadar Ryan malah langsung terkaget dengan keberadaan gadis yang ia ketahui seharusnya berada di US tapi kini malah duduk dikursi disebelahnya dengan kondisi yang sama dengan dirinya.
"Loh Kay,kok kamu disini sih?bukannya masih diUS?"tanyanya penuh kekagetan.
__ADS_1
"Lah Yan,lo juga kok disini?"respon Kayla bertanya balik.
Miko,Mia,dan Aditya pun langsung berusaha menoleh kearah keduanya.Saat itu pula Miko langsung terkaget saat menemukan Aurel yang juga ternyata berada diantara mereka, dari ekspresi Aurel saat beradu tatapan dengannya bisa dipastikan gadis itu juga kaget akan keberadaannya.
"Kenapa kalian semua bisa disini?"tanya Miko bertanya kepada teman temannya.
"Gue sama Ryan sih seingat gue kita datang kesebuah alamat yang dikirim sama lo Mik, lo bilang mau traktir kita disana"ujar Aditya.
"Hah gue gak pernah ngirim pesan sama lo berdua kok"bantah Miko yang merasa tak pernah melakukannya.
"Tapi kita beneran dapet pesan dari lo kok, makanya gue sama Tya langsung kesana.
Eh pas sampai tempatnya keliatan sepi trus tiba tiba ada yang bekap mulut kita dari belakang pake kain,habis itu gak tau deh kita kenapa sampai disini"jelas Ryan.
"Bener tuh yang dibilang Ryan"ujar Aditya.
"Kalau kamu Re,kok disini sih?sama Kay juga kenapa bisa disini,kalian berduakan bukannya lagi gak diIndo?"kini Miko bertanya kepada Aurel dan Kayla.
"Aku balik keIndo sama salah satu bodyguard nya papa,trus pas udah sampai indo dan keluar dari bandara.Pas perjalan pulang pake mobil,aku dikasih minum air mineral kemasan sama bodyguard aku itu trus gak lama langsung ngerasa ngantuk dan akhirnya tertidur.Habis itu aku gak tau apa apa lagi"jelas Aurel.
"Gitu ya"gumam Miko
"Berarti diantara kita semua yang ada disini.Cara orang yang bawa gue sama Mia sampai disini yang paling sadis berarti"ujar Miko.
"Emang gimana?"tanya Aditya.
"Masa tengkuk gue sama Miko dipikul dari belakang tau,mana sakit banget.Habis itu kayaknya kita pingsan deh"Jawab Mia.
"Tau tuh,mana sebelumnya meski kejar kejaran dulu dijalanan.Gara gara itu dua orang yang naik satu motor sengaja ngebaret mobil gue dulu sampai gue kebawa emosi trus akhirnya ngejar mereka"ujar Miko.
"Eh taunya itu cara mereka buat mancing gue sama Miko,biar nyusul mereka sampai disebuah gang yang sepi.Biar mereka bisa ngelancarin aksi mereka buat nangkap kita berdua"sambung Mia.
__ADS_1
"Oke itu emang cara lo berdua bisa nyampe sini emang paling ngeri sih"ujar Aditya langsung mengakui hal itu.
"Emang,mana sekarang gue gak tau lagi nasib mobil gue gimana.Kan gawat kalau sampai hilang,nyokap gue bisa ngamuk"ujar Miko yang tengah meratapi nasib mobilnya.
"Gue sama Tya juga sama kali,motor kita berdua juga gak tau sekarang gimana kabarnya"ujar Ryan.
"Bener tuh,mana itu motor baru lagi.Baru dibeli minggu lalu,masa udah hilang aja"ujar Aditya.Memang benar itu motornya yang ia pakai untuk ketempat dimana orang yang menjebaknya memang baru saja ia beli minggu lalu,mana itu motor impiannya lagi.
Masa baru seminggu mimpinya buat punya motor impiannya itu,eh udah hilang aja.
"Yang sabar ya Dit,fositif kinking aja dulu kalau motornya gak hilang"ujar Mia.
"Iya Mia,ini lagi berusaha buat mikir fositif kok"saut Aditya.
"Kok lo ngomong gitu ke Tya sih,sedangkan gue lo gak ngomong kayak gitu Mia?"tanya Miko pada kembarannya itu.
"Ngapain gue ngomong kayak gitu ke lo,gak guna buat gue.Lagian bagus kalau mobil lo hilang"ujar Mia.
"Lah kok bagus sih?"tanya Miko
"Ia bagus,bagus kalau lo nanti dimarahin sama mama.Seneng gue tuh liat lo diomelin" jawab Mia tanpa beban,sedangkan Miko langsung menganga dan tak bisa berkata kata lagi setelah mendengar jawaban dari kembaran biadabnya itu.
"Anjir emang lo kembaran,Mati aja lo deh!"umpat pemuda itu akhirnya.
"Hus...mulut,Miko kamu gak boleh ngomong gitu sama kembaran kamu sendiri"ujar Aurel langsung menegur Miko yang mengumpati Mia itu.
"Ya maaf Rel,habisnya itu anak ngeselin and super biadab jadi kembaran"ucap Miko.
"Miko mah emang gitu sama gue Re,jadi gak usah heran"ujar Mia.
Baru saja Miko hendak membuka mulut untuk menyauti perkataan kembarannya,tapi sebuah suara entah dari mana asalnya langsung terdengar memenuhi ruangan itu.
__ADS_1
"Selamat Datang para anak muda,Bagaimana dengan percakapan kalian?apa sudah selesai? Kuharap sudah karena kini saatnya pertunjukan akan dimulai,jadi harap bersiap siap"
"Untuk yang pertama,ayo fokus dan lihat kearah depan ******kalian******.Tepat kearah pagar besi yang tertutup didepan kalian,dan lihat apa yang ada dibaliknya"