
"Untuk yang pertama,ayo fokus dan lihat kearah depan kalian.Tepat kearah pagar besi yang tertutup didepan kalian,dan lihat apa yang ada dibaliknya"
Keenam remaja yang duduk diikat ditali pada kursi kayu itupun mau tak mau langsung menuruti intruksi yang disampaikan oleh seseorang yang berbicara melalui spiker kecil yang ditaruh disetiap sudut ruangan bagian atas,disekitar ruangan itu juga terlihat beberapa CCTV dan alat perekam suara. Terlihat sungguh niat sekali orang orang yang mengurung mereka diruangan itu.
Setelah semua remaja itu terfokus pada pagar besi yang mirip seperti sel penjara itu,
dengan perlahan kain besar yang digunakan sebagai penutup seluruh bagian sel yang membuat mereka tak bisa melihat apa yang ada dibaliknya.
Mata para remaja itu kompak terbelalak saat kain besar itu benar benar menyingkir dari sana dan yang paling terlihat itu adalah Aurel dan Kayla,bagaimana bisa mereka tidak kaget?saat menemukan empat orang yang sangat mereka kenali tepat dihadapan mereka.
"Ri-Riri!"Aurel sedikit terbata saat melihat kembarannya sedang berada dalam posisi yang sama dengannya saat ini tengah tak sadarkan diri.
"Shasa!"
"Leo!"
"Rion"
Suara teman temannya yang lain juga terdengar memanggil tiga orang lain yang ada dibagian sisi ruangan itu.
Leo,Ariel,Shasa,dan Rion duduk berjajar diatas kursi kayu dalam kondisi tak sadarkan diri.Terlihat lilitan ikatan yang mengikat kaki,tangan,dan badan mereka pada kursi kayu yang mereka tempati itu.Berbeda dengan keenam orang yang lain yang hanya diikat dengan tali tambang biasa,Keempat orang yang masih belum sadarkan diri itu diikat menggunakan tali rantai besi.
"Rion!Rion!Rion!"Miko mencoba memanggil nama salah satu dari mereka untuk membangunkannya dan nampaknya itu berhasil,Rion yang dipanggil namanya oleh Miko terlihat mulai siuman.
Kelopak mata Rion terlihat mengerjap ngerjap guna menyesuaikan cahaya yang masuk keindra penglihatannya,gendang telinganya menangkap suara yang memanggil namanya.
Rion mengangkat kepalanya mendongak kedepan,ia sempat kaget melihat keberadaan teman temannya disana terutama Kayla dan Aurel yang seharusnya bahkan tidak ada dinegara ini.
"Rion udah sadar"suara Ryan terdengar.
"Rion kok lo bisa disini?"tanya Miko
"Rion kenapa lo sama Shasa,Riri,dan Leo ada disini?"itu suara Kayla.
"Rion kok lo diam aja si?ayo jawab"Mia juga berbicara.
"Woi!Rion lo bisu atau gimana,jawab ngapa pertanyaan kita"suara Aditya terdengar.
Rion hanya diam sambil menatap keenam teman temannya yang posisinya tak jauh dihadapannya itu dengan raut wajah yang tak bisa dijelaskan,cowok itu memilih tak menghiraukan suara suara itu dan lebih memilih menoleh kesamping untuk melihat keadaan tiga rekannya yang lain.
__ADS_1
"SHASA!LEO!ARIEL!AYO BANGUN!"teriak cowok itu memanggil nama ketiga rekannya itu dengan sekuat tenaga.
"Brisik lo ah"Leo terlihat mendongakkan kepala tersadar dan menyauti panggilan temannya itu,bukan cuma Leo saja tapi Shasa dan yang terlahir Ariel juga ikut siuman dari pingsan mereka.
"Riri!"
"Shasa!"
"Leo!"
Sama seperti Rion tadi,ketiga orang yang dipanggil namanya itu merasa kaget dengan keberadaan keenam orang teman mereka itu disana,tidak hanya dua karena Ariel sama sekali tak menunjukkan reaksi apapun dalam raut wajahnya yang hanya flat itu.
*Jadi daftar yang kutemui itu,ini maksudnya* batin gadis itu.
"Hahaha...sepertinya keempat tokoh utama kita sudah siuman,jadi mari kita mulai pertunjukannya.
Pertama kalian semua eh tidak tapi hanya kalian yang berada satu sisi berenam pasti kaget dan tak tau kenapa kalian bisa ada disinikan?
