The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 147


__ADS_3

Hari ini aku mengetahui rahasia besar dari sahabat imutku Shasa yaitu sisi lain darinya,dia mengerikan persis iblis.Tapi bukankah aku juga punya sisi iblis seperti itu hahaha...


Aku melihatnya bermain bedah bedahan dengan boneka,bukan boneka biasa tapi boneka kali ini lebih besar dan punya denyut serta darah asli Hihihi....


Dua pewaris dengan sisi iblis yang mengerikan,sungguh miris.Tapi untung ada Nic dan pak Can yang selalu memastikan dua iblis kecil seperti kami tidak lepas kendali.


(*Gak mungkin boneka yang dimaksud itu manusiakan?kenapa menyeramkan membacanya?*Aurel)


Aurel menjeda bacaannya sebentar,ia beranjak dari meja belajarnya mendekat kearah nakas kemudian mengambil teko berisi air putih dan sebuah gelas yang ada disana,Aurel menuangkan air yang ada didalam teko itu kedalam gelas kemudian ia meneguk air didalam gelas yang penuh itu sampai habis tak bersisa.Kemudian ia meletakkan gelas dan teko itu kembali keatas nakas lalu bergerak kembali ke meja belajarnya lagi,Aurel mulai membaca buku catatan kembarannya lagi.


Satu hari yang melelahkan berhasil kulewati lagi,tadi aku pergi bersama tim untuk memburu salah satu sampah perusahaan yang berhianat dipinggiran kota.Sedikit sengit bahkan lengan atasku sedikit tergores pisau tapi tak apa.


Rere mengajakku untuk menghabiskan minggu bersama tapi aku tak bisa,ada banyak hal yang papa suruh aku selesaikan.Aku tau Rere merindukanku begitu juga aku,tapi aku tak bisa.Perintah papa adalah mutlak.


Aku semakin tertekan,papa semakin keras.


Untung ada Nic dan Shasa yang paham kondisiku.


Hari ini aku baru tau Nic punya keluarga yaitu seorang keponakan laki laki seumuran denganku dan namanya Nico,aku melihat fotonya dan juga menitipkan kado natal kepada Nic untuk diberikan kepada keponakannya itu.


Masih ingat dengan keponakan Nic?kemarin aku mendapat kado natal darinya,Nico menitipkan kado itu kepada Nic pamannya. Dan Nico juga menerima ajakan pertemananku,Yes aku punya tambahan teman sekarang meskipun belum pernah bertemu tapi Nico mengajakku untuk bertemu lain kali hihihi...


Nic pamit pergi untuk menjalankan tugas keluar kota,katanya akan segera kembali tapi aku sedikit khawatir kepada bodyguard sekaligus pelatihku itu.


Tiga minggu,Nic belum kembali.


Papa semakin gila dan aku semakin membencinya.


Shasa terus memintaku untuk bersabar.


Nic menghilang tanpa kabar dan tanpa meninggalkan jejak begitu juga dengan keponakannya,papa hanya menjawab itu bukan urusanku lagi saat aku bertanya soal Nic.


Aku hanya punya Shasa untuk tempat mengeluh sekarang.


Aku semakin jarang menulis disini


Aku memutuskan untuk mundur menjadi pewaris papa,aku akan memberitahu papa soal ini.


Papa murka padaku,ia mengatakan aku tak bisa mundur dari posisiku.Aku tak bisa berhenti kecuali mati hahaha....


Shasa marah kepadaku,dia menemukan banyak obat tidur dan obat penenang didalam mobilku.Shasa membuang semua obat itu dan menghajarku sampai babak belur,padahal aku memerlukan obat itu.


Seseorang tolong bebaskan aku

__ADS_1


Padahal peluru tadi sudah hampir menembus kepalaku,tapi Shasa datang dan menghentikanku.Yah aku tak jadi mati, padahal aku menginginkannya.


Shasa memelukku erat,dia mengatakan aku tak boleh mengakhiri diri sendiri.


Aku masih ingin mati,tak bisa mengendalikan diri.


Papa hanya menganggapku sebagai pewarisnya saja bukan putrinya


Berkas,pertarungan,bisnis,kuat,harga diri,itu kata yang harus aku ingat


Gagal lagi,Shasa menyelamatkanku dari kolam renang yang dalam.Aku bahkan sengaja mengikat pemberat dikakiku dan juga memborgol tanganku agar tak bisa naik dipermukaan.Tapi Shasa menghentikan upaya keduaku.


