The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 120


__ADS_3

"Tau tuh,jenis pisau dimarkas aja kalah lengkap sama yang dibawa Shasa"ujar Leo ikut kagum.


"Koleksinya"ujar Ariel datar.


Shasa mengambil salah satu pisau lipat yang tergeletak diatas meja kemudian berbalik arah kembali menghadap kearah tuan Lui.


"serakarang mari kita mulai bermain"ujar Shasa sambil menyeringai berjalan mendekat ke kursi dimana tuan Lui diikat.


"Apa yang ingin kamu lakukan?jangan mendekat?"ujar tuan Lui memberontak hendak melepaskan tali pengikat dirinya dengan kursi.


"Anda ngapain sih?talinya gak bakal bisa lepas atau putus soalnya itu tali kualitas premium atau anda ingin saya lepas talinya?"tanya Shasa kepada tuan Lui.


"Iya,ayo lepas tali ini"pinta tuan Lui tanpa pikir panjang mengiyakan ucapan Shasa.


"Oke"ujar Shasa tiba tiba memasang ekspresi polosnya,gadis itu berjongkok langsung mengarahkan pisau yang di ada digenggamannya ke tali yang mengikat salah satu pergelangan kaki tuan Lui.


*Anak bodoh*ujar tuan Lui dalam hatinya sambil tersenyum senang.


AKH....sakit!APA YANG KAU LAUKAN SIALAN?!tuan Lui tiba tiba berteriak kesakitan,darah mengucur dari pergelangan kaki miliknya yang terkena sayatan pisau ditangan Shasa.


"Ups..maaf pisau milik Shasa meleset,licin sih"ujar Shasa masih dengan muka polosnya.


"Mari kita coba lagi"lanjutnya kembali mengarahkan pisau miliknya kearah pergelangan kaki tuan Lui yang lain.


"JANGA AKHH..."teriak tuan Lui kembali kesakitan.


AKH...AKH...sedetik kemudian terikan demi terikan kesakitan kembali terdengar tatkala pisau milik Shasa menyentuh kedua lengan bawah tuan Lui,darah segar mulai banyak mengalir mengucur keatas lantai marmer yang berwarna putih.Tiga orang yang berdiri menonton aksi gadis itu disisi lain ruangan memberikan reaksi raut wajah yang berbeda beda,Leo dan Rion yang serentak menelan ludah mereka sendiri karena kaget tak menyangka Shasa bisa melakukan hal seperti itu sedangkan Ariel masih dengan ekspresi datarnya.


*Sisi iblis bocah itu kayaknya udah mulai*ujar gadis dingin itu dalam hatinya.

__ADS_1


HAHAHA....suara tawa Shasa terdengar memenuhi ruangan itu membuat siapapun yang mendengarnya pasti merasa merinding,gadis itu memandang mainan didepannya dengan tatapan dan senyuman mengerikan.


"SIALAN"Umpat tuan Lui kepada Shasa,namun tak lama berselang


AKH...suara jeritan kesakitan kembali terdengar


"Udah ketemu iblis aja lo masih sempat mengumpat,jadi mulut lo wajib disobek"ujar Shasa sehabis selesai menyayat dua sisi mulut tuan Lui sehingga tambah lebar.


"Bagian pembukaan selesai,mari ketahap kedua"lanjut Shasa,ia kembali mendekat ke meja kayu tempat peralatannya berada dan langsung saja meletakkan pisau yang tadi digenggam dan menggantinya dengan pisau bedah.


"A..apa ya..ng ma..u lo la..kui..n"


Ujar tuan Lui terbata bata kesulitan bicara karena mulutnya yang sudah disobek oleh gadis yang sedang berjalan kembali mendekat kearahnya.


"Muka lo keliatan menjijikan,jadi kita mulai dari muka lo aja"ujar Shasa menempelkan pisau bedah kepermukaan kulit wajah tuan Lui.


AKH...pisau bedah itu mulai membuat alur disepanjang wajah tuan Lui,darah mengalir dengan deras akibat satu persatu pembuluh darah yang terputus terkena tajamnya permukaan pisau bedah yang menghantamnya.


Seakan tak puas dengan apa yang baru saja dia lakukan,Shasa kali beralih ke lengan atas tuan Lui.Permukaan tajam pisau bedah kembali menyentuh permukaan kulit tuan Lui


AKH..sa...sa..kit suara rintihan kesakitan tuan Lui lagi lagi terdengar saat Shasa menyayat lurus lengan laki laki itu dan perlahan lahan mulai memisahkan daging lengan itu dari kulit yang menempel erat,menambah rasa sakit yang dirasakan tuan Lui berkali kali lipat banyaknya.


