
Tok...tok...tok...suara ketukan pintu kamarnya membuat Ariel seketika tersadar dalam pemikirannya,ia segera beranjak dari atas tempat tidurnya untuk membuka pintu kamar yang tadi gak sengaja ia kunci.
"Masuk"ujarnya pada orang yang mengetuk pintu kamarnya,orang itu adalah Shasa sahabatnya.
"Iya Riri"ujar Shasa pada Ariel,gadis itu langsung masuk kedalam kamar Ariel setelah dipersilahkan masuk.Shasa tampak menggunakan piyama tidur bermotif beruang coklat,bukan hanya itu Shasa juga membawa sebuah boneka beruang biru ditangannya.
Setelah Shasa masuk ke dalam kamarnya,
Ariel kembali menutup pintu kamarnya tapi tak dikunci seperti tadi.
"Udah makan malam?"tanya Ariel pada Shasa.
"Shasa udah makan kok,Riri sendiri udah makan?"ujar Shasa menjawab pertanyaan Ariel kemudian bertanya balik.
__ADS_1
"Belum lapar,nanti aja"jawab Ariel menyusul Shasa yang sudah naik keatas tempat tidurnya.
"Riri"ujar Shasa langsung memeluk Ariel dengan manja seperti anak kecil.
"Kenapa?Ada masalah?"tanya Ariel yang peka kalau sahabatnya itu sedang dalam keadaan yang tidak baik baik saja.
"Shasa rindu sama momy sama dady,kangen sama rumah juga"ujar Shasa pada Ariel.
"Kalau gitu Shasa ditelpon aja kalau lagi kangen"ujar Ariel memberi saran,ia membalas pelukan sahabatnya itu sambil mengusap pucuk kepala yang lebih muda darinya itu.
"Kalau gitu Shasa liat photo nya aja dulu,nanti kalau orang tua kamu gak sibuk lagi pasti nelpon balik.Apalagi kalau mereka liat nanti kalau ada riwayat panggilan dari Shasa pasti mereka bakal cepat cepat hubungin balik,Shasa kan putri kesayangan mereka"ujar Ariel pada sahabatnya itu.
"Gitu ya Ri?"tanya Shasa
__ADS_1
"Hm"Ariel berdehem mengiyakan.
Setelah itu tidak ada percakapan lagi antara mereka,Ariel masih dengan kegiatannya mengusap pucuk kepala Shasa dengan lembut sedangkan Shasa sendiri sedang berusaha menahan matanya yang mulai memberat akibat mengantuk.Apalagi Ariel yang mengusap kepalanya terasa nyaman sekali membuat kelopak matanya semakin berat saja.
Merasa tidak ada pergerakan lagi dari sang sahabat yang ada di pelukannya saat ini,ditambah suara dengkuran pelan yang samar samar terdengar di indra pendengarannya membuat Ariel yakin tidak kalau sepertinya Shasa sudah terlelap tidur.
Dan benar saja setelah ia memastikannya sahabatnya itu benar benar memang sudah tertidur,Ariel segera melepaskan pelukan sahabatnya itu dan menggantinya supaya Shasa memeluk boneka beruang yang sahabatnya itu bawa kemudian memperbaiki posisi berbaring sang sahabat agar lebih nyaman.Bukan cuma itu saja Ariel juga memperbaiki letak selimut supaya bisa menyelimuti Shasa dengan baik.
Setelah merasa semuanya beres Ariel bergerak turun dari atas tempat tidur dengan perlahan supaya jangan sampai mengusik tidur Shasa,Ariel hendak ke lantai bawah untuk makan malam mengisi perutnya yang sejak tadi keroncongan.Apalagi ia belum makan sama sekali sejak pulang sekolah kecuali ice cream yang tadi ia makan,selain itu ia memang belum makan apapun lagi.
Ariel keluar dari kamarnya setelah itu menutup pintu kembali dengan hati hati,setelah itu ia berjalan menuju kearah tangga dan melangkah menuruni anak tangga satu persatu menuju kelantai bawah.
Sesampainya dilantai bawah,Ariel langsung saja menuju ke arah dapur untuk mengambil makanan yan tadi sempat ia suruh simpan kepada salah satu pelayan di rumah ini.
__ADS_1
Hari ini segini dulu ya guys,sinyal lagi gak kondusif nih di daerah tempat tinggalku.Ditambah hujan juga jadi takut pegang hp soalnya takut ke sambar hp ku,apalagi petir lumayan kuat.