The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 123


__ADS_3

~Malam tiba~


Saat ini Ariel,Shasa,Leo,dan Rion sedang makan malam bersama diatap markas mereka,makanan yang mereka makan tentunya bukanlah mereka beli tapi makanan yang dimasak oleh pelayan yang memang bekerja khusus untuk memasakkan keperluan makanan bagi semua penghuni markas yang tinggal disana.


"Wih kok gue baru tau ada juru masak yang masakannya seenak ini dimarkas,tau dari kemarin kemarinkan gue pasti minta dibikin makanan"ujar Shasa selesai menghabiskan makanannya.


"Situ gak nanya sih,jadi kita kira gak ada gunanya dikasih tau"saut Rion.


"Ya seharusnya lo punya inisiatif dong buat kasih tau gue"saut Shasa


"Dih emang situ siapa gue?dibilang temen bentukannya kurang meyakinkan,kalau gebetan mustahil apalagi pacar,dibilang bos juga bukan.Kenapa gue mesti harus inisiatif segara?"tanya Rion.


"Gue patner tim lo,eh tapi ngomong ngomong emang kita punya bos ya?"balas Shasa


"Lah bos kitakan Riri,gimana sih lo?masa itu aja gak tau?"ujar Rion.


"Salah tau,Riri mah sahabat gue bukan bos gue.Bosnya udah jelas om tuan Wyle lah,papanya Riri"jawab Shasa.


"Itu lo tau,kok lo tadi masih nanya sih?"tanya Rion


"Ngetes aja lo pinter apa enggak,eh ternyata enggak"jawab Shasa


"Enak aja!gue itu pinter tau,buktinya gue bisa dengan mudah cari banyak informasi.Situ kali yang bodoh"ujar Rion


"Gue bodoh?asal lo tau kata itu gak ada dalam kamus gue,dan lo bilang apa tadi?lo ahli buat cari informasi?seahli ahlinya lo,gue lebih ahli"saut Shasa menunjuk kearah Rion baru menunjuk dirinya sendiri.


Ya begitulah,perdebatan yang tadinya dimulai dari masalah keberadaan juru masak markas yang membuat makanan yang enak,lama lama topiknya langsung berubah entah kemana mana dan gak ada kaitannya dengan topik awal.


Ariel dan Leo hanya bisa diam menjadi pendengar perdebatan dua orang yang mirip bocah itu tanpa berniat sedikitpun untuk masuk kedalamnya.

__ADS_1


"Ekhem.."Ariel berdehem untuk menghentikan perdebatan itu tatkala perdebatan dua bocah itu sudah hampir berubah menjadi aksi perkelahian fisik,terlihat dari Shasa dan Rion yang mulai menggulung lengan baju mereka berniat berkelahi.


"Langsung kicep lo berdua"ujar Leo melihat reaksi Shasa dan Rion yang seketika langsung duduk tenang serta menutup mulut mereka rapat rapat.


"Maaf"ucap kedua bocah yang hendak berkelahi itu bersamaan.


Leo hampir saja tak bisa menahan tawanya melihat bagaimana lucunya cara kedua rekannya itu meminta maaf,mirip bocah yang baru dimarahi orang tuanya.


"Gue mau nanya sesuatu sama lo berdua"ujar Ariel menunjuk Leo dan Rion bergantian, membuat Leo langsung ikut diam seketika dan langsung menatap kearah Ariel.


"Kamu mau naya apa Riel?"tanya Leo langsung ke Ariel.


"Semua bawahan kalian dimarkas ini suka minum?tanya Ariel dengan nada datarnya.


"Ya pasti semua orang disini termasuk kalian pasti minumlah,kan manusia kalau gak minum air pasti mati dehidrasi"jawab Rion


"Oh soal itu,Para bawahan kita memang pada suka minum alkohol sih tapi gak sering kok,cuma kalau ada yang bawa ke markas aja.Kalau enggak mah,gak bakal minum mereka"jawab Rion terlihat ekspresinya saat berbicara terlihat meragukan bagi Ariel maupun Shasa.


"Lo berdua ikut minum juga?"tanya Shasa ikut bertanya kepada Leo dan Rion.


"Enggak kok,gue sama Rion mah gak terlalu suka dan gak terlalu kuat juga buat minum minuman beralkohol kayak gitu"kali ini Leo yang menjawab,namun gestur dan ekspredinya gak jauh beda dari Rion saat menjawab pertanyaan tadi.


"Bener tuh yang dibilang Leo,bukannya kita berdua udah pernah bilang ya pas waktu kita bikin rencana pergi ke Bar buat nangkep tuan Lui ya"ujar Rion.


"udah sih"saut Ariel.


"Lagian kamu kok sampai kepikiran buat nanya itu sih Riel?"tanya Leo kepada Ariel.


"Nah iya Ri,kok lo nanya gitu?"tanya Rion juga ingin tau kenapa gadis itu menanyakan hal itu kepadanya dan Leo.

__ADS_1


"Gak ada,cuma mau mastiin"jawab Ariel.


Leo dan Rion langsung membulatkan mulut mereka beroh ria,berbeda dengan Shasa yang tidak percaya tujuan sahabatnya itu bertanya hal demikin.Ayolah sahabatnya itu bukan tipe orang yang bertanya untuk sekedar basa basi gitu aja,pasti ada sesuatu pikir Shasa yakin.


"Berarti gak bakal apa apa kalau besok isi ruangan dibagian barat markas yang letakknya cukup tersembunyi dilorong sempit, gue musnahin"ujar Ariel setelah jeda hampir satu menit,mata Leo dan Rion langsung membelalak kaget sekaligus langsung merasa khawatir seketika.


*Tanda bahaya nih*ujar keduanya dalam hati


*Tuhkan pikiran gue bener,pasti ada tujuannya itu kalau Riri nanya*Shasa dalam hatinya langsung membenarkan pikirannya tadi.


"Eh gak usah deh,kasian para bawahan kita mau minum susah carinya lagi"ujar Ariel sedikit membuat Rion dan Leo lega tapi hanya sebentar setelah ucapan Ariel selanjutnya malah membuat mereka tambah panik lebih dari yang tadi.


"Itu dibiarin aja,cukup dua kotak penyimpanan wine dengan kadar alkohor cukup tingginya aja gue lenyapin dari sana"ujar Ariel


"Mau tau gak Sha,kotak itu ada nama pemiliknya lo?"ujar Ariel kepada Shasa sambil tersenyum miring.


Ah Shasa tau sekarang alur perkataan sahabatnya itu sejak tadi.


"Siapa tuh namanya Ri?"tanya Shasa kepada Ariel ikut tersenyum miring menatap dua cowok yang sudah berkeringat dingin.


"Maaf Riel/Ri"ucap Leo dan Rion bersamaan saat melihat Ariel hendak membuka mulut ingin mengatakan nama yang tertera pada dua kotak tempat Wine yang dimaksud gadis itu,mereka berbohong tadi dan kotak itu tempat penyimpanan khusus untuk mereka berdua.


"Aku sama Rion ngaku salah,itu wine punya kita dan kita berdua juga bohong pas kita bilang kalau kita gak suka minum trus gak bisa munum juga"ujar Leo mengakui kesalahan mereka.


"Iya Ri"ucap Rion.


"Ckk ckk ckk,lo berdua berani banget sih bohongin Riri"ujar Shasa menggelengkan kepalanya heran dengan tingkat keberanian dua cowok itu.


"Gue gak peduli lo berdua mau minum atau enggak,tapi intinya gue paling gak suka namanya pembohong"ujar Ariel terdengar sangat dingin dan datar.

__ADS_1


__ADS_2