The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 181


__ADS_3

"Siapa yang negetuk pintu?"


"Gak tau,anggota yang lain kali"


"MASUK AJA"suara teriakan terdengar dari dalam.


Tok...tok...tok...pak Can mengetuk pintu kembali.


suara langkah kaki terdengar mendekati pintu dari dalam


"Sia.."


Buk...buk...pukulan bertubi tubi langsung dilayangkan dengan keras oleh pak Can kepada orang yang muncul dari balik pintu itu.


Bruk...tubuh orang itu langsung jatuh tergeletak dilantai tepat didepan pintu,melihat kondisi orang itu sontak ketiga rekannya yang lain terlihat sangat kaget.Apalagi saat melihat sosok salah satu tahanan mereka berdiri disamping tubuh rekan mereka yang telah tak sadarkan diri itu,wajah salah satu dari ketiganya terlihat langsung memucat dan terlihat ketakutan melihat sosok itu.Entah kenapa😏.


"Ke-ke-ketua"ujar orang memucat itu gagap.


Tap...tap...tap...


"Wah wah wah,sedang bermain kartu rupanya.Kenapa saya tidak diundang bermain kartu,padahal saya cukup ahli.Bukan begitu?"ujar pak Can berakhir melihat kearah seseorang yang sedang memucat ketakutan saat ini dengan tatapan yang mengerikan.


"Kalian bertiga hanya akan diam mematung disana?tidak punya niat menyerang orang yang telah membuat rekan kalian pingsan?"tanya pak Can melihat respon ketiga orang didepannya itu.


Setelah mendengar perkataan pak Can itulah baru dua diantara ketiganya langsung maju menyerang,tapi baru saja salah satunya melayangkan tinju


Buk...


pak Can langsung menendang kuat tepat dikepala orang itu tanpa menahan tenaga yang dikerahkan sedikitpun,dan ya orang itu langsung tergeletak diatas lantai tak sadarkan diri.Tak cukup sampai disitu kini tangan kanan Shasa itu menyerang orang kedua dengan brutal tanpa ada rasa ampun sedikitpun,orang yang ketiga yang melihat itu langsung bertambah ketakutan.


Memanfaatkan kesibukan pak Can yang sedang membantai rekannya,orang yang ketiga itu sesegera mungkin mengambil senjata api berupa pistol dari atas meja kemudian langsung mengarahkan kearah pak Can.


"A-anda be-berhenti atau saya tembak!" teriaknya dengan sedikit gelagapan.


Buk...buk...buk..


Pak Can langsung berhenti dari kegiatannya menghajar orang yang kedua itu,eits jangan salah paham dulu.Pak Can berhenti bukan karena takut atau gentar karena ancaman dari orang yang tengah mengancamnya dengan pistol itu,melainkan karena orang yang tengah dia hajar itu sudah babak belur dan sudah tak sadarkan diri.Laki laki itu menoleh dan menatap kearah pria pengecut bersenjata dihadapannya itu,pak Can sangat mengenali wajah laki laki yang satu itu.


"Jangan bergerak!"teriak orang ketiga itu saat melihat pak Can bergerak berdiri.


Pak Can tampak tak menghiraukan orang itu

__ADS_1


"Saya ingat dengan baik wajah kamu,kamu adalah tikus kecil yang menyusup diantara tim saya rupanya.Cukup berani"ujar laki laki itu.


"Kalau ia memangnya anda mau apa?!lebih baik anda ikut saya kembali ketempat anda dikurung!"ujar orang yang ketiga itu tampak mulai sedikit berani,ia merasa kalau posisinya lebih menguntungkan karena senjata ditangannya.


"Hahaha...kau yakin akan berpihak kepada orang itu?"tanya pak Can dengan tawa diawal.


Laki laki yang ketiga itu terlihat menyergit bingung mendengar pertanyaan dari pak Can, laki laki yang merupakan mantan ketuanya itu.


"Apa maksud anda?"tanya laki laki itu.


Pak Can tersenyum didalam hatinya saat melihat mantan bawahannya itu terpancing dengan perkataannya


"Kau tau,bahwa posisi yang saat ini kau pilih sangat salah.Bosmu itu tidak akan bisa dan akan gagal mendapatkan apa yang ia inginkan dari kedua nona muda,kau tau kenapa?"tanya pak Can,orang yang ketiga itu sontak langsung menggelengkan kepalanya.


"Itu karena bantuan akan segera datang sebentar lagi,dan bantuan itu akan besar"ujar pak Can.


Orang yang ketiga itu tentunya langsung syok dong mendengar hal itu.


*Bantuan?sial,berarti bos frank bakal kalah dong*batin laki laki itu mulai was was.


"Saya tahu kalau kau takut,jadi bagaimana kalau kita buat kesepakatan saja"tawar pak Can.


"Kesepakatan apa?"tanya laki laki itu.


