
Bruk...tubuh Ariel kembali terlempar keatas lantai dan tentu itu sangat menyakitkan namun berbeda dengan yang tadi,kali ini gadis itu tak meringis atau bersuara sama sekali.Ariel terlihat hanya memasang muka datar dan tampak jauh lebih tenang,ia malah melirik kearah sell sebelah dimana kembaran serta teman temannya yang lain berada.
*Mereka akan aman sekarang*batin Ariel merasa lega.
Namun kelegaannya itu tidak bertahan lama,
Kreng...kreng...tuan Frank membuka pintu sel dan sesaat kemudian ia dipaksa berdiri oleh laki laki itu.Ariel bisa merasakan sakit hampir diseluruh bagian tubuhnya,lengan,kaki,dan wajahnya juga nampak penuh lebam karena berbenturan dengan lantai.
"WOI!LO MAU BAWA KEMANA TEMEN GUE!" teriak Leo melihat tuan Frank membawa Ariel menuju pintu keluar sel.
"SHA,ITU ARIEL!"terik Rion juga.
Shasa langsung menoleh dan hendak menyerang tuan Frank,namun
Buk...ia langsung ditarik sampai membentur dinding ruangan sell itu oleh Astor
"Sudah kubilang,fokus pada lawanmu gadis kecil"ujar Astor
"Sial!"umpat Shasa kesal karena lagi lagi tak bisa berbuat apa apa untuk menolong sahabatnya itu.
Tuan Frank membawa paksa Ariel keluar dari dalam sel itu,meski Ariel memberontak namun seperti tak berpengaruh bagi laki laki paruh baya itu.
Buk...lagi lagi sebuah pukulan menghantam badan Ariel dengan lumayan keras.
"Diam gadis keparat"ujar tuan Frank sebagai pelaku.
"Ini untukmu karena sudah berani merusak rencana sempurnaku,jika rencanaku tak berhasil maka akan ku pastikan kalau Wyle tidak akan mendapatkan hasil baik pula"lanjut tuan Frank menyeret paksa Ariel dengan mulut yang dibungkam menjauh dan keluar dari dalam ruangan dua sell itu.
Sebelum benar benar meninggalkan ruangan itu,Ariel sempat beradu tatapan dengan kembarannya yang menatapnya penuh air mata.Jika mulut kembarannya itu tidak disumpal dengan kain,maka ia bisa memastikan kembarannya itu akan menangis sekencangnya.
*Dasar Cengeng*batin Ariel.
Emosi Shasa semakin tersulut melihat sahabatnya telah dibawa pergi dengan paksa entah kemana,ia menatap Astor dengan mata memerah dan tatapan yang semakin tajam serta mengerikan.
*Oke gak ada waktu buat main main lagi*batin Shasa.
Gadis itu segera memberikan tendangan tepat kekepala bagian depan Astor,yang membuat laki laki yang menjadi lawannya itu menjadi oleng.Melihat ada sedikit kesrmpatan,Shasa langsung bergerak cepat meraih sebuah senjata api berupa pistol yang tadi sebelum duel sengaja Astor taruh diatas meja kecil disudut ruangan.
Dor...dor...
__ADS_1
Akh...
Dua tembakan berhasil menyasar tepat kekedua belah kaki laki laki itu,setelah itu Ariel melempar senjata itu keatas pangkuan Rion.Meski sempat hampir terjatuh namun Rion berhasil menggenggam pistol itu dengan cukup baik,meski dalam keadaan dua pergelangan tangannya yang diikat.
Tap...tap...tap...
Astor yang sudah terjatuh dilantai tak bisa berdiri karena kedua kakinya yang terkena tembakan langsung menoleh keatas,menatap gadis yang melangkah mendekat kearahnya dengan sebuah pisau kecil ditangan.
Bayangan peristiwa dimana ia berurusan dengan gadis itu dimasa lalu dan apalagi drngan posisi yang hampir mirip membuat laki laki itu merasa devaju,jika bisa mengulang waktu maka ia pastikan dirinya tidak akan memilih untuk pernah berurusan dengan gadis itu sekalipun.
*Andai dulu,aku tak keras kepala dan berambisi terlalu tinggi*batin Astor seakan menyesali sesuatu dimasa lalu,laki laki itu tiba tiba mengingat kenangan sekitaran seminggu sebelum pembantaian yang dialami kelompok gangster tempatnya berada dulu.
