The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 200


__ADS_3

"Baiklah tak usah dipikirkan sekarang kalau kamu masih kebingungan,beri ruang dirimu untuk berfikir dulu.Lagi pula laki laki tua menyebalkan itu itu tidak akan bisa marah,jika harus menunggu lama untuk mendapatkan jawaban putrinya"ujar Leo dengan entengnya memanggil tuan Wyle dengan panggilan laki laki tua menyebalkan.


Ariel melepaskan diri dari pelukan Leo


"Sejak kapan kamu berani mengatai papaku seperti itu hm?"tanya gadis itu.


"Hehehe lumayan lama sih,maaf udah berani ngatain papa kamu"ucap Leo sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal karena merasa kurang enak karena telah mengatai papa dari kekasihnya itu.


"Kenapa harus minta maaf?"ujar Ariel.


"Eh"Leo jadi bingung dengan respon yang tak terduga itu,ia kira Ariel akan marah akan hal itu.


"Kerja bagus,lakukan lebih baik lain kali.Tidak apa untuk mengata ngatai laki laki tua itu sesekali,asal jangan melewati batas saja"ujar Ariel yang ternyata malah mendukung aksi yang sedikit tak terpuji dari kekasihnya itu.


"Ya baiklah,akan kulakukan dengan lebih baik dikesempatan lain"saut Leo.


"Bagus,aku akan ikut untuk itu"sambung Ariel.


Hahaha....sepasang kekasih itu tertawa bersama menyadari pembicaraan menantang keselamatan dan ketenangan hidup mereka.


"Baiklah,ayo kita masuk kedalam.Pestanya udah mulai usai tapi kita belum bergabung dalam waktu yang cukup dalam pesta"ajak Leo sambil merangkul pinggang kekasihnya.


"Hm,ayo"ujar Ariel setuju.


Keduanya berjalan meninggalkan area taman belakang mansion Wyle dan kembali masuk kedalam mansion atau lebih tepatnya kearea dimana pesta diadakan.


"Nah ini nih pasangan baru yang menjadi topik utama"ujar Kayla yang menjadi orang pertama yang menyadari kedatangan Ariel dn Leo diarea pesta diantara para sahabat itu.


"Pasangan baru apa maksud kalian?"tanya Leo bingung,sambil melepaskan rangkulannya dari Ariel.


"Cks,gak usah pura pura polos sama gak tau deh lo"ujar Ryan.


"Tau tuh,udah macarin sahabat gue tanpa izin.Eh pas udah jelas ketahuan tapi gak mau ngaku lagi"lanjut Kayla.Pasangan Ryan-Kayla ini lagi mode julid nih.


Leo menaikkan alisnya masih tak paham apa yang dimaksud para sahabatnya itu,ia melirik kearah Ariel bermaksud meminta penjelasan. Namun gadis itu malah berpura pura sedang melihat kearah lain,setelah mencerna lagi dengan baik kata kata para sahabatnya barulah akhirnya ia paham apa yang dimaksud.


"Ooh itu,iya gue sama Riel emang pasangan baru.Belum genap 48 jam kita jadian nih"ujar Leo kembali merangkul sang kekasih, kemudian tersenyum kearah para sahabatnya.


Ariel?gadis itu memilih menampilkan wajah datar tanpa ekspresinya guna menutupi rasa malunya didepan kembaran dan juga para sahabatnya yang lain.


"Yaelah ekspresi lo berdua kenapa bertolak belakang banget sih,yang satunya mesem mesem sendiri eh satunya cuma pasang wajah lempeng doang.Gak singkron tau gak"komen Mia.


"SSK"saut Ariel.


"SSK apaan dah?"tanya Aditya


"Suka suka Kita-lah"jawab Leo.


"Dih bisa gitu"komen Mia.


Ariel menatap Mia dengan seksama seperti hendak menanyakan sesuatu namun tertahan,untung Mia itu kepekaannya lumayan tinggi jadi ditanyainlah.


"napa lo Ri,liatin gue kayak gitu.Mau ngomong sesuatu?"tanya Mia.


"Gimana trauma lo,udah sembuh?"tanya Ariel datar namun bisa Mia temukan kalau sahbatnya itu khawatir.


"Udah tenang aja,lagian trauma gue gak parah amat.Jadi santai aja"jawab Mia.


"Gak parah apaan,orang lo tiap liat benda tajam aja langsung teriak teriak histeris. Belum lagi liat mukanya siShasa,tambah histeris lo"ujar Miko menjuti kembarannya sendiri.


"Ya itukan kemarin kemarin,sekarangkan udah enggak.Trus soal Shasa,salahnya juga sih cosplay jadi spikopat didepan gue.Gimana gue gak takut cobak waktu itu,lagian sekarang gue udah biasa juga tuh liat mukanya Shasa"ujar Mia.

__ADS_1


"Kalau Shasa mah bukan cosplay,tapi emang udah bagian jati dirinya dia mah"ujar Rion.


