The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 178


__ADS_3

"Kenapa lo bilang mereka beruntung?"tanya Aditya.


"Kenapa gue bilang mereka beruntung?itu karena mereka punya kesempatan besar buat milih jalan mereka sendiri,sedangkan seorang pewaris enggak.Jalan takdir dan masa depan seorang pewaris seakan udah ditulis dan ditentukan bahkan sebelum lahir,menolak semua garis takdir itu yang ditentukan itu akan seperti sebuah hal yang terlarang dan bencana bagi diri kita"jawab Shasa.


"Tapi kamu sama Riri juga pasti bisa kayak gitu Sha"ujar Kayla.


"Gak akan bisa Kay,lo punya kak Robert buat mengemban tugas penerus keluarga lo,Rere punya Riri buat mastiin dia gak pernah tersentuh oleh didikan kejam dan keras dari om Wyle,sedangkan Gue sama Riri?kita gak punya siapa siapa buat ngecover kita dari semua itu"saut Shasa.


"Jadi inti dari semua pembicaraan panjang ini adalah Ariel gak bakal menandatangani apa yang diminta orang yang nyekap kita disini?"tanya Ryan tiba tiba.Leo,Rion,Shasa, dan Ariel langsung menggelengkan kepala serentak.


Huf...Ryan membuang nafas berat setelah mendapatkan jawaban dari keempat temannya yang ada didepan itu,ia terdiam sejenak seakan memikirkan sesuatu baru kemudian berbicara lagi.


"Oke gue bakal berada dipihak kalian kali ini"


Ujar pemuda itu.


Mia,Miko,Aurel,Kayla,dan Aditya sontak langsung kaget mendengar keputusan tak terduga dari Ryan itu.

__ADS_1


"Lo apa apaan sih Yan,kok lo setuju Ariel gak mau tanda tangan?GILA LO?!"tanya Aditya yang kaget, padahal tadi temannya itu yang paling terlihat paling panik dan ingin Ariel menandatangani hal yang diinginkan oleh orang yang menyekap mereka semua itu.


"Tenang Dit,Ryan pasti punya pendapat lain"ujar Miko kepada Aditya yang tampak tak terima dengan keputusan Ryan.


"Omongan gue belum selesai"ujar Ryan sambil menatap Ariel,Leo,Rion,dan Shasa secara bergantian.


"Tadi gue emang pengen Ariel nandatangani berkas itu tapi setelah mendengar penjelasan dan mengetahui posisi mereka,gue jadi punya pemikiran dan pendapat baru diotak gue.


Posisi gue sama kayak Shasa,gue anak tunggal dari orang tua gue yang juga seorang pebisnis.Secara gak langsung gue juga setidaknya sedikit memahami apa beban pewaris yang dimaksud lo tadi Sha,tapi gue punya sebuah pertanyaan yang harus lo dan yang lain harus jawab"lanjut Ryan.


"Pertanyaan apa?"saut Shasa.


"Intinya?"tanya Rion.


"Siapapun diantara kalian berempat,kasih tau gue berapa kemungkinan kita semua bisa selamat dari sini.Semisalnya Ariel gak menandatangani berkas itu"pinta Ryan kepada Shasa,Ariel,Leo,dan Rion.


"70%"jawab Ariel dengan cepat.

__ADS_1


"30% lagi kemana?"tanya Ryan.


"20%kemungkinan ada yang terluka atau jalan keluar gak jadi datang,10%lagi kemungkinan akan ada yang tidak selamat"Gantian kini Leo yang menjawab.


"10% masih terlalu besar"ujar Miko yang tiba tiba ikut masuk dalam pembicaraan.


"Kalau itu lo semua tenang aja,kalaupun ada yang tidak selamat.Gue pastiin itu bukan dari kalian berenam,gak usah tanya maksudnya"ujar Ariel.


"Oke,dari mana angka 70% itu?"tanya Ryan.


"Dari plan B yang gue buat bareng Riel"jawab Leo.


"Plan B???"tanya semua orang yang disana minus Leo dan Ariel.


"Tunggu,Shasa sama Rion gak tau?"tanya Mia yang nampak heran saat menyadari kalau kedua orang itu ikut bertanya tadi.


"Enggak,gue gak tau"jawab Shasa.

__ADS_1


"Gue juga"jawab Rion.


Kemudian keduanya kompak menoleh kearah Ariel dan Leo yang nampak kompak mengukir smirik dibibir mereka.


__ADS_2