The Twin'S : Aurel And Ariel

The Twin'S : Aurel And Ariel
Chapter 27


__ADS_3

"Baju lo rapiin,lo mau sekolah bukan tawuran"ucap Ariel tanpa berniat menanggapi permintaan maaf Leo ia malah menyuruh Leo merapikan seragamnya yang tidak rapi,kemudian beranjak dari sana menuju ke kelasnya teman temannya pasti sudah menunggunya sekarang.


"Hah?"


Leo sedikit bingung awalnya ia memperhatikan seragamnya benar apa yang Ariel bilang seragamnya terlihat tidak rapi dan acak acak kan,baju seragam yang keluar dan dasi yang tidak terpasang sempurna seperti orang yang baru berkelahi.Untung tidak ada guru yang melihatnya bisa bisa ia ditegur Setelah merapikan seragamnya dengan baik Leo tersenyum soalnya kalau dipikir pikir Ariel bukan cewek yang secuek dan seacuh yang ia bayangkan buktinya meski sekarang cewek itu masih kesal padanya tapi Ariel masih sempat memperhatikan ketidak rapian seragamnya bahkan sampai menyuruhnya merapikannya.Setelah sadar dari pikirannya Leo melangkah hendak menyusul Ariel namun itu tidak jadi karena bel masuk berbunyi,ia segera mengubah tujuannya dan pergi ke kelasnya karena ia berbeda kelas denhan Ariel.


Disisi lain Ariel memasuki ruangan kelas dengan muka datar khas miliknya langsung menuju ketempat duduknya,di sana sudah ada saudari kembarnya dan tiga orang sahabatnya yang memperhatikannya sejak memasuki kelas.


"Dari mana aja lo Ri,jam segini baru nongol?"tanya Mia langsung sesaat setelah Ariel duduk.


"Hooh,perasaan lo perginya duluan deh dari pada kita mana masih pagi banget tadi lo berangkat"ucap Kayla.


"Ada urusan"jawab Ariel acuh.


"Urusan apaan?" tanya Kayla,tapi tidak mendapatkan jawaban dari Ariel.


Sedangkan Aurel,ia sama sekali tak berniat ikut untuk menanyakan hal serupa pada saudara kembarnya itu.Karena menurutnya jika Ariel ingin mereka mengetahuinya pasti sudah diberitahu sejak awal tanpa ditanya sedangkan saat ini sepertinya kembarannya itu seperti tidak memberikan akses untuk mereka dalam urusannya itu,jadi ia memilih diam saja dan tidak ikut campur.Toh meskipun mereka ini kembar tapi sudah pasti tidak semua hal yang berkaitan dengan Ariel ia harus ikut campur,mereka sama sama butuh privasi masing masing itu pikirnya.


"Riri"panggil Shasa


"Hmm"


"Riri kok nggak bilang sama Shasa mau pergi sekolah pagian kan Shasa juga penen berangkat pagi pagi juga"tanya Shasa.


"Riri nggak langsung ke sekolah Sha,lagian ngapain lo ikut ikutan"


Bukan Ariel yang menjawab tapi Kayla.


"Ihh,Shasa nanya sama Riri tau kok Kay yang jawab sih"ucap Shasa sedikit kesal pada Kayla.


"Maafin Riri,tapi Shasa tadi mau ngurus sesuatu dulu nggak langsung ke sekolah"ucap Ariel lembut pada Shasa.

__ADS_1


"Oh,gitu"ucap Shasa.


"Sialan lo Sha tadi gue jawab lo marah tapi giliran sama Ariel enggak padahal kan jawaban gue nggak beda jauh sama Riri,Lo juga Ri giliran ngomong sama Shasa aja lo lembut banget tadi sama gue singkat datar lo ngomong"ucap Kayla sedikit dongkol pada dua sahabat yang lebih muda darinya itu.


"Shasa emang kenapa mau berangkat pagi pagi?"tanya Ariel,ia sama sekali tidak memperdulikan ocehan Kayla(malang sekali nasibmu Kay).


"Soalnya Shasa penasaran,jam berapa satpam sekolah kita datang Ri.Soalnya setiap kita datang ke sekolah pasti pak satpam udah ada di sana,makanya Shasa mau datang pagian"jawab Shasa polos.


