The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 139


__ADS_3

"Leo"ujar gadis itu pelan dengan suara serak entah karena baru bangun tidur atau suaranya habis akibat tadi menangis dalam waktu yang cukup lama


Eugh...Ariel melenguh sambil memegang kepalanya,ekspresi gadis itu tampak sedang menahan sakit dikepalanya.


"Riel,are you okey?"tanya Leo mengusap kepala gadis itu.


"Pusing,sakit"keluh Ariel masih memegang kepalanya sendiri.


"Kepalamu pusing ya?tetap disini aku akan memanggil dokter"ujar Leo,dengan perlahan ia melepaskan pelukannya dengan Ariel kemudian turun dari atas tempat tidur.


"Tunggu sebentar ya,aku tak lama"ujar Leo kepada Ariel,sedangkan Ariel yang masih berbaring diatas tempat tidur itu hanya menganggukkan kepalanya lemah.


Setelah mendapat izin barulah Leo segera berjalan keluar dari kamarnya,setelah keluar dari dalam kamarnya Leo langsung berjalan menuju dimana salah satu tempat biasanya para bawahannya berkumpul.Dan kebetulan sekali cowok itu melihat seorang penjaga yang tengah berpatroli dimarkas itu,tanpa tunggu lama lagi Leo langsung memanggil salah satu anak buahnya yang kebetulan lewat.


"Hei penjaga,ayo kesini!"panggil Leo.


Penjaga yang dipanggil itu langsung mendekati bosnya itu.


"Ada apa bos?"tanya penjaga itu kepada salah satu bosnya itu.


"Tolong cepat panggilkan dokter dan bawa kekamar saya"ujar Leo menuruh penjaga itu.


"Baik bos,tapi kalau boleh tahu siapa sakit bos?"tanya penjaga itu.


"Nona muda"jawab Leo.


"Nona muda Ariel?"tanya penjaga itu memastikan,karena ia seingatnya ada dua orang perempuan yang berstatus sebagai atasannya dimarkas ini.


"Ya,jangan banyak tanya lagi.Cepat sana panggilkan"ujar Leo menyuruh penjaga itu agar cepat.


"Siap bos,kalau begitu saya permisi"ucap penjaga itu segera meninggalkan Leo dengan berlari supaya cepat melaksanakan tugas dari bosnya.


"Gue harus balik ke Riel lagi"gumam Leo langsung berbalik dan berjalan dengan cepat kembali kekamarnya untuk menjaga Ariel.


Leo memasuki kamarnya kembali dan segera mendekat ke Ariel,ia duduk dipinggir kasur dan mengusap kepala gadis itu.Ariel yang tadinya memejamkan matanya,terlihat membuka sedikit kedua matanya memastikan siapa yang ada didekatnya kemudian matanya kembali terpejam.


"Dokter akan segera datang Riel"ujar Leo kepada Ariel,ia menyentuh kening gadis itu.

__ADS_1


"Stt keningmu terasa hangat sekarang,aku harap kamu gak demam"ujar Leo masih terus mengajak Ariel bicara meski ia tau kalau gadis itu tidak akan menyauti perkataannya.


Ditempat lain yang masih ada didalam markas itu,Shasa dan Rion tengah berjalan mencari dimana keberadaan Leo dan Ariel. Keduanya tampak bingung mencari dua rekan mereka itu yang tak terlihat dimanapun.


"Dua temen kita mana sih Sha,heran gue hoby banget mereka hilang?"ujar Rion kepada Shasa.


"Gak tau tuh"saut Shasa.


"Atau coba lo telpon si Leo deh,tanya dimana mereka sekarang"lanjut Shasa memberi saran.


"Belum lo bilang juga tadi gue udah coba hubungin si Leo tadi,tapi nomernya gak aktif"ujar Rion.


"Lo juga kenapa gak coba hubungin Riri?siapa tau diangkat"lanjutnya memberikan saran serupa kepada Shasa.


"Hpnya belum aktif"jawab Shasa.


"Eh itu penjaga lagi sama dokter gak sih?"tanya Shasa menunjuk kearah depan.


"Lah iya,ngapain dokter datang kesini?ada yang sakitkah?"saut Rion.