Shasa langsung melirik sinis kekasihnya itu, ingin membela diri tapi yang dibilang Rion itu emang bener adanya.


"Trus lo sendiri gimana Ri,udah gak apa apakan?kita gak terlalu tau kondisi lo sejak keluar dari rumah sakit soalnya"tanya Mia bertanya balik kepada Ariel.


"Baik"jawab Ariel singkat.


"Anak Anak,Sini Ayo Kumpul Dulu"


Ditengah perbincangan para anak muda itu, terdengar suara memanggil mereka.


"Eh itu ayah gue manggil tuh,yuk kesana"ajak Rion kepada yang lain saat menyadari kalau ayahnya yang memanggil mereka.


Kesepuluh anak muda itupun melangkah mendekat ketempat dimana para orang tua berkumpul,Ariel juga bisa menemukan papanya disana tengah menatap kearahnya. Gadis itu memberikan senyuman tipis,yang langsung dibalas dengan senyuman tipis pula oleh sang papa.


"Sudah kumpul semuakan?"tanya tuan Rarendra ayahnya Rion,yang langsung dibalas anggukan oleh para anak muda itu sebagai respon.


"Bagus kalau begitu,sekarang tuan Wyle ingin memberikan pengumuman dan mengatakan sesuatu kepada kita semua"lanjut papanya Rion.


Tuan Wyle bergerak melangkah kebagian depan untuk bisa leluasa mengatakan apa yang hendak beliau katakan.


"Pertama tama,saya ucapkan terimakasih kepada semua bawahan serta tim dari putri bungsu saya berserta ketiga rekannya yaitu Leo,Rion,dan juga Shasa yang telah berhasil menyelesaikan misi mereka dengan baik"ujar tuan Wyle datar.


Prok...prok...prok....suara tepuk tangan langsung terdengar setelah itu.


"Saya juga berterima kasih dan khem, meminta maaf kepada pihak pihak yang seharusnya tak terlibat malah harus terlibat secara tidak terduga dalam masalah itu"lanjut tuan Wyle sambil menatap kearah putri sulungnya dan juga para sahabat anaknya itu.


"Selain itu saya juga mau minta maaf kembali dihadapan kalian semua disini kepada putri bungsu saya..."ujar tuan Wyle menjeda ucapannya sembari menatap putri bungsunya yang tengah terlihat kaget karena ucapannya barusan itu.


"Maafkan papa sudah terlalu membebanimu selama ini nak,papa janji mulai hari ini papa tidak akan memaksamu untuk mengurus perusahaan dan bisnis papa lagi.Papa tidak akan melibatkanmu mengurus semua itu lagi, kamu bebas memilih hidupmu sendiri nak.Bahkan kalau kamu mau,papa tidak akan menjadikanmu pewaris lagi"lanjut tuan Wyle.


"Maksudmu,papa tidak akan menjadikan-ku pewaris lagi?"tanya gadis itu.


Tuan Wyle mengangguk


"Benar,bukannya itu yang kamu mau nak?"ujar laki laki itu.


"YA Mana Boleh Begitu"ujar Ariel terdengar tak setuju akan hal itu.


"Lah"respon yang lain heran.


"Perusahan dan semua bisnis papa itu harus jadi milikku,itu milikku dan hak ku.Enak saja papa punya niat membatalkan-ku sebagai pewaris,tidak ada.Aku akan tetap jadi pewaris"protes Ariel menggebu gebu.


"Loh,bukannya Riri gak mau ya jadi pewaris papamu?"tanya tuan Kimberly heran dengan respon anak dari sahabatnya itu.


"Kalau orang tua ini mengatakan hal ini beberapa tahun lalu,itu mungkin.Kalau sekarang enak saja,aku sudah repot repot sampai hampir mati dua kali eh malah nyerah gitu aja.Enggak maulah"ujar Ariel yang mendadak cerewet.


"Lalu kamu mau bagaimana sayang?"tanya Hera sang mama.


"Berikan semua itu padaku,tidak kenapa aku seperti meminta.Berikan sisanya kepadaku, karena hampir sebagiannya sudah jadi milikku"ujar Ariel.


"Baiklah kalau itu keputusanmu sayang,papa sih akan senang akan hal itu"ujar tuan Wyle bahagia karena tak jadi kehilangan pewaris utamanya.


"Tapi kamu masih papa berikan kebebasan selama kamu kuliah nanti,papa tidak akan membebani kamu dalam mengurus perusahaan untuk beberapa tahun kedepan"lanjut laki laki itu.


"Baguslah,jaga perusahaan dan bisnis itu sampai aku mengambilnya darimu pak tua"ujar Ariel dengan berani,tak peduli papa atau semuanya tengah terkejut mendengar perkataan beraninya itu.


"Hei dari siapa kamu belajar memanggil papamu sendiri dengan sebutan pak tua,nona muda?"tanya tuan Wyle pada putrinya.