Aku meminum obat tidur dan penenang lagi,


Kali ini aku menyembunyikannya dari Shasa.


Aku bisa dihajar lagi,Shasa cukup menakutkan kalau marah.


Aurel menghapus air matanya yang mengalir keluar dengan deras tanpa izin,gadis itu tak bisa membendung semua itu akibat membaca tulisan sang adik pada buku catatan kecil itu.Hatinya terasa begitu sakit saat ini,ia tak menyangka banyak hal yang tak ia ketahui tentang Shasa.Gadis itu menutup buku itu,ia sudah sanggup lagi membacanya.


Ping...ponselnya yang ia letakkan disebelah buku catatan itu berbunyi,terlihat pemberitahuan pesan masuk diberanda.


Aurel mengambil ponselnya itu kemudian melihat pesan dari siapa itu dan ternyata ia baru mendapatkan pesan dari seseorang yang berhasil membuatnya kacau seperti ini,itu sebuah pesan dari kembarannya.


Rere apa kbr?


keadaanmu baik2 saja?aku baik2 saja disini.


Maaf baru mengabarimu,krn hpku baru selesai diperbaiki.


Aku merindukanmu.


Jg diri disana dan bersenang senanglah❤️.


✓✓


^^^Aurel:^^^


^^^Aku baik2 saja Riri.^^^


^^^Tak apa apa,tak perlu minta meminta maaf.^^^


^^^Rere juga merindukan Riri.^^^

__ADS_1


^^^Riri tenang saja,aku akan menjaga diriku dengan baik.^^^


^^^Kamu juga harus menjaga dirimu baik baik.^^^


^^^✓✓^^^


~DiIndonesia~


Ariel melihat layar ponselnya,pesan yang baru ia kirim ternyata langsung dibalas oleh kembarannya.


Tiba tiba wangi aroma coklat memasuki indra pencumannya,ia menoleh sedikit kesamping ternyata ada seseorang yang menjulurkan segelas coklat hangat kearahnya.


"Untukmu Riel,Shasa bilang minum coklat hangat bisa menenangkan pikiranmu"


Ariel menerima segelas coklat hangat itu dan tanpa basa basi ia langsung menyeruput minuman itu perlahan,kemudian ia melihat kearah orang yang memberikannya segelas coklat hangat itu.


"Terimakasih Nico atau mungkin Leo"ucapnya pelan.


"Kamu bisa panggil aku Leo seperti biasa saja Riel,aku lebih suka menggunakan nama itu sekarang"ujar Leo.


"Hm"Ariel berdehem.


"Kamu sudah mengirim pesan kepada Aurel?"tanya Leo.


"Hm"gadis itu kembali berdehem.


"Baguslah,Miko bilang padaku kemarin kalau dia dan kembaranmu sering telponan dan ia mengatakan kalau kepulangan Aurel ditunda oleh papamu untuk beberapa hari kedepan. Sepertinya itu adalah rencana papamu"jelas Leo.


Aurel melihat kearah Leo dan menatap cowok itu


"Untuk apa Miko menghubungi Rere?"tanya gadis itu terdengar sedikit tak suka.


"Buat apalagi kalau bukan buat pdkt-an,kamu kan udah tau kalau Miko emang tertarik sama Aurel atau mungkin udah suka sekarang" jawab Leo.


"Beritahu Miko,kalau dia cuma tertarik sesaat tak usah kasih harapan pada Rere.Jangan sampai aku memenggalnya karena melukai Rere"Ujar Ariel terdengar datar.


"Tunggu,kamu gak marah kalau Miko pengen deketin Aurel?"tanya Leo yang heran dengan respon gadis disebelahnya itu,Ariel menggelengkan kepalanya pelan.


"Rere udah dewasa,aku gak mungkin membatasi dia terus menerus.Lagi pula dia butuh orang lain jika seandainya aku udah gak bisa melindunginya lagi"jawab Ariel.


"Apa maksudmu Riel,kamu kayak mau pergi kemana aja"ujar Leo kepada Ariel.


"Aku hanya memikirkan hal itu secara spontan saja"saut Ariel.

__ADS_1


__ADS_2