
Kembali keruangan dengan dua sisi sel yang berhadapan tempat Ariel dan yang lain dikurung,terlihat kondisi Ariel dan kedua rekannya yaitu Rion,serta Leo yang terlihat sedikit berbeda.Ketigannya nampak sedikit babak belur seperti baru saja dihajar oleh seseorang,bagaimana dengan Shasa?gadis terlihat masih baik baik saja itu karena entah kenapa tapi ia tidak ikut dipukuli seperti yang lain entah kenapa.
Apa yang terjadi?kenapa Ariel,Leo,dan Rion bisa dipukuli seperti itu?mari kita lihat kebeberapa waktu sebelumnya.
kedatangan tuan Frank kesana_ _
"Jelas apa tuh Ri?"tanya Shasa menyambung.
"Jelas mereka gak percaya diri bisa menahan kita tanpa harus menggunakan rantai"Rion menyaut.
"Kayaknya para domba pengecut takut serigala pemburu lepas"sambung Leo lagi.
Hahaha....setelah itu suara tawa dari penghuni sisi sell berempat itu tertawa dengan nada meledek,sedangkan keenam teman mereka yang ada disisi satunya hanya bisa menahan nafas melihat keberanian keempat orang itu.
*Ya tuhan,itu berempat gak ada takutnya apa, masih bisa ketawa gitu?*batin Miko heran.
*Duh itu om om yang baru datang kok tampangnya pada serem ya,apalagi yang bertopeng*Mia.
"Buka pintu sell,saya mau masuk"suruh tuan Frank kepada laki laki bertopeng yang datang bersamanya.
Kreng....kreng...kriit...
Suara pintu sell bagian sisi berempat langsung dibuka oleh sang laki laki bertopeng,tuan Frank berjalan masuk kedalam terlebih dahulu lalu disusul laki laki bertopeng itu.Sedangkan beberapa anak buah mereka yang ikut masuk kedalam ruangan itu tanpa diperintah terlebih dahulu oleh sang bos,langsung masuk kedalam sell satunya.
Leo,Ariel,Shasa,dan Rion langsung menghentikan tawa ejekan mereka itu setelah tidak ada respon balik dari musuh mereka, dan segera mengambil posisi siaga melihat pergerakan musuh mereka itu.
"Jangan menatap saya dengan tatapan tajam begitu para nona dan tuan muda,saya ini penentu akhir takdir kalian semua"ujar tuan Frank santai.
"Bawa meja itu kemari"suruh tuan frank kepada laki laki bertopeng itu,dan lagi laki laki bertopeng itu tanpa bersuara langsung menuruti perintah mengangkat meja kayu kecil yang tadinya ada dipojok ruangan menaruhnya tepat dihadapan Ariel.
__ADS_1
Tuan frank meletakkan secara terbuka map berisi berkas yang ia bawa tadi ditangannya serta sebuah pulpen keatas meja tersebut.
Surat Pengalihan Hak Saham
Tulisan cop surat yang bisa jelas dibaca oleh Ariel,gadis itu hanya menatap surat dan pulpen diatas meja didepannya itu sebentar kemudian beralih menatap tuan Frank dengan muka datar serta tatapan dingin.
"Ayo tanda tangani surat itu nona muda,dan setelah itu masalah kita selesai"pinta tuan frank dengan percaya diri.
"Hih,apa menandatangani berkas itu?yang benar saja.Untuk apa nona Ariel repot repot melakukan hal itu"ujar Rion yang tiba tiba berbicara.
"Anda bertanya tuan muda Rarendra,tentu saja untuk keselamatan kalian.Nona muda Ariel anda ini pasti memilih keputusan untuk menyelamatkan saudari dan teman temannya,dibanding harta bukan"ujar Tuan Frank.
"Kapan saya mengatakan akan memilih hal itu?"tanya Ariel datar.
"Jadi maksud nona,anda tidak akan menandatangani surat itu?"ujar tuan Frank.
Raut wajah tuan Frank yang tadinya terlihat tenang berubah merah padam,tangan laki laki paruh baya itu langsung mengepal kuat. Amarah tuan Frank langsung muncul mendengar keputusan serta kata kata penghinaan yang dilontarkan oleh gadis muda yang menjadi tahanannya itu,laki laki itu langsung menampar dan mencengram rahang bawah Ariel dengan kuat.
PLAK...
"Sts...Lepas"
Ariel sedikit mengerang kesakitan karena rahangnya yang dicengkram dengan kuat oleh bedebah dihadapannya itu.
"HEI,APA YANG ANDA LAKUKAN?!JANGAN SAKITI KEMBARANKU!"teriak Aurel dari sisi sel lain saat melihat apa yang dilakukan laki laki paruh baya itu kepada sang kembaran.
"DIAM NONA AUREL!"
"KALIAN,TUTUP MULUT MEREKA SEMUA!" teriak tuan Frank memerintahkan anak buahnya yang ada disisi sel tempat Aurel dan yang lain dikurung.
__ADS_1
Dan dalam waktu singkat mulut Aurel dan kelima remaja yang lainnya langsung ditutup dengan kain panjang kecil yang diikat melingkar dari mulut kebelakang kepala mereka,keenam remaja itu sempat terlihat berontak namun itu seperti tak berarti sama sekali bagi para anak buahnya tuan Frank.
"WOI JAGA NADA BICARA LO KE KEMBARAN GUE!"ujar Ariel yang kesal dan tidak terima tuan frank membentak Aurel.
Buk...Akhh...
satu pukulan yang lumayan keras langsung menghantam perut Ariel sesaat setelah selesai bicara.
"RIRI/Ariel/Riel!"teriak Shasa,Rion,dan Leo hampir bersamaan.
"BEDEBAH RENDAHAN,BERANI SEKALI LO LUKAIN RIEL"teriak Leo yang langsung emosi.
Tuan Frank tersenyum sinis dan langsung melangkah mendekat kearah Leo dan
Buk...Akh...satu tinjuan juga langsung melayang tepat diperut pemuda itu,tak sampai disitu tapi Rion juga ikut kena tonjokan dari laki laki paruh baya berdarah eropa itu.
*Kok gue kena!*batin Rion.
Kini tuan Frank mulai mengangkat tangannya lagi hendak memukul Shasa,tapi sebuah suara langsung menghentikan laki laki kejam itu.
"Jangan Gadis itu juga"laki laki bertopeng itu yang berbicara.
Cks...tuan Frank mendecih dan langsung membatalkan niatnya hendak menjadikan gadis muda keturunan Kimberly itu menjadi sasaran amarahnya,laki laki itu kembali kehadapan sang nona muda Wyle.
Setelah tuan Frank menjauh dari hadapannya, Shasa sontak langsung menatap sosok laki laki bertopeng itu dengan tatapan penuh tanya dan rasa penasaran tinggi.Sosok laki laki bertopeng itu rupanya kembali menyadari kalau dirinya diamati oleh putri tunggal keluarga Kimberly itu,hanya tersenyum atau lebih tepatnya hanya mengeluarkan semiriknya saja yang membuat rasa penasaran Shasa semakin tinggi.
Tuan Frank kembali mencengkram kuat rahang bawah Ariel,sehingga gadis itu kembali terdengar meringis halus menahan rasa sakit
"Kau dan ketiga temanmu sepertinya ingin bermain main dengan emosi saya rupanya"ujar tuan Frank menatap bengis kearah Ariel lalu ketiga orang lainnya.
__ADS_1