The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 193


__ADS_3

~Beberapa bulan kemudian~


SELAMAT ATAS KELULUSANNYA!


Riuh ramai meliputi acara kelulusan yang digelar diSMA tempat Miko dkk sekolah,murid murid kelas tiga yang sudah resmi lulus hari itu terlihat menggunakan pakaian wisuda sedangkan para adik kelas mereka menggunakan pakaian sekolah.Bukan hanya para murid yang memenuhi keramaian itu tapi juga tentunya para orang tua/wali murid yang hadir untuk mendampingi anak anak mereka didalam salah satu hari penting dikehidupan hampir semua orang,yaitu hari kelulusan dari jenjang pendidikan terakhir sebelum menapaki jenjang pendidikan atas alias kuliah atau mungkin mulai menggeluti hal lain diluar pendidikan.


Berhubung dihari itu merupakan hari kelulusan sekaligus acara perpisahaan bagi murid murid kelas tiga,jadi banyak diantara mereka yang mengambil foto sebagai kenang kenangan dihari terakhir mereka berstatus murid SMA ini.Mulai dari berfoto dengan teman sekelas,organisasi,kawan gosip,atau macam macam jenis pertemanan lainnya bahkan ada yang bermusuhan tapi ikut berfoto bersama juga.


Ditengah kesibukan para remaja itu,seorang gadis berjalan menjauh dari kerumunan sambil membawa sertifikat kelulusannya, gadis berdarah eropa itu memilih duduk disalah satu kursi panjang yang ada ditaman sekolahnya itu.Gadis itu menatap semua area sekolahnya sambil tersenyum kemudian menunduk menatap kearah sepatu yang dikenakan dikedua kakinya,ia bahagia karena berhasil lulus dengan nilai yang bisa dibilang memuaskan.Namun dirinya juga merasa sedih diwaktu bersamaan karena seseorang yang seharusnya juga ada disampingnya saat ini tidak ada disana.


*Aku merindukannya,sangat*batin gadis itu.


Tap...tap...tap...langkah kaki mendekat dan setangkai bunga mawar disodorkan oleh seseorang kepadanya tepat didepannya,gadis itu segera mendongak kadepan atas melihat siapa itu.Gadis itu tersenyum pada sesosok siswa yang mengenakan pakaian serupa dengannya,cowok itu balik tersenyum kepadanya.


"Kenapa hanya dianggurkan saja,ayo terima Rel.Kasian bunganya dianggurin bidadari,ntar layu dia"ujar cowok itu,ternyata gadis itu adalah Aurel.


"Kamu bisa saja Mik"ujar Aurel sambil menerima setangkai bunga mawar yang diberikan oleh Miko padanya.


"Harum"ucapnya pelan setelah menghirup aroma bunga itu.


"Kenapa kamu malah menyendiri disini sedangkan yang lain sibuk mengambil foto bersama?"tanya Miko yang telah mengambil posisi duduk disebelah Aurel.


"Tidak ada,hanya ingin menyendiri saja"jawab Aurel sambil menatap kesekumpulan kecil murid yang sibuk berswafoto ria,itu adalah para sahabatnya.


"Jangan berbohong,Kamu pasti merindukannya bukan?"ujar Miko menebak isi pikiran gadisnya itu.


(Gadisnya?sekilas info ya guys,mereka udah jadian sejak sekitaran dua minggu lalu.Tepat dihari terakhir ujian kelulusan,pas pulang sekolahnya)Oke back to topic_


"Mudah ditebak ya"ujar Aurel yang terlihat sendu,gadis itu tak lagi menyembunyikan perasaan yang kini ia rasakan.


Miko mengangkat tangannya mengusap pucuk kepala gadisnya yang kini tengah menunjukkan ekspresi sendu itu.


"Wajar kalau kamu merindukannya,Ariel itu kembaranmu.Aku sangat paham akan perasaan itu,karena selalu merasakannya saat Mia jauh dariku"ujar Miko lembut.


"Benar juga"ucap Aurel yang baru ingat kalau kekasihnya itu sama sepertinya,gadis itu kini mendongak menatap langit biru.

__ADS_1


"Tak terasa sudah beberapa bulan sejak kejadian itu ya"ujar Miko mengikuti arah pandang gadisnya.


"Hm,sudah beberapa bulan pula sejak terakhir kali aku melihat wajah dan bersama kembaranku"sambung Aurel.


"Aku juga tiba tiba teringat dengan Leo,kira kira apa yang mereka lakukan disana ya?"ujar Miko menyambung perkataan itu lagi.


"Entahlah,tapi aku berharap mereka tersenyum bahagia disana"saut Aurel.


