The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 35


__ADS_3

"Akhirnya peran Riri diganti jadi Kru di belakang panggung aja"jawab Shasa.


"parah lo Riel"ujar Leo.


"Gue udah nolak,tapi masih dipaksa ya itu bukan salah gue"ujar Ariel menanggapi dengan acuh.


~skip~


Waktu pulang sekolah sudah tiba seperti yang direncanakan tadi pagi,Shasa tidak langsung pulang ke rumah tapi terlebih dahulu ia harus pergi ke suatu tempat guna untuk menemui seseorang atau mungkin lebih.


Shasa terus melajukan mobilnya menelusuri jalanan menuju arah tujuannya,sekitaran setengah jam mengendarai mobilnya akhirnya ia sampai di suatu tempat berupa sebuah restoran tertutup,Shasa memasuki restoran itu dengan menggunakan jaket untuk menutupi seragam sekolahnya.Ia belum sempat mengganti seragamnya dengan baju biasa,Shasa berjalan memasuki restoran yang terbilang mewah itu dan segera menghampiri meja resepsionis.


"Selamat datang,ada yang bisa saya bantu nona?"sapa resepsionis itu dengan ramah melihat kedatangan Shasa.


"Antar saya ke meja reservasi atas nama nona Kimberly"pinta Shasa pada sang resepsionis.


"Sebentar nona akan saya periksa dulu"ujar resepsionis pada Shasa,dan Shasa mengangguk setuju.


"Baik nona,meja atas nona Kimberly.Mari saya antar"mempersilahkan Shasa untuk mengikutinya.


Resepsionis itu mengantar Shasa ke sebuah ruangan tertutup VIP,ruangan ini khusus tamu yang memerlukan privasi.


"Silahkan masuk nona"ucap Resepsionis mempersilahkan Shasa masuk.


Tanpa pikir panjang Shasa memasuki salah satu ruangan VIP di restoran tanpa ragu,dan saat ia masuk Shasa langsung disambut oleh beberapa orang pria dewasa dengan memakai kemeja putih dan jas hitam yang terlihat sangat formal.Mereka semua membungkukkan badannya sebentar lalu berdiri tegak kembali jumlahnya sekitar 5 orang.


"Selamat datang nona muda"ujar salah seorang diantaranya,sepertinya orang itu adalah ketua dari orang orang itu.


"Silahkan duduk nona"lanjut orang itu mempersilahkan Shasa untuk duduk didepannya.


"Terima kasih pak Can,lama tidak bertemu.Bagaimana kabar anda?"Ujar Shasa berbasa basi.


"Kabar saya baik nona,bagi mana dengan nona muda sendiri?"jawab pak Can.

__ADS_1


"Saya juga baik,sebelumnya saya minta maaf karena pak Can harus repot jauh jauh datang ke Indonesia"ujar Shasa sedikit tidak enak.


"Tidak masalah nona,baiklah kalau begitu tugas apa yang ingin nona berikan kepada saya?"tanya pak Can mulai bertanya tentang tugas yang akan anak majikannya itu berikan padanya beserta bawahannya.


"Tugas pak Can gak sulit kok,cuman perlu mengawasi dan mencari tahu sesuatu kepada saya"ujar Shasa mulai memberitahu apa yang harus dilakukan oleh pak Can.


"Sejak beberapa hari yang lalu saya memperhatikan kalau kediaman yang saya dan sahabat saya seperti diawasi oleh seseorang,jadi saya ingin pak Can memastikan hal itu dan kalau itu benar pak Can harus mencari tahu motif dan pelakunya"lanjut Shasa menjelaskan.


"Saya mengerti nona,saya dan bawahan saya akan memulainya secepat mungkin dan akan menyampaikan semua informasi yang kami dapatkan tanpa terkecuali"ujar Pak Can dengan tegas.


"Saya akan tunggu segera,dan pak Can anda yakin mereka semua akan menutup mulut pada Dady"tanya Shasa pada pak Can,yang dia maksud adalah empat orang lainnya yang ada di ruangan itu.


"Tenang saja nona,mereka akan menutup mulut saya bisa jamin itu"jawab pak Can.


"Bagus kalau begitu"ujar Shasa lega.


