The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 163


__ADS_3

Dengan perlahan lahan,Aurel memeriksa isi ruangan itu dengan hati hati bahkan sampai kedalam laci laci meja yang ada disana.


Kening gadis itu mengerut dan langsung nampak kaget melihat isi sebuah map coklat yang ia temukan didalam laci meja paling bawah.


*Tunggu,kenapa ada foto teman teman yang lain disini*batin Ariel kaget.


Perasaan Ariel semakin tak karuan setelah menemukan secarik kertas yang tertuliskan pesan didalamnya dan isinyalah yang membuat Ariel mendadak tak tenang.


Halo Nona Muda Wyle sipewaris


Kalau nona muda sudah membaca surat ini,itu artinya nona sudah berhasil memasuki ruangan saya.


Bagaimana dengan pendapat anda tentang isi map ini dan semua foto yang tertempel didinding?


Ini adalah surat pemberitahuan kepada anda dari saya,karena permainan akan segera dimulai dan selamat masuk kedalamnya


Dan satu lagi,semua teman teman dan kembaran anda juga akan terlibat didalamnya.HAHAHA!!!


Srek...srek...srek...Ariel merobek robek kertas itu untuk melampiaskan emosinya,matanya segera bergerlirya kesegala arah guna mencaritahu apakah diruang itu terpasang kamera.


"Srt...srt...srt...Riri kau disana?Riri ayo jawab"suara Shasa terdengar melalui alat komunikasi yang terpasang ditelinganya.


"Ya Sha,gue disini.Ada apa?"


"Srt...Srt...gawat Ri gawat"suara Shasa terdengar panik.


"Kenapa?"tanya Ariel ikut panik.


"Srt...srt...Semuanya tiba tiba tidur Ri,mata gue jug...Srt... srt..."suara Shasa tiba tiba memelan dan omongan terputus.


"Sha,SHASA!"Ariel berusaha memanggil sahabatnya itu,namun sudah tidak ada sautan lagi dari seberang sana.


Gadis itu menjadi khawatir dengan keadaan diluar,ia segera keluar dari ruangan itu untuk menyusul keposisi Shasa berada saat ini.


Tap...tap...tap...Namun ditengah berlari,gadis itu tiba tiba berhenti.Ia melihat sekitar karena indra penciumannya tiba tiba merasakan ada bau yang tidak beres diudara dan indra penglihatannya juga melihat sesuatu seperti asap, mata Ariel terbelalak saat menyadari apa yang terjadi.

__ADS_1


*Gas tidur*batin Ariel.


Gadis itu buru buru menutup hidung dan mulutnya dengan kedua telapak tangannya,namun sepertinya upayanya itu terlambat karena sejak tadi tanpa ia sadari kalau dirinya sudah menghirup cukup banyak gas tidur itu.


Ariel mulai merasakan matanya memberat tidak bisa terbuka dan seluruh tubuhnya melemah tak sanggup berdiri tegak lagi.


Bruk...tubuh gadis itu luruh dan langsung jatuh terbaring keatas lantai.


Tap...tap...tap...ditengah ambang kesadarannya,Ariel masih bisa mendengar suara langkah yang mendekat kearahnya dan sepenggal percakapan sebelum ia benar benarĀ  kehilangan kesadarannya sepenuhnya.


"Dia juga terjebak"


"Bos pasti senang,kita berhasil mendapatkan buruannya"


"Tentu,bersiaplah kita akan dapat bonus hahaha.. "


Beberapa menit sebelumnya____


Buk...buk...Srek...Bruk...Shasa baru saja menghabisi musuh terakhir yang masih bisa berdiri dengan pisau kecil ditangannya,ia menatap pisau ditangannya yang sudah berlumuran darah sambil tersenyum.Shasa juga melihat kearah bajunya,meski menggunakan outfit serba hitam tapi gadis itu bis melihat jelas darah yang mengenai bajunya dan bercampur dengan keringatnya sendiri.Aroma anyir darah yang selalu Shasa suka,ini adalah salah satu kesenagan bagi sisi gelap Shasa yaitu menghabisi satu persatu lawan menggunakan senjata tajam.


Bruk...Shasa langsung berbalik mendengar suara tubuh seseorang yang jatuh.


"Apa dia terluka?"tanya Shasa kepada anak buahnya itu.