~Flasback on~
Suara suara para pemuda pemuda berpakaian bak layaknya anggota gangster terdengar didalam sebuah bangunan kecil yang mirip seperti rumah dibagian pinggir kota paris, seperti kata orang dimana ada yang namanya keindahan pasti disisi lain pasti ada keburukan.Itu adalah satu hal yang bisa mengganggambarkan kota Paris,dibalik gemerlap keindahan kota itu disisi lain kota yang tak semua mata turis alias pendatang lihat terdapat bagian sisi kota yang kumuh nan seolah tersembunyi.
Didalam bangunan sederahana tadilah sebuah kelompok gangster kecil berhasil terbentuk dan rutin melakukan perkumpulan bersama disana,baik sekedar bersendau gurau atau membahas pekerjaan yang mereka dapatkan dari orang orang yang memerlukan tangan tangan dingin anggota gengster kecil itu.Jumlah anggota kelompok gangster kecil yang bernama Serpent;yang memiliki arti ular dalam bahasa Prancis itu sebenarnya hanya berjumlah tak lebih dan tak kurang dari 15 orang saja,dan Astor muda termasuk didalamnya.
Tap...tap...tap...
Ditengah riuh acara kumpul kecil kecilan itu, seseorang berjalan masuk dan menuju ketengah tengah tempat itu.Kedatangan orang itu membuat keempat belas laki laki yang ada disana berhenti dari kegiatan masing masing,seseorang yang baru datang itu adalah orang yang ditunjuk menjadi ketua kelompok gangster mereka itu.
"Ketua kalian ini ada urusan dulu,biasa orang sibuk"jawab sang ketua dengan nada sedikit bercanda membuat anggotanya yang lain terkekeh.
"Baiklah baiklah,ketua kita ini memang sibuk.Ngomong2 sibuk apa bos?"tanya anggota yang lain.
"Kita punya calon pekerjaan baru"ujar sang ketua yang membuat anggota Serpent langsung bersorak gembira mendengar kata pekerjaan baru,karena itu artinya mereka akan segera mendapatkan uang.
"Wih sumber uang nih"
"Uang datanglah"
"Apa kerjaannya bos"
Ujar para anggota Serpent.
"Tapi jujur saja,gue ragu buat nerima pekerjaan kali ini"ujar sang ketua mengungkapkan apa yang tengah mengganggu pikirannya.
"Lah,kenapa ketua?"anggota yang bertanya itu adalah Astor muda.
__ADS_1
"Target yang diminta klaen kita kali ini bukan orang sembarangan"ujar sang ketua.
"Siapa memangnya?"
"Apa tugasnya?"
suara beberapa anggota
"Calon klaen kita ini meminta kita untuk mengawasi dan kalau bisa memberi semacam ancaman berupa gangguan kecil kepada seorang gadis kecil"ujar sang anggota.
"Hanya gadis kecil ketua?bukankah itu bukan masalah sama sekali?"tanya salah satu anggota.
"Jika target kita itu gadis kecil lain mungkin tak akan jadi masalah,tapi masalahnya gadis kecil yang dimaksud calon klaen kita ini adalah putri tunggal dari seorang pengusaha sekaligus psikopat kejam yang namanya cukup tenar didunia bawah"jelas sang ketua Serpent kepada semua anggotanya.
"Siapa gadis itu ketua?"tanya seseorang
"Putri semata wayang dari tuan EK"
Jawab sang ketua.
(EK;adalah panggilan yang diberikan untuk tuan Kimbery oleh orang orang dunia bawah.
"Wah putri dari pria spikopat itu?"
"Pantas saja ketua ragu menerima pekerjaan itu"
"Dari kabar burung yang kudengar,bukankah gadis kecil yang dimaksud ketua itu sama seperti ayahnya"
"Bukankah lebih baik kita tak menerima pekerjaan kali ini"
"Benar,kita harus cari aman untuk kelompok kita"
suara suara anggota kelompok terdengar saling mengeluarkan pendapat.
"Cari aman apanya?! Ini malah akan jadi kesempatan emas bagi kita"seseorang diantara mereka menyuarakan pendapat yang tampaknya sedikit berbeda dengan yang lain.
"Kesempatan Emas,apa maksudmu Astor?"tanya sang ketua kepada anggotanya itu,itu adalah Astor.
"Ini kesempatan emas ketua,kalau kita berhasil menyelesaikan pekerjaan kita yang ini.Bukankah itu bisa membuat calon calon klaen lain bisa menilai kita sangat baik,dan itu artinya nama kelompok kita akan naik pula. Jika itu terjadi maka Serpent tidak akan dipandang sebelah mata lagi,ini adalah jalan toll bagi Serpent menuju kejayaan"ujar Astor muda penuh ambisi.
__ADS_1
~FlasBack Off~