Drtt...drtt...drtt...sedang asik asiknya menikmati kegiatan sang sahabat dihadapannya,hp Shasa yang berada digenggaman Ariel bergetar.Ariel langsung mengalihkan pandangannya dari kegiatan sang Shasa memeriksa hp sang sahabat dan ternyata ada panggilan telepon yang berasal dari daddynya Shasa,tanpa basa basi gadis itu langsung menggeser simbol berwarna hijau untuk menjawab panggilan itu dan juga membuat panggilan menjadi mode loadspiker.


"Ri,kok lo angkat sih?"tanya Rion panik karna tidak sengaja melihat nama kontak si penelepon.


"ada apa emang?"tanya Leo sedikit berbisik ke Rion.


"papanya Shasa nelpon,diangkat dong sama Riri"ujar Rion menjawab pertanyaan Leo, sontak langsung membuat Leo membelalakkan matanya ikut panik.

__ADS_1


...(semua percakapan Ariel dengan ayahnya Shasa itu anggap saja dlm bahasa inggris ya guys,author lagi males buka google )...


"Hello paman Kimberly,ini Ariel"ucap Ariel datar tanpa mempedulikan kepanikan dua orang disampingnya.


"Hallo nona muda Wyle,dimana Shasa?kenapa kamu yang mengangkat teleponnya?"sapa balik tuan Kimberly kemudian langsung menanyakan dimana keberadaan putrinya.


"Dia sedang bermain boneka hidup paman"jawab Ariel santai sedangkan Rion dan Leo disebelahnya sudah menggigit kuku saking paniknya,bagaimana kalau ayah Shasa tau kegiatan sang putri saat ini?apa yang harus mereka lakukan?


"Hah anak kecil itu,ternyata kebiasaannya masih belum berhenti juga ternyata ya"ujar tuan kimberly terdengar menghela nafas diawal.


"Berapa jumlah bonekanya kali ini?sampai mana permainannya sekarang?"tanya tuan kimberly berturut turut.


"Hanya satu,sampai tahap menguliti dan menyayat"jawab Ariel


"Bisa paman minta tolong untuk memastikan supaya bocah kecil itu mendegar apa yang hendak paman katakan?"tanya tuan Kimberly dari seberang sana.


"Oke,tunggu"ujar Ariel.


"Leo nyalakan Microfon komunikasi ke sisi seberang"suruh Ariel kepada Leo,Leo menggangguk dan langsung menekan sebuah tombol mengaktifkan Microfon kecil yang terpasang didinding pembatas dihadapan mereka,microfon itu tersambung langsung dengan spiker kecil disudut atas sisi ruangan Shasa berada.


"Sudah"ujar Ariel kepada tuan Kimberly sebelum akhirnya ia mendekatkan hp Shasa ke microfon.


Shasa masih sibuk dalam kegiatan menguliti demi sedikit tubuh tuan Lui yang semakin tak berdaya disisi ruangan lain,langsung terhenti akibat mendengar suara dan gaya bicara yang familiar menurutnya dari spiker.


"KIMBERLY MUDA,AYO CEPAT SELESAIKAN KEGIATANMU ITU NAK.DADY RINDU DENGAN ANAK KESAYANGAN DADY"


"LIMA MENIT PALING LAMA,KALAU TIDAK PAPA SURUH MOMY MU UNTUK MENYERET MU PULANG KESINI"tak salah lagi itu suara dadynya,ia langsung berbalik badan melihat kearah tempat dimana Ariel,Leo,Rion berada.Dapat Shasa lihat sang sahabat mengangkat dan memperlihatkan layar hpnya kearahnya,huf...Shasa menghela nafas pasrah


Kemudian berbalik kearah tuan Lui lagi.

__ADS_1


"Yah waktu mainnya selesai"ujarnya cemberut,Shasa meletakkan pisau bedahnya keatas meja kayu kemudian mengambil pisau yang berukuran paling besar disana kemudian tanpa basa basi langsung menghujamkannya sekali tepat dijantung tuan Lui dan langsung mencabut pisau itu kembali


"Maaf ya Shasa gak bisa main lagi,soalnya Shasa gak mau diseret pulang sama momy"ucap Shasa meminta maaf kepada tuan Lui yang sudah kehilangan nyawanya dan terlihat darah segar yang sudah mengucur deras keluar dari bekas hujaman pisau Shasa.


__ADS_2