The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 183


__ADS_3

Cks...tuan Frank mendecih dan langsung membatalkan niatnya hendak menjadikan gadis muda keturunan Kimberly itu menjadi sasaran amarahnya,laki laki itu kembali kehadapan sang nona muda Wyle.


Setelah tuan Frank menjauh dari hadapannya, Shasa sontak langsung menatap sosok laki laki bertopeng itu dengan tatapan penuh tanya dan rasa penasaran tinggi.Sosok laki laki bertopeng itu rupanya kembali menyadari kalau dirinya diamati oleh putri tunggal keluarga Kimberly itu,hanya tersenyum atau lebih tepatnya hanya mengeluarkan semiriknya saja yang membuat rasa penasaran Shasa semakin tinggi.


Tuan Frank kembali mencengkram kuat rahang bawah Ariel,sehingga gadis itu kembali terdengar meringis halus menahan rasa sakit


"Kau dan ketiga temanmu sepertinya ingin bermain main dengan emosi saya rupanya"ujar tuan Frank menatap bengis kearah Ariel lalu ketiga orang lainnya.


"Ti-tidak a-ada waktu,be-bermain dengann p-pecundang"ujar Ariel terbata bata,meski tengah menahan sakit tapi dari tatapannya terlihat tidak merasa gentar sama sekali.


"Kau,Dasar Bocah Sialan!"ujar tuan frank dengan penekanan dan terlihat geram melihat gadis muda dihadapannya itu tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun padanya.


"HEI!Berhenti Mencengkram Rahang Temanku Seperti itu sialan!"umpat Shasa kesal.


"Astor!tutup mulut gadis itu atau aku sendiri yang menghabisinya!"ujar tuan Frank yang kesal dengan perkataan Shasa.


Laki laki bertopeng yang tadinya hanya berdiri santai didekat pintu masuk sel langsung dengan cepat melangkah mendekat kearah Shasa,rupanya itu adalah nama dari laki laki bertopeng itu.Tentu Shasa yang melihat laki laki bertopeng itu mendekat kearahnya langsung berusaha sebisa mungkin menegakkan posisi duduknya,serta mulai waspada.


Laki laki bertopeng yang dipanggil dengan nama Astor oleh tuan Frank itu menempatkan posisinya disebelah kursi kayu tempat Shasa berada duduk terikat,ia kemudian menunduk dan mendekat tepat disamping telinga Shasa lalu berkata.


"Harap diam nona,sebentar lagi giliranmu.le petit démon de la destruction des gangsters Serpent(iblis kecil penghancur gangster Serpent)"bisik laki laki bertopeng itu pelan tepat ditelinga Shasa.


gangsters Serpent


Bak sebuah tombol on,kedua kata itu langsung terulang berputar diotak Shasa sambil mulai menyatukan potongan potongan sekaligus memutar ulang sebuah memory masa lalu gadis itu.


~Sekitaran 4 tahun yang lalu~


Sebuah mobil Betley hitam melintas dijalanan kota paris,didalam mobil mewah itu hanya terdapat dua orang saja.Seorang laki laki bersetelan jas hitam lengkap duduk dikursi pengemudi,serta seorang gadis muda berusia sekitaran 12 tahunan yang duduk dikursi penumpang barisan pertama.Kedua orang itu adalah pak Can dan sang nona muda,siapa lagi kalau bukan nona muda Shasa Kimbery.

__ADS_1


"Nona muda tidak ingin mampir kemana dulu,sebelum kerumah sakit?"tanya pak Can kepada majikan kecilnya itu.


"Tidak pak Can,Shasa ingin langsung kerumah sakit saja.Lagi pula orang yang ingin Shasa jenguk bisa dengan mudah mendapatkan apa yang dia mau,tanpa perlu Shasa bawakan"jawab Shasa.


"Ah anda benar juga,nona muda"ucap pak Can membenarkan perkataan nona mudanya itu.


Percakapan kedua orang itu terhenti sementara,perhatian Shasa kini terfokus pada kaca spion depan dan spion samping secara bergantian.


"Cks"gadis berusia dua belas tahun itu mendecih pelan.


"Nona muda merasa terganggu dengan mobil para tikus yang mengikuti mobil ini?"tanya pak Can yang menyadari penyebab nona mudanya itu berdecih.Yang tidak lain dan tidak bukan adalah karena ulah sebuah mobil yang sejak beberapa hari yang lalu terus mengikuti kemana sang nona muda pergi.