"Tapi aku sih yakin mereka sedang asik berduaan disana,wah apalagi gak ada yang mengawasi.Pasti leluasa tuh si Leo"ujar Miko.


Tuk...sebuah sentilan langsung Miko terima dikeningnya dari sang kekasih.


"Apa yang kamu pikirkan hah?!"Aurel menatap tajam cowoknya itu.


"Aduh,bukan apa apa sayang"ujar Miko,yang tanpa sadar berhasil membuat pipi Aurel memerah karena panggilan yang ia berikan.


"Eh kenapa pipimu memerah,kamu sakit?"tanya Miko polos,cowok itu dengan cepat memeriksa suhu kening Aurel dengan serius.


"HAYO NGAPAIN LO BERDUA"


"Aduh,kaget gue!"ujar Miko mengusap dadanya pelan karena kaget dengan kedatangan para perusuh yang tak lain adalah para sahabatnya.


"Kalian bisa bisanya"ujar Aurel yang juga kaget.


"Kalian ngapain ngagetin kita sih,kalau kita berdua kenapa napa gimana?mau tanggung jawab lo pada?"tanya Miko sambil menatap para sahabatnya satu persatu.


"Harusnya kita yang nanya,orang asik berswafoto sambil mengucapkan perpisahan dan ucapan selamat kelulusan satu sama lain.Lo malah ngajak cewek mojok,mana sahabat gue lagi yang diajak mojok"cerocos Mia kepada kembarannya.


"Mojok apaan,ditengah taman gini.Rame lagi"bantah Miko yang tak terima akan tuduhan kembarannya itu.


"Nah itu dua anak baru bisa disebut mojok, baru nongol sekarang batang hidungnya berdua"lanjut Miko menunjuk kearah lain taman,semuanya langsung melihat kearah itu.


Dari arah yang dimaksud Miko itu terlihat tom and jerry yang sering berdebat,siapa lagi kalau bukan Shasa dan Rion yang tengah berjalan mendekat ketempat mereka sambil berangkulan.


"Hai Guys"sapa keduanya dengan semangat.

__ADS_1


"Dari mana lo berdua?kok baru nongol?mojok ya?lo bawa kemana sahabat gue Rion?"tanya Kayla beruntun.


"Weit santai ngapa Kay,gue sama nih sama nih bocah ada urusan bentar tadi"ujar Rion.


"Urusan apaan?trus parah banget lo,doi sendiri dipanggil bocah"ujar Ryan.


"om om disebelah Shasa ini emang gitu jadi harap dimakluni aja Yan,Shasa sama Rion tadi dapat panggilan dari kepala negara masing masing makanya gitu deh"jawab Shasa dengan gaya bicara imutnya.


"Dih pacar macam apa kamu,manggil pacar sendiri om om?"protes Rion yang tak terima disebut om om.


"Kan Rion yang duluan manggil Shasa bocah,jadi Shasa bales-lah.Biar adil tau"ujar Shasa.


Ya meskipun para sahabatnya sudah tahu tentang sisi lain dari dirinya,tapi Shasa tetap dengan sikap dan gaya bicaranya saat berbicara dengan orang orang diluar pekerjaan dan sisi gelapnya termasuk para sahabatnya.Gadis termuda dalam lingkup persahabatan itu sudah biasa seperti itu,dan para sahabatnya juga mengatakan lebih setuju jika ia seperti itu.Kata mereka sih lebih baik melihat sisi imut dan polos serta menggemaskan Shasa dari pada sisi bar bar, agak menyeramkan apalagi saat bermain dengan boneka hidup.


"Adil dari mana coba?kamu aku panggil bocahkan wajar,orang paling muda disini.Lah aku?baru tadi resmi lulus SMA,masa disamain sama om om sih"terang Miko.


"Tapi Shasa jugakan udah lulus SMA sama kayak Rion,Shasa juga gak mau dipanggil bocah"ujar Shasa.


"Tapi muka kamu masih kayak bocah,gimana dong?"tanya Rion.


"Au ah"saut Shasa cemberut,jadilah gadis itu ngambek.


"Yah kok kamu malah ngambek sih yang"ujar Rion kepada pacarnya itu.


"Hayo loh Rion,pacar lo ngambek"


"Sini yuk Sha,putusin aja Rionnya"


"Masa baru jadian udah putus aja"


"Gue laporin sama om Kimberly ah"


"Iya sayang laporin aja"


"Wah gak dapat restu dong wkwk"

__ADS_1


Rion memutar bola matanya malas melihat tingkah para sahabat yang bukannya membantunya membujuk Shasa,eh malah cosplay jadi kompor semua.


__ADS_2