"Rekan saya memang terluka nona,tapi hanya luka kecil yang tidak mungkin membuatnya seperti ini"jawab anak buahnya itu.


Bruk...bruk...Shasa kembali menoleh,dua lagi bawahannya ambruk dan kehilangan kesadaran secara tiba tiba.


"pak Can,apa yang terjadi?"tanya Shasa kepada tangan kanannya itu.


Pak Can yang posisinya tak jauh dari sana mulai menajamkan penglihatannya memperhatikan sekitarnya dengan seksama, namun kedua kelopak mata laki laki itu mulai memberat.


"I-ini gas tidur Nona"Bruk....setelah mengatakan hal itu,pak Can langsung ambruk.


Keadaan Shasa dan anak buahnya yang masih sadar tidak jauh beda,gadis itu mulai merasakan kantuk yang tak tertahan.

__ADS_1


Dengan sisa tenaga yang ada,Shasa mencoba berkomunikasi dengan sang sahabat.


"Riri kau disana?Riri ayo jawab"


"Srt...Ya Sha,gue disini.Ada apa?"Ariel membalas.


"gawat Ri gawat"Shasa


"Kenapa?"Ariel


"Semuanya tiba tiba tidur Ri,mata gue jug.."


Lidah Shasa mendadak kelu dan menjadi tak bisa digerakkan lagi,perkataan Shasa belum selesai.


"Sha,SHASA"suara Ariel masih terdengar memanggilnya dari seberang sana,namun ia seperti sudah tak sanggup untuk berbicara satu kata sajapun.


Drep...Shasa bisa merasakan alat komunikasi yang terpasang ditelinganya dicabut oleh seseorang,meski matanya sudah terpejam namun kesadarannya masih belum hilang.


"Mata,leher,dagu,aku akan membalasnya" suara bariton terdengar halus memasuki indra pendengaran Shasa,setelah itu ia sudah kehilangan kesadarannya sepenuhnya.


~Francis~


"BAGAIMANA BISA PUTRIKU BISA LOLOS DARI PENJAGAAN KALIAN"suara penuh amarah tuan Wyle menggelegar menggema diseluruh Area mansion membuat semua penghuninya bergidik ngeri.Kemarahan Majikan mereka itu timbul bukan karena tidak ada masalah,masalah besar yaitu kabar kalau salah satu putri tuan mereka itu tidak kembali lagi ke mansion sejak izin keluar tadi.


"Ma-maaf Tuan"ujar kepala penjaga disana dengan suara yang mulai gemetaran takut menghadapi kemarahan bos besar mereka itu.


"MAAF KATAMU,PUTRIKKU HILANG KAU HANYA BISA MENGATAKAN MAAF"suara menggelegar itu kembali terdengar.


"Tenangkan emosimu Lion"suara lembut wanita disebelah tuan Wyle membuat laki laki itu langsung berusaha menekan amarahnya.


Siapa lagi yang bisa membuat laki laki dingin nan keras itu begini jika bukan istri laki laki itu sendiri,Hera Wyle yang tengah berdiri disisinya.


"Katakan dengan siapa putri sulungku keluar dari mansion ini?dan ceritakan bagaimana ini bisa terjadi"suruh nyonya Wyle kepada kepala penjaga mansion,wanita itu memilih mengambil alih bertanya dari pada emosi suaminya itu semakin menjadi nantinya.


"A-anu nyonya,nona Aurel tadi berpamitan ketoko buku untuk membeli buku penulis favoritnya.Awalnya saya tak memberi izin seperti yang tuan perintahkan kepada saya, namun nona Aurel nampak marah.Tiba tiba salah satu rekan saya yang bernama Crey datang menghampiri kami yang tengah berdebat dan dia mengajukan diri untuk mengantar nona Aurel sekaligus yang akan menjaga nona Aurel selama berada diluar mansion.Saya akhirnya memberikan izin Nyonya Tuan"ketua penjaga mansion itu menceritakan semuanya dengan detail.

__ADS_1


Tap...tap...tap...seorang yang berpakaian seperti seorang bodyguard berlari menghampiri tempat Tuan dan Nyonya Wyle.


"Permisi Tuan Nyonya,saya mendapat kabar terbaru tentang nona Aurel"lapor bodyguard yang baru datang itu.


__ADS_2