"Nona jika sudah tidak ada yang ingin anda sampaikan lagi,saya dan bawahan saya undur diri.Kami harus segera melakukan persiapan sebelum memulai tugas kami"ucap Pak Can hendak pamit pergi dari sana.


Jika kalian perhatikan cara Shasa berbicara terlihat berbeda dari biasanya,gadis itu berbicara dengan sangat formal dan tegas serta aura yang sedikit mengintimidasi.


Sangat berbeda saat ia berbicara dengan para sahabat dan teman temannya disekolah,


sebenarnya Shasa akan bersikap seperti itu saat sedang serius atau sedang dalam situasi berbicara dengan bawahannya seperti tadi.Kalian harus ingat kalau gadis itu bukan gadis remaja pada umumnya,statusnya sebagai putri dari seorang pengusaha serta pewaris tunggal keluarga Kimberly tentu saja membuatnya harus memiliki sifat yang tegas,cerdas,serta sedikit cerdik yang tersembunyi dibalik sifat manja dan sedikit ke kanak-kanakan yang biasanya ia tunjukkan hampir di setiap saat.


Sekarang di ruangan itu hanya tinggal Shasa sendiri duduk di sana,gadis remaja itu tidak langsung pergi ia memutuskan untuk memesan makanan untuknya.Ia sudah merasa sangat lapar karena belum makan sejak pulang sekolah tadi,jadi lebih baik ia makan dulu sebelum pulang ke rumah.


Mari kita skip tentang Shasa,sekarang kita ketempat Ariel yang sekarang sedang berada di gedung lama dimana markas orang suruhannya berada.Gadis itu tidak sendiri tapi seperti biasa dirinya akan ditemani dua orang teman sekaligus rekannya yaitu Rion dan Leo.


Ketiganya sekarang sedang berdiskusi menyusun rencana yang akan mereka gunakan untuk melacak keberadaan tuan Frank yang masih sulit diketahui.


"Jadi gimana,ada perkembangan?"tanya Ariel pada dua orang pria yang duduk didepannya sekarang siapa lagi kalau bukan Rion dan Leo.


"Soal keberadaan tuan Frank sampai sekarang masih terlacak tapi, kemarin gue dapet informasi dari salah satu orang gue kalau kita bisa dapat informasi kalau apa yang dibilang sama tikus yang kemarin kita tangkap soal bar itu,orang gue udah dapat identitas orang yang mungkin terhubung atau bahkan tau keberadaan tuan Frank saat ini "ujar Leo memberi tahu informasi yang ia dapat dari suruhannya.

__ADS_1


"Dimana letak bar itu?"tanya Rio


"Disebelah selatan kota ini"jawab Leo


"Kalau gitu kita harus mendatangi itu bar secepatnya"ucap Ariel.


"Kapan?"tanya Leo


"Hari minggu ini,pas malam"jawab Ariel.


"Bukannya itu ke cepetan ya,kita gak boleh terlalu gegabah bergerak"komentar Rion


"Gue setuju sama Rion,kita harus buat rencana sematang mungkin"ucap Leo mendukung Rion.


"Kita harus bergerak cepat,waktu kita udah gak banyak lagi buat bertele tele sekarang.Lagian kita kesan cuman buat ngumpulin informasi bukan buat nyerbu"ujar Ariel tak ingin dibantah,Leo dan Rion hanya bisa pasrah saja.


"Tapi ngomong-ngomong emang lo berdua udah pernah ke bar atau udah pernah minum gak?"tanya Rion penasaran pada dua rekannya.


"Kenapa lo tanya gitu?"ujar Leo


"Mastiin aja udah atau belum,kalau belum gue kan bisa ajarin kalian dulu bar itu kayak apa.Jangan sampek kita udah di sana lo berdua malah kayak orang dungu"ucap Rion.


"Kalau gue udah sih,beberapa kali soal minum cuman sekali itu pun udah lama banget"jawab Leo


"Lo Riel?"tanya Rion kali ke Ariel.


"Pernah"jawab Ariel singkat.


"Kalau minum?"sekarang Leo yang bertanya


Ariel melihat kearah dua temannya itu


"Gue itu lahir dan besar di Francis,kalau cuman minum berkadar alkohol rendah atau sedang itu hal yang cukup lumrah di sana ujar Ariel pada keduanya.

__ADS_1


__ADS_2