Sedangkan teman temannya jangan ditanya reaksi mereka gimana ada yang nepok jidat,ada yang melongo,ada yang ingin menghilang rasanya punya sahabat modelan Shasa.


"Sha gue tau lo itu anak polos tapi jangan polos polos begok kayak gini dong,mana ada orang yang niat niatin berangkat awal karena cuman pengen tau jam berapa pak satpam sampai sekolah cuman lo doang"ucap Mia geram melihat sahabatnya itu.


"Sha plis deh"ucap Aurel ikut nggak paham sama pemikiran Shasa.


"Sha"


"ya"


"Benar juga ya kok Shasa nggak kepikiran sih"ucap Shasa sambil membuat pose seolah olah sedang berpikir sambil mengetuk ngetuk dagunya sendiri.


"Hm,yau dah Riri nanti temenin Shasa ya buat nanya sama pak satpam"pinta Shasa.


"Oke"jawab Ariel pasrah,tapi setidaknya ia sedikit bersyukur karena pikiran teman temannya sudah teralihkan karena ulah Shasa yang bikin geleng geleng kepala.


"Sebahagia lo aja deh Sha,tapi ngomong ngomong ini guru kok nggak ada yang masuk sih"ucap Kayla.


"Iya juga ya,padahal kan bel udah bunyi dari tadi"ucap Mia yang ikut menyadari bahwa seharusnya proses belajar dikelas mereka seharusnya sudah dimulai dari tadi.


"Coba tanyain sama ketua kelas"usul Aurel.


"PAK KETU!"seru Kayla memanggil sang ketua kelas.

__ADS_1


"Apaan sih manggil manggil gue,gangguin orang mabar aja lo"saut si ketua kelas.


"Galak amat pak Ketu kita ini"ucap Kayla.


"Udah deh Kay lo mau apa manggil gue ngomong cepetan,gue lagi mabar ini"ucap pak ketu(ketua kelas)sedikit kesal.


"Ye,gue cuma mau nanya ini kok guru nggak masuk masuk sih kita nggak belajar emang?"tanya Kayla.


"Oh soal itu,guru kita nggak hadir sakit katanya makanya jam kosong.Tadikan udah gue umumin di depan makanya jangan gosib mulu ketinggalan kan"jawab Pak Ketu.


"Enak aja siapa yang gosib fitnah aja lo"ucap Kayla.


"Terserah lo,ada lagi nggak ni kalau nggak gue mau lanjut mabar"tanya pak ketu memastikan.


"Enggak sana lo lanjut mabar lagi"jawab Kayla.


"Eh,pak ketu"panggil Kayla lagi.


"Apaan sih Kay,baru juga gue on in ini game"tanya pak ketu kesal.


"Btw lo mabar apaan tu sama yang lain?"tanya Kayla.


"ML,kenapa?"tanya pak ketu.


"Gue join dong hehe..."pinta Kayla.


"Yau dah sini lo,udah mau mulai ini"suruh pak ketu.


"Siap"ucap Kayla,tanpa tunggu lama Kayla langsung bergerak mendekat ke tempat pak ketu dengan teman teman untuk ikut mabar bareng.Mereka semua yang ikut mengambil posisi duduk lesehan dilantai dipojok belakang ruang kelas dengan alas karpet kecil,entah siapa yang kurang kerjaan membawanya ke kelas itu.


Sedangkan untuk Aurel,Ariel,Mia,dan Shasa juga memutuskan untuk melakukan kesibukan masing masing mengisi jam kosong.Aurel sedang sibuk membaca novel yang ia bawa dari sekolah,Mia memilih ikut menimbrung ke kumpulan murid perempuan untuk ngobrol ditambah dengan membahas gosip gosip hangat di sekolahan begitu juga Shasa tapi ia hanya menjadi pendengar saja tanpa berniat ikut obrolan,ia lebih memilih memakan coklat yang selalu tersedia di tasnya.Sedangkan Ariel jangan tanya ia mungkin sudah tidak berada disini tapi di alam mimpi,lihat saja dia sudah membenamkan kepalanya di atas meja beralaskan tas miliknya dan jangan lupa dengan earphone yang hampir setiap saat terpasang di telinganya.

__ADS_1


__ADS_2