"Ya,paman sudah mencaritahu siapa mereka?"jawab Shasa,pandangan gadis itu masih tertuju pada mobil yang terus mengekori dibelakang.


"*sudah nona,mereka dari sebuah kelompok gangster kecil bernama Serpent"ujar pak Can.


Mobil Betley hitam itu memasuki area sebuah rumah sakit dikota itu dan berhenti diparkiran, dan ya mobil yang mengikuti mereka sejak tadi terhenti didekat gerbang rumah sakit tapi tidak sampai masuk kearea kawasan rumah sakit.


Kamar Rumah Sakit_ _


Shasa memasuki sebuah kamar rumah sakit tempat dimana seseorang yang hendak ia jenguk dirawat,pemandangan pertama yang ia lihat saat masuk adalah seorang gadis kecil yang usianya lebih tua beberapa bulan lebih tua darinya baru saja selesai disuapi makan oleh seorang perawat.Perawat itu sempat menunduk sebentar menyapa Shasa sebelum akhirnya pamit meninggalkan kamar rumah sakit itu,setelah pintu tertutu barulah Shasa berjalan mendekati ranjang rumah sakit.


"Bagaimana rasa makanan rumah sakit, apakah enak?"tanya gadis itu kepada gadis lain yang berada dalam posisi setengah duduk diatas bangsal rumah sakit.


"Enak apaan,rasanya sangat hambar"saut gadis yang memakai baju pasien itu.


"Lain kali cobalah bunuh diri lagi,maka aku akan memastikanmu akan memakan makanan seperti itu setahun penuh"ujar Shasa kepada gadis itu.


"Cks kau sangat menyebalkan dan kejam sekali padaku nona muda Kimberly"ujar gadis pasien itu.

__ADS_1


"Kau lebih menyebalkan nona muda Ariel Wyle,berani sekali mencoba meninggalkanku didunia yang kejam ini sendirian"saut Shasa.


"Dan bicara soal kejam,semua orang tau kalau kau yang lebih kejam antara kita Riri"lanjut gadis itu.Yap gadis lain teman Shasa berbicara dan sekaligus orang yang dijenguk adalah Ariel sahabatnya.


"Maafkan aku soal itu,aku hanya terkendali pikiran buruk saat itu"ucap Ariel terlihat merasa bersalah.


"Mari kita hentikan pembahasan soal itu sebelum jauh,maafkan aku juga karena mengungkit hal itu lagi.Sekarang ada hal yang lebih penting yang ingin kuceritakan padamu, aku butuh pendapatmu Ri"ujar Shasa,raut wajah gadis itu langsung berubah serius.


"Apa?"tanya Ariel langsung.


Shasa langsung mulai menceritakan apa yang tengah ia pikirkan dan dimana letak Ariel harus memberinya pendapat,Ariel tentu mendengarkan dengan seksama.


"Begitu ya,kalau menurutmu mereka mulai mengganggumu lebih baik kamu bertindak Sha.Cari tahu apa tujuan mereka mengikutimu selama beberapa terakhir seperti itu,tak mungkinkan mereka hanya iseng dan tanpa memiliki alasan apapun?"ujar Ariel mulai mengungkapkan pendapatnya.


"Ah dan ya kalau kau berniat untuk membereskan mereka,jangan lupa untuk mengurus orang yang mengirim mereka juga. Tidak mungkin kelompok gangster kecil seperti itu repot repot mengusikmu kalau tidak ada orang yang memberi mereka imbalan"lanjut Ariel.


"Aku memang berniat membereskan mereka jika aku mulai merasa terganggu seperti hari ini,jadi tak apakan kalau aku bekerja sendiri kali ini?"tanya Shasa kepada Ariel,gadis itu terlihat menaik turunkan alisnya sambil tersenyum kearah sang sahabat.


"Ya,mau bagaimana lagi.Aku sendiri masih harus terjebak diruangan sialan ini dengan infus ditangan"ujar Ariel terlihat kesal dengan kondisinya.


"Makanya jangan aneh aneh bertingkah"ejek Shasa.


"Sialan"umpat Ariel.


"Baiklah kayaknya aku harus pergi Ri,masih ada hal yang harus nona muda Kimberly ini urus"ujar Shasa berpamitan.


"Ya sana pergi,aku juga ingin tidur.Ceritakan padaku jika sudah selesai mengurus para tikus yang mengganggumu itu,and selamat berpesta untuk itu"ujar Ariel.


"Tentu akan kulakukan,cepat sembuh Ri"ujar Shasa sebelum akhirnya menghilang dibalik pintu.

__ADS_1


__ADS_2