Kenapa kalian tidak bertanya langsung kepada keempat orang dihadapan kalian itu saja,mereka tau pasti jawabannya kenapa"
Ariel,Leo,Shasa,dan Rion langsung mendongak keatas mencari sumber suara tadi,tanpa sadar kalau keenam teman mereka yang lain tengah menatap mereka penuh tanya.
"Riri,Shasa apa maksud orang itu?"tanya Aurel menjadi yang pertama mengajukan pertanyaan.
Keempatnya hanya diam dan tidak menyaut
"Riri"panggil Aurel lirih.
Huh...Ariel membuang nafasnya berat melihat kembarannya yang tengah menatap dalam tepat dimatanya,sepertinya mau tak mau ini harus menjelaskannya bukan.
"Rion"panggil gadis itu.
"Baiklah,biar gue yang jelasin"saut Rion yang langsung paham kenapa Ariel memanggilnya.
"Tanyakan apa yang lo berenam ingin ketahui, sebisa mungkin gue jawab.Dan saat gue kasih jawabannya jangan ada yang motong penjelasan gue serta masing masing dari kalian cuma boleh mengajukan satu pertanyaan"ujar Rion menatap tiga orang yang ada dihapannya.
"Kenapa lo berempat bisa sampai disini? Kita berenam udah saling kasih tau tadi"tanya Miko menjadi yang pertama.
"Misi,kita berempat punya misi yang harus dikerjakan dan berkaitan dengan orang yang ngurung kita saat ini.Kita berempat dijebak saat ngelancarin tahap terakhir misi"jawab Rion sesingkat mungkin namun berusaha menggunakan kalimat yang mudah dipahami.
__ADS_1
"Misi apa?"tanya Mia
"Misi buat beresin mereka orang orang yang menjadi buronan karena telah membawa kabur beberapa data rahasia perusahaan dan juga udah menyebabkan beberapa masalah dimasa lalu"jawab Rion.
"Perusahaan siapa?"tanya Aditya
"Atasan kita"jawab Rion.
"Kenapa mereka juga nangkap gue sama yang lain?bahkan disini juga ada Kayla dan Aurel"tanya Ryan
"Karena mereka tau kalau kalian temen temen kita dan untuk Aurel serta Kayla,seharusnya mereka tidak mungkin disini"jawab Rion.
"Apa maksud lo gue sama Rere seharusnya gak mungkin disini?"tanya Kayla.
"Karena seharusnya lo berdua aman diUS dan Prancis,tapi kayaknya mereka berhasil bawa lo berdua datang keindo dengan sendirinya tanpa paksaan.Entah lo berdua yang mudah terpedaya atau rencana mereka yang kelewat licik"jawab Rion.
"Kenapa lo yakin gue sama Rere bakal aman kalau kita gak datang keIndo?"tanya Kayla lagi
Miko mengangkat kedua bahunya dan kemudian berkata
"Satu orang satu pertanyaan"ujarnya menolak menjawab pertanyaan kedua dari Kayla.
"Sekarang tinggal kesempatan lo Aurel yang tersisa,mau nanya apa?"ujar Rion kepada Aurel.
Aurel terdiam masih berfikir dan mencoba merangkai beberapa hal didalam otaknya
*Misi?Atasan?dia dan Kay harusnya aman kalau mereka tak nekat keIndo?papanya dan Kay yang berusaha menahan mereka,apa jangan jangan...*
Aurel langsung mendongak menatap Rion yang tengah menanti pertanyaan apa yang hendak dia ajukan
"Mau mengajukan pertanyaan atau enggak?" tanya Rion lagi.
"Siapa atasan kalian?"ujar Aurel mengajukan pertanyaannya,ia berharap jawaban yang ia dapat tidak sama dengan apa yang ada diotaknya saat ini.
Tak seperti tadi saat Rion langsung menjawab dengan cepat pertanyaan yang diajukan yang lain,kini cowok itu malah terdiam mendengar pertanyaan yang diajukan oleh lembaran Ariel itu.
"Ayo jawab cepet,kenapa enggak dijawab?" desak Aurel.
Miko melirik kearah Ariel namun sepertinya gadis dingin itu sudah menyerahkan semua jawaban kepada dirinya
__ADS_1
"Lebih baik lo gak tau Re"ujar Rion.
"Enggak,gue harus tau.Lo udah janji bakal jawab pertanyaan yang kita ajuinkan"tuntut Aurel meminta jawaban dari pertanyaannya.