"Yuklah"ujar Rion setuju.


keduanyapun pergi buat nyamperin penjaga yang membawa dokter bersamanya itu.


"PENJAGA!"teriak Shasa dan Rion datang menghampiri penjaga itu.


"Eh bos Rion,nona Shasa.Ada apa?"tanya Penjaga itu setelah menyapa dua bosnya itu terlebih dahulu,sedangkan dokter yang datang bersama penjaga itu terlihat membungkuk sebentar guna menyapa dua remaja yang baru datang itu.


"Kenapa ada dokter disini?ada yang sakit?"tanya Rion kepada penjaga itu.


"Iya bos,bos Leo yang minta saya manggil dokter karena katanya nona muda Ariel sakit"jawab penjaga itu.


"Hah!Riri sakit?kok bisa?"ujar Shasa kaget.


"Ya bisalah,diakan manusia"saut Rion.


"Gue juga tau soal itu,tapi masa tadi siangkan Riri keliatan sehat dan biasa biasa aja tuh. Kok bisa sore gini udah sakit aja"ujar Shasa.

__ADS_1


"Udah takdir dia kali"jawab Leo.


"Em permisi bos,nona saya harus mengantar dokter ini"ujar penjaga itu kepada dua atasannya itu.


"Kita ikut!"ujar Shasa dan Rion serentak.


"Baiklah kalau begitu,ayo bos-nona"ajak penjaga itu,setelah itu Shasa,Rion,dan sang dokter berjalan mengikuti penjaga yang berjalan terlebih dahulu didepan mereka itu.


Beberapa saat kemudian


"Lah bukannya ini kamarnya si Leo ya?" gumam Rion mengenali pintu kamar yang mereka datangi itu.


Tok...tok...tok...penjaga itu mengetuk pintu kamar beberapa kali dan ceklek...suara pintu dibuka dari dalam kemudian terlihat Leo keluar dari sana.


"Silahkan masuk dokter,yang sakit ada didalam"ujar Leo langsung mempersilahkan dokter itu untuk masuk kedalam kamar,dokter itu mengangguk singkat dan masuk kedalam kamar.Sedangkan Leo sendiri memilih berdiri didepan pintu kamarnya yang masih terbuka itu memberikan waktu dokter tadi untuk memeriksa Ariel sedangkan dirinya tetap memantau dari jauh.


Shasa dan Rion sama sama sedang dalam proses loading sekarang karena bagaimana bisa ada Ariel didalam kamar Leo.


"Woi itu sahabat gue lo apain sampai sakit gitu?!"ujar Shasa sedikit ngegas sambil menatap tajam Leo.


"Iya Le,kok si Riri ada dikamar lo?!"Rion ikut mangujukan pertanyaan kepada Leo.


"Ada insiden tadi"jawab Leo.


"Inseden apa maksud lo?!"tanya Shasa dan Rion ngegas serentak kali ini sama sama memasang muka penuh selidik.


"Adalah,nanti gue jelasin"saut Leo kepada Shasa dan Rion,ia terlihat memerhatikan Ariel yang masih tengah diperiksa oleh dokter.


Rion dan Shasa yang melihat itu memutuskan untuk diam sejenak menuruti perkataan Leo tadi,terutama Shasa yang terlihat ******* ***** jari jarinya sendiri karena merasa cemas dengan keadaan Ariel.Tentu saja ia merasa sangat cemas karena selama ia mengenal Ariel,sahabatnya itu bukan tipe orang yang akan sakit sampai bersedia untuk diperiksa dokter kecuali jika benar benar hal yang berat.


*Fiks ini Riri pasti lagi banyak beban pikiran atau enggak kecemasannya muncul nih* batin Shasa yakin,itu penyebab yang paling mungkin jika sahabatnya itu mendadak sakit kayak gini.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya dokter selesai memeriksa Ariel dan berjalan mendekat kearah pintu dimana yang lain menunggu.


"Bagaimana sahabat dokter?"tanya Shasa kepada dokter itu.


"Setelah saya periksa keadaan nona muda yang tadi,sepertinya dia demam karena terlalu stres karena terlalu banyak memiliki beban pikiran"ujar dokter tersebut.

__ADS_1


__ADS_2