Ariel dengan polosnya langsung menunjuk kearah sang kekasih,Leo tentu langsung kaget akan hal itu.

__ADS_1


"Jangan marah,calon papa mertua"ujar pemuda itu sambil menunjukkan senyum pepsodennya.


"Kau,sini kau tuan muda Nicolas"ujar tuan Wyle langsung bergerak menarik telinga kiri Leo.


"Aduh..aduh..aduh..."ringis Leo


"Berani sekali kamu nagajarkan putri saya untuk mengatai saya"ujar tuan Wyle.


"pak tua eh om,sakit om.Telinga saya mau putus nih.Riel bantuin aku dong"ujar Leo merengek kesakitan karena telinganya yang ditarik oleh tuan Wyle.


Ariel tak memperdulikan nasib sial sang kekasih yang padahal ulahnya itu,ia malah berjalan dengan santai mengambil segelas minuman dan duduk disalah satu kursi disana.Minum sambil menonton dengan santai perdebatan kedua laki laki yang ia sayangi itu,mamanya terlihat mencoba menyelamatkan kekasihnya dari siksaan kecil yang papanya berikan.


Sedangkan yang lain hanya menggelengkan kepala tak menyangka dengan sikap santainya itu.


"Sekarang,aku paham kenapa kau selalu mengatakan kalau putri bungsu Lion itu sangat mirip dengannya"ujar tuan Wyast kepada sahabatnya tuan Kimberly.


"Benarkan,Ariel itu memang versi gadis muda dari Lion kawan kita.Mulai dari sifat hingga pembawaan,Aurel kembarannya pula versi dari Hera pas muda sekali"ujar tuan Kimberly menyauti perkataan kawannya itu.


keduanya orang penting itu kini tengah mengamati putri bungsu dari sahabat mereka tuan Lion Wyle.


"Aku kira kau berbohong,namun gadis itu dari segi sifat dan membawaan memang foto kopian dari gunung es itu.Mungkin versi yang lebih fositif"ujar tuan Wyast.


"ngomong ngomong,Wyle sudah berubah sekarang.Lalu bagaimana denganmu?"tanya tuan Kimberly kepada kawannya.


"Aku sudah berubah bahkan jauh lebih dulu dari Wyle,Kimberly"saut tuan Wyast.


"Benarkah?aku tidak percaya"respon tuan Kimberly.


"Kalau aku tidak berubah,mana mungkin aku membiarkan putri bungsu-ku Kayla bisa cukup bebas menjalani kehidupannya.Bahkan Robert juga tak begitu kutekan seperti seharusnya"ujar tuan Wyast kini menatap putrinya.


"Masuk akal juga,pembelaanmu"saut tuan Kimberly.


Laki laki itu kini beralih melihat kearah sahabatnya Lion Kimberly yang masih memberikan hukuman kepada pemuda bernama Leo itu.


"Riri,keponakan paman tersayang"panggil tuan Kimberly kepada Ariel.


"Ya paman"saut Ariel yang masih terlihat santai.


"Bisakah kamu hentikan dua orang itu,kasihan kekasihmu disiksa oleh papamu.Mama-mu dan saudarimu juga tak baik baginya melihat suaminya menyiksa seseorang didepannya secara langsung"ujar tuan Kimberly.


Ariel mengangguk mengerti,gadis itu meletakkan gelas minumannya kemudian beranjak dari tempat duduknya dan dengan santai berjalan ketengah keributan yang diciptakan oleh papa dan juga kekasihnya.


"Hei kalian berdua berhenti,apa kalian tidak punya urat malu"ujar Aurel dingin sekaligus sarkas.


Kalimat pendek dari Ariel itu langsung dapat menghentikan aksi sang papa dan juga Leo kekasihnya yang sudah hampir beradu otot itu,keduanya langsung berhenti dan merapikan rambut dan pakaian masing masing.Kemudian langsung mendekat kepawang masing masing,tuan Wyle mendekat kearah sang istri Hera Wyle dan Leo berjalan santai kearah sang kekasih yaitu Ariel.


"Kamu jahat sekali menjadikan kekasihmu tumbal"ujar Leo kepada Ariel.


"Aku hanya menjawab jujur saja"saut Ariel.


"Tapi kejujuranmu,membuatmu hampir jomblo ditinggal kekasih mati ditangan papamu sendiri tau gak"ujar Leo yang tampaknya kesal.


"Aku tak akan membiarkan hal itu"ujar Ariel datar,gadis itu berjalan kembali ketempat duduknya yang tadi.


"Ya aku percaya padamu"ucap Leo merangkul pacarnya itu,mengikuti Ariel untuk duduk.


"Kamu sudah bisa merasa bahagia sekarang" tanya Leo melihat Ariel yang asyik menatap kearah pemandangan didepan mereka, tampak para sahabat dan para orang tua yang bersandau gurau disana.


"Hm,ya aku bahagia sekarang"saut Ariel sambil tersenyum dengan tulus.


~End~

__ADS_1


__ADS_2