"Tapi jika kau tidak mau,baik kau nantinya membunuh saya disini atau tidak maka bisa saya pastikan nyawa dam nasibmu tidak akan pernah baik kedepannya.Kau tahu kenapa?itu karena tidak pernah dibiarkan oleh tuan Kimberly maupun Tuan Wyle,jadi bagaimana pilihanmu?"lanjut pak Can.


"Saya akan diampuni oleh mereka?"tanya laki laki itu.


"Ya tentu"jawab pak Can.


"Kalau begitu baiklah,saya akan berada dipihak anda mulai saat ini"ujar orang itu tanpa pikir panjang menerima saja tawaran dari pak Can,bahkan ia segera menurunkan senjata yang tadi ia arahkan kepada pak Can.


"Pilihan yang bagus untuk orang muda sepertimu,jadi sekarang ayo antar saya ketempat dimana kedua nona muda dan kedua pemuda yang bersama mereka disekap.Dan berikan juga pistol itu kepada saya"suruh pak Can.


"Baik akan saya antar sekarang,tapi untuk pistol ini kenapa harus anda yang memegang nya?Saya sajakan bisa"tanya laki laki itu.


"Pistol itu akan jauh lebih berguna ditangan saya"ujar pak Can.


"Ah benar juga"ujar laki laki itu,ia langsung menyerahkan pistol ditangannya itu kepada pak Can.Dan tentu pak Can dengan senang hati menerimanya.


"Kalau begitu,ayo kau jalan didepan. Tunjukkan jalannya kepada saya"suruh pak Can kepada laki laki itu.

__ADS_1


"Baik pak ketua"jawab laki laki itu memanggil pak Can dengan panggilan ketua.


Tap...tap...tap...laki laki itu mulai melangkah didepan pak Can untuk menunjukkan jalan kepada ketuanya itu.


Dor...dor...dor...


Baru tiga langkah berjalan tapi tiga buah peluru dari pistol yang baru saja ia serahkan kepada pak Can sudah menembus kepalanya


Bruk...tubuh laki laki itu langsung terjatuh dan tergeletak dengan bersimbah darah dari luka tembakan yang menembus kepalanya.


"Pengkhianat tetap pengkhianat dimanapun ia berada,selain itu saya sudah menepati ucapan saya kemarin kepada nona muda.Menghabisi dengan tangan saya sendiri jika ada pengkhinat ditim yang saya bawa"gumam pak Can sambil menurunkan senjata yang baru saja digunakan untuk menghabisi pengkhianat itu.


Pak Can membiarkan keempat tubuh yang dua diantaranya sudah dipastikan tidak bernyawa itu begitu saja,laki laki itu lebih tertarik melihat barang barang yang sepertinya ia kenali yang terlihat didalam sebuah kotak kayu dipojok ruangan itu.


Laki laki itu mendekat dan langsung mengulurkan tangannya untuk meraih sebuah jam tangan cerdas disana(itu adalah jam miliknya),pak Can menekan salah satu tombol dibagian pinggir jam tangan cerdas itu sampai jam tangan itu aktif kembali.Setelah jam tangan itu menyala dan aktif kembali,ia kemudian menekan tombol kecil lain disana.


"Bantuan akan segera datang"gumam laki laki itu.


Ditempat dan kapal lain_ _ _


Seorang laki laki paruh baya tengah berdiri dibagian luar kapal sambil menatap luasnya lautan,cahaya rembulan terlihat mulai menerang tanda malam sudah benar benar tiba.


Tit...tit...tit...


Tiba tiba sebuah suara tertangkap diindra pendengarannya,laki laki itu segera memeriksa tempat sumber suara yang berasal dari jam tangannya.Sebuah senyuman tipis langsung terlihat diwajah laki laki itu,dengan segera ia berjalan pergi dari sana untuk menghampiri majikan dan juga sahabat dari majikannya.


"Tuan"panggilnya kepada sang majikan.


"Kenapa pak Tan?"saut sang majikan,orang itu adalah Tuan Kimberly.


"Sepertinya arah tujuan kita saat ini,sudah benar tuan"ujar pak Tan sambil tersenyum kepada sang majikan.


"Benarkah?Dari mana kau tau?"kali ini Tuan Wyle yang bertanya.


"Saudara saya yang memberikan letak posisinya sendiri tuan"jawab pak Tan.


"Ah begitu rupanya,baguslah"Tuan Kimberly tersenyum paham dan mengerti maksud tangan kanannya itu.


~Hari ini Author sengaja double Up,hitung hitung perayaan ulang tahun ke 19 tahun auhor yang tepat hari ini😉.


Author gak minta hadiah kok,cuma mau minta doa supaya makin sehat sama sukses buat kedepannya aja sama kalian🥰,

__ADS_1


Bai Bai👋~


__ADS_2